<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712</id><updated>2011-07-08T23:29:17.338+07:00</updated><category term='Catatan Buat Kotakoe'/><category term='Kabar Buat Kotakoe'/><category term='Catatan Perjalankoe'/><category term='Catatan Buat Liputankoe'/><category term='Catatan Buat Keluargakoe'/><category term='Catatan Perjalanankoe'/><title type='text'>IBNUL A'ROBI</title><subtitle type='html'>Mereka yang berhenti berharap sebenarnya telah mati berkali-kali.
Tapi bagi mereka yang terus berharap sebenarnya telah bangkit dari kematian berkali-kali. (Soe Hok Gie, 1942–1969)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>78</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-9197484226413696609</id><published>2010-04-16T02:08:00.003+07:00</published><updated>2010-04-16T02:20:32.490+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>namamu zia</title><content type='html'>ZIA AHMAD SYIFA..&lt;br /&gt;RS PELNI Petamburan, 13 April 2010 pukul 02.05, kau terlahir ke dunia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-9197484226413696609?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/9197484226413696609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=9197484226413696609&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/9197484226413696609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/9197484226413696609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2010/04/namamu-zia.html' title='namamu zia'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-580571574490997215</id><published>2009-02-02T10:32:00.002+07:00</published><updated>2009-02-03T21:25:10.705+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Ambonku Pergi untuk Selama-lamanya.. (2)</title><content type='html'>Kejamnya Lalat-Lalat Rumah Sakit...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu sudah istriku tercinta Shelvia Jaflaun terbujur kaku di TPU Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan. Senin, 19 Januari 2009 pukul 05.30, menjadi hari terakhirmu menatap dunia dengan segala warna kelabunya. Sesal itu seperti tak pernah lekang oleh waktu. Mungkin orang2 melihat aq sudah bisa tertawa, bercanda, tapi tidak di hatiku. Aq masih saja menangis jika mengingat kepergianmu yang tak pernah disangka. Aq tak ingin menggugat takdir Yang Kuasa. Yang aq sesalkan, ternyata ribuan fakta yang pernah aq tulis tentang buruknya pelayanan rumah sakit di Jakarta, bukan isapan jempol belaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DISKRIMINATIF! kata2 itu yang selalu saja muncul ketika aq menulis perlakuan yang diberikan kepada kaum papa. Itu pula yang akhirnya menimpaku saat mencoba mencari asa agar kau tetap bisa hidup mendampingiku. Mungkin tampangku memang miskin hingga diperlakukan seperti kaum papa. Yah, aq memang menyadari aq memang bukan kelompok kaum berduit. Selain diriku, mungkin ada juga ribuan warga DKI yang lain yang merasakan kejamnya sifat kebinatangan pekerja rumah sakit itu. Hati kapitalis, otak borjuis. Ini rumah sakit pemerintah bung!.. kalian dibayar dengan uang rakyat. Rumah sakit yang kalian jadikan tumpuan hidup disubsidi Rp 350 miliar dari dana APBD yang diambil dari peluh keringat masyarakat. Apa kalian ga tahu? atau pura2 ga tahu? atau memang kalian sudah terkontaminasi dengan nafsu untuk bisa mengeruk keuntungan terhadap setiap pasien yang dicekam kepanikan!..  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini pun masih kurasakan sesak di dada saat mengingat hari2 yang melelahkan menghadapi orang2 brengsek di rumah sakit. Pelayanan buruk, diskriminatif, perawat dan suster yang judes tak berperasaan ditambah harga resep selangit yang harus ditebus setiap saat pasien akan ditangani. Tanpa menggugat takdir, secara teknis aq ingin menyatakan, istriku korban dari kebobrokan manusia rumah sakit Jakarta. Ya Allah, jika aq boleh meminta, sadarkanlah mereka dengan petunjuk-Mu agar para dokter, perawat, suster dan petinggi2 rumah sakit ada sedikit hati dan punya perasaan untuk bisa merawat mahkluk2mu yang tengah terbaring mencari asa kehidupan. Atau boleh juga Kau beri pelajaran melalui pengalaman yang menyakitkan. Bahwa menjadi korban diskriminasi itu rasanya menyesakkan dada. Apa para dokter, perawat, suster tak pernah merasakan itu semua hingga sampai tak punya hati! aq sebenarnya ingin mengumpat satu per satu kepada mereka... astagfirulah hal adhim.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah! maafkan hamba-Mu ini&lt;br /&gt;Hanya Engkau Yang bisa memberiku petunjuk&lt;br /&gt;Hanya kepada Engkau aq berharap&lt;br /&gt;Hanya kepada Engkau aq bersimpuh&lt;br /&gt;Hanya kepada Engkau kupasrahkan semua yang kumiliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kutermenung sendiri mengenangmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-580571574490997215?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/580571574490997215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=580571574490997215&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/580571574490997215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/580571574490997215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2009/02/ambonku-pergi-untuk-selama-lamanya-2.html' title='Ambonku Pergi untuk Selama-lamanya.. (2)'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-8690854191275046161</id><published>2009-01-25T05:51:00.002+07:00</published><updated>2009-01-25T07:48:43.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Ambonku Tlah Pergi untuk Selama-lamanya... (1)</title><content type='html'>Akhir penyesalan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SXu2t2EcXdI/AAAAAAAAAhc/OREwhKSEdWU/s1600-h/FOTODUKA.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SXu2t2EcXdI/AAAAAAAAAhc/OREwhKSEdWU/s320/FOTODUKA.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295026685628669394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sampai detik ini aq masih tak percaya Ambonku tlah pergi untuk selama-lamanya. Senin, 19 Januari 2009 pukul 05.30, di ruang ICU RSUD Koja tiba2 jantungmu berhenti berdetak. Aq masih tak percaya kau tlah tiada. Kenapa kau meninggalkanku Ambonku. Kenapa kau tinggalkan Najwa malaikat kecilmu. Kenapa..! kenapa..kenapa..! Shelvia Jaflaun namamu. Perempuan keturunan Ambon campuran darah Belanda. Setelah menikah 2006 lalu, aq selipkan nama Zahra di tengah namamu agar kau menjadi harum seperti bunga. Shelvia Zahra Jaflaun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aq tak pernah menyangka smua berjalan begitu cepat. Aq masih merasa baru kemarin aq mencintaimu. Baru kemarin qta menikah. Baru kemarin qta menghabiskan bulan madu. Lalu malaikat kecil yang kau harapkan sejak lama hadir ke dunia. Najwa Syifa kuberi nama si mungil itu. Dengan bibir kering dan gemetar, kau masih sempat menerangkan arti Najwa Syifa kepada orang-orang yang menjengukmu di lantai 8 kamar 508 RSUD Koja, Jakarta Utara. Kau sebut Najwa Syifa sebagai rahasia Tuhan yang diturunkan untuk menjadi obat. Obat bagi keluarga. Obat bagi kita berdua. Tapi kenapa kau pergi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat inipun aq masih tak percaya kau telah tiada. Setiap saat aq mengingatmu, aq selalu bertanya, kenapa semua itu berjalan terlalu cepat. Kenapa kau pergi. Kenapa kau tak bernafas lagi. Kenapa smua serba terlambat. Baru dua tahun kau mendampingiku. Yah, cuma dua tahun. Tak lebih. Kau hanya menikahiku untuk melihatmu terbujur kaku lalu ditimbun tanah merah di TPU Cikoko. Sudah puluhan tahun aq tak pernah menangis istriku. Sehebat apapun cobaan itu, aq coba untuk tegar. Tapi kenapa saat kau tiada, aq begitu terpukul. Kesedihan yang tak terkira. Aq merasa kembali menjadi sebatang kara. Tangisku akan kembali meledak ketika kuingat Najwa masih terlalu dini untuk kau tinggalkan. Siapa yang kan mendekapnya selepas kau pergi istriku. Siapa yang kan memberi kasih sayang seperti yang kau berikan.&lt;br /&gt;Jika di alam sana ada internet dan kau bisa buka blog ini, bacalah secara berulang kali agar kau tahu betapa aq tak mau kau tinggalkan. Aq memang ikhlas melepasmu karena itu sudah menjadi kehendak-Nya. Tapi yang aq sesalkan kenapa harus sekarang. Saat Najwa baru saja terlahir ke dunia. Saat malaikat kecil yang kau damba-dambakan telah hadir ke dunia. Kenapa tidak nanti saja kau pergi saat Najwa sudah dewasa. Saat malaikat kecil kita sudah sukses. Sekolah setinggi-tingginya, menjadi dokter gigi lalu menikah. Bukankah kau menginginkan punya anak tiga istriku...ambonku.. cintaku... baru kuberikan satu, kenapa kau buru-buru pergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, di ruang ICU ketika dokter menyatakan kecil kemungkinan kau bisa bertahan, aq masih bisa berfikir rasional. Aq masih cukup tegar. Tapi setelah menyadari bahwa ketika saat-saat terakhirmu tak ada satupun keluarga yang menungguimu, memberi semangat untuk tetap bertahan dan mendoakanmu, aq merasa diiris-iris sembilu. Perih, pilu, tragis dan sangat ngenes. Itu pula yang membuatku sangat terpukul. Aq menangis sejadi2nya. Meskipun tanpa suara dan hanya air mata yang terus menetes tak henti2nya. &lt;br /&gt;Menjelang malaikat mencabut nyawamu di ruang ICU lantai 3, hanya aq, sam sama mbak arie yang sudah empat hari empat malam menungguimu sepanjang waktu tanpa lelah. Aq menangis sesenggukan. Dalam dada terasa sesak ada yang menyumbat. Pilu. Pilu sekali.. sambil menangis setengah marah, kakmino, opi, ina, tante lena, tante fora, kaktutik aq telponin satu per satu. Kenapa saat terakhirmu saja keluarga masih sibuk dengan urusannya masing2. Ini Jakarta bung. Yah, ini memang Jakarta. Tapi apakah rasa kemanusiaan itu harus terkalahkan dengan egoisme pribadi. Apalagi, yang tengah meregang nyawa itu adalah saudaranya sendiri, keluarganya sendiri...  &lt;br /&gt;Kerja? smua orang juga kerja. Aq juga kerja.. cari duit buat bayar rumah sakit.. nungguin sepanjang malam di rumah sakit.. kawan Sam yang jelas2 ga ada hubungan darah juga nungguin sepanjang malam juga kerja. Tapi rela meninggalkan kerja karena rasa kemanusiaan itu masih ada. Bahkan, bukan hanya tenaga yang sudah banyak dia curahkan. Tapi juga biaya. Uang jutaan yang tak terhitung jumlahnya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Di depan ruang ICU aq terus menangis sambil telpon semua yang bisa dihubungi. Kesedihan yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Sedih karena melihat nyawa istriku melayang tanpa ada satupun kluarga yang sigap. Bukankah Minggu siang dokter dah bilang nyawa istriku pernah hilang lalu muncul lagi. Jika nafas pernah hilang, artinya ada kemungkinan bakal hilang lagi. Kenapa kluarga hanya datang sebentar lalu pergi lagi. Nungguin kek. doain kek. toh cuman sekali seumur hidup. Bukankah saat dirawat di RS Budi Kasih Ambarawa keluarga Jakarta memaksa agar kau bisa dirawat di sini. Tapi setelah permintaan itu aq penuhi, tak ada satupun yang benar2 konsisten memberimu perhatian penuh. Apa harus terus ngandalin kaktutik? bukankan dia dan keluarganya tlah cukup membantu biaya rumah sakit dan beli obat yang harganya melangit? wajar jika aq tak terlalu berharap. Bantuan itu sudah cukup berarti. Tanpa harus ikut nungguin di rumah sakit, bagiku tak masalah. Tapi bagaimana dengan keluarga jaflaun yang lain? atau trah ngelyaratan yang lain? atau keluarga2 ambon-jakarta yang lain?&lt;br /&gt;Minggu malam memang keluarga sudah datang semua ketika dokter menyatakan kondisi istriku tambah kritis. Tapi begitu malam mulai merayap, satu per satu keluarga pergi semua. Yang tersisa tinggal kami bertiga. Aq, sam sama mbak arie. Air mataku terus mengalir tak bisa kutahan. Aq duduk lemas tak tahu harus berbuat apa. "Pak dipanggil dokter ke ruang ICU," terdengar suara membuyarkan lamunan dan kesedihanku.&lt;br /&gt;Di dalam ruangan, istriku masih terbujur kaku di atas ranjang. Bedanya selang2 infus sudah tak membelit lagi. Sekujur tubuh ditutup dengan kain. "Tolong diisi lengkap data istrinya pak untuk surat kematian," kata perempuan yang duduk di depanku. Setelah mengisi data lengkap, perempuan itu kembali menyodorkan satu kertas yang berisi daftar tagihan biaya perawatan selama di ICU dan obat2an tambahan yang harus segera dibayar sebelum jenazah bisa dibawa pulang. "Bapak selesaiin dulu di bagian administrasi lalu kembali lagi ke sini," katanya singkat. Sambil menengok jasad kaku istriku, aq melangkah keluar ruangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di lantai bawah, tagihan itu tidak aq langsung bayar. Aq masih belum bisa menahan kesedihanku. Karena sejak meninggal pukul 05.30, sampai pukul 08.00 belum ada satupun keluarga istriku yang nongol. Sementara ibu dan maskin yang baru datang dari kampung masih terjebak kemacetan lantaran Kelapa Gading pagi itu banjir. Semua kendaraan harus lewat tol. Tiap detik aq lihat arloji yang berjalan sangat lambat. Aq semakin pilu. Dengan apa aq harus membayar tagihan. Duit bantuan yang dikasih Pak Prijanto Wagub DKI Sabtu (17/1) siang Rp 2 juta sudah terpotong Rp 1,5 juta untuk nebus obat. Tinggal tersisa Rp 500 ribu. Kenapa keluarga tak kunjung datang. Aq cari tempat yang tidak ramai lalu lalang orang. Setelah itu aq telpon Pak Sekda Muhayat. Aq bilang Epi dah ga ada. Aq bilang ga ada orang di rumah sakit. Aq hanya sendirian menanggung kepiluan. Setelah bilang itu, lalu aq menangis sejadi2nya. "Sudah ga papa. Yang sabar, yang tabah Ak. Tuhan pasti memberi jalan yang terbaik," kata Pak Muhayat singkat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pukul 08.30, ibu dan maskin akhirnya sampai juga di rumah sakit. Ibu langsung menubrukku lantas menangis. Mungkin kasihan melihatku. Lalu aq antar ke ruang jenazah yang terletak di lantai 1 paling pojok. "Ini Epi bu. Epi dah ga ada," kataku membuka kain yang menutupi wajah istriku. Karena tak kuat, aq akhirnya kembali menangis. Ibu justru aq lihat lebih sedih. Sambil membisikkan lafal thoyyibah la ilaha illallah, ibu mengusap rambut di kening istriku. Tangisnya sesenggukan terasa sangat berat. Tidak beberapa lama, willy, istrinya dan dua anaknya Fadli dan Imar datang. Pukul 08.45, kakmino dan opi sampai rumah sakit. Aq langsung ajak Sam ke depan untuk nyelesain administrasi. Setelah dihitung ternyata cuma Rp 5 juta. Aq langsung ke ATM. Cek saldo ternyata ada Rp 1,5 juta dan aq ambil smua. Duit itu dikirim mas tir redaktur indopos jkt ry yang datang pagi2 sebelum ibu datang. Alhamdulilah. Setelah digabungin ama yang dari orang2 sampai juga Rp 5 juta. Aq langsung suruh sam untuk bayar. Sekaligus biaya ambulan Rp 150 ribu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ambulance meluncur menyisir kemacetan Ibukota menuju kontrakan mungilku di Cikoko, belakang Menara Saidah Cawang. Aq, sam naik sepeda motor di belakangnya. Maskin diboncengin fora suaminya opi. Sampai di rumah, sudah banyak petugas Satpol PP dan Dishub yang berkerumun di jalan depan kontrakan. Suara motor BM petugas meraung2 di sekitar kampung mencari alamatku. Kebetulan saat sms ke semua orang, termasuk Gubernur, Wagub, Sekda, Asisten, Kepala Dinas dan seluruh pejabat DKI, aq tulis alamat sesuai KTP yang kebetulan itu alamatnya kakmino. Berulang kali petugas memastikan alamatku yang banyak orang melayat adalah Shelvia Jaflaun istriku. Aq bilang ya ini kontrakanku. "Untuk memastikan saja pak. Soalnya pejabat DKI mau datang," kata petugas Dishub yang datang ke rumah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pukul 10.00, Pak Rinta orang humas tiba di kontrakan langsung tanya jenazah mo dikubur di mana. Aq bilang yang dekat rumah. Kalau bisa di TPU Cikoko saja. Lalu aq diajak ke makam sama Pak Rinta. Setelah aq cek, kata petugas makam ga ada yang kosong. "Gimana makam dah beres belum," kata Pak Muhayat dari telpon. "Sedang dipersiapkan pak," jawab Pak Rinta. Karena ga ada yang kosong, Kepala Dinas Pemakaman lalu ditelpon. "Masih ada yang kosong. Kepala TPU Cikoko Pak Abdurrohim nanti yang kesitu," kata suara dari telpon. Karena perintah dari atas harus beres, akhirnya plang papan TPU dibongkar dan digeser. Sebab, kalau tidak di situ, tak ada tempat lain yang kosong. "Ya udah, bongkar saja plangnya. Saya yang tanggungjawab," kata Pak RW 03 ngasih dukungan. Saat ribut cari tempat makam yang kosong, Hp bututku berbunyi. Katanya Pak Sekda Muhayat sudah nyampe rumah. Aq buru2 balik.&lt;br /&gt;Entah mengapa, air mata yang tadi sudah mengering kembali jatuh ketika melihat Pak Muhayat. Aq langsung salamin dan memeluknya. Aq merasa Pak Muhayat telah menjadi teman sekaligus orangtua yang memberi dukungan bagi anaknya. "Yang sabar Ak. Kamu harus kuat. Tabah. Si kecil masih membutuhkanmu," katanya memberi semangat.&lt;br /&gt;Dengan duduk di kursi depan rumah, aq lalu bercerita seputar sakitnya Epi dan perlakuan rumah sakit yang sangat diskriminatif. Yang selalu bilang ICU penuh, harus dirujuk ke RS Puri Indah yang DPnya Rp 20 juta atau RS Thamrin yang DPnya Rp 15 juta. Meskipun kenyataannya ICU RSUD Koja ada tiga yang kosong. "Ini ga bener. Terlepas meninggalnya Epi sudah menjadi kehendak-Nya, jika pelayanannya seperti itu jelas tidak bener. Ini harus dibenahi," katanya. Dalam kesempatan itu juga aq cerita kalau perawat, suster sangat judes dan tidak berperikemanusiaan. Karena ada kesibukan, Pak Muhayat akhirnya pamit dan tidak bisa ikut mengantar ke makam. "Terima kasih banyak Pak Muhayat, atas semua dukungan, bantuan dan doanya," kataku kemudian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Awalnya, aq rencanakan jenazah istriku akan dikubur pukul 14.00. Namun, Pak Rinta bilang Pak Prijanto Wagub mo datang pukul 15.30. Akhirnya aq putuskan menunggu. Skalian nanti Pak Pri yang nglepas. Pukul 15.30, rombongan Wagub tiba di kontrakan. Masih menggunakan seragam PNS warna hijau, mantan Aster TNI AD itu langsung berdiri di depan pintu. Aq langsung menyalaminya sambil sesenggukan meneteskan air mata. Lalu aq memeluknya. Sementara jenazah Epi dah dibawa keluar untuk segera diberangkatkan. Kaktutik aq suruh menjadi MC pelepasan. Setelah sambutan perwakilan dari keluarga Jaflaun, Pak Wagub lalu memberikan sambutan skaligus melepas jenazah diberangkatkan ke makam. "Semua yang ada di dunia ini adalah milik-Nya. Tidak ada yang abadi. Karena milik-Nya, kapanpun bisa diambil-Nya. Bagi Aak, saya harap bisa sabar, tabah dan bisa mengasuh anaknya yang masih berumur 6 bulan. Semoga menjadi anak yang sholehah," kata Wagub lalu mengakhiri sambutan.&lt;br /&gt;Setelah itu, rombongan menuju masjid pancasila yang terletak di sebelah rumah. Wagub dan pejabat teras lainnya ikut nyolati di masjid. Tidak beberapa lama, jenazah langsung dibawa pakai ambulan ke makam TPU Cikoko. Andi menantunya tante Lena bertugas azan di liang lahat. Petugas lalu menguruk galian. Air mataku tak henti2nya menetes.&lt;br /&gt;Setelah liang lahat membentuk gundukan, pak ustad memulai memimpin zikir bersama. Sambil tertunduk, air mataku terus keluar tak mampu kutahan. Ada penyesalan yang tiada tara. Sekitar setengah jam, zikir telah selesai. Tapi para pengantar masih berkerumun. Lalu aq taburkan bunga sambil menangis. Lalu kuputuskan untuk zikir lanjutan sendiri. Dalam lamunanku aq melihat istriku terbang dibawa dua orang bersayap. Dia hanya menoleh ke arahku lalu hilang ditelan awan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga kau damai di sisi-Nya istriku. Aq kan selalu mendoakanmu setiap saat aq mengingatmu. Doakan juga agar ayah bisa mengasuh Najwa hingga dewasa menjadi anak yang sholehah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mungkin ini adalah akhir sebuah penyesalan...&lt;br /&gt;Tapi aq berharap, ini bukan benar2 sebuah penyesalan. Karena mungkin gusti Allah punya rencana lain demi kebaikanmu, kebaikan orang2 yang kau tinggalkan.. dan aq kan selalu belajar untuk bisa menerima itu semua..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jelang 7 hari sejak kau tinggalkan. Cikoko, 24 Januari 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-8690854191275046161?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/8690854191275046161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=8690854191275046161&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/8690854191275046161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/8690854191275046161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2009/01/ambonku-tlah-pergi-untuk-selama-lamanya.html' title='Ambonku Tlah Pergi untuk Selama-lamanya... (1)'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SXu2t2EcXdI/AAAAAAAAAhc/OREwhKSEdWU/s72-c/FOTODUKA.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-21558459679076970</id><published>2009-01-07T20:33:00.005+07:00</published><updated>2009-01-07T20:51:47.794+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Ya Allah, Kemana Harus Kucari Rahasia Obat-Mu</title><content type='html'>Jumat (1/1) siang, Mbak Nul, Masaris n Ida datang dari Jogja menjenguk istriku di Ambarawa. Kebetulan aq baru saja datang dari Jakarta. Sekitar habis jumatan, Masaris sharing bagaimana kalau Epi dibawa ke rumah sakit saja untuk pemulihan fisiknya. Toh, yang nempel ikut dia sudah pergi. Meskipun kadang sering datang dan pergi lagi. Kata pae, tiap malam kadang kelambu kamar sering bergerak sendiri meski tak ada angin. Ada seperti bayangan sedang mengintip keluar. Tapi setelah dicek ke dalam kamar tidak ada siapa2. Istriku masih tidur nyenyak. "Kuncinya neng awakmu le. Kalau kamu sholat malamnya kuat. berkakas itu ga bakalan berani ikut istrimu. Klo ngandalin dia juga susah. Suruh pantang makanan ga mau. Yang ga boleh malah dimakan. Suruh zikir juga ga mau. Suruh di mushola saja ga mau. Gimana mau sembuh," kata pae cerita seputar istriku selama aq tinggal di Jakarta.&lt;br /&gt;Jika fisiknya agak pulih, rencananya istriku akan dibawa berobat ke Mbah Zarkoni. gurunya pae di Grabakan. Biar berkakas bisa disikat habis dan ga balik2 lagi. Setelah itu tinggal penyembuhan fisiknya. "Tapi kalau memang yang penyakit non fisik dah bisa diatasi atau diatasi sambil jalan. Bagaimana kalau Epi dibawa ke rumah sakit saja. Biar ada kejelasan seberapa sakitnya, seberapa sembuhnya," usul masaris siang itu.&lt;br /&gt;Aq bilang ga papa kalau ada yang bantu biaya rumah sakit. Minimal 50 persen. Sisanya aq yang nyariin. Lalu aq putuskan telpon bapak/ibu di Tuban. Tanya bagaimana jika Epi dibawa ke rumah sakit untuk cek perlu rawat inap atau cukup berobat jalan. Katanya ga papa. Klo terpaksa harus nginap, biaya tar dicariin. Sebab, duit pinjam dari Opi adiknya istriku Rp 400 ribu ama pinjam dari Pak Rinta orang humas pemprov Rp 500 ribu sudah habis untuk akomodasi selama di Ambarawa sebelum masuk rumah sakit.&lt;br /&gt;Aq akhirnya lega dan bersedia jika Epi dibawa ke rumah sakit setelah Ibu Tuban kasih lampu hijau. Tapi bukan di Jakarta. Di Ambarawa saja. Soalnya dari sisi fisik, istriku belum memungkinkan jika dibawa ke Jakarta naik kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Dengan naik dokar (andong), istriku aq papah naik angkutan tradisional itu. Di kursi belakang ditemani Ida. Masaris dan zenar duduk dekat pak kusir. Sementara aq, mamat, pae naik motor binter menuntun dari depan pelan2 menyisir pematang sawah yang dikitari rawa pening itu. Begitu masuk UGD, petugas langsung memeriksa berdasarkan keluhan. Aq langsung bilang sakit diabetes. Keluhan lain demam menggigil, batuk, sesak nafas, sering muntah dan kaki lemas. "Gulanya 155 mas. Normalnya 117," kata perawat singkat lalu menawarkan agar istriku rawat inap. &lt;br /&gt;Setelah disodori rincian biaya rumah sakit masing-masing kelas, aq pilih kelas 3. Itung2 murah. Setelah tempat disiapkan, istriku langsung diboyong ke ruangan paling atas. Sore itu ruangan Ratih E berukuran 6x6 di lantai 2 penuh sesak. Pasien aq lihat ada 5 orang. Tapi pengunjungnya itu, masya Allah. Kayak pasar. Untuk bisa lewat saja susah. Satu orang pasien yang antre jenguk ada 10 sampe 15 orang. &lt;br /&gt;Istriku bilang ga mungkin bisa istirahat tenang jika kondisinya seperti itu. Aq langsung ke ruang resepsionis tanya apa masih ada kelas 2 yang kosong. Katanya penuh. Tinggal kelas 1 dan VIP. "Sewa kamar Rp 150 ribu per hari. Biaya penanganan biasa Rp 800 ribu, penanganan khusus Rp 1,3 juta ditambah biaya obat2an atau jika ada keperluan tambahan. Kalau mau diambil, nanti pasien langsung dipindah," kata petugas jaga. Aq bilang Ok ga papa di kelas 1. Pukul 06.00, istriku dah bisa menempati ruang Anjani E yang terletak di lantai 1 paling belakang. Satu kamar hanya ada 2 orang. Lumayanlah ga terlalu ramai. Soal biaya tar dipikir belakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Magrib itu, masaris, mbaknul, ida, zenar terpaksa balik jogja. Karena masaris ada tugas kampus. Pae pulang ke rumah. Aq tinggal di rumah sakit sendiri nungguin istriku. Sambil ketak ketik berita, aq tungguin istriku. Kebetulan jumat masih masuk. karena PNS libur aj, jadi ga harus ke balaikota. Kondisi istriku semakin lemah. Jika sebelumnya bisa jalan, begitu masuk rumah sakit langsung drop fisiknya. Jalan sempoyongan, kalau diajak ngomong agak ga nyambung. Suruh makan atau minum obat agak susah. Aq tambah stres karena suster hanya ngantar obat digeletakin begitu saja. "Ini obatnya pak. Diminum setelah makan,". "Ini makanannya pak,". "Ini air panasnya pak,". Kata2 itu selalu saja mluncur tanpa tindakan. Hanya digeletakin di kursi ato meja. Jika pelayanannya seperti itu, tentu harus ada yang nungguin setiap saat. Untuk memastikan makanan disantap dan obat diminum. Apalagi, tiap saat juga istriku harus bolak-balik ke kamar mandi. "Kalau ditinggal, siapa yang tenteng2 infus ke kamar mandi,". aq stres berat malam itu. Semua aq sms telfonin suruh nyariin orang yang bisa jaga di rumah sakit. Ibu Tuban baru bisa dateng hari senin. Sementara tiket argo anggrek sudah aq beli Rp 390 ribu berangkat minggu dini hari karena esoknya aq harus masuk kerja. Aq telfon kluarga Jakarta, smua bilang sibuk. Opi adik kandung istriku mau cariin orang di Jogja, tapi tak kunjung ada kabarnya. Ina adik istriku paling bontot juga bilang ga bisa nemenin mau balik Ambon karena takut bisnis perdananya hilang. Kakmino malam itu telpon agar istriku dibawa ke Jakarta saja. Aq bilang kondisi fisik ga memungkinkan kalau naik kereta. Kecuali jika pakai mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;Malam itu aq merenung2. Apa langkah jangka pendek yang bisa aq lakukan. Setelah pae menyerah cari orang ga ketemu, kluarga Jakarta juga ga ada yang bisa datang, aq putuskan telpon Ibu Tuban agar bisa datang esok harinya. Agar sore sudah sampai rumah sakit dan gantian nungguin istriku. "Biayanya gimana. Kalau berangkat sekarang, biaya rumah sakit carinya kapan?," kata Ibuku dari telfon. Aq bilang biaya rumah sakit tar aj dipikirin. Yang penting datang dulu ke Ambarawa. Soalnya aq dah bolos kerja dan harus segera balik Jakarta. Sekaligus cari biaya rumah sakit. Sementara kondisi istriku drop banget. Makan minum obat, ke kamar mandi harus selalu dikawal. Malam itu harapanku tinggal ke mbak po yang ikut di rumah pae. Minimal bisa nunggu sampe Ibu Tuban dateng. Astagfirullah hal adhim. Tanpa alasan yang jelas, mbak po malam itu menolak dimintain bantuannya untuk jaga istriku. Meskipun hanya semalam. Aq pun pasrah. Membiarkan tiket kereta Rp 390 ribu hangus dan terpaksa balik ke rumah sakit. Untungnya mas tir redaktur ngerti dan mengijinkan aq ga masuk kerja lagi.&lt;br /&gt;Esoknya, Senin (5/1) sore, Ibu Tuban dan Ida adik kandungku datang ke Ambarawa. Aq langsung buru2 meluncur ke Stasiun Tawang untuk ikut kereta Senja Utama menuju Jakarta. Sebelum meninggalkan rumah sakit, Ibu berpesan agar aq jangan stres dan bisa bersabar. Gusti Allah pasti akan memberi jalan. Semua musibah pasti ada hikmahnya. Aq disarankan agar tetap jaga stamina agar tidak ikut sakit. Jakarta-Ambarawa bukan jarak yang dekat. Kalau aq terus mondar mandir, fisik bisa drop. "Kasian Najwa kalau kamu sakit. Siapa nanti yang cariin biaya rumah sakit kalau kamu sakit," kata Ibu berbisik di depan pintu tempat istriku dirawat. Aq setengah mo menangis. Aq coba menahan agar air mata tidak sampai menetes. Kucium tangan Ibuku dan buru2 kabur agar kereta tidak telat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Kususuri sepanjang jalan di Ambarawa tuk cari ATM. Arloji aq lihat sudah pukul 18.15. Padahal, bus terakhir ke Semarang pukul 18.30. Dapat ATM depan pasar ternyata rusak. Padahal, di dompet sama sekali aq ga pegang duit. Setengah putus asa, aq terus berlari kecil menyisir kanan kiri jalan siapa tahu ada ATM. Tapi setiap ada ATM, mesin rusak. Astagfirullah, ada apa lagi ini. Keluhku. Sementara Fauzi, muridnya pae yang mau bareng ke semarang sudah telpon2 agar aq buruan biar ga telat ngejar kereta pukul 20.00. "Pae, ATM rusak sedanten. Kulo mboten mbeto duit. Mboten gadah ongkos naik bis ke Stasiun Tawang," kataku akhirnya memutuskan telpon pae yang berada di rumah sakit. Setelah telpon, aq terus menyusuri jalanan di Ambarawa. Akhirnya di ujung jalan, depan alfa mart ketemu atm mandiri. ternyata bisa ngluarin uang. Alhamdulillah. aq langsung lega. Pada saat yang bersamaan, pae tiba di tempatku dan langsung mengantarkanku ke tempat Fauzi yang menunggu di pertigaan. Jam menunjukkan pukul 18.30. Lima menit menunggu, bus terakhir melintas. Aq langsung naik. Bus berjalan sangat lambat karena sambil cari penumpang. Bahkan sempat ngetem. Fauzi yang kerja di TNI AD itu sempat marah2 agar tidak ngetem lama2. Bus akhirnya meluncur dan tiba di Stasiun Tawang pukul 20.15. Bunyi kereta mo berangkat terdengar keras. Aq berlari sekencang2nya. Beli tiket langsung naik. Kebetulan kereta masih persiapan meluncur.&lt;br /&gt;Selasa (6/1) subuh, aq nyampe di Jakarta. Fauzi muridnya pae yang kerja di TNI AD yang nemenin selama perjalanan di kereta ga mau diajak mampir rumah. Alasannya, pagi itu ada apel. Sampai rumah, Sam ternyata ada di rumah lagi tidur pulas. Nungguin sejak kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Setelah tidur sebentar, pukul 10.00, aq mluncur ke balaikota tuk liputan. Alhamdulillah, satu hari masuk kerja, ternyata temen2 liputan di balaikota tahu musibah yang menimpa keluarga kecilku dan bersedia saweran. Dari hasil patungan terkumpul Rp 500 ribu. "Ini ak dari temen2. Moga cepat sembuh istrimu. Yang sabar," kata pak Jaber dari nonstop yang mewakili temen2 seraya menyodorkan amplop warna coklat. Aq bilang ga usah pak Jaber, aq dah cukup ngrepotin temen2. Dulu waktu anakku lahir dan terpaksa dicesar, temen2 sudah cukup membantu. "Udah ga papa," katanya meninggalkan amplop di depanku.&lt;br /&gt;Pukul 19.30, aq mo cabut dari presroom. Karena kakmino kakaknya istriku telpon pingin ketemu. Karena kluarga istriku pengin tahu bagaimana kondisi sebenarnya istriku. Saat aq mo nyalain motor, pak haji darul panggil2. Ternyata mo ngasih bantuan dari koordinatoriat wartawan balaikota untuk biaya rumah sakit istriku. "Yang sabar ya ak. Ini ada titipan," katanya sambil mengeluarkan uang Rp 4 juta. Alhamdulillah. Serasa aq pingin menangis malam itu. Terima kasih kawanku smua. You are my family. Trima kasih Gusti Allah. Sepanjang perjalanan pulang aq tak henti2nya mengucap syukur seraya berdoa agar istriku cepat sembuh n bisa cepat kluar rumah sakit. Cobaan itu terasa berat kutanggung. &lt;br /&gt;Sampai di rumah nenek di Cikoko, ketemu kakmino dan langsung cerita seputar kondisi istriku terakhir. Waktu mo pamit pulang, Kakmino nyodorin uang Rp 500 ribu. Katanya titipan dari Kak Tutik untuk tambahan biaya rumah sakit. Alhamdulillah. Malam itu aq tak henti2nya mengucap syukur. Malam itu juga aq telfon pae Ambarawa dan bilang besok biaya rumah sakit langsung ditransfer. Paginya, Ibu yang jagain istriku di rumah sakit juga aq bilangin biaya rumah sakit Rp 5 juta langsung ditransfer. kalau kurang agar dicarikan tambahin sambil aq nyari2 lagi. Sambil nanyain kondisi terakhir, aq bilang agar smua kluarga ikut bantu doa moga2 minggu2 ini istriku bisa keluar rumah sakit. Agar biaya cukup dan tidak membengkak. "Dari hasil tes darah dan ronsen, kata Pak Susanto (ahli penyakit dalam), istrimu cuma kena bronkitis. Penyakit lain tidak ada. Mungkin minggu2 ini bisa dibawa pulang. Tapi pak Susanto bilang harus ada yang jamin," kata pae dari telpon. "Ga papa pae. Jumat besok aq ke Ambarawa lagi," jawabku. "Ga usah le. Mengko nek wis kondisinya membaik awakmu tak kabari. Kalau kamu ga bisa ke sini, pae yang akan nganter ke Jakarta. Awakmu konsentrasi kerja ae," kata pae lalu memutus telpon. &lt;br /&gt;Ya Allah, sembuhkanlah istriku. Aq tahu ini adalah cobaan. Peringatan kalau aq malas untuk bersujud kepadamu. Malam yang seharusnya waktu untuk mengingat-Mu justru aq malah tidur terlelap. &lt;br /&gt;Jika aq boleh curhat ya Allah, itu karena fisikku ga mau diajak kompromi. Lelah seharian liputan dan selalu ketiduran hingga pagi menjelang. Dalam hati kecilku, keinginan untuk selalu memutar tasbih di tengah malam yang sunyi selalu menyala2 dan tak pernah padam. Di atas motor di tengah kemacetan Jakarta pun aq selalu menyebut nama-Mu. Karena hanya Engkau yang pantas untuk selalu diingat. Hanya Engkau yang pantas untuk selalu disebut nama-Nya. Karna, hanya Engkau yang bisa dijadikan tempat bertumpu segala harapan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Malam sunyi, di presroom balaikota usai ngetik brita, 7 Januari 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-21558459679076970?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/21558459679076970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=21558459679076970&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/21558459679076970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/21558459679076970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2009/01/ya-allah-kemana-harus-kucari-rahasia.html' title='Ya Allah, Kemana Harus Kucari Rahasia Obat-Mu'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-6042323366718246292</id><published>2008-12-23T12:09:00.000+07:00</published><updated>2008-12-23T12:10:49.621+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Duh Gusti Allah, Sembuhkanlah Istriku</title><content type='html'>Selasa, 23 Desember 2008. Memasuki hari kedua di Ambarawa, istriku sudah menunjukkan progres report yang menggembirakan. Jika waktu datang praktis tak bisa jalan, sejak tadi malam sudah mulai bisa jalan. Dari kamar tidur ke kamar mandi mau berjalan bolak balik sendiri tanpa dituntun. Panas tubuhnya juga mulai turun pelan2. Wajah yang pucat juga mulai berangsur normal tak sepucat saat baru tiba Senin subuh lalu. Sebab, ibu istrinya Pae selalu maksa agar istriku menghabiskan makan yang disuguhkan dan minum air putih sebanyak2nya. Alhamdulillah, satu piring bisa habis. Pepaya, jeruk dll juga dimakan dengan lahap. Meskipun batuknya masih terdengar sesekali memecahkan kesunyian malam. Begitu bangun tadi pagi, aq langsung paksain agar berjemur di halaman rumah. Kaki menapak di tanah bergantian di rumput. Dengan cara itu saraf kaki sekaligus bisa terefleksi. Jika malam, telapak kaki juga aq pijit untuk menetralkan urat saraf yang terjepit. Air Ampel yang disediain Pae aq suruh minum. Sebelum dipijit dan usai dipijit serta setelah makan. Air Ampel itu diambil dari masjid Sunan Ampel Surabaya. Biasanya, Pae menggunakan air tersebut untuk ngobati para pasien. Mulai dari penyakit fisik hingga non fisik. Dengan air itu pula, Pae berusaha membantu orang memecahkan persoalan mulai pertengkaran rumah tangga hingga masalah yang dihadapi para pejabat elit. Percaya atau tidak, sumber air Ampel diyakini memiliki jalur secara langsung dengan air zam-zam di Makah. Sebenarnya, air di sumber2 lain juga memiliki jalur serupa. Namun, tidak setiap saat. Hanya pukul 03.00 dini hari hingga sebelum subuh. Secara ilmiah, aq belum sempat menelusuri kebenarannya. Di kalangan kedokteran, tidak ada perbedaan pendapat soal air. Semuanya sepakat, air memang memiliki peran menyembuhkan. Sebab, mampu membantu metabolisme tubuh. &lt;br /&gt;Selain berusaha mengobati secara fisik, tiap malam Pae menggenjot zikir untuk menetralkan hawa negatif yang ada. Usai memijit telapak kaki istriku lalu menyuruh minum air, aq ikut gabung sholat dan memutar tasbih. Pukul 01.00 sudah bisa selesai, merokok satu batang, minum kopi lalu aq putuskan istirahat di kamar sebelah. Najwa sendiri aq lihat sudah terlelap di pelukan mamanya. &lt;br /&gt;Di Ambarawa memang suasananya beda dengan Jakarta. Dengan dikitari deretan perbukitan, areal sawah yang menghijau dan rawa pening yang menghampar, praktis kota kecil yang dikenal luas dengan Tugu Palagannya itu hawanya sangat dingin. Tidak hanya malam hari, tapi juga saat siang. Matahari hanya sesekali muncul lalu tertutup awan kembali. &lt;br /&gt;Tadi malam aq cukup kedinginan. Lupa ga bawa jaket pelapis dan celana tebal. Dengan hanya pakai celana pendek, aq terpaksa tidur meringkuk kedinginan hingga pagi menjelang. &lt;br /&gt;Dengan hawa yang sejuk dan suasana tenang, aq berharap bisa membantu secara psikologis upaya penyembuhan istriku. Minimal, perempuan keturunan Ambon itu bisa istirahat dengan tenang. Sebab, malaikat kecilku telah dijaga oleh istrinya Pae. Mulai memandikan, menemani untuk bercanda hingga menggendong jika nangis. Hanya jika istriku kangen dan teriak2 panggil Najwa baru si kecil di sandingkan di pelukannya untuk disusui.&lt;br /&gt;Pagi2, Ida adik kandung yang kuliah di Jogja sms akan menjenguk ke Ambarawa jika tugas2 kuliah dah kelar. Masaris malamnya juga sms ngasih saran agar suplai gizi bisa tercukupi. Sebab, aktivitas menyusui membutuhkan tenaga ekstra.&lt;br /&gt;Kawan Sam dari Bogor tadi pagi juga telpon kaget setelah membaca blog. Katanya kok dadakan ke Ambarawanya. Beberapa kawan liputan kemarin juga sms dan telpon tanyain kok seharian ga nongol di Balaikota. Aq bilang izin dulu bentar nganter istri ke Ambarawa. "Wahai kawanku semua, saudaraku smua, aq hanya mengharapkan doa kalian smua. Moga2 Gusti Allah ngasih kesembuhan istriku, menjaga istri, si kecilku dari segala penyakit dan mara bahaya". Aq rela berkorban apapun demi kesembuhannya. Jika ada dokter, paramedis, atau apapun namanya yang bisa menyembuhkan istriku, dengan apapun caranya, ilmiah, non ilmiah, atau tidak masuk akal sekalipun aq sangat berterimakasih. Yang penting istriku bisa sembuh. DUH Gusti Allah, sembuhkanlah istriku. Angkatlah penyakitnya dan turunkanlah obat untuknya. Hanya kepada Engkau kami berserah diri. dan hanya kepada Engkau pula kami minta pertolongan. Tiada kekuatan apapun yang bisa menandingi Kekuatan-Mu. dan tiada apapun yang bisa mencegah jika Engkau berkehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rawa Pening, 23 Desember 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-6042323366718246292?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/6042323366718246292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=6042323366718246292&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/6042323366718246292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/6042323366718246292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/12/duh-gusti-allah-sembuhkanlah-istriku.html' title='Duh Gusti Allah, Sembuhkanlah Istriku'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-5539128851334687149</id><published>2008-12-22T05:17:00.000+07:00</published><updated>2008-12-22T05:22:19.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Kereta Menuju Ambarawa</title><content type='html'>Suara gemuruh gerbong melintas di atas rel baja terus terdengar sepanjang perjalanan. Arloji aq lihat pukul 22.30. Entah sampai mana aq tak tahu. Dari cendela, yang terlihat hanya gelap. Lampu-lampu kecil yang jauh di sana terlihat samar-samar. Aq kembali ke bangku no 15 C dan 15 D yang terletak di barisan sebelah kiri. Malaikat kecilku aq lihat terlelap di atas bangku lusuh kereta. Mungkin Najwa tengah menikmati mimpi indahnya. Sementara istriku Shelvia Jaflaun terlihat makin tak berdaya menopang tubuhnya yang tengah diterpa sakit. Dengan menggelar kain sarung di bawah bangku, aq sarankan untuk pejamkan mata biar ada sedikit tenaga saat turun dari kereta pukul 03.00 dini hari nanti. &lt;br /&gt;Pandanganku mencoba menyisir setiap bangku yang diisi para penumpang. Rata-rata sudah pada terlelap dalam mimpinya masing-masing. Petugas yang menawarkan kopi, rokok, nasi goreng, hilir mudik setiap saat. Aq tak menghiraukan mereka yang mencoba curi-curi pandang kepadaku. Aq terus menulis blog ini sambil menjaga Najwa di atas bangku agar tidak terjatuh jika sewaktu-waktu bergerak tiba-tiba. &lt;br /&gt;Kereta Fajar Utama terus melaju untuk bisa mengantarkan penumpang tepat waktu ke Semarang. Lewat kereta ini pula aq mencoba mencari asa bagi kesembuhan istriku yang tengah dilanda penyakit aneh sejak kepindahan kontrakanku dari Ulujami ke Cawang dua bulan lalu. Perempuan keturunan Ambon yang tinggi gempal itu kini makin kurus dan pucat. Konsultasi dan berobat ke berbagai dokter telah aq lakukan. Tapi keinginanku untuk mengetahui apa penyakit istriku gagal. Hasil pemeriksaan negatif. Termasuk hasil ronsen minggu lalu di RS AURI juga negatif. Aq sudah lelah mencari pengobatan ke dokter ilmiah atau pengobatan alternatif. &lt;br /&gt;Demi kesembuhan istriku, aq terpaksa ambil cuti tiga hari untuk bisa ke Ambarawa. Niat itu sangat kuat ketika Kakmino, kakak iparku juga melihat keanehan penyakit yang diderita adiknya. Sorot mata dan tingkah laku yang ditunjukkan istriku lain dari biasanya. Tatapan kosong dan tindak tanduk seorang renta yang telah bungkuk. &lt;br /&gt;Nyonya Klementin yang sudah berumur dan tinggal di Bekasi juga terkaget ketika dijenguk ama istriku. Dia bilang ada yang menempel di punggungnya. Aq sendiri baru sadar penyakit istriku tak wajar dua pekan terakhir. Saat Fauzi, muridnya Pae yang tugas di Mabes TNI AD beberapa waktu lalu ketemu di Balaikota dan melihat keanehan dalam diri istriku. Fauzi yang pangkatnya baru balok kuning dua di pundaknya itu awalnya mo minta saran atas kepindahan tugasnya. Tapi justru berbalik ngasih saran agar sakitnya istriku ditelaah lebih lanjut. "Coba smsin pae di Ambarawa," katanya setelah aq bercerita hasil pemeriksaan semua dokter negatif. &lt;br /&gt;Setelah dikasih saran itu, aq langsung sms pae di Ambarawa. Pukul 22.30, pae balas sms. Isinya perintah agar aq bisa sholat malam lalu memutar tasbih. "Deloen le mengko bengi. Tak bantu soko kene. Memang ono sing ga wajar. Sakno bojomu nek ngono terus," kata pae melalui sms.        &lt;br /&gt;Karena saking capeknya liputan, tanpa sadar aq tertidur pulas. Padahal aq janji pukul 00.00 atau pukul 01.00 tengah malam akan sholat malam. Pukul 03.00 aq terkaget ketika istriku membangunkanku sambil mengeluh kakinya sakit ga bisa digerakkan. Badannya kepanasan sambil batuk2. Aq teringat perintah Pae. Lalu aq ambilkan air putih agar diminum istriku. Dalam kulkas aq ambil jeruk dan kubuatkan susu coklat agar bisa diminum untuk tambah tenaga. Lalu aq tinggal sholat dan berzikir. Begitu sampai setengah perjalanan, Masya Allah, baru kali ini aq menemui makhluk Gusti Allah segalak itu. Bulu kudukku berdiri. Badanku merinding. Tasbih terasa begitu berat aq putar. Seorang nenek tua renta berambut putih menunjuk2 ke arahku sambil teriak marah besar. Aq jadi emosi. Ingin kuteriak saat itu juga agar makhluk itu bisa kembali ke tempatnya dan tidak mengganggu istriku. Toh selama ini qta saling hidup berdampingan dan tak saling mengganggu. "Jika tak mau main kasar. Saya yang minta tolong agar sudi kiranya menjauh dari istriku," kataku kemudian. Dia bilang mau kembali ke tempat asalnya jika diantar.      &lt;br /&gt;Usai berzikir, aq keluar rumah sambil menyalakan rokok sebatang. Lalu aq telepon Pae di Ambarawa. "Pae nek piyambaan kulo mboten sanggup. Sing derek Epi niku ketua geng teng kontrakan lama," kataku via telepon. "Yo le. Iku ga tandinganmu. Bojomu cepet2 gowo mrene. Mengko tak antere no nggone mbah zarkoni," kata Pae lalu memutus percakapan.  &lt;br /&gt;Setelah malam itu, Kakmino ke rumah. Pukul 21.00 tiba2 telepon. Saat mengaji di rumah katanya listrik padam berulang kali. Padahal ga nyalain apa2. Lalu terlihat bayangan terbang keluar rumah. Mendapat informasi, aq langsung buru2 pulang. Aq lalu sms Pae. Aq bilang kata Kakmino makhluk yang nempel di punggung istriku dah keluar. Lalu aq disarankan ambil air dari Ampel. Lalu dikasih minyak dan dikasih bacaan sahadat 7 kali, fatihah 7 kali dan al ihlas 7 kali. Lalu disiramkan di depan dan belakang rumah. &lt;br /&gt;Aq memang sudah bosan dengan segala hal yang berbau mistis. Kakiku lumpuh selama tiga bulan saat SMA kelas 2 dulu bagiku sudah cukup. Aq tak mau ada dendam. Setiap perbuatan jahat, biarlah Gusti Allah yang membalasnya. Tak perlu tahu siapa yang berbuat jahat pada istriku, yang penting istriku bisa kembali sembuh.&lt;br /&gt;Benar apa kata kawan Sam. Terkadang, qta perlu kembali ke zaman yang paling tradisional sekalipun untuk sejenak mencari kearifan yang tak mampu ditembus oleh rumus2 ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 24.00 tengah malam. Dalam Kereta Fajar Utama menuju Semarang, 22 Desember 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-5539128851334687149?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/5539128851334687149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=5539128851334687149&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/5539128851334687149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/5539128851334687149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/12/kereta-menuju-ambarawa.html' title='Kereta Menuju Ambarawa'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-3597245914517440214</id><published>2008-12-01T11:22:00.002+07:00</published><updated>2008-12-01T11:33:27.962+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Perempuan dari Tanah Seberang</title><content type='html'>Perempuan dari Tanah Seberang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kehidupan malam di Ibukota kembali menggeliat begitu sang surya kembali ke peraduannya. Sisi lain kehidupan malam di kota besar mulai tampak. Di sebuah tempat karaoke yang terletak di bilangan Jakarta Pusat, mobil-mobil mewah mulai berdatangan. Setiap mobil datang di pintu masuk, rata-rata yang turun anak usia tanggung. Mereka rombongan lebih dari dua orang. Dengan gaya perlente namun santai, remaja-remaja itu terlihat dari kelas atas. Pakai celana pendek, t-shirt warna cerah dan bersepatu. Di tangan kanannya menggenggam sebuah telepon selular. Model-model N 90 atao experia keluaran terbaru.&lt;br /&gt;Begitu tiba, mereka langsung masuk ke lobi dan terus naik ke lantai dua. Perkiraanku, mereka telah sering datang ke tempat tersebut. Itu terlihat dari sikapnya yang tak terlihat canggung. Seorang petugas keamanan menegur. Rupannya, salah satu dari mereka ada yang membawa tas. "Mas dititipkan di pos keamanan saja tasnya," kata pria berbadan tegap sambil menenteng HT. "Tar langsung ke atas ye. Room dah diboking," kata salah satu dari mereka yang berjalan paling depan memberi aba-aba temennya yang harus turun kembali ke bawah untuk menitipkan tasnya. Sejenak, petugas keamanan menyuruh membuka isi tasnya. "Isinya apa mas," kata petugas keamanan. Setelah memastikan isi dalam tas bukan barang yang membahayakan, tas langsung diletakkan di ruang keamanan yang letaknya persis di pintu masuk. Lantas, remaja tanggung itu menyusul kawan-kawannya di lantai atas. Jakarta memang rawan usai eksekusi Amrozi Cs beberapa waktu lalu. Ancaman bom memang tak pernah berhenti. Mulai dari hotel, apartemen, mall, kedutaan, kantor pemerintah hingga fasilitas publik.&lt;br /&gt;Di pintu masuk lantai atas, sebuah lorong panjang terlihat membujur. Lampu redup menghiasai sepanjang koridor tersebut. Di pintu masuk, sisi kanan dan kiri terpasang sebuah meja dan kursi tempat untuk transaksi. Seperti model kasir jika di pusat perbelanjaan. Perempuan-perempuan muda yang jumlahnya sekitar lima orang berdiri di samping kiri kanan pintu mengeluarkan senyum ramah sedikit nakal. Perempuan-perempuan itu menggunakan pakaian yang sangat seksi. Rok hanya sampai pangkal paha. Sementara belahan dadanya seperti didesain agar sedikit terlihat. Putih mulus dan menyembul mengundang gairah. "Silakan mas," sapa manja salah satu perempuan. Jika setiap tamu yang datang belum boking room terlebihdahulu, begitu sampai di pintu lantai atas itu akan langsung melakukan transaksi. Sewa room sekaligus pesan perempuan pendamping jika menginginkan.&lt;br /&gt;Menyusuri sepanjang koridor, setiap room berdiri seorang perempuan. Dari baju yang dipakai, perempuan ini sepertinya mendapat tugas yang berbeda. Bukan sebagai penghibur, tapi service room jika ada tamu yang pesan minuman, makanan atau keperluan lainnya.&lt;br /&gt;Memasuki salah satu room, ruangan ukuran 7x5 meter menghampar. Kursi dipasang memutar bentuk huruf U. Di tengahnya meja kecil berjajar. Di barisan paling depan, 3 unit TV terpasang berikut asesorisnya. TV yang paling tengah ukurannya paling besar. Di samping kiri dan kanannya hanya ukuran 21 inci. Dari layar tampak stasiun HBO tengah memutar sebuah film action. Sementara yang satunya life report CNN. "Disamain aj mas. Buat karaoke semuanya," salah salah sorang tamu meminta kepada operator. Di tempat itu, tamu tidak memilih lagu sendiri lewat keyboard di meja atau remote kontrol. Tapi melalui reques kepada operator.&lt;br /&gt;Para tamu mulai memesan kudapan beserta minuman yang tertera di daftar yang diletakkan dalam meja. "Tiga picher mbak, kentang, rokok malboro, jarum ama sampoerna. Jangan lupa air mineralnya," kata salah satu tamu. Usai perempuan service room meninggalkan ruangan, musik mulai berdentum. Lampu ruangan mulai diganti yang redup. Asap rokok mulai mengepul. Habis satu lagu, perempuan service room sudah masuk kembali membawa pesanan. Gelas-gelas yang berisi es mulai dituang minuman. Teriakan salah seorang tamu yang tengah menyanyikan lagu membahana. Tampak begitu menghayati terlihat dari gerakan tubuhnya. Jika melihat ekspresinya, barangkali nyanyian, tamu tersebut tengah mengeluarkan kegundahan hatinya. Stres akibat kerjaan di kantor, bertengkar ama bininya di rumah atao barangkali habis putus ama pacarnya. Raut muka kegundahan itu semakin terlihat ketika menyanyikan lagi bintang di langit padi. Begitu lagu usai, sepuluh perempuan muda bertubuh seksi masuk ruangan. Satu orang yang dipanggil mami ira menyuruh perempuan-perempuan dibalut pakaian seksi itu berjajar di depan para tamu. Kaki jenjang, kulit putih mulus tanpa ada bekas luka sedikitpun terlihat hingga pangkal paha. Sebagaian ada yang memperlihatkan belahan payudaranya. Di pinggangnya sebelah kanan tertulis nomor urut dengan huruf besar. Ada 350, 200, 300, 400, 575. "Silakan mas mo pilih yang mana," kata mami ira. Para tamu memelototkan matanya memandangi satu per satu perempuan penghibur tersebut tanpa berkedip. Dari ujung kaki hingga ujung kepala. Pemandangan itu persis di tempat pelacuran gang dolly Surabaya. Bedanya, jika di gang dolly, perempuan dipajang di sebuah ruangan persis aquarium yang dilapisi kaca riben. Para tamu bisa melihat secara leluasa perempuan mana yang akan dipilih. Tapi si perempuan tidak bisa melihat tamunya. Di tempat karaoke itu, antara tamu dan perempuan penghibur saling berhadap-hadapan secara langsung. "300...350..400..," kata para tamu memberi aba-aba pilihannya. Tiga perempuan muda seksi yang dipilih langsung menghampiri pria yang menunjuknya. Sementara perempuan-perempuan yang tidak dipilih para tamu langsung keluar ruangan.&lt;br /&gt;Malam semakin larut. Dari musik syahdu berganti musik yang menimbulkan hasrat berjingkrak. Semua turun melantai. Perempuan yang dipilih para tamu langsung berkenalan sekadar basa basi. Musik terus berdentum. Kepulan asap rokok membumbung memenuhi ruangan seperti tak mampu disedot exhaus yang tertempel di dinding paling ujung. Suara tawa lepas menghiasi setiap minuman keras yang dituang dan beradu menimbulkan suara benturan kecil. Tiga perempuan muda yang masing-masing bernama Nia, Fany dan Dewi itu sudah terlelap bersama pelukan mesra para tamu. "Kalau belum puas di sini bisa dilanjut di luar mas. Syaratnya tinggalkan bon dikasir. Cuma Rp 400 ribu. Kalau tips kencan di luar tergantung kesepakatan aj," kata perempuan yang dipanggil temen2nya Fany itu to the point.&lt;br /&gt;Itu lantaran jika hanya mengandalkan menemani para tamu di tempat karaoke, pemasukan dianggap tidak cukup. Berbeda jika ada yang boking ke luar, dari bos besar dapat bonus, dari pelanggan dapat tips hasil servisnya. Dalam satu malam, maksimal bisa menemani tujuh orang tamu. Itupun dari persaingan yang cukup ketat. Jika dalam semalam, setelah berulang-ulang dipajang tapi tak laku, omelan bos akan menjadi menu dini hari sebelum perempuan malam itu diizinkan meninggalkan lokasi. "Saya sih baru mas di sini. Baru dua bulan. Tapi karena setiap hari selalu tertekan, rasanya seperti sudah bertahun-tahun," kata Fany.&lt;br /&gt;Tekanan yang dirasakan perempuan asal Padang itu bukan hanya dari bos. Tapi juga sesama perempuan penghibur lainnya. Untuk bisa "nyambi" bersama tamu terkadang harus makan hati. Jika satu cewek diboking sementara yang lain tidak, adu urat syaraf bakal terjadi. "Baru kemarin malam kami bentrok gara2 ada tamu yang boking salah satu dari kami. Tapi yang lain ga diajak. Daripada ada yang iri, akhirnya dibatalin," tuturnya.&lt;br /&gt;Dituturkan Nia, di tempat karaoke tersebut ada 30 perempuan penghibur. Jika masih baru, kupu-kupu malam itu akan dipelihara dengan baik. Tinggal di apartemen mewah dan digaji tinggi. Rata-rata, satu malam Fany dan sejawatnya yang masih baru bisa mengantongi Rp 2 juta. Itu belum termasuk jika ada tamu yang boking keluar. Untuk tetap menjaga kecantikan para perempuan penghibur yang baru tersebut, tiap usai pulang dari tempat karaoke pukul 05.00 pagi, bos besar yang dipanggil mami Ira akan melakukan absen. Memastikan "stok" barunya kembali ke kandang. Petugas keamanan yang disewa mami Ira juga akan memeloloti apakah piaraan bosnya itu aman sampai penjara emasnya atau belum. Jika ada yang terlihat layu, mami Ira langsung mengeluarkan perintah dadakan. "Seringnya habis kerja gini, bos menyuruh kami ke rumahnya. Kami tidak bisa menolak. Karena kalau tidak didamprat habis," akunya. Lalu di rumah mami tersebut, daun muda itu dimandiin, dilulur, dipijat agar kecantikan dan kemulusan tubuh tetap terjaga. Untuk urusan satu ini, mami Ira memang tak mau kelewatan. Sebab, besar kecilnya omset tergantung kiprah stok-stok baru tersebut.&lt;br /&gt;Perlakuan itu sangat berbeda dengan perempuan lain yang yang telah lama direkrut. Mereka diberi kebebasan asal tetap menyetor kepada bos. "Kalau kami yang baru-baru ini kayak dipenjara. Kemana-mana tidak boleh. Gerak-gerik selalu diawasi. Pulang kerja harus langsung pulang ke apartemen. Emang sih sewa apartemen sudah dibayar bos, tapi tetap saja rasannya seperti dipenjara," keluhnya lalu menghisap rokok di tangan kanannya dalam-dalam.&lt;br /&gt;Setelah menenggak satu gelas minuman, Fany kembali bertutur. Dia bersama tiga temannya termasuk stok baru. Mereka "disekap" di sebuah apartemen "M" di Jakarta Barat. Tidak hanya dalam bergaul dengan orang luar yang dilarang keras, untuk bisa sekadar refresing keluar jalan-jalan di luar jam kerja juga dilarang. Jika libur hari Minggu, tetap saja harus mengkal di tempat karaoke meskipun tidak melayani tamu.&lt;br /&gt;Perasaan untuk memberontak bisa lepas dari tempat tersebut terkadang muncul jika perlakuan sang bos sudah keterlaluan. Namun, niat itu kembali pupus jika teringat bahwa untuk kembali pada kehidupan normal sudah tidak mungkin. Apalagi, kehidupan malam yang ditekuninya itu awalnya sebagai pelarian setelah dijodohkan orangtuanya dengan orang yang tidak dicintai di kampung halamannya.&lt;br /&gt;Lari dari kampung halaman di Padang, Fany mencoba mengadu nasib di Jakarta. Suatu ketika di sebuah mall di bilangan Jakarta Pusat, Fany bertemu dengan mami Ira yang menawarkan pekerjaan sebagai pelayanan di tempat karaoke. Lantaran terdesak kebutuhan hidup setelah lama menganggur, tawaran itu akhirnya diterima. "Jadi dengan kondisi terpenjara seperti itu kami hanya bisa pasrah aj mas. Jangan untuk cek kesehatan untuk memastikan positif atau ga, untuk sekedar menghirup udara segar saja kami dilarang. Apalagi persaingan di antara perempuan di sini juga sangat ketat. Salah menempatkan diri dikit bisa berabe," katanya.&lt;br /&gt;Dari hati yang paling dalam, Fany tetap berharap suatu ketika bisa keluar dari kehidupan malam. Itu setelah cukup mampu mandiri untuk membuka usaha sendiri atau dapat pekerjaan baru yang lebih baik. Lantaran untuk menekuni kehidupan malam, banyak resiko yang harus diambil. Tidak hanya rawan dari sisi kesehatan rentan tertular penyakit HIV/AIDS atau penyakit seksual lainnya, tapi juga rentan dari sisi keamanan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Tulisan ini aq terbitin di Indopos untuk menyambut hari HIV/AIDS se-dunia yang jatuh pada 1 Desember. Versi koran setelah diedit aq beri judul: Melihat Sisi Terdalam Perempuan Malam yang Dituding Penyebar HIV/AIDS: Disekap di Apartemen, Usai Kerja Dimandikan dan Dilulur)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat hujan mengguyur, Menara Saidah, 1 Desember 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-3597245914517440214?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/3597245914517440214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=3597245914517440214&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/3597245914517440214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/3597245914517440214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/12/perempuan-dari-tanah-seberang.html' title='Perempuan dari Tanah Seberang'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-2764582886247575568</id><published>2008-11-21T09:55:00.002+07:00</published><updated>2008-11-23T20:30:30.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Gemericik Air yang Menakutkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SSlaW42DH2I/AAAAAAAAAgA/zkNLtj13GSU/s1600-h/CIMG4816.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SSlaW42DH2I/AAAAAAAAAgA/zkNLtj13GSU/s320/CIMG4816.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271844188076580706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam pukul 23.28, maskoko cawang sms. "Kondisi cawang mencapai 1 m lebih.pintu air katulampa 16O .depok 24O manggarai 75O.kemungkinan banjir lebih dari kemarin,". Pagi buta, Najwa malaikat kecilku teriak-teriak meracau tak jelas. Ternyata bangunin qta yang masih terlelap. &lt;br /&gt;Tiba2 dari luar rumah terdengar suara teriak memanggil2 najwa. "Najwa bangun, banjir..banjir..,". Aq langsung terbangun. Karena itu suara bude rasimin yang punya kontrakan. Aq langsung bangun keluar rumah untuk mengecek halaman belakang. Air mengalir dengan deras. Suara gemericik tak henti2nya menabrak dinding2 batu drainase yang dibangun di belakang rumah persis. Air terus mengalir memenuhi pelataran halaman belakang rumah sebelah. &lt;br /&gt;Shelvia Jaflaun istriku langsung aq suruh ajak Najwa keluar. Sementara aq langsung mengemasi seluruh barang yang ada dalam rumah. Smua diangkatin ke tempat yang lebih tinggi. Yang ga mungkin diangkat ke atas kayak lemari, kasur, mesin cuci langsung aq seret kluar rumah satu per satu. Kabel listrik langsung aq cabut, meja ditinggiin agar tv tidak sampai kena air. Hampir sharian aq kemas2, jam menunjukkan pukul 12 siang. Air mulai deras mengalir ke dalam rumah melewati dapur. Lambat tapi pasti.&lt;br /&gt;Rumahnya rendi yang di sebelah masih juga tertutup. Setelah airnya mulai beranjak baru datang dan mulai bingung untuk angkat2 barang. Suaminya sendiri tak jelas kemana perginya. Bersama pakde, aq bantu2 angkat2 sembari ngecek di belakang rumah. Air terus mengeluarkan suara gemiricik. Tanah kosong yang berada di samping rumah telah penuh air dan mulai masuk di dapur rumah sebelah. &lt;br /&gt;Setelah memastikan semua barang aman, aq langsung mencarikan taksi untuk mengevakuasi Najwa kecilku ama istriku ke Cawang untuk berlindung sementara di rumah kakaknya. Hampir tiga hari aq mondar mandir balaikota-cawang untuk liputan dan jenguk anak dan istriku. Setelah ga pulang dua hari, aq putuskan untuk pulang. Bude bilang banjir sudah surut. Apalagi ada pae ambarawa yang datang ke jakarta, ga mungkin aq ajak nginap di rumah orang. Terpaksa malam itu aq putuskan pulang. Smua tampak lusuh dan berantakan. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SSlamkjWyTI/AAAAAAAAAgI/QfLHjDorYe0/s1600-h/CIMG4811.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SSlamkjWyTI/AAAAAAAAAgI/QfLHjDorYe0/s320/CIMG4811.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271844457507375410" /&gt;&lt;/a&gt;Banjir yang menimpa kontraanku memang sudah tak terhitung lagi. Sejak Desember 2007 lalu hingga April 2008, hampir setiap Jumat sore selalu saja Sungai Pesanggrahan meluap. Baru surut Sabtu sorenya. Praktis, waktu liburku hanya untuk membantu istriku evakuasi. Kebetulan saat itu Najwa belum lahir. Jadi, meski ada beban, tidak seperti saat ini. Jika dihitung, satu bulan bisa banjir sampai empat kali.&lt;br /&gt;Entah berapa kali aq bilang ke Gubernur DKI Fauzi Bowo. Jika banjir di kampung Ulujami karena ada bangunan elit di bantaran kali. Akibatnya, rawa-rawa yang dulunya jadi daerah resapan, kini berubah menjadi perumahan elit. "Nanti akan saya cek. Kalau benar melanggar pasti dibongkar," katanya.     &lt;br /&gt;Entah berapa lama, setelah banjir tak pernah datang lagi dan terlupakan, tiba-tiba ada telepon berdering yang menanyakan di mana letak perumahan elit di bantaran Sungai Pesanggrahan. "Bapak siapa," tanyaku. "Saya petugas P2B kecamatan mas. Saya disuruh ngecek katanya ada bangunan di bantaran kali," jawabnya. "Tapi setelah saya cari-cari kok ga ada,". "Loh, bapak kan petugas kecamatan situ. Kok sampe ga tahu di daerahnya ada bangunan elit. Izinnya bagaimana," jawabku lagi setengah protes. Lalu, melalui telepon, aq pandu petugas itu sampai di lokasi. "Ya mas, ada. dah ketemu," katanya kemudian.&lt;br /&gt;Telepon pun langsung diputus. Setahun sejak kejadian itu, kabar aksi yang mau membongkar bangunan elit di bantaran kali pun hanya isapan jempol belaka. Justru yang ada klarifikasi. "Saya sudah cek. ternyata izinnya lengkap," kata Kepala Dinas P2B Hari Sasongko.&lt;br /&gt;Loh kok?....(jangan bilang ada tikus berkeliaran..)&lt;br /&gt;Sesuai peraturan, bantaran kali harus bebas dari bangunan. Ketentuan tersebut berlaku untuk semua bangunan di DKI. Apakah itu bangunan elit atau bangunan biasa. Idealnya, lebar sungai antara 55 meter hingga 60 meter. Tapi saat ini tinggal 6 meter. Lalu apakah dibenarkan jika lantas DIBETON!..Sebenarnya, warga ikhlas kebanjiran jika aturan itu ditegakkan. Jika bangunan elit di bantaran kali sudah dihancurkan, tapi masih tetap banjir, bolehlah pejabat berkilah 'itu karena mereka tinggal di dataran rendah'. &lt;br /&gt;Sesuai Permen PU no 63 tahun 1993 tentang&lt;br /&gt;Garis Sepadan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai, dan Bekas Sungai dinyatakan, sungai yang memiliki tanggul tengah kota harus mempunyai sepadan sungai 3 meter yang diukur dari kaki tanggul. Sungai yang memiliki tanggul di luar kota harus mempunyai sepadan sungai 5 meter dari kaki tanggul. Sungai besar tanpa pengaman memiliki sepadan sungai 100 meter serta Sungai kecil tanpa pengaman memiliki sepadan sungai 50 meter. "Tidak hanya di bantaran Kali Pesanggrahan bangunan elit berdiri, di bantaran Kali Krukut juga banyak. Aneh, kok bisa ya mereka dapat izin," kata Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Slamet Daroyni.&lt;br /&gt;Karena untuk menyelamatkan malaikat kecilku, aq terpaksa hengkang dari Kampung Ulujami dan pindah kontrakan di Cawang, Jakarta Timur. Memang, terkadang apapun bisa dikalahkan dengan segepok rupiah. Barangkali, keadilan pun kini sudah menjadi barang yang murah meriah karena diperjualbelikan. &lt;br /&gt;Bagi kalian yang menjadi korban ketidakadilan, angkatlah tangan kiri ke atas sambil mengepal. Lalu mari kita lantunkan lagu perjuangan itu. "Mereka dirampas haknya..tergusur dan lapar..Tuhan, relakan darah juang kami... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menara Saidah, 21 November 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-2764582886247575568?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/2764582886247575568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=2764582886247575568&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2764582886247575568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2764582886247575568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/11/gemericik-air-yang-menakutkan.html' title='Gemericik Air yang Menakutkan'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SSlaW42DH2I/AAAAAAAAAgA/zkNLtj13GSU/s72-c/CIMG4816.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-574459699227882949</id><published>2008-11-09T02:22:00.003+07:00</published><updated>2008-11-11T18:35:00.671+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Kemenangan Obama dan Eksekusi Amrozi Cs</title><content type='html'>Aq hanya ingin ngasih judul itu karena dua peristiwa itu berlangsung dalam satu rangkaian bersamaan. Kemenangan Obama yang jadi simbol kemenangan kaum minoritas. Sekaligus harapan baru bagi perubahan iklim perpolitikan dan kebijakan Amerika dan dunia di masa mendatang. Karena juga munculnya aksi terorisme di Indonesia tak lepas dari aksi untuk menentang kebijakan Amerika yang dianggap timpang dan selalu mengekspansi negara2 Islam dan menganggap ajaran Islam telah menciptakan para teroris. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Kemenangan Obama menuju Gedung Putih yang disambut meriah jutaan warga dunia. Tak terkecuali anak2 sekolah di berbagai kota di Indonesia. Seperti SD Menteng yang karena saking meriahnya hingga dikutip New York Time headline halaman utama. Maklum saja, kemenangan kaum "the black skin" yang tertindas selama ratusan tahun dianggap kemenangan bagi semua. Dunia sudah bosan dengan aksi2 rejim Bush yang selalu menebarkan teror. Ribuan bahkan jutaan umat manusia tewas sia2 akibat kebijakan yang tidak pro kemanusiaan itu. Palestina, Afganistan, Lebanon dan seluruh negara timur tengah pernah merasakan betapa menyakitkan imbas dari perang yang diklaim untuk menjaga perdamaian dunia itu. Tidak hanya negara Islam yang akhirnya menjadi benci, tapi juga negara2 komunis macam Rusia ato negara2 Eropa. Bahkan, paska penyerbuan Irak, warga Amerika sendiri semakin sadar bahwa peperangan yang ditebarkan Bush adalah sebuah kesalahan. Dan rame2 mereka mengutuk elit pemegang kebijakan negeri Paman Sam itu. Apalagi staf ahli gedung putih membeberkan fakta bahwa penyerbuan ke Irak ternyata bukan karena di negeri seribu malam itu telah ditemukan senjata pemusnah umat manusia. Alasan yang digembor2kan Bush di hadapan senat dan negara2 sekutunya itu tak lebih hanya kebohongan belaka. Senjata pemusnah itu tak benar2 ada. Tapi ribuan tentara telah dikirimkan. Ribuan peluru kendali telah diluncurkan. Ribuan umat manusia akhirnya menjadi korban. Tak terkecuali juga para tentara yang dikirimkan. Ribuan perempuan Amerika menjadi janda. Ribuan anak2 menjadi yatim piatu hanya karena orangtuanya menjadi bagian dari tim eksekutor kebijakan yang salah. "Stop war in Irak". Kata2 itu tak pernah lekang disuarakan ribuan aktivis pecinta kedamaian. Termasuk para janda yang suaminya meninggal di medan perang dan anak2 yatim yang kehilangan ayahnya. Peperangan hanya menebarkan kebencian, peperangan hanya menabur penderitaan tak ada habisnya. &lt;br /&gt;Akhirnya, setelah sekian lama keluarga Bush menguasai Gedung Putih, masyarakat dunia menjadi lelah. Warga Amerika menjadi lelah. Tampilnya sosok Obama dianggap angin baru bagi perubahan Amerika dan dunia. Tapi apa benar begitu? pada saat semua orang histeris keadilan bakal datang, kedamaian bakal tiba setelah pria kulit hitam itu menguasai gedung putih, aq justru bertanya sekali lagi. Apa benar?&lt;br /&gt;Boleh dong beda pendapat. Keraguan itu muncul karena ada kata2 Obama yang menjadi slilit. "Saya memang akan menarik pasukan dari Irak. Tapi saya akan menambah pasukan ke Afganistan,". What the hell is this?.. Tidaklah disebut perubahan jika pemimpin Amerika hanya berganti kulit. Perubahan hanya akan terjadi jika ada paradigma baru pemimpin Amerika. Begitu kata Ketua Parlemen Iran Ali Larijani yang dirilis sejumlah media internasional seperti AP, AFP dan CNN. &lt;br /&gt;Obama memang jagonya pasar modal. Anjloknya ekonomi Amerika yang berimbas pada ekonomi dunia banyak yang optimistis bakal selesai setelah Obama naik ke Gedung Putih. Tapi bagaimana dengan kebijakan perang...perang...perang...yang dibenci semua orang itu, yang ternyata masih belum akan berhenti itu?..bagi yang tahu jawaban ini, silakan jawab...boleh dong qta berpikir beda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Mari sejenak kita tinggalkan soal Obama. Eksekusi Amrozi CS. Tadi pukul 00.00, TV One dan Global TV live soal eksekusi trio bomber Bali I 12 Oktober 2002 itu. Lapas Nusakambangan, Serang, Banten tempatnya Imam Samudra dan Lamongan tempatnya Amrozi menjadi perhatian utama sorotan kamera. Dari layar kaca TV seorang reporter melaporkan Amrozi CS telah dibawa keluar dari Lapas pukul 23.00 untuk dieksekusi. Tapi hingga pukul 00.30 belum ada kabar apakah benar sudah dieksekusi atau belum lantaran jasad kaku para bomber belum sampai di klinik lapas yang sudah disiapkan. Di Serang, simpatisan Amrozi CS dari JI berduyun2 datang dengan meneriakkan kata2 kecaman yang diiringi gema suara takbir. Sementara di Lamongan, ribuan aparat kepolisian dari Polwil Bojonegoro tengah malam didatangkan untuk menjaga rumah Amrozi dan seluruh titik rawan di Lamongan. Malam itu, suasana rumah Amrozi sendiri sunyi senyap. Ponpes sendiri telah dinyatakan tertutup bagi kalangan wartawan. Sehari sebelumnya, para tetangga, simpatisan, kiai, ulama hingga tokoh partai datang silih berganti ke rumah bomber Bali I yang menunggu ajal untuk memberi dukungan moril kepada keluarganya. &lt;br /&gt;Belum juga laporan dari TV memastikan Amrozi CS sudah dieksekusi atau belum, sebuah pesan singkat masuk di HP bututku. Jam dinding aq lihat sudah pukul 02.15 dini hari. Isinya begini: "Teman2, pagi ini jam 9 akan ada doa bersama dr teman2 Yayasan Anand Ashram,serentak d beberapa kota,atas eksekusi mati amrozi cs.Doa ini brtujuan agar arwah mrk d ampuni &amp; d terima Tuhan Yang Maha Kuasa &amp; agar tindakan seperti mereka tdk trulang lagi d Indonesia tercinta.Kt jg mndoakn bg para korban agar tenang &amp; damai.tks,". Sms itu ga aq edit biar persis seperti aslinya yang dikirim. Begitu bangun tidur, hampir seluruh stasiun TV menyiarkan Amrozi CS telah dieksekusi pukul 00.15 dinihari. Jasadnya langsung diterbangkan ke rumah duka di Serang dan Lamongan. Suasana riuh menyambut jasad bomber tersebut. Teriakan takbir para simpatisan tak henti2nya diselingi kata2 trio bomber bukan teroris tapi mujahid. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Jika melihat suasana tersebut dan tidak tahu latarbelakang kenapa ketiganya dieksekusi mati, orang akan bertanya2. Mereka itu sebenarnya siapa sih. Pahlawan atau penghianat? bukankah tujuannya memborbardir Amerika. Tapi kenapa yang jadi korban warga setempat. Jika yang jadi korban turis asing, toh mereka juga tidak tahu menahu dan tidak ada kaitannya dengan kebijakan politik. Lalu kenapa harus dikorbankan? Apakah mereka tidak berpikir bagaimana nasib para anak yatim piatu yang orangtuanya tewas akibat bom yang mereka ledakkan. Siapa yang akan mengurus mereka, bagaimana masa depan anak2 tak berdosa itu tumbuh tanpa orangtua? wahai para martir, di mana hati nuranimu? bukankah Alquran dan ucapan Nabi Muhammad SAW telah sangat jelas. "Tidaklah diterima sholat seseorang jika menyia-nyiakan anak yatim". Lalu bagaimana dengan anak yatim di Bali? akibat bom, mereka tidak saja diciptakan menjadi yatim, tapi juga disia-siakan setelah menjadi yatim. Jihadul akbar, jihadun nafsi. Jihad yang paling besar adalah jihad melawan hawa nafsu. Nafsu untuk membunuh, merusak, atau menebar teror. Justru, disebut jihad jika seseorang mampu menebar kedamaian. Afsus salam bainakum. Sebarkanlah salam di antara sesamamu. Salam bukan hanya diartikan secara sempit dengan mengucapkan assalamualaikum. Salam lebih diartikan bagaimana seseorang bisa menjaga keselamatan sesamanya. Menjaga dan membantu. Mengentaskan kemiskinan, memberantas pengangguran, menjaga anak yatim, menularkan ilmu pengetahuan atau skill. Bukankah agama itu rahmatan lil alamin! &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Ada dua kelompok besar ketika Amrozi CS dieksekusi mati. Pertama para korban. Jelas mereka mengecam keras aksi pengeboman itu dan menuntut agar trio bomber segera dihukum mati. Jika tidak, pemerintah dianggap lelet, ga punya sikap, ga pro kemanusiaan dan sebagainya. Kelompok lainnya, tindakan eksekusi mati yang dijatuhkan kepada trio bomber salah kaprah. Pemerintah dianggap kaki tangan Amerika. Ato kepanjangan tangan negara kafir. Isu teroris tak lebih hanya pesanan politik Amerika. Agar Indonesia tidak diembargo atau tidak diblacklist oleh Amerika layaknya Irak yang berujung munculnya klaim sahnya sebuah penyerbuan. Mengorbankan segelintir orang demi menjaga hubungan dengan Amerika (untuk tidak menyebut dunia) dianggap lebih nasionalis. Bahkan, ada kabar yang beredar, setiap ada penangkapan, Amerika bakal memberi bonus 100 juta US dolar. Tapi bukankah itu zaman Bush yang menyatakan Islam telah menciptakan para teroris. Tapi bagaimana jika kepemimpinan telah berganti kepada Obama yang dianggap kemenangan kaum minoritas, kemenangan kaum tertindas? wahai para martir, haruskah kalian tetap akan menebarkan teror sementara elit Amerika telah berganti? kebijakan politiknya barangkali? semoga jawabannya TIDAK alias cukup sudah pengeboman itu. &lt;br /&gt;Dua sisi itu selalu muncul di dua kelompok yang bersebarangan. Para korban bom dan para simpatisan bomber yang dieksekusi mati. Dua2nya tak lebih hanya menebarkan kebencian satu sama lain. Jika mata dibalas dengan mata, yang ada hanya dendam. Lalu jika begitu, kapan negeriku ini akan damai?..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Aq sebenarnya ingin berpikir, eksekusi mati yang dilakukan pemerintah bukannya memutus mata rantai para teroris. Justru, eksekusi mati itu semakin mengobarkan dendam para simpatisan atau pengikut Amrozi CS. Eksekusi mati dianggap luka yang harus dibalas. Apalagi, media memblow up besar-besaran. Jika anda melihat suasana di rumah Imam Samudera di Serang atau Amrozi di Lamongan akan tampak betapa eksekusi itu telah memancing emosi. Teriakan takbir yang tak henti2nya, blokade pengikut Amrozi di pintu gerbang masjid atau pemakaman dengan tidak mengizinkan aparat memasuki areal tersebut adalah bukti nyata yang betapa amarah itu telah tersulut.&lt;br /&gt;Sinyal itu jelas terlihat dari pernyataan Menlu Australia Stephen Smith yang melarang warganya berkunjung ke Indonesia dengan alasan dikhawatirkan ada aksi balasan dari kelompok atau simpatisan Amrozi CS. Bahkan sejak kabar Amrozi CS akan dieksekusi, para pengikutnya sudah berancang2 akan meledakkan sejumlah gedung yang menjadi pusat keramaian. Bukti nyata pada 23 Oktober lalu dengan ditemukannya 3 kg bahan peledak beserta alat2 lain di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelakunya yang bernama Wahyu itu siap akan meledakkan depo pertamina dan membalas elit negeri ini yang memerangi terorisme. Lagi2, kekerasan akan selalu dibalas dengan kekerasan. Teori spiral kekerasan itu memang tak pernah lekang oleh waktu. &lt;br /&gt;Bagiku, untuk menghentikan terorisme di negeri ini tidak perlu ada hukuman mati yang bisa menyulut amarah para martir2 lain. Atau justru menciptakan martir2 baru. Apalagi tayangan media memblow up tak henti2nya. Justru, jika mau menghentikan terorisme, setelah pelaku ditangkap, hukumlah seumur hidup. Diasingkan ke tempat terpencil jauh dari jangkauan media dan masyarakat dan dijaga ketat. Dengan begitu, para teroris telah mati secara sosial. Terputus hubungan komunikasi dengan pengikutnya dan masyarakat luas. Tidak ada ekspose besar2an oleh media yang bisa menyulut amarah para pengikutnya atau menciptakan para martir2 baru. &lt;br /&gt;Sementara untuk pencegahan dini, seluruh pemuka agama, rohaniwan harus bergerak secara intensif ke masyarakat menjelaskan apa sebenarnya inti agama itu. Termasuk menggandeng sejumlah ponpes yang ditengarai berhaluan garis keras agar secara sadar elit agama setempat juga bersedia memberi pemahaman kepada santrinya bahwa tidak ada agama yang mengizinkan adanya kekerasan. Jika itu dilakukan secara terus menerus, massal dan massif, bisa menjadi alat rekayasa sosial pencegah terorisme secara ampuh. Untuk bisa mencegah terorisme bukan dengan cara hukuman mati, tapi bagaimana mencuci kembali otak mereka, pikiran mereka dengan ajaran yang pro kemanusiaan, ajaran yang pro terhadap kedamaian. Ajaran tanpa kekerasan. &lt;br /&gt;Dan kunci terakhir yang juga sangat menentukan, pemerintah juga harus konsisten dalam menegakkan keadilan. Jangan hanya kaum miskin, kelompok bawah di luar sistem yang diberangus, tapi juga elit2 politik jika terbukti bersalah juga harus dibabat habis. Intinya, jangan lagi ada diskriminasi.&lt;br /&gt;Kemudian, dari sisi sosial, pemerintah harus memprioritaskan bagaimana memperkecil jurang kesenjangan antara yang kaya dan miskin. Pemberian kesempatan kerja seluas2nya bagi warga miskin, minoritas harus diutamakan. Pemberdayaan masyarakat bagi kelompok yang tidak mampu harus terus dilakukan hingga mereka bisa mandiri dari segi ekonomi. Yang lebih penting lagi, kebijakan yang tidak berpihak masyarakat banyak harus dihentikan.&lt;br /&gt;Karena, kesenjangan itu juga bisa memicu tumbuh suburnya bom2 waktu yang bisa menjelma menjadi apapun. Apakah itu terorisme, premanisme hingga kerusuhan sosial. &lt;br /&gt;Bukankah itu yang telah diterapkan Eropa. Buktinya mereka mampu mencegah munculnya aksi terorisme meskipun hukuman mati telah dihapuskan. Karena hukuman mati itu sendiri juga dianggap budaya jahiliyah yang mengebiri hak asasi manusia yang paling dasar. Yakni hak untuk hidup. Maka, negara yang pro kemanusiaan pun tak heran jika menghapuskannya. Karena, itu juga bisa mencegah aksi balas dendam atau aksi kekerasan susulan jika yang ditangkap merupakan pemimpin yang memiliki massa dalam jumlah besar. "Mencegah itu lebih baik daripada mengobati".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-574459699227882949?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/574459699227882949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=574459699227882949&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/574459699227882949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/574459699227882949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/11/kemenangan-obama-eksekusi-amrozi-cs-dan.html' title='Kemenangan Obama dan Eksekusi Amrozi Cs'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-3172345454866546861</id><published>2008-11-01T22:25:00.004+07:00</published><updated>2008-11-02T20:57:07.406+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Liputankoe'/><title type='text'>Penguasa Yang Gagap Versus Penguasa Yang Tanggap</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SQ2vjdjOPrI/AAAAAAAAAbc/pTmACeXyTNA/s1600-h/CIMG4102.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SQ2vjdjOPrI/AAAAAAAAAbc/pTmACeXyTNA/s320/CIMG4102.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264056563228622514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama dua hari kemarin, Kamis (30/10) dan Jumat (31/10), Wagub Prijanto marah2 ke temen2 yang liputan di balaikota. Tapi aq yang menjadi sasaran. Gara2nya, temen2 mengecam Pemprov DKI yang dianggap melanggar kebebasan pers dengan dikeluarkannya kebijakan setiap pertanyaan yang diajukan kepada Gubernur, Wagub, Sekda serta jajaran di bawahnya harus melalui sms atau fax yang dikirimkan satu hari sebelumnya. Maksimal pukul 20.00 sudah harus masuk. Kontan saja arahan Wagub itu mendapat kecaman keras. Masalahnya, dalam surat edaran nomor 1993/079.32 itu, tidak dijelaskan kapan pertanyaan bisa dijawab. Esok harinya, atau harus menunggu seminggu kemudian. "Wajarlah kita protes. Justru poin itu yang seharusnya dijelaskan. Bukannya itu inti arahan dari Wagub," kata temen2 protes.&lt;br /&gt;Memang, untuk menertibkan liputan di balikota, Wagub DKI menginginkan sistem seperti di Istana Presiden atau Wapres. Setiap usai kegiatan atau ada pertanyaan langsung digelar jumpa pers. Duduk satu meja dalam sebuah ruangan. Bisa 15 menit atau setengah jam. Jika Gubernur, Wagub, Sekda berhalangan bisa diwakilkan. "Tapi Kepala Biro Humas (Pak Purba) gagal menerjemahkan arahan Wagub. Wajar jika anak2 berang. Bukankah Wagub dah bilang setelah pertanyaan dikirim via sms malam harinya, lalu disepakati ketemu di mana jam berapa," kata temen2 marah besar.&lt;br /&gt;Ujung2nya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo terkena imbasnya. "Maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan temen2. Dilarang humas," kata Foke lantas ngeloyor begitu saja.&lt;br /&gt;Pak Purba yang berusaha memberikan klarifikasi di press room malah gagal dan justru emosi. Begitu juga Kabag Media Massa Pak Yuswil. Pak Purba bilang, tidak ada larangan door stop. Jika ada yang mau door stop silakan saja. Tapi jika benar diperbolehkan, kenapa Gubernur jadi bersikap ketus seperti itu. "Barangkali saja Gubernur lagi sakit perut. Jadi enggan untuk menjawab pertanyaan," kata Pak Purba gelagapan menjawab sekenanya. Tentu saja jawaban Pak Purba dianggap bukan sebuah solusi dan tidak menjawab inti persoalan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SQ2xlFyAnKI/AAAAAAAAAbk/1MTK2IObFPo/s1600-h/CIMG3529.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SQ2xlFyAnKI/AAAAAAAAAbk/1MTK2IObFPo/s320/CIMG3529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264058790231186594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gara2 sikap itu, Pemprov dikecam habis2an. Semua ikut mengecam. Mulai pengamat hingga praktisi pers. Termasuk Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara. Sikap itu dianggap melanggar UU Pers no 40. Pasal 18 menyebutkan, barang siapa yang menghalangi atau melarang kinerja wartawan untuk memperoleh informasi dapat dikenakan hukuman pidana penjara selama dua tahun atau denda sebesar Rp 500 juta.&lt;br /&gt;Rabu (29/10), atau keesokan harinya, temen2 mencoba yang terakhir kalinya untuk tetap door stop Gubernur. Jika tetap ditolak, siap2 saja untuk diboikot. Tapi niat baik temen2 disambut Gubernur. Usai melantik pengurus lembaga tilawah DKI, temen2 menunggu di depan ruang Balai Agung. Dengan langkah pelan, Foke mendekati kami. "Bagaimana! apa yang bisa saya jawab," katanya dengan suara pelan. Suasana pagi itu terasa sangat kaku. Baik Pak Fauzi Bowo maupun temen2 terasa ada jarak. Masing2 takut2 kalau2 menyinggung satu sama lain. Setelah selesai menjawab seluruh pertanyaan, Foke nyeletuk. "Ga usah lewat sms juga ga papa. Kalau mau tanya, tanya aja. Saya sih ga masalah kalau ada yang mo tanya langsung," katanya seraya melirik Pak Purba yang berada di sampingnya. Nah Lo...? kok bisa beda antara Gubernur dan Kepala Biro Humas..&lt;br /&gt;Usai rapat paripurna di DPRD, Wagub Prijanto akhirnya mengambil inisiatif agar temen2 ke ruang rapat BPUT. Di ruang itu, semua diam. Lalu aq berinisiatif mengawali pertanyaan seputar revisi perda hasil hutan. Setelah suasana agak cair, temen2 pun mulai ikut mengajukan pertanyaan satu per satu.&lt;br /&gt;"Kalau seperti ini kan enak. Ngobrol di ruang AC, dijawab dengan jelas, lengkap. Enak ga Ak!," kata Wagub tiba2 bertanya kepadaku. Spontan aq jawab. "Enak Pak Wagub," kataku singkat. "Kalau enak kenapa kmrn ditolak. Melanggar kebebasan pers lah. Kita itu niatnya baik. Biar kalian tidak keleleran di tangga. Biar elit dikit kayak di Istana Presiden. Kalian itu bukan wartawan kecamatan yang duduk lesehan di lantai. Ini Ibukota!," kata Wagub menerangkan panjang lebar. "Siap Pak Wagub. Kmrn salah paham. Soalnya Pak Purba tidak menjelaskan ada jadwal pertemuan seperti ini. Temen2 tahunya hanya suruh kirim pertanyaan via sms tanpa tahu kapan akan dijawab," jawabku.&lt;br /&gt;Sebelumnya, kesalahpahaman memang pernah terjadi. Saat Kepala Humas masih dipegang Pak Arie Budiman. Aq sempat dilabrak habis. Katanya dia ditelpon sekda sambil marah2. "Kamu dibayar berapa sama orang belakang mau2nya ngutip," kata pak arie membuyarkan hari liburku. Saat itu aq menulis soal dugaan korupsi Rp 800 miliar di Dispenda. Kebetulan yang ngasih data pak Dani Anwar orang PKS. Sementara PKS merupakan lawan seteru Fauzi Bowo-Prijanto saat Pilkada. Kontan saja dibilang begitu aq marah besar. "Kalau gue dibayar, silakan cek ke Pak Dani. Kalau dia benar ngasih duit, saya bayar bapak dua kali lipat dibanding gaji kepala biro yang bapak terima," kataku kesal. "Saya nulis soal dugaan korupsi karena itu program pak fauzi bowo. Transparansi dan keterbukaan. Bukankah itu yang gubernur inginkan. Kalau Pak Arie marah, besok saya akan bilang ke gubernur kalau pak arie tidak mendukung program gubernur," kataku kesal.&lt;br /&gt;Memang, sejak kepemimpinan DKI dipegang Foke, semua jadi sangat sensitif. Tidak seperti dulu saat Bang Yos. Yah, ga papa.. namanya juga pejabat.. angkuh itu biasa. Aji mumpung, mumpung lagi pegang kekuasaan...sementara gue ni siapa? tak lebih hanya rakyat jelata..yang mencoba cari tahu masih ada keadilankah di negeri ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulujami, 1 November 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-3172345454866546861?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/3172345454866546861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=3172345454866546861&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/3172345454866546861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/3172345454866546861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/11/wagub-aak-enak-mana-di-ac-ama-keleleran.html' title='Penguasa Yang Gagap Versus Penguasa Yang Tanggap'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SQ2vjdjOPrI/AAAAAAAAAbc/pTmACeXyTNA/s72-c/CIMG4102.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-8781337454031471965</id><published>2008-10-30T02:05:00.002+07:00</published><updated>2008-10-30T23:18:03.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Sakit Itu Bukan Mistis</title><content type='html'>Sejak istriku sakit mulai Minggu (26/10) kemarin, aq jadi terbebani. Antara mikir liputan dan menjaga perempuan Ambon itu. Belum lagi anakku Najwa Syifa yang selalu atraktif ogah terus2an dibiarkan di atas kasur. Maunya gerak sana, gerak sini. Kakinya nendang2 tanpa henti. Mulut mungilnya terus saja ngoceh tanpa habisnya. Sementara mamanya tak bisa berbuat banyak untuk meladeninya. Jika sudah capek bergerak dan tak ada yang meladeni, biasanya Najwa langsung rewel. Jika sudah begitu, istriku hanya bisa beri ASI sambil terbaring lemas di atas tempat tidur. Soalnya, badannya menggigil, lalu kepanasan, kepalanya terasa pening. Jika tidak dikontrol, seharian pasti ogah2an untuk makan. "Gimana mau sembuh kalau makan aj ga mau. Orang sakit bisa sembuh kalau suplai gizi tercukupi. Paling penting lagi, cairan harus terjaga. Makanya minum air putihnya banyakin. Jangan nurutin mulut yang pahit. Yang penting masuk perut," kataku berceramah panjang. &lt;br /&gt;Soalnya, setelah aq buka2 situs di internet, gejala panas dingin kepala pening bisa jadi gejala DBD. Tapi kulit istriku aq lihat tidak ada tanda2 kemerah2an. Aq hanya bisa menebak2 sakit apakah istriku gerangan. Sebelum sempat ke dokter, aq hanya memastikan cairan dalam tubuh istriku harus tetap terjaga. Begitu pelajaran yang sempat aq ambil saat dulu sering liputan di IDI. Istriku memang agak bandel. Untuk pergi ke dokter aj alasannya buanyak banget. ga mau berangkat karena inilah itulah. Ada aj alasannya. Kemarin aq paksa ke dokter jery tapi alasannya ujan ga berhenti2. Aq bilang ya udah ga papa. Tapi awas kalo besok ga berangkat. Kataku sangat kesal. &lt;br /&gt;Untuk bisa menemani istriku berobat memang sangat tidak mungkin mengingat waktuku banyak tersita untuk liputan. Jadi aq hanya bisa nyaranin untuk ke dokter ditemani Najwa putri mungilku. "Naik taksi kan bisa. Panggil aj ke rumah kalo ga kuat jalan ke depan," kataku marah2.&lt;br /&gt;Soalnya kalau istriku sakit aq juga repot. Tidak hanya kepikiran saat liputan, tapi juga kalau dah di rumah harus bantu2 beres2 rumah. Macam nyuci baju, piring, gelas, buang sampah atau beres2in barang2 yang tercecer. Padahal, kalau dah balik dari kantor pukul 22.00, badan capeknya minta ampun. Nonton TV aj kadang2 mpe ketiduran. Tahu2 terdengar suara Najwa nangis tandanya dah pagi. "Dah ma ayah yang beresin, mama istirahat aj," begitu kataku kadang2 kalau dia memaksakan diri beres2 melihat rumah berantakan.&lt;br /&gt;Setelah mengendap selama tiga hari di rumah, siang tadi akhirnya berangkat juga istriku ke dokter Jery di Kebon Nanas, Jakarta Timur. Dokter Jery merupakan dokter langganan istriku sejak kecil. Dia orang Ambon tapi lama tinggal di Jakarta. Orangnya ramah, pasiennya berjubel tiap sore hingga malam hari. Saat sakit dua tahun silam, aq juga selalu ke dokter Jery. Entah karena keyakinan atau karena kecocokan, setiap habis berobat langsung sembuh. Aq dulu sering sakit saat masih floating. Jika musim penghujan tiba, tiap hari harus basah2an. Meskipun pakai mantel. Ditambah angin yang bertiup sangat kencang sering menerobos sela2 mantel. Karena pikiran terforsir, fisik jadi ikut ambruk saat kelelahan. Apalagi saat itu kontraanku masih di Condet. Dari kantor graha pena di Jalan Kebayoran Lama butuh satu jam untuk nyampe rumah. Jika ngebut hanya setengah jam. Jika banjir tiba, aq merasa menjadi orang paling aneh. Sementara keluargaku kebanjiran, aq justru cari tempat banjir yang menimpa orang lain. Bahkan aq sempat berenang untuk menjemput istriku saat banjir di Bidara Cina Cawang Atas. Ga ada perahu, banjir aq ukur hampir di atas kepala lebih. Tapi sejak kami pindah di Pos Pengumben, aq jadi jarang sakit. Aq bilang ke istri, aq hanya sakit jika lagi tak punya uang. Jadi jangan direcokin. Apalagi buat tingkah yang bikin emosi. &lt;br /&gt;Barusan pukul 22.30, istriku dah balik dari berobat di tempat dokter Jery. Dia bilang dokter ga mau bilang sakitnya apa. Hanya disarankan untuk banyak istirahat dan rajin memijat punggung pakai minyak kayu putih. Bagiku, kabar itu menggembirakan sekaligus mencemaskan. Kadang ketidaktahuan itu membuat orang celaka. Meskipun karena tahu justru tambah celaka juga banyak. Tapi bagiku, mengetahui masih lebih baik.&lt;br /&gt;Setidaknya, kemauan istriku untuk berobat sudah 50 persen menuju kesembuhan. Selebihnya tinggal perawatan yang benar serta keyakinan akan mendapat kesembuhan dari Yang di Atas.&lt;br /&gt;Soalnya, kadang2 jika istriku sakit sering tidak mau berpikir rasional. Sakit selalu dihubung2kan dengan mistis. Jika lagi sakit berarti tanda kalau ada keluarga yang terkena musibah. Memang, itu pernah dia alami. Tepatnya saat pertengahan puasa lalu. Saat berkunjung ke Cikoko, baliknya tiba2 menggigil. Lalu berganti kepanasan. Sesampai di rumah, aq hanya memberikan minuman air hangat banyak2. Aq bilang suruh minum dah dikasih bacaan biar cepet sembuh. Istriku buru2 langsung meminumnya hingga habis. Padahal sih ga dibacain apa2. Cuma buat support aj biar dia mau minum air putih. Lalu aq suruh istirahat sambil suruh pakai tasbih buat kalung. Soalnya, kabarnya kayu stigi jika itu asli bisa menyerap atau mentralkan bisa ular. Begitu bisa menyedot panas dalam tubuh atau hawa dingin agar seimbang. &lt;br /&gt;Entah karena faktor apa, esok harinya langsung sembuh. Lalu pagi2 ada kabar dari pae ambarawa katanya pak tri kecelakaan dan meninggal dunia. "Kok mama tiba2 menggigil trus kepanasan kayak kemarin yah. Kira2 ada apa ya," tanya istriku. Dengan cepat aq menjawabnya. "Ada apa gimana. Kamu menggigil kepanasan itu artinya ada yang tidak beres. Tidak beresnya ada di tubuhmu, pikiranmu. Bukan di luar sana. Itu artinya kamu sedang sakit. Sakit itu ya sakit. ga ada hubungannya dengan mistis," kataku menerangkan sok ilmiah. Aq bilang seperti itu karena aq ingin istriku cara berpikirnya bisa sistematis. Jangan semua dihubung2kan dengan mistis. Kecuali jika sakit itu tidak wajar dan setelah dibawa ke berbagai dokter menyatakan tidak menemukan penyakit apapun. Tapi kenyataannya yang bersangkutan kesakitan. Kalau kondisinya seperti itu boleh qta ga berangkat ke dokter dan siap2 rajin2 duduk bersila tengah malam putar tasbih. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ulujami, 30 Oktober 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-8781337454031471965?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/8781337454031471965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=8781337454031471965&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/8781337454031471965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/8781337454031471965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/10/sakit-itu-bukan-mistis.html' title='Sakit Itu Bukan Mistis'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-7505137048260591027</id><published>2008-10-27T21:57:00.002+07:00</published><updated>2008-10-27T23:16:38.330+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Ambonku Jatuh Sakit</title><content type='html'>Setiap libur tiba, kumanfaatkan mengunjungi keluarga dekat. Kebetulan Sabtu kemarin ada acara temen wartawan balaikota ke pantai anyer, serang. Jadi terpaksa ga bisa mencurahkan waktu buat keluarga kecilku. Najwa anakku yang baru tiga bulan Sabtu itu harus kembali imunisasi. Kebetulan jatah DPT. Aq bilang ke Shelvia Jaflaun istriku untuk berangkat aj ke rumah sakit kartini cipulir meskipun tanpa aq temani. Kan bisa naik taksi. Begitu kataku menyarankan. &lt;br /&gt;Sekitar pukul 13.00, sms masuk ke hp bututku. Istriku tanya apakah Najwa anakku harus diimunisasi pakai yang panas atau dingin. Jika pakai yang panas cukup bayar Rp 300 ribu. Kalau dingin Rp 500 ribu. Konsekuensinya, jika bayi diimunisasi yang panas akan sering menangis karena pengaruh obat. Karena mikir kasian, aq bilang pakai yang dingin aj. Kasian Najwa. Duit kan bisa dicari. Apalagi buat anak. Begitu jawabku via sms. &lt;br /&gt;Karena dokter telat datang, para pasien yang mendapat nomor urut antre belakangan harus rela bersabar. Istriku bilang Najwa baru bisa diimunisasi sekitar pukul 14.00 karena saking banyaknya pasien. Aq bilang asal ga rewel ga masalah. &lt;br /&gt;Selama aq berlibur di pantai anyer, istriku tak bosan2nya sms atau telepon. Apalagi jika Najwa ogah tidur atau nangis merengek2. Kata mamanya, jika sudah dengar suaraku bisa langsung diem dan mau tidur. Syukurlah. Kasian juga istriku jika Najwa rewel terus. &lt;br /&gt;Sabtu sore aq dah nyampe kembali di Merdeka Selatan. Karena saking macetnya, dari balaikota pukul 17.00, nyampe kontraan di pos pengumben pukul 18.30. Ga tahu kenapa libur2 jalanan jakarta masih juga macet. Begitu nyampe rumah, istriku langsung memprogramkan acara kunjungan keluarga. Perempuan Ambon itu bahkan minta malam itu juga meluncur ke Cikoko, Pancoran untuk mengunjungi kakak kandungnya. Kak Mino. Anak ketiganya yang bernama Fabiano memang dua hari lalu terus nanyain Najwa. Dia menyebut adik wawa (jawa) kemana. "ga ada..adik wawa kemana..ga ada," begitu kata kak mino dari telepon menceritakan tingkah Bian yang selalu menanyakan Najwa.&lt;br /&gt;Karena masih capek, aq menolak jika harus meluncur ke cikoko malam itu. Toh masih ada hari esok. Pagi sekitar pukul 10.00, setelah kelar beres2 rumah, istriku ngajak ke acara kawinan tetangga sebelah. Tapi aq bilang kalau harus datang biar dia aj yang berangkat. Atau kalau malu titipin aj amplop ke bude. Tapi istriku membatalkan rencana itu dan kembali konsen untuk mengunjungi keluarga ambon di cawang. Setelah memandikan Najwa, kami bertiga meluncur ke cikoko menggunakan sepeda motor bututku.&lt;br /&gt;Bian, anak ketiga kakmino langsung girang begitu melihat Najwa datang. Adik wawa datang.. Begitu mulut mungilnya bicara terbata2. Sementara istriku, Najwaku bernostalgia, aq mulai menghubungi semua kawan yang hari ini masuk liputan. Sial, ternyata semua libur. Jika ada yang masuk pun tidak ada yang membuat berita. Hanya aq seorang. Justru mereka menunggu hasil tulisanku. Sial..bener2 sial. Aq sangat kesal dalam hati. Otak pun aq putar hingga 180 derajat. Ada kejadian apa hari ini. Ada berita apa yang bagus untuk diangkat esok hari. Siapa yang bisa dihubungi. Pertanyaan2 itu muncul di pikiranku secara berputar2. Sementara di balaikota hanya pak haji darul rakyat merdeka ama pak drajat lampu merah. Dia bilang taruna nihil.&lt;br /&gt;Biasanya, sebelum helmi sindo ama nana republika pindah pos dulu, kami bertiga selalu berbagi isu apa yang akan kita angkat. Kadang2 juga pak bagus media indonesia ikut nyumbang pemikiran hingga mengurangi beban. Maklum, untuk kawan2 yang lain banyak yang libur. Atau jika masuk pun paling2 agak sorean telpon minta dipantulin. Maka, jadilah kita tim buser. Tapi sejak mereka berdua pindah, praktis hanya aq sendiri yang harus berjuang mati2an. Berpikir sendiri, cari narasumber sendiri. Puyeng juga puyeng sendiri. &lt;br /&gt;Cikoko sore itu hujan tak mau berhenti hingga menjelang magrib. Alhamdulillah, sekitar pukul 19.30, semua tugas sudah selesai. Empat brita dah dikirim semua. Selama setengah jam aq tunggu, mas yani atau mas tir tak sms atau telpon. Artinya, halaman sudah aman. Sebab, sejak sis memutuskan libur hari minggu, di jakarta raya yang dua halaman itu hanya ada dua orang. Aq ama eos. Biasanya eos kebagian buat brita feature untuk boks serta brita2 lifestyle. Sisanya tengah, kirian ama HL aq yang harus mati2nya nyiapin.&lt;br /&gt;Istriku bilang badannya ga enak. Dia menggigil. Sementara badannya aq terasa panas. Aneh, jangan2 kena DBD. Tidak berselang beberapa lama, istriku tak lagi menggigil, tapi justru kepanasan. Kakinya aq sentuh sangat dingin. Sebagian ada yang panas. Ni pasti darahnya ga lancar. Pikirku. Aq coba pijak telapak kakinya. Tapi tak banyak kemajuan. Istriku tetap saja mengeluh. Najwaku aq lihat masih tidur pulas setelah tidur sejak sore tadi. Karena ga kuat, istriku ngajak buru2 balik pulang. &lt;br /&gt;Sampai di kontrakan pukul 22.00, istriku langsung rebahan. Aq suruh minum air putih hangat yang banyak lalu aq pijit kakinya kembali. Setelah aq yakin peredaran darah lancar, aq suruh tidur. "Yah, kalau mama sakit Najwa tar gimana," kata istriku mulai berpikir macam2. "Enak aja sakit. Kalau sakit ya ga ada yang ngurus. Kecuali Najwa aq ajak liputan. Mau aq gendong kesana kemari sambil liputan," jawabku sekenanya. &lt;br /&gt;Sampai malam ini pun istriku masih terbaring di tempat tidur.. aq ajak ke dokter ga mau, suruh pijit ga mau, suruh makan ga mau, suruh istirahat ga mau alasan Najwaku rewel terus. Trus gimana mau sembuh.. aq jadi bingung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depan Kantor Graha Pena saat menunggu tukang sate ngipas2,  27 Oktober 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-7505137048260591027?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/7505137048260591027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=7505137048260591027&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/7505137048260591027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/7505137048260591027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/10/ambonku-jatuh-sakit.html' title='Ambonku Jatuh Sakit'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-3580510140180467617</id><published>2008-10-27T02:13:00.003+07:00</published><updated>2008-10-30T23:31:41.891+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Perjalanankoe'/><title type='text'>Melepas Penat ke Pantai Anyer</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SQnf81webgI/AAAAAAAAAbE/v56WmP0lxro/s1600-h/CIMG4789.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SQnf81webgI/AAAAAAAAAbE/v56WmP0lxro/s320/CIMG4789.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262983875874680322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terakhir aq mengunjungi pantai ini sekitar tiga tahun lalu. Saat masih bertugas di Bogor. Tiga tahun berlalu, pantai Anyer masih seperti dulu. Tidak banyak yang berubah. Hanya bangunan yang kulihat  menjamur sepanjang pantai. Sejak kawasan pabrik baja krakatau steel hingga karang bolong. Villa, cottage, hotel atau gubuk2 sederhana banyak dibangun untuk tujuan komersil. Nyaris, sisi kanan dan kiri jalan tak ada lagi lahan yang tersisa. Kawasan pantai pun tidak seluruhnya bebas untuk umum. Setiap pemilik villa, cottage, atau hotel memberi batas pantai sebagai wilayahnya dengan cara ditembok. Jika ada yang mencoba menerobos, harus membayar sebagai kompensasi. Aneh..! baru kali ini pantai dikotak2 jadi milik privat. Demi kepentingan komersil tentunya.&lt;br /&gt;Setelah berangkat dari Jakarta pukul 22.00, pukul 00.30 kami nyampe pantai carita, Anyer. Lumayan jauh juga. Padahal, kami menggunakan bus enjoy Jakarta. Tapi perjalanan tak terasa karena kuhabiskan sambil chating dengan kawan sam di Bogor. Sementara kawan2 yang lain dengan riangnya bernyanyi di dalam bis sambil teriak2. Memang perjalanan ke Anyer untuk liburan melepas penat tugas harian yang membosankan. &lt;br /&gt;Sampai di Anyer, pemilik villa langsung mempersilakan santap malam. Suasana cukup cair malam itu. Karena sambil makan, ada potan ben radio yang gile itu terus menerus melucu mencari simpati. Jika sudah kehabisan bahan lawakan, giliran si billy CTV yang menjadi bahan ledekan. Sesekali aq ikut tertawa lepas sambil sesekali menghisap rokok dalam2.    &lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SQngiCMD3SI/AAAAAAAAAbM/1ydRnxSFrEk/s1600-h/CIMG4786.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SQngiCMD3SI/AAAAAAAAAbM/1ydRnxSFrEk/s320/CIMG4786.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262984514866765090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Usai santap malam, anak2 banyak yang nongkrong di pantai. Suara tawa lepas masih terdengar bersahut2an atau bergantian di depan warung si mak. Isi pembicaraan masih seputar topik di meja makan. Tapi ada saja yang bikin bahan tertawaan. Sebagian anak2 aq lihat ada juga yang berlari2an di pantai sekedar nendang2 bola. Ada heru bisnis indonesia, guruh poskota and entah siapa lagi. Pokoknya tendang sana tendang sini. Semua cukup hepy malam itu. Semua tertawa lepas. Semua bergerak bebas. Lari kencang dan menendang bola sekuat2nya. &lt;br /&gt;Aq memilih duduk di kursi menghadap pantai. Air laut tak terlalu jelas terlihat. Hanya suara deburan ombak yang membahana. Sementara pak harto investor daily samar2 terlihat seperti melakukan ritual menghadap laut. Tangannya gerak2 diayunkan pelahan dari atas ke bawah. kata anak2 biar di jakarta sukses. "Kamu kok diem sendiri ak. Inget anak ya," kata seorang kawan tiba2 menyapa. &lt;br /&gt;Malam itu memang pikiranku terbelah dua. Satu sisi ingin menumpahkan seluruh kepenatan pikiran, satu sisi bayang2 anakku si Najwa selalu saja muncul. Aq membayangkan malaikat kecilku duduk di pangkuanku. Sementara mamanya duduk di sampingku. Angin sepoi2 lalu menerpa kami bertiga disertai suara deburan ombak. Lamunanku buyar ketika hp bututku terdengar melantunkan ayat2 suci. Satu pesan singkat sedang masuk. Melalui sms istriku bilang Najwa rewel terus ga mau tidur. Padahal, arloji aq lihat sudah mendekati pukul 02.00. Buru2 aq menelfonnya. &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SQngwqCbxoI/AAAAAAAAAbU/nlF_UmkowDo/s1600-h/CIMG4790.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SQngwqCbxoI/AAAAAAAAAbU/nlF_UmkowDo/s320/CIMG4790.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262984766081975938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mendengar suaraku, Najwaku langsung diem dan mau tidur. Dasar anak manja..&lt;br /&gt;Pagi harinya, cuaca sangat cerah. Semua bersenang2 di pantai. Untuk menambah semarak, bapak2 nelayan menawari kami naik perahu karet yang ditarik boat. Sekali angkut untuk lima orang. Semua dibekali pelampung. Di depan tempat duduk disediakan sebuah tali untuk berpegangan. Pelan2 boat menarik tali yang telah dikaitkan. Perahu karet yang kami tumpangi melaju dengan kencangnya. Kanan kiri berpacu dan menabrak dengan ombak. Kamipun pontang panting atas bawah menyesuaikan deburan ombak. Setelah satu putaran habis, boat melaju dengan kencangnya ke kanan lalu tiba2 dibanting ke kiri. Hasilnya, kami semua terjungkal. Mata, hidung, kuping, terasa pengab kemasukan air. Untungnya kami mengapung karena memakai pelampung. Setelah berusaha naik ke perahu karet, boat kembali menarik kami memutar. Setelah dua putaran, kamipun dibanting kembali dengan kerasnya. Semua terdorong ke depan lalu tercebur ke laut tanpa ada yang tersisa. Secara bergantian, kawan2 bergantian merasakannya. Ada yang shock berat kembali ke pantai dengan mata merah sambil muntah2. "Sialan lu ga nolongin gw. Gw ga bisa berenang tahu gelagapan," kata salah seorang kawan setiap balik dari pantai. Jawaban yang munculpun tak pernah berubah. "Ngapain juga ditolong, kan dah ada pelampung. paling2 juga ngapung. bodoh, dasar penakut". &lt;br /&gt;Jika kuingat kejadian sepele di pantai pagi itu, aq langsung teringat malapetaka kapal levina 2006 dulu. Kenapa juga kawan2 yang dulu meliput levina yang terbakar tak ada yang memakai pelampung. Benar2 bodoh. Atau barangkali sok bisa berenang kali. atau tak tahulah.. karena kadang2 kita memang sok angkuh padahal sebenarnya kita tak mampu. Jika kuingat, saat itu aq sendiri selamat berkat uang 10 ribu. Karena setiap yang akan ikut kapal harus bayar 10 ribu per orang. Hampir smua anak tv ikut pada naik. Hanya yang cetak, radio ama online yang enggan ikut naik. Itung2 daripada untuk liat bangkai kapal mending buat beli kopi sambil merokok menunggu kabar dari kapal KRI. Sapa tahu ada kabar ditemukannya mayat baru. Karena hanya itu yang kami tunggu. Tapi nahas, yang kami dengar bukannya jasad kaku para penumpang kapal levina yang hanyut tiga hari lalu itu. Tapi jasad kawan2 kita yang dua jam lalu masih sempat bersenda gurau dan tanya sudah ada kabar apa dari levina yang terbakar. Tapi jawaban itu mereka sendiri yang jawab. Karena mereka datang kembali ke pelabuhan sudah menjadi mayat. Semoga kebodohan2 seperti itu tak pernah terulang kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-3580510140180467617?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/3580510140180467617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=3580510140180467617&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/3580510140180467617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/3580510140180467617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/10/melepas-penat-ke-pantai-anyer.html' title='Melepas Penat ke Pantai Anyer'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SQnf81webgI/AAAAAAAAAbE/v56WmP0lxro/s72-c/CIMG4789.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-1442707426427451595</id><published>2008-10-18T18:06:00.001+07:00</published><updated>2008-10-19T14:54:28.155+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Kemacetan di Tengah Kepulan Asap Sate Rawabelong</title><content type='html'>Kemacetan di Jakarta seperti sudah menyatu dalam kesibukan warganya. Hampir selama 12 jam penuh, kemacetan tidak pernah berhenti. Sejak jantung kota berdenyut dengan kencangnya pada pukul 06.00 pagi, hingga pukul 00.00 malam nyaris tak ada jalan yang tak macet. Paling tidak, jika tengah malam, kemacetan akibat ulah angkot2 yang ngetem sembarangan atau sengaja berhenti di tengah jalan sembari sopirnya tengok kiri kanan cari penumpang.&lt;br /&gt;Jalur Kebayoran Lama, Rawabelong, Kemanggisan, Palmerah, Petamburan, Jatibaru, nyebrang Sudirman Thamrin tembus Kebon Sirih sudah ribuan kali aq lewati. Sebelumnya memang setiap kali akan meluncur ke kantor Gubernur DKI di Jalan Merdeka Selatan, aq selalu menggunakan jalur Palmerah, Slipi. Tapi saat ini, kemacetan di daerah itu sudah sangat parah. Angkot yang ngetem berjajar kiri, tengah, kanan sudah tidak tidak manusiawi lagi. Makian, cercaan tidak lantas merubah keadaan. Satu angkot yang berhenti menghadang di tengah jalan menyingkir, datang lagi angkot di belakangnya dan berhenti di tempat yang sama. Anehnya, mereka tidak menurunkan atau menaikkan penumpang. Tapi hanya sekadar ngobrol dengan sopir angkot lain yang terlebihdahulu ngetem di pinggir jalan. Alhasil, seluruh ruas jalan terhadang. Suara klakson, makian hampir menjadi rutinitas. Itu selalu terjadi setiap waktu sepanjang Palmerah depan Polsek, sepanjang pasar hingga Slipi. Belum lagi ditambah pedagang sayur yang sudah siang bolong tak kunjung bubar setelah berdagang sejak pagi buta atau bahkan tengah malam. Berhasil lepas terjebak kemacetan di Palmerah-Slipi, kemacetan di Petamburan siap menanti. Kemacetan semakin parah terus terjadi sepanjang pasar hingga stasiun Tanah Abang. Bukan hanya angkot yang ikut menambah runyam jalanan, para pedagang kaki lima hampir menghabiskan separoh jalan. Siapapun yang pernah lewat situ, pasti akan ngrasain yang namanya jengkel dan marah. Memang sekali melewati jalur itu, tidak ada pilihan lain. Sebab, pertigaan Petamburan yang biasanya terbuka tiba2 ditutup portal oleh Dinas Perhubungan DKI. Berulangkali kita kritik, bebal juga pejabat Dishub itu. Kasian juga yang tinggal di sepanjang Petamburan. Jika mengikuti aturan harus memutar jauh hingga jalan S Parman. Alih2 menghilangkan kemacetan di pertigaan itu, justru kemacetan di titik-titik lain semakin banyak dan menyebar. Penduduk setempat pun tak ambil pusing. Meskipun diportal, terjang saja daripada harus memutar jauh. Akibatnya, saat ini, pertigaan Petamburan justru menjadi kemacetan baru lantaran banyak warga yang nyelonong potong kompas. Tidak hanya bikin macet, tapi juga sering hampir terjadi tabrakan. "Sudah kami kaji secara mendalam," kata pejabat Dishub. Tapi dalam hatiku bilang "Mbel gedes. Trima laporan anak buah yang ABS doang ga tahu kondisi lapangan. Sekali kali dong terjun langsung pelototin seharian biar tahu kalau kebijakan menutup dengan portal adalah kebijakan bodoh,".&lt;br /&gt;Lho, kok jadi marah2 sih...gimana ga marah kalau setiap hari harus telat hadiri acara gubernur gara2 terjebak kemacetan. Bayangin aj, masak dari Kebayoran Lama hingga ke Merdeka Selatan satu jam lebih. Edan tenan. Kembali ke cerita kemacetan.&lt;br /&gt;Setelah kapok lewat Slipi, haluan kuputar arah. Kemanggisan adalah alternatif terakhir. Lumayan sih, jika macet paling2 setengah jam. Jika lancar, 15 menit sudah sampai. Tapi kadang2 di jalur tersebut juga sangat menjengkelkan. Terutama di setiap pertigaan. Jarak antar pertigaan tidak lebih dari 50 meter. Kemacetan paling parah ada di pertigaan Binus. Gara2nya, pak ogah yang nyambi cari duit dengan cara membantu mobil mewah menyeberang atau potong kompas setelah parkir. Dari kanan ke kiri, dari kiri ke kanan. Bahkan dari depan putar arah ke belakang. Yang lebih menjengkelkan lagi, sudah sabar ditunggu untuk menyeberangkan mobil mewah, masih saja tak tahu diri. Mobil mewah selanjutnya didahulukan dan berikutnya dan berikutnya. Padahal, kemacetan di belakang sudah 100 meter lebih. Jika satu macet, seluruhnya jadi macet. Sebab, kendaraan yang datang terus bertambah. Tidak hanya dari arah Kebayoran Lama tapi juga dari arah Kemanggisan. Pak ogah baru bersedia minggir setelah raungan klakson bersahut-sahutan memekakkan telinga. Belum lagi yang emosi pasti akan mengumpat keras2. Yang sudah terbiasa paling2 hanya melihat2 jam tangan terus menerus sambil mencari2 celah siapa tahu bisa mendahului mobil di depannya. &lt;br /&gt;Dari sejumlah pertigaan yang berada di sepanjang kawasan itu, menurutku, pertigaan Binus yang paling keterlaluan. Masih mending kalau pagi ada satpam kampus yang secara telaten mengatur jalan. Jika matahari sudah terbenam, praktis pak ogah yang berkuasa. &lt;br /&gt;Malam itu kebetulan aq dah kelar liputan. Brita sudah dikirim semua. Arloji aq lihat sudah pukul 20.00. Artinya harus segera meluncur ke kantor. Apalagi saat baru beranjak meninggalkan Balaikota mas tir redaktur jakarta raya minta dibuatin brita lagi. Malam itu, sejak keluar dari kantor gubernur, jalanan sudah mulai macet. Merdeka Selatan, Indosat, KPUD, Hotel Milenium hingga perempatan Jatibaru hanya bisa merayap. Sekali jalan, berhenti lagi. Jalan sebentar berhenti lagi. Itu terus terjadi sepanjang jalan hingga Kemanggisan. Brita kemacetan sudah ribuan kali kita tulis bersama kawan2 yang lain. Dua bulan lebih, hampir setiap hari ada brita soal kemacetan. Ujung2nya, sadar juga gubernur ama kapolda. Operasi jala jaya untuk mengurai kemacetan pun digelar. 15 ribu personel diterjunkan. Tapi itu crita lama. Hanya berjalan tiga bulan. Setelah itu tak ada kelanjutannya hingga saat ini.&lt;br /&gt;Back to pertigaan Rawabelong. Setelah berhasil berjalan merayap, motor bututku praktis tak bisa jalan lagi. Untuk menyelip ke kiri, dihadang angkot. Buntu ces. Untuk menyalip lewat kanan nyaris tak ada ruang mengingat kendaraan dari arah yang berbeda sangat mepet. Cukup untuk lewat satu mobil. Sebab, jika malam tiba, jalur tersebut nyaris hampir kepotong dua ruas dari arah utara. Dari selatan hanya tersisa cukup satu mobil. Jika angkot berhenti satu menit saja, kemacetan semakin tambah panjang. &lt;br /&gt;Jika sudah begitu, klakson akan terdengar bersahut2an. Jika tidak sabar, suara2 sumbang akan terdengar. "Hoi, gantian hoi..". Dari samping teriakan terdengar. Disusul lagi teriakan di belakangnya yang memaki2 pakai bahasa indonesia dengan baik dan benar. Busyet deh. Jadi ikut2an emosi nih. Setelah berhasil menelikung ke kanan dan ke kiri mencari sela2 yang kosong sampai juga di ujung kemacetan. Pertigaan Rawa Belong. Malam itu asap sate mengepul menutupi hampur seluruh jalan. Baunya menyengat sekali. Pak ogah yang berdiri menghadang di tengah pertigaan persis tak henti2nya mencoba mengeruk keuntungan dari macetnya jalanan. Satu mobil mewah dikendarai seorang mahasiswi mencoba potong belok arah. Tapi terhadang. Pak ogah langsung sigap mengawal seraya menyetop kendaraan yang mencoba melintas. Selesai menyebarang, pak ogah terlihat mengintip di balik kaca pengemudi. Siapa tahu pemilik mobil memberikan recehan. Tapi yang didapat justru lambaian tangan. Dari wajahnya aq lihat kesal sekali dia. Lewatnya mobil tersebut aq coba gunakan untuk menerobos, tapi pak ogah dengan sigap lagi menghentikan laju motorku. Persis di samping tubuhnya hanya berjarak 30 cm. Untungnya aq langsung rem mendadak. Setelah kali ini, mobil dari arah sebaliknya dipersilakan melintas. Lagi2 usai menyebarangkan mobil itu, pak ogah hanya geleng2 kepala. Kaca samping kemudi yang diketok2 hanya dibalas lambaian tangan. Aq pun jadi marah sekaligus kasian. "Orang kaya pelit lo belain. Giliran motor lo hadang2. Emang ga tahu macetnya di belakang sana berapa panjangnya," kataku akhirnya kesal. Aq mencoba merogoh kantong jaketku. Siapa tahu ada uang ribuan yang bisa kuberikan pada pak ogah itu. Biar dia punya sadar dikit. Jangan hanya orang kaya yang diprioritaskan. Apalagi kalau pelit kayak gitu. Udah macetnya minta ampun, dibela2in, ngasih gopek aja kagak. Keterlaluan..!&lt;br /&gt;Asap sate di pertigaan Rawabelong aq lihat masih terus mengepul. Ada yang menutup hidung, ada juga yang justru menghirupnya dalam2. Lumayan dapat bau sate. &lt;br /&gt;Setelah berhasil melewati pertigaan Rawabelong, hatiku langsung lega. Sejauh mata memandang tak ada kemacetan lagi. Sementara di belakang sana, suara2 klakson masih aq dengar sayup2 sampai. Selamat jalan kemacetan. Sampai ketemu esok hari lagi. Busyet..pagi2 hari libur masih macet..untungnya si kecil ga rewel. Jakarta..Jakarta..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penas, 18 Oktober 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-1442707426427451595?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/1442707426427451595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=1442707426427451595&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/1442707426427451595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/1442707426427451595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/10/kemacetan-di-tengah-kepulan-asap-sate.html' title='Kemacetan di Tengah Kepulan Asap Sate Rawabelong'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-6081374370568568581</id><published>2008-10-14T20:15:00.018+07:00</published><updated>2008-10-16T11:43:33.786+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Belajar Jadi Orangtua Bijak...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPScAqV6V8I/AAAAAAAAAZ8/LfLiv-h3If8/s1600-h/CIMG4685.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPScAqV6V8I/AAAAAAAAAZ8/LfLiv-h3If8/s320/CIMG4685.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256998200228337602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi keributan kecil terjadi di kontraan kecilku. Antara sadar dan tidak sadar, terdengar tangisan bayi tepat di sebelah tempat aq tidur. Semakin lama, suaranya semakin keras. Karena masih terasa ngantuk, mataku hanya sempat melihat sekilas istriku lagi menyuapi Najwa anakku yang baru berumur tiga bulan. Suap demi suap terus dijejalkan dalam mulut mungil anakku. Tangis tanda pemberontakan terdengar semakin keras. Aq mencoba kembali memejamkan mata kembali. Tapi suara tangisan terus menderu dan menyayat hati. &lt;br /&gt;Kubuka mataku lebar-lebar dan aq langsung bangun dari peraduan.  Terlihat jelas Najwaku disuapin bubur ama mamanya. Tapi makanan itu seperti tidak bisa ditelan. Penuh di mulut anakku. Sambil terus menangis, Najwa mencoba meyakinkan mamanya dengan tangisannya tersedu-sedu. Agar mamanya segera menghentikan suapannya.Tapi malaikat kecilku seperti tak berdaya. Setiap bubur yang meleleh di mulut anakku kembali dimasukkan. Coba dipaksakan agar bisa tertelan. Anakku terus mengiba. Suaranya terdengar menyayat hati. Melihat itu, akupun langsung naik pitam. "Kalau ga mau ya jangan dipaksain. Toh makan bubur kan bukan saatnya. Baru setelah empat bulan ga papa disuapin terus. Udah hentikan," kataku setengah membentak istriku. &lt;br /&gt;Istriku masih mencoba membereskan sisa-sisa bubur di mulut anakku yang belum tertelan. "Udah mama...udah..! jangan diterusin lagi. Kalau satu sendok ga papa. Wong ga mau kok dipaksain. Emang romusha yang dipaksa-paksa," kataku semakin kesal. Melihat kemarahanku meledak, istriku lalu menghentikan aksinya. "Ini juga satu sendok ayah," katanya membela diri. &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPScL7ocNEI/AAAAAAAAAaE/Ckqtux_1tNk/s1600-h/CIMG4686.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPScL7ocNEI/AAAAAAAAAaE/Ckqtux_1tNk/s320/CIMG4686.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256998393848017986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah diletakkan dari pangkuan ke tempat tidur, Najwa langsung aq gendong ke luar rumah. Aq ciumin, aq peluk dengan penuh kasih sayang. "Ayah sayang kamu nak. Apapun akan ayah lakukan demi kamu," kataku berbisik di telinga mungilnya. Najwaku hanya diam. Dia mencoba melihat sekeliling lewat mata lentiknya. Aq melihat ada sesuatu kebebasan di matanya. Dia mulai mau berbicara dengan bahasanya sendiri. Meracau entah apa artinya. Aq pun membalas kata-katanya dengan kata apapun yang bernada kasih sayang. "Najwa sekarang sudah gede. Cantik, pinter. Ga boleh rewel. Najwa anaknya ayah. Harus pintar. Harus bisa jagain mama," kataku lagi membalas racauannya. &lt;br /&gt;Dari luar rumah, aq lihat mamanya beres2 di dapur. Terdengar sesuatu sedang digoreng. "Kasihan mamanya. Mungkin karena terlalu capek ngasih asi. Jadi untuk membantu terpaksa dikasih bubur untuk tambahan makanan," kataku dalam hati setelah kemarahanku reda. Aq ajak Najwa masuk kembali masuk rumah kontraan. Aq letakkan di karpet dengan bantal kecil di kepalanya. Aq nyalain TV. Sambil melihat berita di TVone, aq mencoba membaca koran hari ini. Tidak beberapa lama, mamanya datang. "Sini nak. Ayo mandi biar seger," katanya seperti kangen setengah kehilangan setelah aq marah-marahin. &lt;br /&gt;Memang, sejak balik ke Jakarta usai mudik dari kampung, Najwaku semakin kuat minum asi. Sekali mimik, dia bisa berjam-jam. Jika dilepas selalu rewel. Praktis, jika sudah manja seperti itu, mamanya tidak bisa kemana-mana. Jangankan keluar rumah, untuk beres-beres rumah saja tidak sempat.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPScr40uAeI/AAAAAAAAAaU/5XRwagTxw50/s1600-h/CIMG4692.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPScr40uAeI/AAAAAAAAAaU/5XRwagTxw50/s320/CIMG4692.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256998942850023906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah begitu, sepulang kerja pukul 22.00, dan aq melihat rumah masih berantakan, aq langsung beres2in sendiri. Baju, sampah aq angkut2in ke belakang. Aq ambil sapu lalu kubersihkan lantai rumah. Terkadang, melihat kelakuanku, istriku marah2. "Biarin tar mama yang beresin. Emang mama ga kerja apa. Seharian anakmu tuh netek mulu. Kalau dilepas nangis. Tidur harus ditemenin. Ditinggal rewel," katanya mencoba protes. &lt;br /&gt;Apapun kondisi rumahku, aq males ribut. Apalagi untuk hal-hal yang kecil yang menurutku tidak ada gunanya diributin. Jika istriku sudah protes, semua langsung aq tinggal. Terkadang, jika terlalu capek, istriku jadi kesal. "Ayah ini, bentar-bentar ganti baju. Ini baru satu menit dipakai, dah ganti lagi. Mama capek. Dah kerjaan banyak, anak rewel-rewel terus," katanya menerangkan kondisinya. Jika sudah bilang begitu, aq menjadi ikut kesal. "Udah ga usah banyak ngomong. Apa yang bisa dikerjakan, kerjakan. Kalau ga bisa ya ga usah dikerjakan. Kerja itu yng penting ikhlas. Tanpa paksaan. Kalau ga bisa, tar aq sendiri yang ngerjain. Yang penting kamu ngurusin anak," kataku. &lt;br /&gt;Biasanya, usai bertengkar seperti itu, setiap ada sesuatu yang ga beres di rumahku, langsung aq tangani sendiri. Nyuci, ngepel, beresin barang2 yang tercecer di kamar tidur, ruang tamu atau buang sampah ke belakang. Biasanya, juga kondisi sudah pulih seperti semula, istriku tidak lagi capek, kondisi lagi fit, perempuan ambon itu mulai bermanja2 lagi. "Ayah, tar Najwa dapat adik lagi kan," katanya merajuk. Mendengar itu, singkat aq langsung jawab. "Gak. Ogah. Gimana mau dapat adik lagi kalau ngurus Najwa aja masih belum beres. Kalau dah bisa buat najwa ga nangis, baru boleh ada adik," jawabku. &lt;br /&gt;Untuk mengurus malaikat kecilku memang hanya ada istriku yang menjaganya di rumah. Sebab, untuk mencari pembantu susah. Si mbah yang pernah bantu2 di rumah hanya bertahan dua minggu. Karena sakit lalu izin ga bisa ke rumah lagi. Praktis, hanya istriku yang mengasuh anakku. Termasuk beres2 rumah.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPSc7ErM2yI/AAAAAAAAAac/AVIXHIUE3XU/s1600-h/CIMG4696.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPSc7ErM2yI/AAAAAAAAAac/AVIXHIUE3XU/s320/CIMG4696.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256999203729365794" /&gt;&lt;/a&gt; Najwaku sendiri, jika kondisinya lagi fit tidak terlalu rewel. Setiap dibilangin jangan nangis kecuali lapar, dia menurutinya. Habis dikasih asi langsung tertidur pulas. Guling kecil dipeluknya erat. Badan mungilnya tertidur miring. Persis layaknya orang dewasa. Jika habis dimandiin sore hari, dikasih mimik, langsung tidur hingga tengah malam. Jika sepulang kerja belum bangun2 juga, aq ciumin hingga terbangun. Supaya mimik dulu biar ga bangun lagi sampai pagi. &lt;br /&gt;Jika tidurnya lelap banget, pukul 04.30, baru bangun. Padahal aq sendiri masih terlelap. Soalnya terkadang, jika habis sholat n zikir, aq baru tidur pukul 03.00 dini hari. Jika pagi buta anakku sudah menendang2, lalu suaranya meracau, kami pun tidak bisa tidur lagi. Sebisa mungkin anakku mencoba membangunkan mamanya. Nendang2 ke kanan dan ke kiri. Jika tidak mempan, dia menggunakan trik pura2 menangis. "hu..uuu..uuu,". Begitu aq bangkit dari tidur dan melihatnya, Najwaku malah tersenyum dan bicara meracau. "Udah deh kalau dah ngajak ngobrol pasti ga mau tidur lagi," kata istriku. Jika aq masih ngantuk banget. Aq bilang ke istriku untuk melilingnya. Atau jika mamanya kebetulan lagi capek, aq terpaksa bangkit dari tidur sambil mendekatkan wajahku ke mukanya. Karena saking ngantuknya, sesekali mataku aq buka, lalu terpejam lagi. Hanya untuk memastikan anakku ada teman untuk diajak bicara. &lt;br /&gt;Najwa...Najwa...moga jadi anak pintar ya nak...semua harapan ayah, mama, jika saat ini belum kesampaian, semoga engkau bisa mewujudkannya kelak..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ulujami, 15 Oktober 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-6081374370568568581?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/6081374370568568581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=6081374370568568581&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/6081374370568568581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/6081374370568568581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/10/najwaku-habis-digundul-kayak-siapa-ya.html' title='Belajar Jadi Orangtua Bijak...'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPScAqV6V8I/AAAAAAAAAZ8/LfLiv-h3If8/s72-c/CIMG4685.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-4309570918183836395</id><published>2008-10-14T19:44:00.002+07:00</published><updated>2008-10-14T20:07:34.828+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Buat Kotakoe'/><title type='text'>DKI Gagas Tol Bendungan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPSYyZBffPI/AAAAAAAAAZ0/MGSlf3di4sw/s1600-h/CIMG1719.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPSYyZBffPI/AAAAAAAAAZ0/MGSlf3di4sw/s320/CIMG1719.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256994656526236914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari Moskow Tangani Banjir Rob &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemprov DKI Jakarta terus mencari upaya penanganan banjir di DKI. Saat ini tengah digagas pembangunan bendungan sepanjang pantai utara Jakarta. Bendungan tersebut nantinya sekaligus dimanfaatkan untuk jalan tol. &lt;br /&gt;"Di Rusia ada kota namanya St Petersburg. Di situ ada bangunan sejarah yang selalu terkena banjir rob dua meter. Kontur tanahnya persis seperti di Jakarta Utara," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo usai melakukan lawatan di Moskow kemarin.&lt;br /&gt;Untuk menghadang banjir, pemerintah Rusia akhirnya membangun bendungan sepanjang 40 km. Di atas bendungan dibangun jalan layang yang menghubungkan antarkota. Sementara di dalam bendungan dibangun pelabuhan besar untuk menampung kapal-kapal yang lewat. &lt;br /&gt;Agar kapal besar bisa lewat, dibuatkan pintu sepanjang 200 meter. Sedangkan untuk jalur kapal kecil dibuat pintu sepanjang 100 meter. Jika ada rob datang, pintu langsung ditutup. Namun, pada hari biasa, pintu dibuka untuk mengalirkan air dari darat ke laut. &lt;br /&gt;Pembangunan bendungan tol yang telah dimulai sejak 1979 itu hingga saat ini masih terus berlangsung pengerjaannya. Konstruksi bangunan didesain untuk mengantisipasi rob setinggi 5,5 meter. Seluruh biasa pembangunan infrastruktur disubsidi pemerintah. "Beberapa kali sempat terhenti pembangunannya karena pergantian pemerintahan," ungkapnya.&lt;br /&gt;.&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPSYQ9uvRII/AAAAAAAAAZk/cu85x7lWNYI/s1600-h/CIMG0631.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPSYQ9uvRII/AAAAAAAAAZk/cu85x7lWNYI/s320/CIMG0631.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256994082264138882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo itu menyatakan, bendungan yang dibangun di St Petersburg tersebut sangat efektif membendung banjir lantaran seluruh kota dan bangunan sejarahnya terlindungi. Apalagi, perubahan laut Atlantik terus berlangsung. Untuk membendung banjir rob di pantai utara Jakarta pun akan diterapkan sistem serupa. Namun, persoalannya membutuhkan biaya besar. Hal itu tidak mungkin jika hanya ditanggung DKI. Sebab, seperti St Petersburg, pembangunan diteken Rusia dan Uni Eropa.&lt;br /&gt;Menurut Foke, dengan membangun bendungan sepanjang pantai itu, ada dua keuntungan besar yang bisa diperoleh. Banjir bisa dihadang, penambahan ruas jalan melalui pembangunan jalan layang di atas bendungan bisa mengurai kemacetan. Jika diterapkan di Jakarta Utara, jalan layang itu bisa menghubungkan Tangerang bagian barat hingga Muara Gembong. "Tapi ini masih harus dikaji lagi," katanya. &lt;br /&gt;Sementara itu, menurut pakar planologi Trisakti Yayat Supriatna, pembangunan bendungan di pantai utara untuk menghadang banjir rob bisa saja dilakukan. Namun, jika harus diterapkan seperti di St Petersburg, hal itu membutuhkan biaya cukup besar. Sehingga, lebih efektif jika di sepanjang pantai utara dibangun bendungan parsial. Hanya kawasan tertentu yang memiliki tingkat kekritisan tinggi dibendung. Selebihnya cukup dibuat hutan bakau. "Wilayah kritis yang harus diprioritaskan seperti Muara Baru, Cilincing serta pantai dekat Bandara," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPSYeB6sd1I/AAAAAAAAAZs/YNII04lmmMo/s1600-h/CIMG0634.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPSYeB6sd1I/AAAAAAAAAZs/YNII04lmmMo/s320/CIMG0634.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256994306726328146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika di atas bendungan harus dibangun jalan tol, hal itu harus dilihat tingkat efektifitasnya. Sebab, jika harus ada tol, artinya bendungan harus dibangun sepanjang pantai hingga ke daerah sekitar. Hal itu tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi sejak keluarnya Perpres Tata Ruang, setiap ada pembangunan baru yang menyangkut lingkungan, harus diusulkan ke pemerintah pusat terlebihdahulu. Agar bisa dilakukan sinkronisasi dengan daerah lain. "Saya pikir skala prioritas itu yang harus didahulukan. Apalagi, di pantai utara mau direklamasi. Kalau dibenteng semua kan tidak mungkin," ungkapnya. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-4309570918183836395?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/4309570918183836395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=4309570918183836395&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/4309570918183836395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/4309570918183836395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/10/dki-gagas-tol-bendungan.html' title='DKI Gagas Tol Bendungan'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPSYyZBffPI/AAAAAAAAAZ0/MGSlf3di4sw/s72-c/CIMG1719.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-4414720171514110390</id><published>2008-10-14T19:42:00.001+07:00</published><updated>2008-10-14T19:56:12.969+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Buat Kotakoe'/><title type='text'>Birokrasi DKI Adopsi Sistem TNI</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPSW16AbimI/AAAAAAAAAZc/qh8FCg1zs_8/s1600-h/CIMG0438.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPSW16AbimI/AAAAAAAAAZc/qh8FCg1zs_8/s320/CIMG0438.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256992517896505954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada Kepastian Hukum Hingga Kelurahan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perampingan birokrasi di tubuh Pemprov DKI Jakarta sudah mencapai tahap akhir. Selama sepekan penuh, perampingan tingkat asisten, biro, bagian hingga subbag berhasil diselesaikan. Terhitung sejak Senin (13/10), nasib dinas-dinas beserta unit-unit kerja di bawahnya akan ditentukan.&lt;br /&gt;"Perampingan sudah selesai 99 persen. Senin besok (hari ini) sudah siap dipaparkan," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, kemarin.&lt;br /&gt;Untuk menyusun struktur baru tidak terlalu banyak kendala yang dihadapi. Yang paling rumit justru membuat kerangka tugas masing-masing unit setelah digabung. Sebab, jika tidak hati-hati bisa tumpang tindih antara satu unit dengan unit lainnya. Untuk perampingan dinas, jika dikebut, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu pekan. Selanjutnya, nasib para pegawai yang terkena perampingan yang harus dipikirkan.&lt;br /&gt;"Birokrasi DKI tingkat provinsi kan gemuk sekali. Sementara tingkat kelurahan sangat kekurangan pegawai. Ini juga menjadi pekerjaan rumah kita," ungkapnya.&lt;br /&gt;Sayangnya, Prijanto belum bersedia membeberkan akan dikemanakan nasib ribuan pegawai tingkat provinsi yang terkena perampingan itu. Mantan Aster TNI AD itu hanya menyatakan, tingkat kelurahan saat ini yang paling membutuhkan sentuhan reformasi birokrasi. Di tingkat bawah itu rata-rata hanya memiliki delapan pegawai untuk melayani ratusan ribu warga. Tragisnya, dari delapan pegawai tersebut, ada yang bukan PNS. &lt;br /&gt;Wagub melihat kondisi tersebut sangat prihatin. Apalagi, dengan pegawai yang sangat minim tersebut banyak yang tidak ditunjang dengan fasilitas yang memadai. "Ada pohon tumbang, kelurahan dibilang lelet kok ga diangkat-angkat dan dibersihin. Gimana mau bersihin kalau truknya tidak ada, gergaji tidak ada," terangnya.&lt;br /&gt;Begitu juga ketika ada keluhan sampah yang berserakan belum terangkut. Bukan pihak kelurahan yang tidak sigap, namun lantaran tidak didukung fasilitas yang memadai.&lt;br /&gt;Setelah diusut, ternyata fasilitas yang ada dalam kelurahan tidak ada payung hukumnya. Apakah itu Perda atau Pergub. Termasuk kepastian personel di dalamnya. Kondisi tersebut menyebabkan kinerja institusi paling vital itu tidak bisa maksimal dalam melayani masyarakat banyak. Sebab, setiap ada kebutuhan mendesak tidak bisa segera mengajukan dalam anggaran daerah. Jumlah kelurahan di DKI sebanyak 267 keluarahan itu rata-rata mengalami masalah yang serupa. Meskipun ada juga yang sudah mandiri. "Kalau di TNI semua ada kepastian hukumnya. Berapa jumlah personelnya, berapa peralatan yang ada, anggarannya, semua jelas. Seharusnya kelurahan juga seperti itu. Apakah lewat Pergub atau Perda. Jadi kalau ada yang tidak beres, gampang identifikasinya," ungkapnya.&lt;br /&gt;Prijanto menambahkan, satu hal lagi yang perlu direformasi terkait keberadaan sudin dan UPT di wilayah. Saat ini, masih banyak yang satu garis komando ke dinas. Idealnya, sudin atau UPT berada di bawah komando Walikotamadya. Sehingga, ketika ada persoalan di wilayah bisa langsung dikoordinasikan dengan unit teknis terkait. Sementara saat ini, akibat komando masih berada di bawah dinas, ketika wilayah membutuhkan bantuan sering terbentur persoalan birokrasi. &lt;br /&gt;Sementara itu, menanggapi reformasi birokrasi di tubuh Pemprov DKI Jakarta, Direktur Eksekutif Forum Cipta Bangsa (FCB) Budi Siswanto menyatakan, perampingan yang dilakukan Pemprov jangan sampai dipolitisasi. Sebab, restrukturisasi birokrasi bukan hanya memangkas jumlah dinas, biro dan badan lainnya. Tapi lebih dari itu. Justru yang harus diperhatikan terkait kebutuhan akan peningkatan pelayanan publik. Yang terpenting, figur-figur yang dipercaya duduk mengisi jabatan tersebut adalah orang-orang yang memiliki komitmen akan pelayanan masyarakat. "Memiliki integritas menempati posisi. Bukan asal comot," ungkapnya. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-4414720171514110390?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/4414720171514110390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=4414720171514110390&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/4414720171514110390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/4414720171514110390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/10/birokrasi-dki-adopsi-sistem-tni.html' title='Birokrasi DKI Adopsi Sistem TNI'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPSW16AbimI/AAAAAAAAAZc/qh8FCg1zs_8/s72-c/CIMG0438.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-7116850263707560901</id><published>2008-10-13T12:19:00.002+07:00</published><updated>2008-10-19T15:18:57.322+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Menangis di Tanah Terakhir...</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPrsG07ujmI/AAAAAAAAAak/pGZWXDmzlA8/s1600-h/Pmbersihan+Pedongkelan-Fery+(5).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPrsG07ujmI/AAAAAAAAAak/pGZWXDmzlA8/s320/Pmbersihan+Pedongkelan-Fery+(5).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258775116941004386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Warga yang tinggal di Taman BMW telah kiamat. Penggusuran yang dilakukan aparat Satpol PP  Pemprov DKI seperti tak lekang oleh waktu. Setidaknya, sudah tiga kali penggusuran di lakukan di tempat yang sama. Warga sepertinya juga tak pernah lelah. Bertahan dan terus bertahan. Hari ini digusur, mengungsi dan esok kembali lagi. Anak-anak korban penggusuran pun ikut pontang-panting bersama orangtuanya. Begitu ada penggusuran harus siap-siap pergi menjauh dan mengemasi seluruh keperluan sekolahnya. Tak jarang, brutalnya aparat membuat baju seragam sekolah atau peralatan lainnya tak sempat diamankan. Memang sejak kali pertama penggusuran dilakukan, warga yang tinggal di gubuk-gubuk kumuh tersebut terus berkurang. Hanya mereka yang idealis yang tetap bertahan. Siapa tahu ada keadilan. Siapa tahu ada kabar baik dari Komnas HAM. Atau siapa tahu Pemprov menjadi berbelaskasihan.&lt;br /&gt;Tapi harapan tinggal harapan. Janji Komnas HAM untuk mendesak Pemprov DKI menghentikan penggusuran hanya janji enak didengar tak enak dinanti. Upaya hukum yang dijanjikan LSM dan LBH untuk menggugat Pemprov juga tak ada kabar kejelasannya. Semuanya hanya janji. Warga tetap saja digusur siang dan malam. Warga tetap saja dihantui kekhawatiran datangnya buldoser dan aparat Satpol PP yang garang-garang. Mereka tetap saja tinggal di rel. Semua mengeruk keuntungan dari penderitaan yang tak pernah ada habisnya.&lt;br /&gt;"Salahnya sendiri mereka tidak mau tinggal di rusun. Siapa suruh percaya pada provokator. Coba lihat warga yang tinggal di rusun Marunda. Mereka adalah bekas tinggal di kolong tol semua. Buktinya, sekarang mereka enak," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPrsT1AbLgI/AAAAAAAAAas/OoYan0xBwA4/s1600-h/Pmbersihan+Pedongkelan-Fery+(2).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPrsT1AbLgI/AAAAAAAAAas/OoYan0xBwA4/s320/Pmbersihan+Pedongkelan-Fery+(2).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258775340299005442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penggusuran ribuan warga di Taman BMW memang membawa penderitaan tak berkesudahan. Terutama bagi anak-anak. Penyakit yang datang akibat lingkungan yang tidak sehat semakin menjadi-jadi. Hal itu belum lagi manusia kecil itu harus menyesuaikan orangtuanya yang tak menentu. Hari ini mendirikan gubuk di seberang rel, besok sudah harus pindah di seberang kali. Begitu mahalnya harga yang harus ditanggung untuk bisa tinggal di Jakarta. Bahkan, untuk bisa tetap sekolah pun, anak-anak korban penggusuran itu terpaksa tidak pakai seragam. Jika di sebuah sekolah ada siswa yang kucel tanpa seragam, sudah bisa dipastikan itu adalah anak-anak korban penggusuran Taman BMW. Ribuan warga yang tinggal di kawasan tersebut memang dilematis. Bagaimana mau tinggal di rusun jika Pemprov hanya menyaratkan yang punya KTP DKI. Bukanya ngurus KTP bagi warga yang tinggal di kawasan kumuh sulitnya minta ampun. Anehnya, justru mereka masuk dalam daftar RT atau RW setempat. Buktinya, setiap ada pemilihan dari tingkat RT hingga Gubernur, suara mereka menjadi rebutan. Jika disurvey pro kepada sang calon langsung dibuatin KTP, jika tidak sudah bisa ditebak ga bakalan namanya bisa tercatat. Meskipun punya KTP sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPrtT-R2suI/AAAAAAAAAa8/G2YOIMEIZZU/s1600-h/Gusuran+BMW.boy+(2).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPrtT-R2suI/AAAAAAAAAa8/G2YOIMEIZZU/s320/Gusuran+BMW.boy+(2).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258776442299658978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa mereka harus pulang kampung? ya kalau di kampung ada tanah atau rumah untuk bisa tinggal, keluarga pun bisa jadi mereka sudah tidak punya. Itu lantaran mereka rata-rata telah tinggal di Jakarta puluhan tahun. Lalu kemana mereka harus tinggal untuk bisa survive jika tanah terakhirnya terus digusur dan digusur. &lt;br /&gt;"Kami sudah memiliki program yang terencana untuk pengentasan kemiskinan. Ada gakin, pendidikan gratis, PPMK di tiap kelurahan yang anggarannya miliaran," kata Wagub yang diamini Sekda Muhayat. &lt;br /&gt;Yah, itu memang benar. Tapi apakah petinggi-petinggi Pemprov itu tidak tahu. Anggaran pemberdayaan yang digembor2kan itu hanya menyentuh kalangan menengah. Bahkan, terkadang dimonopoli kalangan atas yang jelas2 berduit dan tinggal di rumah mewah. Kondisi itu terus dibiarkan lantaran Pemprov tidak ingin dana yang dikucurkan menguap begitu saja. Jika dipegang warga yang telah memiliki usaha mapan, modal pasti bisa kembali. Jadi ga mungkin dana PPMK diserahkan warga yang jelas2 untuk rumah pun tidak punya. Lalu sisi mana pemberdayaan warga miskin itu? biar rumput yang bergoyang yang menjawab. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPrskXUXa4I/AAAAAAAAAa0/edctjEm4WCI/s1600-h/Gusuran+BMW.boy+(3).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPrskXUXa4I/AAAAAAAAAa0/edctjEm4WCI/s320/Gusuran+BMW.boy+(3).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258775624387357570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, yang miskin akan tetap miskin. Yang kaya akan semakin kaya. Karena, tinggal di tanah terakhir di Jakarta begitu mahalnya. &lt;br /&gt;Maka, siap-siap saja jika 24.375 kepala keluarga yang menempati 21 kawasan ilegal di Jakarta Utara lainnya mendapat gusuran yang sama. Karena itu sudah menjadi nasibmu warga miskin yang tinggal di Jakarta. &lt;br /&gt;Siapa suruh datang ke Jakarta. Begitu lagu yang selalu terdengar di TV swasta yang membuat hati semakin pilu ketika dari jauh terdengar raungan mesin buldoser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bengong saat menunggu Wagub rapim, 13 Oktober 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-7116850263707560901?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/7116850263707560901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=7116850263707560901&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/7116850263707560901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/7116850263707560901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/10/menangis-di-tanah-terakhir.html' title='Menangis di Tanah Terakhir...'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SPrsG07ujmI/AAAAAAAAAak/pGZWXDmzlA8/s72-c/Pmbersihan+Pedongkelan-Fery+(5).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-9179274630190458741</id><published>2008-10-09T14:14:00.001+07:00</published><updated>2008-10-09T14:57:10.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Buat Kotakoe'/><title type='text'>23 SKPD DKI Resmi Digabung</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SO25TT7RE6I/AAAAAAAAAZU/PkIbH8197rw/s1600-h/CIMG0980.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SO25TT7RE6I/AAAAAAAAAZU/PkIbH8197rw/s320/CIMG0980.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255060081628746658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pejabat Senior Siap Gigit Jari&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemprov DKI Jakarta terus menyeriusi perampingan birokrasi yang saat ini dinilai sangat gemuk. Sebanyak 23 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dipastikan akan digabung. Konsekuensinya, nantinya diperkirakan banyak pejabat senior yang saat ini menjabat sebagai kepala SKPD akan tergusur. Apalagi, Pemprov DKI Jakarta memastikan tidak akan melakukan pensiun dini. Perampingan tersebut nantinya hanya menyentuh level atas, sementara level bawah dipastikan tidak banyak berubah. &lt;br /&gt;"Targetnya 2009 selesai. Jadi nanti anggaran baru bisa menyesuaikan birokrasi baru," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto usai melakukan rapat rencana perampingan birokrasi di Balai Kota kemarin. &lt;br /&gt;Perampingan sejumlah SKPD tersebut sudah lama digodok. Tidak hanya melibatkan internal Pemprov, pihak independen seperti MIPI (Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia) juga dilibatkan untuk menyusun formasi birokrasi DKI. Saat ini, materi Perda Organisasi juga sudah siap dan dalam waktu dekat akan diajukan ke DPRD DKI.&lt;br /&gt;Di antara sejumlah SKPD yang akan digabung tersebut seperti Dinas Dikdas digabung dengan Dinas Dikmenti menjadi Dinas Pendidikan. Seluruh unit di bawahnya dilebur dalam satu atap dan tetap berdiri sendiri. Selain itu juga Kantor Pengelola Teknologi (KPTI) digabung dengan Biro Humas menjadi Dinas Komunikasi dan Informatika.&lt;br /&gt;Untuk Dinas Kebudayaan dan Permuseuman digabung dengan Dinas Pariwisata menjadi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Dinas Perumahan digabung dengan Kantor Tata Bangunan dan Gedung Pemda (KTBG) menjadi Dinas Perumahan dan Gedung Pemda. Dinas Pertamanan digabung dengan Kantor Pelayanan Pemakaman jadi Dinas Ruang Terbuka Hijau dan Pemakaman.&lt;br /&gt;Sedangkan Dinas Tata Kota digabung dengan Dinas Pertanahan dan Pemetaan menjadi Dinas Pemetaan dan Pemanfaatan Ruang. "Dengan adanya dinas tersebut, wewenang Dinas P2B dipangkas. Jadi nanti yang mengeluarkan izin IMB bukan P2B lagi. Ada dinas lain. Agar pengawasan bisa optimal," ungkapnya.&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Prijanto mengungkapkan, dinas yang juga terkena perampingan yakni Dinas Pertanian dan Kehutanan digabung dengan Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakan) menjadi Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan. Begitu juga Dinas PJU dan SJU digabung menjadi satu dengan Dinas Pekerjaan Umum. &lt;br /&gt;Selain dinas, kantor dan biro, untuk asisten juga akan digabung. Nantinya Asisten Keuangan digabung dengan Asisten Perekonomian, Keuangan dan Administrasi. Sehingga asisten yang tidak terkena perampingan hanya Asisten Tata Praja dan Asisten Kesejahteraan Sosial. "Ini baru uji teori tingkat satu di bawah Wagub. Habis ini baru akan dibawa ke Gubernur untuk mendapat keputusan. Yang saya omongkan belum final," terangnya.&lt;br /&gt;Sebab, sesuai ketentuan, jumlah dinas yang diizinkan maksimal 21 dinas. Nantinya, item rumpun dinas yang harus tetap eksis akan diatur dalam PP dan Permendagri. Namun, secara garis besar, setelah dilakukan perampingan, rumpun dinas dilarang masuk ke badan. Begitu juga sebaliknya. Selain kepala SKPD, sejumlah pegawai dipastikan akan berada di luar formasi lantaran perampingan. Hingga saat ini, pihaknya belum memikirkan akan didrop kemana para pegawai tersebut. "Apakah akan didrop ke kecamatan atau kelurahan belum tahu. Tapi di tingkat bawah juga akan ditata," jelasnya. &lt;br /&gt;Sementara untuk pejabat senior yang saat ini menjabat kepala SKPD, jika terkena perampingan tidak sampai harus ada pensiun dini. Sebab, rata-rata sudah menjelang pensiun. Selain beberapa pos juga masih banyak kosong. Seperti asisten deputi masing-masing ada dua orang.&lt;br /&gt;Sekda Pemprov DKI Muhayat menambahkan, selain yang disebutkan Wagub, ada juga SKPD yang masuk daftar perampingan. Seperti Kantor Arsip Daerah digabung dengan Unit Perpustakaan Daerah, Kantor Perbendaharaan dan Kas Daerah, Biro Perlengkapan digabung dengan Biro Keuangan menjadi Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah. Sementara ASP dipecah menjadi dua unit kerja.&lt;br /&gt;Sesuai PP no 41 tahun 2007, diamanatkan daerah cukup ada 15 dinas. Namun, lantaran DKI memiliki kekhususan, dinas yang saat ini ada 26 unit akan dirampingkan menjadi 21 unit. Sementara biro dari 12 unit menjadi 11 unit. Badan dan lembaga teknis daerah dari 16 unit menjadi 11 unit. "Bapeda dan Bawasda tetap ada. Begitu juga dengan BPLHD dan BKD," ungkapnya.&lt;br /&gt;Dengan adanya perampingan itu, penghematan birokrasi diperkirakan sekitar 25 persen. Sejumlah penghematan bisa dilakukan seperti tunjangan jabatan menurun, biaya untuk organisasi berkurang serta biaya sarana dan prasarana juga berkurang. "Setelah perampingan, lima dinas dan satu badan yang boleh ada wakil. Dinas yang digabung boleh ada wakil. Sementara badan hanya Bapeda yang ada wakil," pungkasnya. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-9179274630190458741?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/9179274630190458741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=9179274630190458741&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/9179274630190458741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/9179274630190458741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/10/23-skpd-dki-resmi-digabung.html' title='23 SKPD DKI Resmi Digabung'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SO25TT7RE6I/AAAAAAAAAZU/PkIbH8197rw/s72-c/CIMG0980.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-7570534535808297730</id><published>2008-10-07T19:37:00.005+07:00</published><updated>2008-10-09T14:17:39.519+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Buat Kotakoe'/><title type='text'>Operasi Yustisi Merambah Kawasan Elite</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SOtb8YtAxvI/AAAAAAAAAY8/2X4jWCxYZpY/s1600-h/CIMG4652.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SOtb8YtAxvI/AAAAAAAAAY8/2X4jWCxYZpY/s320/CIMG4652.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254394483239339762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemprov DKI Jakarta mulai mengincar ratusan ribu pendatang baru yang sudah mulai berbondong-bondong memasuki kawasan Ibu Kota. Tahun ini, Pemprov memastikan akan menyisir habis seluruh kantong yang dijadikan tempat penampungan para pendatang. Tidak hanya kawasan kumuh, kos-kosan, tempat kontrakan, tapi juga sejumlah apartemen dan komplek perumahan. Pasalnya, dari hasil pantauan di sejumlah pintu masuk seperti bandara, pelabuhan, stasiun dan terminal, jumlah arus balik sudah melampaui jumlah warga yang mudik beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI mencatat, hingga H+3 (5/10) dini hari, jumlah arus balik sudah mencapai sekitar 1,5 juta orang. Padahal, warga yang mudik tercatat 2.828.508 orang. Artinya, ada penambahan warga baru sekitar 50 persen. Praktis, dibanding tahun lalu, jumlah arus balik tersebut naik 8,2 persen. Sebab, tahun lalu hanya berjumlah 2.614.163 orang. “Khusus untuk apartemen, nanti kami akan meminta para pengelola untuk melaporkan jika ada pendatang baru. Jika tidak, mereka juga akan dikenai sanksi,” ujar Wakil Kepala Dinas Tramtib dan Linmas DKI Sitinjak kemarin.&lt;br /&gt;Operasi yustisi tersebut akan digelar mulai tanggal 23 Oktober mendatang. Selanjutnya kembali digencarkan pada pekan berikutnya hingga Desember mendatang. Pihaknya memperkirakan, jumlah pendatang baru akan berkisar antara 250 ribu hingga 300 ribu orang. “Sebanyak 400 petugas akan kami terjunkan serentak di lima wilayah. Kami sudah menyiapkan dana Rp 900 juta untuk 10 kali operasi selama setahun,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Menurut Kepala Dukcapil DKI Franky Mangatas Panjaitan, jumlah arus balik yang mencapai 1,5 juta tersebut masih akan terus bertambah hingga tembus angka 2 juta hingga 3 juta orang. Sebab, saat ini, belum seluruh aktivitas masyarakat DKI normal seperti sediakala. Seperti sekolah misalnya. Para pelajar baru akan masuk pada pekan depan (13/10). Sehingga, sebelum operasi yustisi dilakukan, pendataan jumlah pendatang baru masih akan terus dilakukan hingga H+7 mendatang. Alasannya, sebelum dilakukan operasi, masih ada kesempatan para pendatang baru untuk melengkapi kewajiban administrasi kependudukan melalui kantor kelurahan setempat selambat-lambatnya 14 hari sejak tanggal kedatangan. “Setelah lewat H+7, yang terjaring akan ditindak tegas,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Sesuai Perda no 4 tahun 2004 tentang pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil, bagi pendatang yang melanggar ketentuan, diancam pidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda  sebesar Rp 5 juta. Selain itu bagi setiap badan hukum yang memberi izin tinggal juga wajib melapor melalui Kelurahan. &lt;br /&gt;Menurut dia, operasi yustisi hanya menyisir pendatang baru yang datang ke Jakarta tanpa melengkapi persyaratan. Seperti tanpa surat pindah, tanpa jaminan tempat tinggal serta tanpa adanya kepastian pekerjaan. Yang lebih penting lagi, setiap pendatang baru harus ada yang menjamin. Sehingga, kemungkinan para pendatang menjadi PMKS bisa diminimalisasi.&lt;br /&gt;Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Selamat Nurdin, operasi yustisi yang dilakukan setiap tahun tidak efektif mengingat tidak adanya penguatan fungsi RT dan RW. Sehingga, pengawasan melekat seharusnya bisa diintensifkan di tingkat paling bawah tersebut. Jika ada warga baru yang 1 X 24 jam tidak melaporkan kepada aparat terkait, harus diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.&lt;br /&gt;Data Dukcapil DKI menyebutkan, pada 2005 lalu, pendatang baru sejumlah 180 ribu. Pada 2006 jumlah pendatang baru sebanyak 124.427 orang dan 2007 lalu, jumlah pendatang baru sebanyak 109 ribu orang. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-7570534535808297730?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/7570534535808297730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=7570534535808297730&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/7570534535808297730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/7570534535808297730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/10/operasi-yustisi-merambah-kawasan-elite.html' title='Operasi Yustisi Merambah Kawasan Elite'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SOtb8YtAxvI/AAAAAAAAAY8/2X4jWCxYZpY/s72-c/CIMG4652.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-8130257095261921358</id><published>2008-10-07T19:26:00.003+07:00</published><updated>2008-10-09T14:18:43.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Buat Kotakoe'/><title type='text'>Ribuan PNS DKI Mangkir</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SOtbgaMJpBI/AAAAAAAAAY0/yYQVsnWGy-Y/s1600-h/CIMG0441.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SOtbgaMJpBI/AAAAAAAAAY0/yYQVsnWGy-Y/s320/CIMG0441.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254394002602042386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kedisplinan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta masih sangat rendah. Hal itu terbukti dengan masih banyaknya para PNS yang mangkir kerja pada hari pertama setelah cuti Lebaran kemarin. Dari hasil sidak yang digelar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Pengawas Daerah (Bawasda) menemukan sedikitnya 1.091 pegawai tidak hadir pada hari pertama kerja. Praktis, mangkirnya para PNS yang mencapai 11 persen dari jumlah pegawai di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sebanyak 9.833 orang itu sangat memprihatinkan. Tragisnya lagi, sebanyak 290 pegawai bolos kerja tanpa adanya keterangan apapun.&lt;br /&gt;Sidak yang digelar mulai pukul 07.00 tersebut juga menemukan 88 pegawai yang tidak masuk lantaran sakit, 78 pegawai izin, 454 pegawai cuti, 79 pegawai mengikuti pendidikan serta 105 pegawai tugas di luar kota. Secara rinci, di sekretariat dewan, sidak menemukan 28 pegawai tidak hadir. Terdiri dari enam orang sakit, 10 izin, tiga cuti serta sembilan tanpa keterangan. Di tujuh badan ditemukan 107 pegawai tidak hadir. Terdiri dari 10 sakit, sembilan izin, 35 cuti, delapan pendidikan, tujuh tugas luar serta tanpa keterangan 38 pegawai. &lt;br /&gt;Untuk 26 dinas ditemukan 471 pegawai tidak hadir. Sebanyak 39 pegawai sakit, 35 izin, 200 cuti, 47 pendidikan, 55 tugas luar serta tanpa keterangan 95 orang. Sedangkan untuk 11 biro, pegawai tidak hadir sebanyak 118 orang. Sakit 16 orang, izin enam orang, cuti 48 orang pendidikan tujuh orang, tugas luar sembilan orang serta tanpa keterangan 32 orang. &lt;br /&gt;Di sembilan kantor, sebanyak 128 pegawai juga ditemukan tidak hadir. Sakit 12 orang, izin delapan orang, cuti 37 orang, pendidikan tujuh orang, tugas luar 25 orang serta tanpa keterangan 39 orang. Terakhir, 15 UPT ditemukan sebanyak 239 pegawai tidak hadir. Lima orang sakit, tujuh izin, 131 cuti, 10 pendidikan, sembilan tugas luar serta tanpa keterangan 77 orang.&lt;br /&gt;Dibanding tahun lalu, jumlah pegawai DKI yang mangkir memang berkurang. Tahun 2007 usai cuti Lebaran ditemukan 1.519 pegawai mangkir kerja pada hari pertama. Sementara pada 2006, total pegawai yang tidak masuk mencapai 2.497 orang. &lt;br /&gt;Menurut Wakil Gubernur Jakarta Prijanto, secara keseluruhan, jumlah pegawai yang mangkir mengalami penurunan. Meskipun masih banyak yang mangkir. Bahkan, tidak sedikit di antaranya mengulang kesalahan yang sama seperti tahun sebelumnya. Padahal, pada mangkir tahun lalu telah diberi peringatan. "Sehingga, kami putuskan dikenakan penurunan pangkat. Ini dalam rangka pembinaan," ujarnya kemarin. &lt;br /&gt;Sementara itu, untuk pegawai yang terlambat datang atau pulang lebih awal akan dikenakan sanksi ringan. Yakni teguran ringan. Selain itu pegawai bisa dikenai hukuman disiplin dengan pemotongan uang kesra Rp 25 ribu per hari. Sedangkan untuk pegawai yang mangkir kerja tanpa disertai alasan jelas, akan dikenakan sanksi sesuai PP no 30 tahun 1980. Meskipun demikian, pihaknya tidak akan asal-asalan dalam memberikan sanksi. Setiap pegawai yang mangkir akan dilihat lebih jeli apa faktor penyebabnya.&lt;br /&gt;Sesuai PP no 30 tahun 1980 tersebut, pegawai yang melanggar ketentuan jam kerja tanpa pemberitahuan dapat dijatuhkan sanksi disiplin. Jika lantaran kelalaiannya dikenakan sanksi berupa penurunan gaji berkala paling lama satu tahun. Sedangkan, jika lantaran kesengajaan, sanksi berupa penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah setidaknya selama satu tahun. &lt;br /&gt;Menurut mantan Aster TNI AD tersebut, atas mangkirnya para pegawai tersebut, dipastikan memastikan akan memberikan sanksi terberat berupa penurunan pangkat. Pegawai yang bakal menerima nasib sial itu dari Biro Administrasi Wilayah. Pegawai tersebut diturunkan pangkatnya dari IIIA ke IID. Sementara bagi 289 PNS yang absen lainnya, penjatuhan sanksi disiplin,&amp;quot; ungkapnya. &lt;br /&gt;Dari pantauan koran ini, sejak pagi, situasi kantor Balai Kota di Jalan Merdeka Selatan memang sangat sepi. Tidak seperti biasanya yang ramai banyak pegawai berlalu lalang. Menjelang siang, ada juga yang baru datang. Anehnya, di antara mereka justru banyak yang mulai meninggalkan tempat kerja. Untuk menghindari sanksi lantaran mangkir, para pegawai membuat modus tanda tangan absen manual. Sehingga, tidak terdeteksi kapan jam pulangnya. Sebab, mereka menuliskan jam kepulangan mundur satu&lt;br /&gt; hingga dua jam ke depan. Jika pegawai pulang pukul 15.00, dalam absen ditulis pulang pukul 16.00. Begitu juga yang pulang lebih awal lagi. Suasana tersebut terlihat di lantai 2 Blok G, Balai Kota. Anehnya, para pegawai yang mendapati modus tersebut menjadi ikut-ikutan mangkir agar bisa pulang cepat. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-8130257095261921358?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/8130257095261921358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=8130257095261921358&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/8130257095261921358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/8130257095261921358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/10/ribuan-pns-dki-mangkir.html' title='Ribuan PNS DKI Mangkir'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SOtbgaMJpBI/AAAAAAAAAY0/yYQVsnWGy-Y/s72-c/CIMG0441.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-5356645667990702275</id><published>2008-10-06T12:56:00.011+07:00</published><updated>2008-10-09T14:41:34.909+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Perjalanan Panjang Malaikat Kecilku</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SOryWA75QWI/AAAAAAAAAYs/jAbb55K75WE/s1600-h/CIMG4561.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SOryWA75QWI/AAAAAAAAAYs/jAbb55K75WE/s320/CIMG4561.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254278375303364962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak kelahiran anakku yang pertama, istriku Shelvia Jaflaun gembira luar biasa. Setelah lama ditunggu, akhirnya malaikat kecil yang didambakan lahir juga ke dunia. Saking bangganya, sejak anakku mulai bisa berumur satu bulan, mamanya terus merengek-rengek ngajak bepergian dengan membawa malaikat kecilku.Terutama untuk berkunjung ke sejumlah sanak keluarga dekat. Mulai dari Cawang, Jakarta Timur, Ciledug hingga Bekasi. Maklum, sejak kami menikah 2006 lalu, aq hanya bilang setelah satu tahun baru akan punya anak. Tahun 2007, istriku kembali menagih kenapa tak kunjung punya anak. Istriku semakin sedih saat periksa ke dokter dinyatakan kandungannya lemah. Tapi aq bilang dokter hanya manusia. Anak itu pemberian Tuhan. Jika Dia menghendaki, tak ada siapapun yang bisa menghalanginya. Begitu juga jika Dia tidak menghendaki sesuatu, maka tak ada siapapun yang bisa menolaknya. "Gusti Allah itu Maha Kuasa istriku," kataku meyakinkan. Tapi istriku tetap ngotot mencari cara agar bisa cepat hamil. Mulai minum ramuan, makanan ini itu, rajin ke bidan dan ke dokter hingga pijat urut kandungan di Bekasi yang suruh bolak balik bawa kelapa hijau. Saat itu, aq cuekin dan ternyata memang hasilnya tetap nol. Setiap telat datang bulan, tidak beberapa lama pasti haid lagi.&lt;br /&gt;Setiap kami berkunjung ke tempat keluarga atau ketemu dengan kawan, istriku selalu ditanya-tanya kapan punya momongan. Jika pertanyaan itu muncul, aq buru-buru menjawabnya. "Habis lebaran kami baru akan punya anak,". Pertanyaan itu selalu saja terulang-ulang hingga ratusan kali. Aq pun menjawabnya dengan jawaban yang sama berulang-ulang kali. Lebaran 2007, saat pulang ke kampung, istriku gembira bukan main karena saat itu sudah telat sekitar dua minggu. Tapi, aq bilang itu bukan hamil tapi telat biasa. Dia ngamuk dan ngotot mengklaim kalau hamil. Tapi begitu balik ke Jakarta, istriku kembali datang bulan. "Tu akibatnya kalau tidak yakin ama gusti Allah. Udahlah, ga usah neko-neko, kalau gusti Allah menghendaki pasti terjadi. Kalau dihekendaki punya anak, ya punya anak. Kalau tidak ya tidak. Gitu aja kok repot," kataku untuk meredam kekecewaannya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SOrum0In6SI/AAAAAAAAAYc/clRa4MXE2M0/s1600-h/CIMG4604.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SOrum0In6SI/AAAAAAAAAYc/clRa4MXE2M0/s320/CIMG4604.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254274265878358306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan, lambat laun istriku sudah mulai melupakan obsesinya punya anak. Kepasrahannya sudah mulai tumbuh pelan tapi pasti. Setiap aq suruh sholat untuk berdoa agar dikaruniai anak, Shelvia Jaflaun istriku selalu manut. Suatu malam istriku muntah-muntah. Aq bilang, mama hamil kali. Begitu mendengar aq mulai merestui dia punya anak, istriku girang bukan main. Malam itu juga dia minta dibeliin sensitif untuk tes kehamilan. Tapi aq bilang besok aj sekalian berangkat kerja. Diapun luluh dan rela menunggu. Esok harinya sepulang dari liputan pukul 22.30, istriku gembira sekali aq belikan sensitif. Malam itu istriku ngajak cerita terus seputar rencana nanti kehamilannya dan rencana-rencana setelah punya anak. Karena dah capek, aq males membahasnya panjang lebar. "Cara pakainya habis tidur. Sekarang tidur dulu sana," kataku malam itu. Karena capek, habis sholat, nonton tv bentar, aq langsung tidur. Pukul 03.00 dini hari, istriku membangunkanku. "Yah..yah..mama hamil yah..mama positif..lihat ini," katanya menggoyang-goyang badanku yang masih tidur pulas.&lt;br /&gt;Istriku pun melonjak-lonjak kegirangan. Setengah ngantuk aq masih sempat berpikir. Pasti istriku tidak tidur semalaman sejak dibeliin sensitif. Tapi ga papa lah kasian juga dia tak kunjung punya anak. Meskipun saat itu, yang ada dalam pikiranku hanya satu. Aq pingin punya anak setelah gajiku naik. Karena ga mungkin membiayai keluarga sementara gajiku masih pas-pasan.&lt;br /&gt;Tapi begitu istriku hamil, harapanku mulai aq pompa. "Toh rezeki dari Gusti Allah," kataku. Alhamdulillah, memasuki tiga bulan kehamilan, tepatnya 1 Mei 2008, seluruh karyawan gajinya naik. Termasuk diriku. "Itu rezeki anak," kata istriku.&lt;br /&gt;Sejak saat itu, kampanye istriku untuk mengabarkan calon anakku terus dilakukan. Tetangga dekat, tetangga jauh, keluarga dekat, keluarga jauh. Praktis, tidak ada waktu luang untuk istirahat selama hari liburku. "Mungkin karena saking bangganya punya anak. Wajarlah," kataku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SOrvm2Tvm-I/AAAAAAAAAYk/c5Luh7wWVfo/s1600-h/CIMG4603.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SOrvm2Tvm-I/AAAAAAAAAYk/c5Luh7wWVfo/s320/CIMG4603.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254275365973498850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maka, begitu Lebaran tiba, bayangan istriku sudah ada di kampung halamanku. Bagaimana nanti malaikat kecilku yang dibangga-banggakan akan dikenalkan ke seluruh keluarga besar Tuban. Tapi rencana untuk pulang kampung itu banyak ditentang. Baik tetangga, keluarga maupun teman. Alasannya sederhana. Anakku masih terlalu dini untuk diajak bepergian jauh. Sangat riskan jika harus naik angkutan umum berdesak-desakan dengan orang lain. "Kamu bisa bayangin bagaimana jika anakmu berkumpul dengan orang-orang yang memiliki riwayat penyakit berbeda-beda. Ya kalau sehat semua. Bagaimana jika ada yang sakit lantas menularkan lewat udara. Kalau mau mudik masih bisa ditoleransi jika naik kendaraan pribadi," saran seorang teman. Tapi saran apapun yang melarang membawa anakku mudik ke kampung tak membuat istriku goyah. Aq sendiri juga memberi masukan untuk mempertimbangkan bagaimana jika tak mudik saja. Toh itu justru menguntungkan. Biaya transportasi Jakarta-Tuban PP yang menghabiskan sekitar Rp 3 juta bisa ditabung. Apalagi nyari tiket kereta juga susah. "Ga ah..pulang aja. Tar nenek ama uyutnya nyari-nyari. Kan belum lihat Najwa. Mereka kan mau nggendong," kata istriku tetap ngotot. Dalam hati, aq berpikir, apakah ini keegoisan orangtua atau justru bentuk kasih sayang sekaligus pembelajaran bagi anakku. Pertanyaan itu aq biarkan mengambang tanpa jawaban.&lt;br /&gt;Senin (29/9) kami akhirnya mluncur naik KA Gumarang eksekutif dari Stasiun Gambir. Kami dapat kursi paling belakang, gerbong paling belakang kursi duduk 13C dan 13D. Pukul 18.00, kereta melaju dengan pelan. Untungnya, malam itu, penumpang KA masih wajar dan tidak terlalu membeludak. Sehingga tidak ada yang duduk di bawah atau di lorong-lorong. Selama perjalanan, Najwa seperti baru menyesuaikan diri. Maklum, perjalanan itu termasuk yang pertama sejak dia lahir. Kereta terus melaju, gerbong paling belakang terus bergoyang-goyang keras. Kulihat mata lentiknya hanya terpejam sesaat lalu terbuka kembali. Begitu seterusnya hingga tengah malam. Mungkin dia membayangkan kenapa ada goyangan terus menerus. Padahal, saat tidur di rumah, hal itu tidak pernah terjadi. Tapi Najwa tidak rewel lantaran gerbong sangat sejuk dilengkapi AC. Selama 12 jam perjalanan, kami bergantian menggendongnya. Jika terbangun dan nangis, mamanya langsung menepuk2 badannya atau jika tidak mempan langsung memberinya ASI. Lalu kami gantian menggendongnya di pangkuan. Selama perjalanan, kami selalu membisiki kupingnya. "Jangan rewel ya nak. Kita mo mudik pulang kampung. Najwa harus kuat, harus sehat. Biar nanti bisa ketemu uyut di kampung. Kalau adek kuat, nanti gantian pulang kampungnya ke Ambon," kataku dan istri memberikan spirit.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SO20qqkR-uI/AAAAAAAAAZE/AWD0apSol1Y/s1600-h/CIMG4649.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SO20qqkR-uI/AAAAAAAAAZE/AWD0apSol1Y/s320/CIMG4649.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255054985285204706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, pukul 05.00, kami kereta sudah masuk di Stasiun Bojonegoro. Sesaat kami menunggu karena jemputan belum tiba. Setengah jam kemudian, de tatho (adik sepupu), Ida (adik kandung) ama pak ten ira (paman) jemput kami dengan tiga sepeda motor. Sampai di rumah, semua keluarga menyambut dengan hangat untuk melihat malaikat kecilku. Semua bergantian menciuminya lalu menggendongnya. Oleh-oleh lebaran berupa baju koko, sarung, jilbab, baju langsung dibagikan habis. Istriku terlihat sangat gembira dan bangga anaknya dilihatin banyak orang.&lt;br /&gt;Memasuki hari kedua di kampung, Najwa nangis tak henti-hentinya. Bukan nagis biasa, tapi histeris. Semua kaget. Ibu bapak yang tidak biasa melihat tingkah sang bayi panik luar biasa. Begitu juga Shelvia Jaflaun istriku. "Biasanya di Jakarta tak pernah nangis seperti itu," kata istriku kehabisan akal menenangkan Najwa Syifa anakku yang dari siang hingga sore tak henti-hentinya menangis.&lt;br /&gt;Memang hari kedua lebaran, panas terik matahari di kampungku Prambon, Soko, Tuban, Jawa Timur panasnya luar biasa. Kipas angin yang dipasang tak mampu menepis hawa panas yang merasuk hingga ke dalam rumah. Najwa terus menangis dan menunjukkan sikap gelisah yang luar biasa. Semua bergantian untuk menggendongnya. Tapi tak satupun yang berhasil menghentikan tangis histeris Najwa kecilku. Saking lamanya menangis, muka anakku menjadi keluar bintik-bintik merah. Aq mencoba membawanya ke belakang rumah. Siapa tahu dengan mendapat angin segar karena banyak pohon bisa menenangkannya. Tapi Najwa hanya berhenti menangis sebentar. Lalu rewel lagi. "Ga papa. Merah2 di keningnya itu hanya karena kepanasan. Tar juga hilang," kataku menenangkan istriku yang ikut panik.&lt;br /&gt;Karena udara sangat panas, Najwa menjadi sensitif. Memasuki hari ketiga, anakku sudah mulai bisa menyesuaikan diri. Tapi, dia terlihat manja. Jika ada yang mengusiknya sedikit saja, nangisnya luar biasa dan tak mau berhenti. Apalagi, jika mamanya menyedot ingus di hidungnya atau kelamaan memakaikan bajunya. "Siapa yang ngajari begitu. Mama tidak pernah mengajari cengeng," kata istriku terkadang kesal.&lt;br /&gt;Tapi aq bilang ke istriku. Najwa itu sensitif seperti ayahnya. Badan boleh body Ambon, tapi hati dan perasaannya seperti orang Jawa. "Ya kayak ayahnya itu. Makanya kalau apa-apa jangan kasar. Pelan-pelan, yang halus, jangan dikasarin, jangan dibentak. Ayahnya juga sama, jangan digituin," kataku setengah ngomel.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SO21WNdsAmI/AAAAAAAAAZM/26c5q9ljY_k/s1600-h/CIMG4648.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SO21WNdsAmI/AAAAAAAAAZM/26c5q9ljY_k/s320/CIMG4648.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255055733387166306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sabtu (4/9) kami memutuskan kembali ke Jakarta. Setelah menghadiri reuni keluarga Maskur-Maslehah di rumahnya Kakmuh Tuban, kami langsung meluncur ke Stasiun Bojonegoro menunggu KA Gumarang yang akan meluncur ke Gambir. Kabetulan kami dapat tiket bisnis. Karena eksekutif ludes semua sampai tanggal 13 Oktober.&lt;br /&gt;Dalam kereta, suasananya memang sangat tidak nyaman. Panas, ditambah penumpang berjubel. Ada yang lesehan di lantai, ada yang tiduran di lorong-lorong, ada juga yang berdiri bersandar bangku tempat duduk. Najwaku mulai rewel2. Rambut kepalanya sebentar penuh keringat setelah dilap dengan tangan. Tidurnya pun tidak tenang. Sebentar-bentar bangun dan menangis. Yang lebih membuat istriku marah-marah, kereta setiap stasiun berhenti. Meskipun itu stasiun kecil sekalipun. Praktis, perjalanan ke Jakarta terasa sangat lama. Hal itu baru pertama kali terjadi. Sebab, tahun2 sebelumnya, KA Gumarang melaju dengan kencang. Hanya berhenti ketika memasuki stasiun besar. Seperti Purwokerto, Tegal, Semarang dan Cirebon. Selain itu hanya lewat saja.&lt;br /&gt;Meskipun telat tiga jam, akhirnya kami sampai juga di Jakarta. Jika sesuai jadwal, KA Gumarang sampai di Gambir pukul 06.30. Tapi baru tiba pukul 08.30. "Ya memang semua kereta telat mas. Soale harus antre dengan kereta di depannya. Banyak KA ekonomi yang diluncurkan," kata Kahumas PT KA Daops 1 Jabotabek Ahmad Sujadi ketika kami bertemu di pintu keluar stasiun.&lt;br /&gt;Perjalanan itu memang sangat melelahkan. Terutama pada anakku. Tapi alhamdulilah, Najwa sampai di rumah tidak menunjukkan gejala yang tidak mengenakkan. Semoga itu bisa menjadi pembelajaran bagi anakku di masa yang akan datang. Terlepas karena keegoisan orangtuanya atau karena kasih sayangnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;You are all that we need Najwa Syifa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat teringat cerita mudik malaikat kecilku, 6 Oktober 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-5356645667990702275?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/5356645667990702275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=5356645667990702275&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/5356645667990702275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/5356645667990702275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/10/mudik-pertama-malaikat-kecilku.html' title='Perjalanan Panjang Malaikat Kecilku'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SOryWA75QWI/AAAAAAAAAYs/jAbb55K75WE/s72-c/CIMG4561.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-6702573043571488465</id><published>2008-09-17T00:35:00.004+07:00</published><updated>2008-09-18T23:10:36.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Jakarta Berlendir, Pasuruan Berdarah!</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SNJ9WU1_8vI/AAAAAAAAAYM/todUMVM454I/s1600-h/JKT+-+Tua+-+Ton+(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SNJ9WU1_8vI/AAAAAAAAAYM/todUMVM454I/s320/JKT+-+Tua+-+Ton+(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247394338345841394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Miris sekaligus ironis. Pada saat DKI Jakarta digemparkan isu maraknya pesta tarian telanjang (striptis), di Pasuruan digemparkan kabar ribuan ibu rumah tangga rebutan zakat Rp 30 ribu dari pengusaha dermawan Haji Syaikhon, 55, dan berujung pada kematian. Sebanyak 21 ibu dinyatakan tewas setelah terinjak-injak ribuan ibu-ibu yang lain. Sementara satu orang kritis dan 12 luka-luka. Headline Harian INDOPOS, 15, 16, 17 September 2008.  &lt;br /&gt;Pada saat ribuan warga Pasuruan tengah berjuang meregang nyawa demi mendapatkan zakat untuk tambahan belanja itu, justru di Ibukota, ribuan warga tengah berpesta mengumbar syahwat selangkangan dengan tarian telanjang di puluhan diskotek, bar dan pub. Botol-botol miras yang harganya ratusan ribu hanya sekali teguk habis mengiringi rayuan lelaki hidung belang yang menggeliat-geliat bersama para lonte di atas ranjang empuk. Bulan Ramadhan tak menjadi halangan untuk tetap melepaskan nafsu syahwat itu. Toh mereka punya duit melimpah. Mau lonte mana tinggal tunjuk jari. Mulai dari cungkok, lonte impor dari timur tengah hingga lonte rasa lokal. Diskotek Zen di Menara Thamrin terhitung yang paling sial karena harus diobrak abrik petugas dan dicabut izinnya. Sudah menjadi rahasia umum, aparat mengamuk jika tak dapat setoran, kurang setorannya atau telat setorannya. Yang benar pun bisa jadi salah, apalagi yang jelas2 melanggar aturan. Pasti disikat habis.  &lt;br /&gt;Sementara tempat2 pengumbar syahwat lain yang tak kalah sialnya seperti Moon Light Bar Jalan KH Mas Mansyur, Club 36 Bar Jalan Hayam Wuruk, Puri Spa Griya Pijat Jalan Puri Kencana, Karaoke Tematik Jalan Jembatan Tiga, Griya Pijat Bamboo di Ruko Mangga Dua serta Resto &amp; Bar Red di Plaza Senayan. Semuanya terpaksa disegel paksa karena membangkang dan menodai bulan suci Ramadhan. &lt;br /&gt;Sedangkan yang masih beruntung dan hanya mendapatkan peringatan seperti Karaoke Milenium Jalan Gajah Mada, Malio Bar Jalan Gajah Mada serta Cafe Bengkel di Sudirman Center Bussiness District (SCBD). &lt;br /&gt;Perbedaan ekstrim itu tentu membuat siapapun miris. Jika dilihat secara seksama, ada kesamaan modus antara kejadian pesta striptis di Ibukota dengan rebutan zakat di Pasuruan yang berujung kematian.&lt;br /&gt;Jakarta mengumbar syahwat karena berlimpah rupiah hingga menerabas aturan yang ada. Sementara di Pasuruan, ribuan orang kalap lantaran mencari segelintir rupiah untuk kebutuhan rumah tangga. Dua kesamaan sekaligus perbedaan yang sangat ekstrim. Demi Rp 30 ribu rela berjuang mati-matian hingga mati beneran. Perjuangan yang begitu berat. Mungkin qta maklum. Jika tidak ikut antre sekarang, kapan lagi bisa membelikan makanan enak atau baju baru buat anaknya. Maka, tak heran jika sejak sahur pun antrean di depan rumah Haji Syaikhon sudah memanjang. Halaman rumah pengusaha dermawan itu sudah berubah menjadi terminal atau stasiun tempat berkumpulnya orang miskin yang berusaha mencari sedikit rupiah demi kelangsungan hidup keluarganya. 5 ribu warga miskin tumplek blek menunggu uluran Rp 30 ribu.  &lt;br /&gt;Sementara di DKI, pesta striptis melambangkan sebaliknya. Pesta membuang jutaan, miliaran rupiah hanya demi memuaskan nafsu syahwat yang berakhir di ranjang setelah muncratnya setetes sperma dari kemaluan laki2 atau mengejangnya seorang perempuan setelah berpeluh keringat dosa.  Simbol kemapanan yang kebablasan tanpa moral. Sudah dapat harta, tahta, kalau bukan wanita apalagi yang dicari. Alih2 memikirkan keluarga di rumah, justru menghancurkan pondasi keluarga atau menggerogoti bahtera rumah tangga yang lambat laun menjadikan akar terjadinya broken home.   &lt;br /&gt;Sementara di Pasuruan, yang berjuang melawan maut untuk mendapatkan Rp 30 ribu bukanlah kaum lelaki. Tapi justru kaum perempuan. Dari balita hingga tua renta. Lalu kemana suami mereka? tentu saja kerja di sawah, kebon, pasar, cari rupiah demi sesuap nasi. Kalau hanya untuk menyambung hidup, duit darimana untuk membelikan baju baru anak2nya ketika Lebaran tiba. Apa tidak kasihan pada saat teman sebayanya pakai baju baru sementara anaknya hanya memakai baju lusuh. Meskipun agama telah mengajarkan bahwa yang disebut Lebaran bukanlah pakai baju baru, tapi hati baru, jiwa baru setelah sebulan penuh bertaubat mendekatkan diri kepada Yang Kuasa. Tapi siapa yang peduli. Budaya tetaplah budaya. Biarpun sebulan tak pernah puasa, begitu Lebaran datang, wajib hukumnya pakai baju baru,  makanan baru.  &lt;br /&gt;Dua kejadian itu seharusnya menjadi cermin bagi pemegang kebijakan negeri ini. Bahwa, ketimpangan di negeri ini sudah sangat akut. Antara yang kaya dan  miskin seperti bumi dan langit. Masih beruntung tidak terjadi aksi anarkhisme macam pemberontakan kaum proletariat karena kecemburuan sosial. Apa jadinya jika kelompok yang kaya itu terus mengumbar nafsu tanpa sedikitpun memperdulikan sesamanya yang kelaparan. Apakah kerusuhan 97-98 yang menjadi cermin kecemburuan sosial begitu saja terlupakan. Bukankah luka itu belum sepenuhnya sembuh! Ketika pribumi yang mewakili rakyat jelata mengamuk dan membumihanguskan kelompok cina yang diklaim mewakil dari kaya raya yang suka monopoli.&lt;br /&gt;Jika tidak bisa mengentaskan kemiskinan, setidaknya, buatlah regulasi yang baik. Tepis habis jurang ketimpangan itu. Karena letupan2 kecil bukti kecemburuan itu hingga saat ini terus meluas, mengakar dan siap meledak setiap saat jika tidak buru2 dijinakkan. &lt;br /&gt;Wahai pembuat kebijakan negeri ini! mana tim geganamu yang akan memutus kabel-kabel bom ketimpangan itu. Karena waktu tidak berhenti dan terus berjalan. Tik..tik..tik..tik..tik.. Buuuuuuuuum! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulujami, 17 September 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-6702573043571488465?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/6702573043571488465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=6702573043571488465&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/6702573043571488465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/6702573043571488465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/09/katika-jakarta-berlendir-pasuruan.html' title='Jakarta Berlendir, Pasuruan Berdarah!'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SNJ9WU1_8vI/AAAAAAAAAYM/todUMVM454I/s72-c/JKT+-+Tua+-+Ton+(1).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-1214892834341821068</id><published>2008-09-13T14:34:00.011+07:00</published><updated>2008-09-17T01:10:01.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Demi Oma, Najwa Kecilku Naik Angkot Ngebul..</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMzOegF3f8I/AAAAAAAAAXU/5ckdz95QWRA/s1600-h/oma.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMzOegF3f8I/AAAAAAAAAXU/5ckdz95QWRA/s320/oma.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245794689385725890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seharian kemarin aq mengajak si kecil Najwa Syifa jenguk omanya di Bekasi. Dari sejak Kamis (11/9) pagi hingga sore, telepon terus berbunyi yang mengabarkan mama sakit. Nyonya Klementin adalah mama kandung istriku Shelvia Jaflaun. Usianya kini sekitar 80 tahunan. Suaminya sendiri, ayah kandung istriku pak Arie Arche Jaflaun sudah lama dipanggil Yang Kuasa. Tepatnya setelah pak Frans Seda lengser dari Menteri Perhubungan. Kebetulan saat itu pak Arie adalah sekprinya. Sejak lengser itulah, pak Arie mulai sakit-sakitan. Tidak hanya karena usia, tapi juga karena kecapaian barangkali. Bisnis kopra yang sejak lama dirintis pun mulai ambruk karena ga ada yang ngurusi. Semasa hidupnya, pak Arie menikahi empat perempuan. Hingga saat ini, yang masih bertahan hidup hanya dua orang. Mama Bogor yang menjadi istri ketiga dan mama Bekasi yang menjadi istri keempat atau terakhir. Dari istri terakhir itulah lahir istriku Shelvia Jaflaun, Marselino Meluwar, Olivia Jaflaun dan Irene Jaflaun. Yang aq salut, dari dua perempuan istri pak Arie itu, keduanya sangat akrab. &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMzPD4lojQI/AAAAAAAAAXc/2jL1ryvToTk/s1600-h/CIMG1310.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMzPD4lojQI/AAAAAAAAAXc/2jL1ryvToTk/s320/CIMG1310.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245795331616574722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sudah tua renta, cintanya kepada suaminya masih terlihat menyala-nyala. "Itu pak arie arche datang," kata mama Bogor mengigau suatu waktu saat kami berkunjung ke Pagelaran, Ciomas, Bogor. Ucapan itu terus menjadi bayang2 pikirannya di saat memasuki usia uzur. Bahkan, saking cintanya, surat cinta yang dikirimkan pak arie hingga saat ini masih disimpan rapat2. &lt;br /&gt;Begitu juga dengan mama Bekasi. Cintanya kepada pak Arie juga tak pernah memudar. Setiap kami datang, ingatan yang terbayang selalu lelaki kriting berwajah indo itu. Maklum, konon kabarnya, kakek istriku dari Belanda. Sedangkan istrinya dari penduduk lokal Ambon. &lt;br /&gt;"Ibu harus datang ke Bekasi secepatnya. Nyonya Klementin darahnya naik terus," kata suara dari seberang lewat telepon kepada istriku. Suara pagi hari itu kembali dipertegas pada sore harinya. &lt;br /&gt;Mendengar kabar mamanya sakit, istriku panik. Tapi aq bilang, ga papa ke Bekasi. Tapi harus ada temannya. "Telpon ina atau kakmino biar nemenin. Masak tega si kecil sendirian naik bus kota ke Bekasi," kataku. "Bilangin, tar qta yang ongkosin transport dan biaya obatnya mama. Cuma nemenin doang," kataku lagi. Sebab, pada hari biasa, aq belum bisa beranjak kemana2 sebelum brita beres. Biasanya sekitar pukul 18.30. Tapi ga mungkin jam segitu harus ke Bekasi nemenin istriku. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMzPuHIuO-I/AAAAAAAAAXk/A9LgF4o_l0s/s1600-h/S4033139.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMzPuHIuO-I/AAAAAAAAAXk/A9LgF4o_l0s/s320/S4033139.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245796057076349922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa mau dikata. Dari hasil percakapan di telepon, kakmino katanya ga bisa karena harus masuk pagi mpe sore. Irene alias ina gendut juga bilang ga da waktu karena lagi syuting jadi figuran di Puncak karena nutup biaya kontrak rumahnya. Sementara Opi sangat ga mungkin karena baru saja melahirkan. "Trus piye, kalau anaknya ga ada yang punya waktu, saudara-saudara kandungnya ga ada yang peduli, ya siapa lagi kalau bukan qta yang harus ke sana," kataku singkat. Awalnya istriku mau nekad berangkat ke Bekasi sendirian ditemani si kecilku Najwa Syifa yang baru berumur 1,5 bulan. Tapi aq bilang jangan. "Tar ayah usahain. Habis door stop gubernur ato wagub langsung qta mluncur ke Bekasi," kataku mencoba mencarikan solusi.&lt;br /&gt;Sialnya, Jumat pagi itu, semua pejabat Pemprov DKI lagi pergi ke Pulau Seribu. Dari Pak Kumis (sebutan gubernur), wagub hingga sekda. Balaikota sepi melompong. Trus piye?&lt;br /&gt;Kuputuskan untuk menunggu seraya memilah2 isu apa yang teraktual hari ini yang bisa dirunning tanpa menunggu mereka. Pukul 14.00, semua bahan brita sudah beres. Aq langsung meluncur balik arah ke Ulujami untuk jemput istriku. Kami memutuskan naik bus metromini 609 jurusan Meruya-Blok M. Bus melaju sangat pelan dengan suara yang cukup bersik. Tidak hanya karena jalan yang bergelombang, tapi juga karena sejumlah komponen bus yang menurutku sudah banyak yang tidak layak. Sebentar-bentar bus berhenti. Sopir pun begitu cuek berhenti di tengah jalan sambil mencari2 penumpang seraya mengobrol dengan orang yang duduk di bangku paling depan. Sementara di belakang bus, sepeda motor, mobil terus mengklakson kesal. Dalam bus, aq sendiri juga ingin emosi. Oh seperti ini kelakuan para sopir bus kota atau angkot yang tiap hari bikin macet Jakarta itu. Inginku mengumpat, tapi kutahan. Aq mencoba menengok Najwa Syifa anakku. Dari balik gendongan tertidur pulas. Istriku hanya ketawa kecil. "Ini namanya bus kota anakku. Berisik, berasap, panas dan berdesakan," katanya. &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMzQewee6LI/AAAAAAAAAXs/1K22C2cgaa8/s1600-h/S4032922.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMzQewee6LI/AAAAAAAAAXs/1K22C2cgaa8/s320/S4032922.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245796892807194802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan menyusuri jalan raya Ciledug-Blok M, kemacetan seperti tak pernah henti2nya. Yang membuat jengkel, begitu sampai di flyover Pasar Kebayoran Lama, semua penumpang disuruh turun dan dioper dengan bus di belakangnya. Tidak hanya aq atau istriku yang tambah kesal, seluruh penumpang juga pada protes. Pukul 15.00, kami sampai di terminal Blok M. Bau asap bus kota mulai tercium. Dari paling belakang hingga di ujung paling depan, semua bus saling berlomba mengeluarkan asap tebal diiringi raungan suara bus yang memekakkan telinga. Dari trotoar, kami berlari2 kecil mencoba menghindari asap, berhasil melewati satu bus, di depan bus sudah menunggu dengan asap menyengat. Jika dihitung ada sekitar 30 barisan bus di sisi kanan yang semuanya mengeluarkan suara bising dan asap tebal. &lt;br /&gt;Kulihat sekeliling, para calon penumpang lain yang juga tengah berjalan kaki mencari bus tujuannya juga pada tutup hidung. Aq langsung menegur istriku untuk mempercepat jalannya seraya menutup rapat wajah anakku. Rambut anakku juga terlihat basah dengan keringat. Aq hanya mengusapnya dengan tangan. Tapi tampaknya Najwa kecilku tak terganggu dengan berantakannya Kota Jakarta. Setelah naik bus besar, perasaan sedikit lega. Tapi baru 5 menit perjalanan, dua orang preman masuk ke dalam bus. Tangannya bertato, suaranya cadel. Bukan untuk mengamen, tapi menurutku untuk merampok secara halus. "Saya tidak ingin ada penumpang di bus ini yang menyombongkan diri. Saya tidak mau mengemis, tapi saya meminta kerelaan para penumpang sekalian menyisihkan recehannya," katanya dengan diselingi racauan tak jelas. "Daripada saya merampok bapak ibu sekalian, lebih baik saya meminta baik2," katanya lagi setengah mengancam. &lt;br /&gt; Emosiku mendadak naik drastis mendengar ancaman itu. Inginku berdiri untuk menggampar wajah dua preman itu. Kalau perlu kutikam biar mampus. Tapi niat itu aq urungkan setelah melihat Najwa kecilku terengah2 kepanasan dalam bus. Istriku yang mengalah dengan memberinya uang ribuan. "Kemana Pak Chairul(Kapolres Jaksel). Mahasiswa demo aj dibabat, preman2 setan seperti ini dibiarkan berkeliaran. Ato jangan2 die takut.. ato justru emang dipelihara!, " kataku dalam hati geram. Satu jam perjalanan, sekitar pukul 16.30, kami sampai di Bekasi. Di kamar, mama terlihat sangat lemas. Istriku langsung menubruk mamanya dan menciuminya. Anakku juga langsung didekatkan ke wajah omanya yang sedang terbaring di atas ranjang. Senyum mulai mengembang di bibir perempuan rambut putih itu. Istriku langsung menyerahkan uang untuk beli obat kepada perempuan yang merawatnya. Sementara Najwa aq gendong dan bercanda2 dengan omanya. "Rambutnya keliting kayak omanya...persis banget...," kata istriku memecah suasana. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMzRG3y3u7I/AAAAAAAAAX0/Vh0oqHgOLjI/s1600-h/CIMG1442.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMzRG3y3u7I/AAAAAAAAAX0/Vh0oqHgOLjI/s320/CIMG1442.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245797581966523314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kami pun gantian, selama istri dan anakku bersenda gurau dengan omanya, aq keluar untuk menuntaskan brita yang belum aq ketik. Begitu azan magrib tiba, aq hanya minum air mineral dan mengambil sebatang rokok untuk kemudian melanjutkan ngetik via hp kembali. Pukul 20.00, kami memutuskan untuk pamit kembali ke Jakarta. Bergantian kami pamitan dengan mama. Istriku mendekatkan anakku di dada omanya. Anakku tidak banyak bergerak dengan menendang2kan kakinya seperti biasa. Omanya memeluk dengan erat. Dari bibir mungil anakku terdengar suara meracau seperti mengatakan sesuatu. Setelah pamitan, kami terpaksa ke terminal naik ojek. Soalnya, jam segitu angkot sudah tak ada yang lewat. Berbeda dengan saat berangkat, saat pulang itu, suasana terasa sangat nyaman. Para pengamen yang datang silih berganti terlihat sangat sopan. Lagu2 yang dinyanyikan juga banyak yang hit. Salah satu lagu yang aq suka dan dinyanyikan oleh pengamen lagunya ST 12. Kontan para penumpang tak henti2nya mengulurkan recehannya seraya memberi komentar. "Untungnya bukan Aris (indonesian idol)...coba kalo aris, gw kasih lebih dech," kata salah seorang penumpang. Dengan suara mendayu2 dan penuh penghayatan, membuat anganku melayang. Perempuan cantik yang duduk di depanku yang sedang bercakap2 dengan pacarnya semakin menambah warna dalam lamunanku. Teringat saat jatuh cinta dulu. Begitu syahdu, bahagia, senang bukan kepalang, sedih banget atau putus asa. &lt;br /&gt;Tak terasa, bus sudah sampai di terminal Blok M. Kami turun dan kembali berjalan menuju tempat pintu keluar bus. Kali ini, asap bus lebih ganas. Baunya sangat menyengat, kebulannya terlihat di mana2. Hampir satu jam lebih kami harus berkubang dengan asap hitam itu. Pukul 22.00, kami baru dapet bus 609 jurusan Meruya. Buru2 kami masuk dan mencari tempat duduk. Bukannya lebih nyaman, justru di dalam bus kami semakin tersisa. Bus hanya melaju beberapa jengkal dan berhenti lagi. Asap tebal mengepul ke sisi kanan dan kiri bus yang kami tumpangi. Saking banyaknya, mata terasa sangat pedih. Para penumpang yang berada di dalam bus atau yang baru masuk bus juga menutup hidungnya dengan sampu tangan seraya mengernyitkan matanya atau sesekali mengusap matanya. Ada juga yang batuk2. &lt;br /&gt;"Keterlaluan...terminal apa ini!" kataku mulai emosi lagi karena aq lihat anakku mulai rewel karena mungkin matanya ikut terasa pedih. "Katanya Dishub udah uji kir. Semua angkutan umum sudah lolos, bulshit...boooooong besaaaaaaaaaaar!...ngedabus, pejabat tukang tipu," kataku dalam hati marah besar.&lt;br /&gt;Ada kurang lebih setengah jam kami harus bersabar dalam suasana yang sangat menjengkelkan itu. Apalagi ditambah perilaku sopir yang sengaja mengulur2 keberangkatan meski sudah gilirannya. Pukul 23.00 kami sampai rumah. Badan terasa pegal semua. Anakku masih tertidur pulas. Aq cium dan kubisikkan di telingannya. Jangan pernah lagi naik angkot atu bis kota nak. Jakarta sudah rusak. Rusak semuanya. Rusak bus kotanya, rusak pengusaha busnya, rusak juga pejabat yang mengeluarkan izin busnya. Astagfirullah hal adzim..kenapa aq ingin mengumpat terus. Maafkan aq ya Allah. Aq marah karena melihat bumi-Mu di rusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ulujami, 13 September 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-1214892834341821068?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/1214892834341821068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=1214892834341821068&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/1214892834341821068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/1214892834341821068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/09/mengumpatlah.html' title='Demi Oma, Najwa Kecilku Naik Angkot Ngebul..'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMzOegF3f8I/AAAAAAAAAXU/5ckdz95QWRA/s72-c/oma.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-2256400905685819925</id><published>2008-09-08T01:48:00.009+07:00</published><updated>2008-09-14T15:37:06.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Selamat Jalan Pak Tri !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMUYL7xAXVI/AAAAAAAAAXE/RRplTngLw4g/s1600-h/sore2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMUYL7xAXVI/AAAAAAAAAXE/RRplTngLw4g/s320/sore2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243623934443674962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pukul 22.30 tadi ada sms yang masuk. Bunyinya sungguh mengejutkan. "Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Pak Tri Semarang telah dipanggil Yang Kuasa siang tadi karena kecelakaan. Jasadnya langsung dikubur di Semarang,". Aq langsung lemas. Sejurus kemudian aq langsung telpon pae Ambarawa. Dari balik telepon aq dengar pae juga ikut lemas. "Mau diapain lagi le. Ancen wis wayahe,". (mau diapain lagi, kalau sudah waktunya). Kata pae singkat. Usaha pun tetap saja tak mampu menghentikan takdir Gusti Allah itu. Pak Tri harus menghembuskan nafasnya yang terakhir setelah kecelakaan di tol Semarang siang tadi. Gara-garanya, sopir yang mengemudikan mobil dinasnya ngantuk. Pak Tri gagal diselamatkan dan langsung meninggal di tempat kejadian. Mobil ambulance yang membawanya ke rumah sakit hanya membawa kabar duka dengan mengangkut jasad tak bernyawa yang berlumuran darah. Sementara sopirnya hingga saat ini masih koma di rumah sakit.&lt;br /&gt;Aq sungguh sangat menyesal belum sempat ketemu lagi sejak pertemuan terakhir di rumahnya saat lebaran 2006 lalu. Saat itu aq mau memperkenalkan Shelvia Jaflaun ke keluarga Tuban. Tapi karena Pae Ambarawa menyuruh mampir di Ambarawa, kami berdua terpaksa turun Stasiun Tawang. Saat itu azan subuh baru berkumandang. Hujan rintik-rintik menyapa stasiun tua itu. Penghuni stasiun juga terlihat masih banyak yang meringkuk di sejumlah bangku stasiun. Hanya mak tua di pintu keluar yang terlihat aktiv berjualan nasi gudek dengan lauk ayam kampung. Kata mak, kami cukup bayar Rp 18 ribu untuk berdua. Setelah makan, kami jalan buru-buru mencari komplek perumahan pegawai kereta api. Hanya berjalan beberapa blok ke arah selatan, persis di belakang masjid, rumah Pak Tri berada. "Patokannya ada kijang warna coklat le," kata pae waktu itu. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMTgSHIQ7KI/AAAAAAAAAWk/d8OBX1L6nlM/s1600-h/duduk+euy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMTgSHIQ7KI/AAAAAAAAAWk/d8OBX1L6nlM/s320/duduk+euy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243562467922078882" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan mata masih ngantuk, Pak Tri membukakan pintu dan menerima kami dengan hangat. Setelah menunggu subuh selesai, kami diantar ke Ambarawa tempat pae tinggal. Karena buru2, kami menolak untuk menunggu dibuatkan sarapan. Dalam perjalanan menunju Ambarawa, kami sempat makan ketan dan soto gading di warung di dekat pematang sawah. Kami saling berebut menghabiskan sate usus dan sate daging. Waktu itu aq bilang kalau aq mau memperistri Shelvia Jaflaun. Tapi sebelum menikah, aq bilang biar perempuan Ambon itu belajar agama di Ambarawa dulu. Setelah menguasai agama biar pae yang memperkenalkan kepada orangtuaku di Tuban. Saat itu Pak Tri hanya mengangguk-anggukkan kepala seraya mengelus2 jenggkot tiga biji kesayangannya. "Ya, bagus itu," katanya singkat.&lt;br /&gt;Untuk memberikan support atas niatku, Pak Tri bahkan sempat cerita bagaimana dia ditentang mertuanya selama bertahun2. Bahkan, karena perkawinannya, musibah datang silih berganti. Pasti ada saja yang meninggal atau sakit2an tak wajar. Gara2 mo nemui calon istri pernah nyaris mau digilas kereta api. Tapi selamat karena terpeleset. Tuturnya saat itu. &lt;br /&gt;Sosok Pak Tri memang sangat sederhana. Dia selalu menyebut dirinya kiai gatak. Atau orang yang suka keluyuran. Dia juga suka menyebut dirinya sunan kalijogo versi baru. Di antara murid2 pae yang ada, Pak Tri termasuk senior. Atau sahabat dekatnya pae bersama Pak Zaenal. Bersama Pak Zaenal, Pak Tri selalu mendampingi perjuangan pae menyebarkan agama kepada orang-orang yang dulu rata-rata mantan tahanan yang baru keluar dari penjara. Pak Tri termasuk murid yang paling cerdas, paling rajin dan memiliki loyalitas yang cukup tinggi. Rasa pasrahnya kepada Yang di Atas melebihi murid2 pae yang lain. Yang aq salut dari Pak Tri, mudah membaca tanda2 alam. "Kalau begini, itu artinya seperti ini".Contoh, kalau kemana2 lihat mobil merek nissan, atau kok sering mau menabrak mobil nissan saat di jalan, itu artinya suruh hati2. Peringatan, kalau bepergian dilarang jauh2. Karena, jika tidak akan menemui nissan di kuburan. Yang berarti meninggal.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMTlVh77vfI/AAAAAAAAAWs/I5CsV7NAUTw/s1600-h/anak+jalanan+sedih.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMTlVh77vfI/AAAAAAAAAWs/I5CsV7NAUTw/s320/anak+jalanan+sedih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243568024215862770" /&gt;&lt;/a&gt;Jika qta lagi ngumpul2, Pak Tri banyak membagi ilmunya kepada kami. Bagaimana cara membaca tanda yang dikirimkan Gusti Allah. Karena, dalam keyakinan Pak Tri, tanda yang dikirimkan itu bentuknya sangat konkret. Melalui malaikatnya. Malaikat dalam bentuk nyata. Bagi Pak Tri, malaikat itu bukan hanya seperti yang sering diajarkan di pesantren2 atau mushola2. Bahkan, di alam nyata pun, banyak malaikat betebaran. Yang disebutkan dalam pelajaran agama itu malaikat yang memiliki derajat yang paling tinggi. Sementara malaikat yang memiliki derajat di bawahnya ada di dunia ini. Apakah itu, pohon, tumbuh2an, binatang, hujan, angin, batu dan apapun yang ada di dunia ini. "Maka jangan dikira mereka itu tidak bisa bicara. Mereka juga hidup dengan caranya sendiri. Moko soko iku, ojo pernah ngremehno," katanya menasehati. &lt;br /&gt;Pak Tri selalu menasehati, Gusti Allah itu ga akan menyesatkan hambanya. Semakin bersih hati seseorang, akan semakin mudah membaca pesan yang dikirim Gusti Allah. Jika qta bisa membaca tanda2, insya allah kita akan selamat. Begitu kata Pak Tri. &lt;br /&gt;Waktu masih tugas di Bogor tahun 2005 dulu, semalaman aq sama Pak Tri begadang belajar memahami tanda2 alam. Saat itu dia bercerita kalau aq sedang dicari seorang perempuan paroh baya bersama putrinya. Mereka dari keluarga keraton yang memiliki rumah panggung. Kata Pak Tri, mereka telah mencariku sejak lama. Dia tahu aq, tapi aq ga tahu dia. Begitu kata Pak Tri bikin aq pusing. Belakangan aq ketahui, yang dimaksud keluarga keraton itu adalah keluarga istriku yang di Ambon masih ada darah keraton dengan wilayah kekuasaannya key kecil. Istriku juga pernah bercerita saat kali pertama menginjakkan kakinya di kampung halamannya dulu, langsung disambut hujan petir. Padahal, langit sedang terik2nya. Itu kata orang sana, hanya terjadi ketika ada orang baru masuk kampung ada keturunan keraton. &lt;br /&gt;.&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMzMiGTmrAI/AAAAAAAAAXM/CEfc14mOMVc/s1600-h/S4032725.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMzMiGTmrAI/AAAAAAAAAXM/CEfc14mOMVc/s320/S4032725.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245792552160242690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pak Tri pernah berpesan, suatu saat aq pasti juga akan mengemban beban berat untuk menjadi penyebar agama. Tentunya dengan cara yang berbeda. Mbah Ran, gurunya maskin juga bilang begitu. Tapi berulang2 aq bilang, seumur2 aq ga bakalan mau jadi kiai. Aq cuma mau jadi diriku sendiri. Bisa mendekatkan diri dengan Gusti Allah, menjadi orang yang bersih, kaya raya, bisa membantu orang lain, punya panti asuhan dan sekolahan, tapi yang mengelola orang lain. Sementara aq sebagai donatur utamanya. Itu juga yang pernah aq ucapkan ke Udin, adik sepupuku yang jebolan pesantren. "Besok kalau aq kaya raya, kamu aq buatin pesantren tapi kamu yang jadi kiainya ya Din," kataku saat itu. Khayalanku selalu aq setting seperti itu karena banyak orang bilang ada darah dalam diriku menjadi seorang ulama besar. Tapi setiap ada orang bilang, aq selalu menjawab, no way!.&lt;br /&gt;Kini Pak Tri telah tiada. Banyak kenangan yang tertinggal. Banyak pelajaran yang belum sempat aq serap. Banyak pelajaran yang belum aq mengerti. Tapi sesal tiada guna. Aq harus bisa meneruskan amanat perjuangannya. &lt;br /&gt;Terima kasih Pak Tri atas rokok Djarum 76-nya. Di akherat kelak nanti kita akan nyete (rokok yang diolesi ampas kopi) bareng lagi. Tapi saat ini, doakanlah aq bisa hidup seribu tahun lagi. Agar perjuangan yang belum tertuntaskan bisa segera dibereskan. Terima kasih Pak Tri atas nasehatnya and jok2 religinya. Terima kasih Pak Tri atas dukungannya. Semoga engkau bahagia di sisi-Nya. Amin. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ulujami, saat terkenang seorang guru, kawan, sahabat dan orangtua yang telah dipanggil oleh-Nya, 7 September 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-2256400905685819925?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/2256400905685819925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=2256400905685819925&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2256400905685819925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2256400905685819925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/09/selamat-jalan-pak-tri.html' title='Selamat Jalan Pak Tri !'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMUYL7xAXVI/AAAAAAAAAXE/RRplTngLw4g/s72-c/sore2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-3290987979436637005</id><published>2008-09-05T23:03:00.008+07:00</published><updated>2008-09-07T14:14:39.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Susahnya Bisa Mudik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMN-T3JKeII/AAAAAAAAAV8/Fqb_8267UVY/s1600-h/tugu+monas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMN-T3JKeII/AAAAAAAAAV8/Fqb_8267UVY/s320/tugu+monas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243173270874388610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pendatang, memasuki bulan puasa, rasa senang dan susah campur aduk menjadi satu. Ada kebahagiaan karena sebentar lagi akan mudik pulang kampung bertemu sanak keluarga yang telah lama ditinggalkan. Namun, rasa kebahagiaan itu juga bercampur rasa susah mengingat mudik masih manjadi tradisi tahunan yang sudah mengakar. Jika tidak mudik, banyak pertanyaan yang akan muncul. "Anakku kenek opo kae ning Jakarta kok ga mulih". atau "coba kangmasmu telponen kok gak mulih kenek opo kae". Kata-kata itu akan selalu muncul jika saat lebaran tiba ada anggota keluarga yang pergi jauh berkelana tak pulang kampung. Maka, tak heran, mudik akhirnya menjadi tradisi yang terus turun temurun. Karena, mudik sekaligus juga sebagai ajang ngumpulno balung pisah. Ajang silaturahim dan kumpul2 bersama keluarga. Dari manapun asalnya, sejauh apapun mencari nafkahnya, begitu lebaran tiba harus pulang untuk kumpul bersama keluarga. Karena mudik juga sebagai titik nadir setelah kita lelah bekerja. Maka, setiap akan libur tahunan, momen mudik akan selalu menjadi incaran.  "Ce'e kebangeten pyan iku. Sekali setahun ae ga mulih rek," kata orang malang. &lt;br /&gt;Praktis, mudik bagi siapapun yang berkelana memiliki arti penting untuk menjaga sebuah hubungan kekerabatan. Mengobati rasa kangen yang begitu lama terpendam. Sekaligus sebagai ajang untuk saling bertukar cerita selama setahun merantau dengan orangtua, saudara kandung, nenek, kakek, paklek, bulek dan sebagainya. &lt;br /&gt;Maka, karena itu pula, bagi para perantau, mudik memiliki beban berat. Kenapa? karena pulang ke kampung halaman berarti harus membawa kabar baik. Kabar kesuksesan di negeri rantau. Bagi yang sukses, seribu cerita akan terdengar hingga satu kampung yang tertular dari mulut ke mulut. Bagi yang terprovokasi imbasnya usai lebaran akan nekad ikut pergi ke kota untuk mengadu nasib. Urbanisasi besar-besaran pun terjadi. Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya dari tahun ke tahun terus kedatangan orang kampung yang terprovokasi kesuksesan itu. Padahal, mereka tidak tahu, betapa berat hidup di Ibu Kota. Betapa berat hidup di kota besar tanpa jaminan dan kepastian pekerjaan yang mapan. Atas dasar itu pula, banyak di antara para perantau yang malu untuk pulang kampung karena belum sukses (untuk tidak menyebut tidak suskes).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMN-lD-oG0I/AAAAAAAAAWE/kYkRhLcDVFU/s1600-h/mudik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMN-lD-oG0I/AAAAAAAAAWE/kYkRhLcDVFU/s320/mudik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243173566377630530" /&gt;&lt;/a&gt;Aq teringat saat kecil dulu. Setiap lebaran tiba, orang-orang kampungku yang merantau di Surabaya pulang ke desa mendapat sambutan hangat. "tas mudun..tas mudun..". Begitu orang kampungku menyebut bagi warga perantau yang baru kembali. Mereka berbondong-bondong turun dari bis lalu naik becak menuju kampung. Ciri-cirinya, mereka berpakaian necis dengan menenteng kardus bertumpuk-tumpuk entah apa isinya. Begitu lebaran tiba, sambil berkeliling kampung bersalam-salaman, cerita wah seputar kota besar mulai terdengar. Di gang-gang atau tempat tongkrongan selalu menjadi pusat bercerita seputar kesuksesan di kota besar. Tidak hanya pemudik, orangtua pemudik juga ikut menjadi penyebar kesuksesan itu dengan menunjukkan kalung, gelang berlian yang bergelantungan di tubuhnya. &lt;br /&gt;Setelah besar, selidik punya selidik, aq mencoba mencari tahu apa sebenarnya pekerjaan para perantau di kampungku itu. Ternyata, mereka tak lebih hanya buruh bangunan, sopir atau pembantu rumah tangga. Meskipun ada juga yang memiliki pekerjaan mapan. &lt;br /&gt;Saat main ke Tangerang beberapa bulan yang lalu, aq ketemu tetangga sekampung. Roni alias Congek orang2 menyebutnya. Dia teman sebayaku saat di kampung yang juga adik kelasku satu tingkat saat SD dulu. Rumah orangtuanya di kampung hanya beberapa blok dari rumahku. Sejak kali pertama merantau, hanya tiga bulan mendapat pekerjaan di pabrik kertas. Setelah itu kontrak diputus dan seterusnya menganggur. Untuk bisa hidup sehari2 terpaksa mengamen. Saat itu aq tanya kenapa tidak mudik, jawabannya persis seperti yang aq duga. Malu ama keluarga katanya. Ga bisa bawa apa-apa untuk diberikan orangtua. Jika terpaksa mudik pun terpaksa berbohong dengan mengarang cerita apapun untuk tidak membuat malu keluarga di kampung.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMN_Du_dkoI/AAAAAAAAAWM/Y2Kv3fdXVmo/s1600-h/mudik2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMN_Du_dkoI/AAAAAAAAAWM/Y2Kv3fdXVmo/s320/mudik2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243174093319934594" /&gt;&lt;/a&gt;Di balik mudik memang ada beban berat yang harus dipikul. Jangankan memikirkan sukses atau tidak selama merantau di kota besar, untuk cari tiket saja susah. Pagi, siang, malam banting tulang untuk ngumpulin duit untuk biaya transport. Eh, begitu terkumpul kebingungan cari angkutan. Semua ludes. Pesawat, kereta api, bus, kapal laut tak ada yang tersisa. Jika adapun untuk bisa mendapatkannya harus antre berjam2 dengan harga selangit. &lt;br /&gt;Tiap hari aq pantau, seluruh stasiun di Jakarta seperti Gambir, Senen, Jakarta Kota penuh sesak antrean calon pemudik yang antre mau beli tiket. Bahkan, cerita kekecewaan sudah menjadi sangat biasa. Usai antre berjam2, begitu sampai depan loket, tiket sudah ludes. Begitu juga di Pelabuhan Tanjung Priok. Ribuan pemudik yang akan menuju luar jawa juga membanjiri seluruh lorong. Sejumlah terminal seperti Pulogadung, Kampung Rambutan juga tak henti2nya diserbu para pemudik. Calo yang mengumbar tiket dengan harga semau dengkulnya juga menjadi cerita pemanis yang bikin hati semakin pilu. Sementara maskapai penerbangan di Bandara Soekarno Hatta tak mau kalah sibuk bersaing menaikkan harga tiket tinggi2an. &lt;br /&gt;Mudik memang unik. Menyimpan sejuta rahasia, asa dan putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, mudik bagi para perantau adalah perjuangan. Terutama bagi para buruh, pekerja yang penghasilannya pas pasan. Bagi kalangan ini, mungkin Tuhan akan menilai lain. Mudik bukan hanya sekadar mudik. Tapi sebuah ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulujami, 5 September 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-3290987979436637005?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/3290987979436637005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=3290987979436637005&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/3290987979436637005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/3290987979436637005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/09/mudik-itu-unjuk-kebohongan.html' title='Susahnya Bisa Mudik'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMN-T3JKeII/AAAAAAAAAV8/Fqb_8267UVY/s72-c/tugu+monas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-8260325526732009172</id><published>2008-08-30T19:16:00.006+07:00</published><updated>2008-09-07T14:40:26.528+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Jalan Raya Itu Tempatku Berzikir</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMAM8jHhsQI/AAAAAAAAAVA/_2iz_U_Qx74/s1600-h/kebakaran+boy4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMAM8jHhsQI/AAAAAAAAAVA/_2iz_U_Qx74/s320/kebakaran+boy4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242204200617750786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memasuki ramadhan, ustad, kyai, tukang ceramah selalu mengumandangkan untuk beribadah sebanyak2nya pagi, siang dan malam. Karena satu bulan ramadhan, kebaikannya sama dengan seribu bulan. Terkadang aq iri terhadap mereka yang punya cukup waktu untuk bermunajat kepada-Nya. Hampir 15 jam dari pagi hingga malam waktuku tercurah untuk liputan. Lalu kapan aq bisa bersimpuh di hadapan-Nya. Jika masih ada sisa tenaga, begitu nyampe di rumah pukul 23.00, aq sempatin untuk berzikir. Tentu jika Najwa, anakku yang baru satu bulan itu tak bangun2 lagi saat tengah malam. Biasanya setelah nonton bioskop di tv satu seri sekitar pukul 01.00. Jika burung wit di atas sedang lewat dan memanggil2, tandanya aq harus segera bergegas untuk ambil air wudhu untuk kemudian sholat. Pukul 03.00 biasanya sudah selesai dan bisa langsung istirahat. Itupun jika Najwa tdk bangun. Tapi biasanya sih, pukul 04.30 anakku baru merengek-rengek tanda laper atau bosan tidur. Satu jam setengah itu aq manfaatin untuk benar2 istirahat. Sebab, jika anakku sudah bangun, kecil kemungkinan mau tidur lagi. Kalau mamanya lagi kecapaian, maka praktis aq yang harus menggendongnya hingga matahari terbit. &lt;br /&gt;Sejak memasuki dunia jurnalistik, hidupku memang tidak wajar. Tidak seperti kebanyakan orang yang sudah terjadwal kapan harus berangkat kerja dan kapan harus pulang untuk bercengkerama dengan keluarga dan istirahat. Tapi itu tidak terjadi padaku. Kadang, cukup banyak waktu untuk bersantai2, kadang juga tak ada waktu sama sekali. Itu juga yang dulu sebelum anakku lahir sering menjadi penyebab pertengkaran kecil dalam rumah tanggaku. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMOE0BjWYjI/AAAAAAAAAWU/SYx-fvCVQps/s1600-h/foke+harley.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMOE0BjWYjI/AAAAAAAAAWU/SYx-fvCVQps/s320/foke+harley.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243180420494156338" /&gt;&lt;/a&gt;Jika badanku sudah tak bisa diajak kompromi lantaran saking capeknya setelah tenaga, otak dan pikiran tercurah habis, mataku tak mau diajak kerjasama untuk bisa tetap standby sepanjang malam. Jika sudah begitu, aq tak lagi punya waktu untuk berzikir. Berzikir itu kata guru ngajiku untuk membersihkan diri. Orang yang banyak berzikir akan bersih hatinya. Orang yang bersih hatinya akan semakin mudah membaca tanda2. Tanda apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Pendek kata, semakin bersih hati seseorang, semakin terbuka komunikasi antara manusia dan penciptanya. Terbuka pintu pengampunan, terbuka kelapangan, terbuka harapan. &lt;br /&gt;Jika dulu saat di pondok atau di tempat kos, aq masih punya cukup waktu untuk bersantai ria dan berzikir. Tidak hanya malam, pagi, siang dan sore aq masih bisa membentangkan sajadah untuk kemudian memutar tasbih. Bahkan, untuk ngapelpun terpaksa aq tunda jika zikir belum selesai. Tapi sekarang kondisinya jauh berbeda. Aq harus berjuang mencari nafkah untuk keluarga. &lt;br /&gt;Jika malam tiba, pikiran dan hatiku selalu mengajak untuk berzikir. Tapi tubuhku yang terkadang bandel. Tubuhku tak sekuat pikiran dan hatiku. Jika kecapaian, pasti langsung ambruk dan tahu2 sudah pagi. &lt;br /&gt;Lalu kapan aq bisa seperti orang lain? bisa bekerja dan pulang tepat waktu untuk kemudian bermunajat. Mungkin orang yang punya banyak waktu tidak akan melewatkan saat-saat penting selama ramadhan. Mencari ampunan dengan bersimpuh sepanjang waktu. Mungkin, mereka yang akan bisa menikmati kemenangan saat ramadhan telah usai. Mungkin mereka yang akan mendapatkan ampunan untuk kemudian dimasukkan ke dalam surga. Tapi bagaimana dengan aq yang tidak punya waktu untuk bermunajat karena keterbatasan tenaga tubuhku?&lt;br /&gt;Jika akhirnya Gusti Allah hanya memilih dan menilai mereka yang paling soleh dan beriman pun aq tidak keberatan. Jika akhirnya mereka yang masuk surga sedangkan aq harus masuk neraka pun aq tidak keberatan. Toh aq selama ini beribadah tidak untuk mencari surga atau takut kepada neraka.&lt;br /&gt;Karena keterbatasan waktu itu, aq berusaha menyucikan hati dan pikiranku dengan caraku sendiri. Jika tidak berzikir saat malam tiba, maka aq pun berusaha untuk bisa tetap berzikir kapanpun aq bisa. Seperti selagi mengendarai motor bututku membelah jalanan Kota Jakarta. Justru, dengan melantunkan zikir dalam hati, aq tidak stress saat terjebak kemacetan. Bahkan, orang2 yang saat di jalan banyak memaki, mengumpat karena terjebak di kemacetan nyaris tak terdengar oleh telingaku. Termasuk raungan motor yang sengaja dibunyikan dengan nada emosi. Jika sudah larut dalam zikir, tahu2 aq sudah nyampe di tujuan. Apakah itu di kantor gubernur di jalan merdeka selatan atau sampai di rumah di kampung ulujami, pesanggrahan, jakarta selatan.&lt;br /&gt;Berzikir dan berzikir. Hanya dengan itulah aq bisa tetap ingat kepada yang telah menciptakanku. Mensyukuri segala nikmat dan kebesaran-Nya. Saat aq belajar agama dulu di Ambarawa, pae selalu bilang, menjalankan agama itu harus dilandasi tiga hal. Ikhlas, yakin dan pasrah. Tanpa dengan itu, ibadah akan sia2. Karena biasanya, tanpa tiga hal itu, hati dan pikiran manusia akan dirasuki segala prasangka terhadap penciptanya. Prasangka kenapa sudah beribadah kok tidak diberi nikmat atau rizkinya. Atau prasangka kenapa Tuhan memberi cobaan yang tidak sanggup dipikulnya. Atau prasangka, kenapa sudah berusaha dan berdoa, Tuhan tidak mengabulkan harapannya. &lt;br /&gt;Tapi bagiku, tiga landasan pokok itu masih ada yang perlu ditambah. Yakni, sabar dan menerima. Orang Jawa bilang, nrimo ing pandum. Mensyukuri nikmat yang sudah diterima dan tidak serakah. Sekecil apapun nikmat itu. Sabar berarti juga tidak putus asa. Itu yang ngajari bapak kandungku saleh jauhar. Seorang guru agama di kampung yang nyambi jadi petani untuk menghidupi keluarganya.&lt;br /&gt;Aq ingat betul saat ada saudara sepupu (anaknya saudara ibu) yang bernama zulfa. Rumahnya tepat berdampingan dengan rumahku di kampung. Baru berumur 12 tahun atau baru kelas 4 SD harus sakit berbulan2 dan akhirnya harus menghembuskan nafasnya yang terakhir. Gara2nya disantet oleh orang yang sakit hati yang kebetulan rumahnya masih satu kampung. Meninggalnya zulfa adalah rangkaian cobaan yang diterima keluargaku sejak lama. Santet seperti tak lelah oleh waktu. Bahkan sampai paklek yang di kampungku jadi guru pengajar silat setia hati terate harus meninggal karena santet jahanam itu.&lt;br /&gt;Kondisi itu terus berlanjut hingga aq kelas 2 SMA di Jogja. Gara2 santet jahanam itu aq sampai tak bisa jalan sekitar 3 bulan. Tapi alhamdulillah aq bisa sembuh dan jalan lagi. Saat itu, yang ada dalam hatiku hanya dendam. "Mentang2 aq ga bisa apa2 seenaknya disantet. Apa urusannya ma aq. Toh dari SMP aq dah ga pernah menginjak kampung lagi. Urusan di kampung, ya di kampung. Ngapain aq yang sekolah di jogja dibawa2?. Awas kalau aq punya ilmu, pasti kuhabisi," kataku kesal setengah mati karena setiap jam 3 malam selalu saja datang orang berambut panjang mau mencekikku. &lt;br /&gt;Tapi bapakku selalu bilang. Sabar! jangan dibalas. Gusti Allah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Pasrah saja kalau ada apa-apa. Begitu kata bapak selalu menasehatiku. Yang kemudian, ajaran sabar itu diperkuat saat aq belajar agama di Ambarawa. Pae selalu bilang: ojo dendam le! (jangan dendam anakku). Gusti Allah ngerti. Kita ga bales, nanti ada yang bales sendiri. Luwih apik njaluk ngapuro ning gusti Allah. Luwih apik ngresi'i ati nganggo sholat lan zikir. Wong sing sregep zikir kuwi koyo koco. Bening ga iso ditembus opo2. Kata pa'e tak henti2nya menasehatiku untuk bisa sabar dan menghilangkan segala dendam. &lt;br /&gt;Setahun kemudian, aq dengar kabar, orang yang suka nyantet keluargaku masuk rumah sakit. Tiap menjelang magrib selalu teriak minta tolong. Katanya ada ratusan anak kecil yang akan mencekiknya. Masya Allah. Kasian juga ya. Saat orang itu sakit, ibuku yang selalu sabar menunggui di rumah sakit. Tak henti2nya ibu bilang, keluarga sudah memaafkan. Cepat sembuh dan bisa kembali pulang. Tapi orang itu selalu saja minta2 maaf. Katanya badannya menggigil kedinginan. Tapi kadang juga kepanasan. &lt;br /&gt;Yakin, ihlas, pasrah dan sabar. Yakin bahwa segala sesuatu itu pasti terjadi atau tidak terjadi karena Gusti Allah. Ihlas, pasrah dan sabar bahwa segala sesuatu itu terjadi karena Gusti Allah menghendaki untuk kebaikan dan kemanfaatan kita. Jika tidak hari ini, berarti esok atau di masa yang akan datang. Empat landasan itu bagiku sangat pokok. Jika ibadah ritual kita selama bulan suci ramadhan tidak didasari empat hal itu, kita tak lebih seperti mengirimkan surat tanpa prangko.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena barangkali, Gusti Allah tidak hanya melihat seberapa besar kuantitas kita beribadah, tapi barangkali juga Gusti Allah menilai seberapa besar kualitas kita beribadah. Jadi, bagi kalian yang tidak punya waktu saat pagi, siang atau malam untuk beribadah, kapanpun itu, sekecil apapun itu, jika masih ada kebaikan, Gusti Allah tak pernah lengah mencatatnya. (waman yakmal misqola zarrotin khoiroy yarroh. waman yakmal misqola zarrotin sarroy yaroh).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cawang, 30 Agustus 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-8260325526732009172?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/8260325526732009172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=8260325526732009172&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/8260325526732009172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/8260325526732009172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/08/jalan-raya-itu-tempatku-berzikir.html' title='Jalan Raya Itu Tempatku Berzikir'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMAM8jHhsQI/AAAAAAAAAVA/_2iz_U_Qx74/s72-c/kebakaran+boy4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-543682841097548539</id><published>2008-08-29T02:31:00.008+07:00</published><updated>2008-09-04T23:27:18.830+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Jangan Bohongi Agamamu!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMACcW2CnAI/AAAAAAAAAUY/A7fzstWDEC8/s1600-h/han.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMACcW2CnAI/AAAAAAAAAUY/A7fzstWDEC8/s320/han.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242192652451093506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pagi buta istriku Shelvia Jaflaun membangunkanku. "yah..yah..tar jadi beli gas atau ga usah aja. duit di dompet mama tinggal 30 ribu. tapi kalau ga beli nanti anaknya kalau mandi rebus airnya pakai apa," kata perempuan keturunan Ambon itu berulang-ulang. Setengah sadar setengah ngantuk berat, kudengar Najwa Syifa, anakku yang baru berumur 1 bulan merengek-rengek setengah menangis. Tak jelas apakah karena lapar atau karena kepanasan.  &lt;br /&gt;Karena masih ngantuk berat, aq menjawab sekenanya. "ga usah beli gas. buat beli makan aja," kataku singkat agar istriku tidak berisik tanya-tanya terus. "kalau mandi tar anaknya gimana yah. pakai air dingin aja?" tanya istriku lagi. &lt;br /&gt;Setengah sadar setengah ngantuk, aq masih sempat mikir, apa tidak kasihan ya anakku yang masih 1 bulan harus mandi dengan air dingin. Spontan aq balik ucapanku. "ya udah, uangnya beliin gas aja buat rebus air. makannya tar aja," kataku lagi.&lt;br /&gt;Setelah benar2 sadar, ada berbagai pertanyaan yang muncul dalam diriku. Semuanya saling bertentangan. Satu sisi ingin mengiba kepada Gusti Allah dengan pertanyaan standar, kenapa tidak Kau beri rizki keluargaku hari ini ya Allah (dengan nada protes). Atau, dengan nada kerendahan, ya Allah, lapangkanlah rizkiku hari ini untuk bisa memenuhi kebutuhan keluargaku.  &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMADqjsFwZI/AAAAAAAAAUg/SkqpWZXZKOE/s1600-h/han+(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMADqjsFwZI/AAAAAAAAAUg/SkqpWZXZKOE/s320/han+(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242193995928813970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ada juga pertanyaan, kenapa harus mengiba, kenapa harus meminta. Tidakkah kau bercermin, bahwa dirimu masih begitu kotor untuk diberi rizki melimpah. Apa yang telah kau lakukan untuk berterimasih atas segala nikmat yang telah diberikan oleh-Nya (dalam bahasa sufi). Atau dalam bahasa kapitalis, wajar saja kau kelaparan hari ini karena tak pernah berusaha. Gunakan otak, pikiran, tenaga dan segala kemampuan yang kau miliki dong! jangan hanya bermalas2an.  &lt;br /&gt;Barangkali, pertanyaan2 yang muncul dalam diriku menjadi cerminan apa sebenarnya manusia itu. Bagaimana manusia bersikap kepada Penciptanya. Ada yang beribadah karena bersyukur, ada yang beribadah karena ingin mendapat imbalan atau ada juga yang mengabaikan ibadah dan hanya mengejar segala keinginan. Untuk yang terakhir, jika tidak terkontrol, maka timbullah apa yang dinamakan keserakahan dan keangkaramurkaan. Di balik kejadian itu, aq ingin mencoba merefleksi apa sebenarnya ibadah itu? kenapa orang beribadah? (maklum jelang puasa coy, ikut2an latah ngomong soal ibadah).&lt;br /&gt;Ibadah bagiku adalah sadar diri. Sadar kalau kita telah diberi berbagai kenikmatan oleh-Nya. Sadar kalau kita takkan bisa apa-apa tanpa pertolongan-Nya. &lt;br /&gt;Konkretnya, orang disebut sadar ketika tanpa paksaan, ancaman atau perintah dari luar melaksanakan sesuatu yang menjadi kewajibannya. Sadar berarti menjiwai, sadar berarti tergerak hati. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMAE3eJ-z8I/AAAAAAAAAUo/zVWxPrG1wGE/s1600-h/han+(2).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMAE3eJ-z8I/AAAAAAAAAUo/zVWxPrG1wGE/s320/han+(2).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242195317293502402" /&gt;&lt;/a&gt;Seperangkat norma agama terpaksa hadir ke dunia karena manusia banyak yang tidak sadar. Keserakahan, keangkaramurkaan merajalela. Manusia lupa kalau telah diciptakan oleh-Nya. Manusia lupa kalau kumpulan daging, tulang, otot, darah, itu bukanlah apa-apa. Tanpa tiupan roh-Nya, sekumpulan organ itu hanya akan terbujur kaku, tidak berguna. Ada dua hal yang membuat keserakahan dan keangkaramurkaan itu terjadi. Karena ketidaktahuan atau karena ketidaksadaran. &lt;br /&gt;Sudah menjadi dasar instink manusia, jika pemenuhan perut, selangkangan serta kekuasaan adalah instrumen yang melekat dalam diri. Semua itu akan menyeruak jika kesadaran terhadap Yang di Atas itu sirna. Kemudian, diturunkanlah norma agama yang dilengkapi sanksi dan imbalan. Dalam bahasa budaya arab, iming-iming itu dikonkretkan dalam bentuk surga yang digambarkan di bawahnya mengalir air yang jernih. (tajri min tahtihal anhar). Mengapa surga digambarkan seperti itu? karena bagi orang arab saat itu, mendapatkan air yang melimpah adalah sebuah kenikmatan yang paling tinggi. Maka muncul pulalah gambaran surga dipenuhi bidadari. Karena orang arab saat itu sangat mengemari wanita menjadi selir, gundik dan pelengkap kenikmatan. Dalam bahasa kawan Sam S Bahri, intelektual muda Jogja, gambaran itu tidak lebih hanya sebuah mitos. Mitos yang berarti cara penyampaian agar bisa dimengerti ketika sesuatu itu tidak bisa dicerna oleh akal. Kemudian neraka digambarkan api yang menyala-nyala karena dianggap hukuman yang paling keras saat itu.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMAMEJOA0sI/AAAAAAAAAU4/26EH8kwVFVM/s1600-h/han+(3).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMAMEJOA0sI/AAAAAAAAAU4/26EH8kwVFVM/s320/han+(3).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242203231592960706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, ketika manusia itu sadar, norma agama itu tidak perlu ada. Neraka dan surga itu tidak perlu diperkenalkan kepada manusia. Jika manusia sadar kepada Penciptanya, secara otomatis akan melakukan segala sesuatu yang menjadi kewajibannya. Atau melakukan sesuatu karena sangat berterimakasih kepada-Nya. Atau melakukan sesuatu karena mencintai-Nya. Cinta yang tulus tanpa dibayang-bayangi harapan akan mendapat imbalan ketika telah melakukan sesuatu.  &lt;br /&gt;Surga dan neraka biarlah menjadi milik orang yang tidak sadar itu. Tapi bagi kita yang sadar, surga dan neraka bukanlah tujuan. Kita telah diberi nikmat, maka sudah selayaknya kita bersyukur, berterimakasih kepada-Nya dengan hati yang ikhlas dan tulus tanpa mengharapkan imbalan baliknya. &lt;br /&gt;Lalu apakah salah berharap mendapat pahala? jawabannya jelas tidak salah. Karena itu bagian dari kompensasi kita menjalankan norma. &lt;br /&gt;Justru yang kita pertanyakan, kenapa bagi mereka yang sudah mengaku beragama tapi masih berbuat angkara murka? jawabannya karena mereka telah membohongi agama. Agama tak lebih hanya kuda troya untuk mencapai pemenuhan insting dasar manusia. Harta, tahta dan selangkangan.&lt;br /&gt;Jika kita tidak sadar, seharusnya minimal kita tidak bohongi agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayoran Lama, 29 Agustus 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-543682841097548539?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/543682841097548539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=543682841097548539&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/543682841097548539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/543682841097548539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/08/jangan-bohongi-agamamu.html' title='Jangan Bohongi Agamamu!'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMACcW2CnAI/AAAAAAAAAUY/A7fzstWDEC8/s72-c/han.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-5725456408680663045</id><published>2008-08-25T20:33:00.013+07:00</published><updated>2008-08-27T11:54:39.356+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Ketika Warga Miskin Haram Bernafas di Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLTTwWb-WNI/AAAAAAAAASY/vjgvD79uHV8/s1600-h/Pembongkaran+taman+BMW.boy+(2).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLTTwWb-WNI/AAAAAAAAASY/vjgvD79uHV8/s320/Pembongkaran+taman+BMW.boy+(2).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239045094148823250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Miris. Digusur lagi digusur lagi. Belum usai relokasi ribuan pedagang yang digusur di Taman Ayodya, Jakarta Selatan atau ribuan warga yang tinggal di sepanjang kolong tol, ribuan warga miskin yang tinggal di Taman BMW, Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara kembali digusur. Sedih dan pilu. Di manapun warga miskin tinggal, yang terdengar hanya penggusuran. Soal ini aq tulis jadi headline di Harian INDOPOS, 25 Agustus 2008 dan 26 Agustus 2008.&lt;br /&gt;Ibukota memang lebih kejam dibanding ibu tiri. Kemiskinan merupakan momok bagi keindahan kota. Kemiskinan merupakan biang masalah penataan kota. Tidak ada tempat bagi orang miskin di DKI Jakarta ini. Barangkali itulah yang ada di benak para pejabat kita. Dari mulut mereka mungkin akan terdengar syair lagu betawi yang sangat akrab di stasiun televisi lokal. "siapa suruh datang ke Jakarta".&lt;br /&gt;Penggusuran memang tidak manusiawi. Tapi siapa yang bisa menghalangi. Wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD. Jangankan membela, untuk sekadar mendesak Pemprov DKI memberikan solusi pun tidak. "Mereka kan melanggar. Mereka kan ilegal. Wajar jika digusur," kata anggota dewan. &lt;br /&gt;Walhasil, penggusuran pun tidak dapat dihindarkan. Minggu (24/8) pagi buta, ratusan aparat kepolisian dan Satpol PP meringsek ke lokasi. Warga yang menolak berusaha memblokir jalan RE Martadinata yang menjadi pintu masuk Taman BMW. Sunter Agung menjadi mencekam. Perang batu pun terjadi. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLTUcqnnXOI/AAAAAAAAASg/zOnWwbnGits/s1600-h/Pembongkaran+taman+BMW.boy+(4).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLTUcqnnXOI/AAAAAAAAASg/zOnWwbnGits/s320/Pembongkaran+taman+BMW.boy+(4).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239045855480601826" /&gt;&lt;/a&gt;Warga yang naik pitam melempar petugas sekenanya. Pakai batu, botol minuman, kayu, batubata atau benda-benda keras lainnya. Petugas yang akan menggusur pun tak mau diam. Mereka membalas. Lempar, pukul dan tendang. Warga kocar kacir. Buldoser dan truk Satpol PP terus meringsek. Raungan suara mesin yang mengoyak-oyak bangunan hanya bisa disaksikan dengan isak tangis. Sambil menangis pilu, anak kecil, janda tua renta berusaha menjauh dari lokasi untuk menghindari amukan aparat yang masih naik pitam.&lt;br /&gt;Warga yang lelah melawan atau kalah kekuatan hanya berdiri mematung melihat tempat tinggalnya diratakan dengan tanah. &lt;br /&gt;Lalu kemana mereka akan tinggal? "Ya harus pulang kampung. Mereka kan ilegal," kata Walikota Jakarta Utara Effendi Anas.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana jika mereka tidak memiliki keluarga di kampung halaman? jawabannya tetap sama. Tidak mau tahu. Orang sunda bilang bodo teing mereka mau tinggal di mana. Pemkodya Jakarta Utara atau Pemprov DKI tidak akan memberikan atau mencarikan solusi lain seperti mengizinkan mereka tinggal di rusun atau tempat lain yang layak. "Karena sekali lagi mereka ilegal. Kami sudah memperingatkan sejak lama. Tapi tak pernah diindahkan. Jadi ya harus digusur," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLTYfqh7P6I/AAAAAAAAASo/6MBNTxxnrz0/s1600-h/Pembongkaran+taman+BMW.boy+(6).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLTYfqh7P6I/AAAAAAAAASo/6MBNTxxnrz0/s320/Pembongkaran+taman+BMW.boy+(6).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239050305042857890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Warga yang tinggal di Taman BMW memang tragis. Penggusuran yang dilakukan pemerintah tak dibarengi aksi kemanusiaan lainnya. Apakah itu memberikan uang kerohiman ala kadarnya, mendata mereka untuk kemudian direlokasi ke rusun atau tempat-tempat lain yang layak. Itu tentu saja berbeda dengan nasib warga di Taman Ayodya yang digusur awal tahun lalu. Atau warga yang tinggal di kolong tol Jembatan Tiga yang digusur Desember lalu. Pemberian kompensasi berupa uang kerohiman atau pemberian tempat pengganti lantaran mereka mendapat izin tinggal yang sah oleh pemangku pemerintah terdahulu.&lt;br /&gt;"Kami juga akan jaga ketat sepanjang kolong tol. Agar mereka tidak lari dan tinggal di sana," kata Effendi Anas. &lt;br /&gt;Lalu kemana mereka harus tinggal? "untuk sementara kami tinggal di bantaran rel pak," kata warga dengan nada harapan kosong. &lt;br /&gt;Jika melihat penggusuran tanpa manusiawi itu, aq teringat beberapa bulan lalu saat Parni Hadi selaku koordinator kajian penataan kota menghadap Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. &lt;br /&gt;Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo berikrar tidak akan melakukan penggusuran untuk memperluas ruang terbuka hijau (RTH) yang diamanatkan UU. "Kami akan membeli tanah yang masih kosong, atau memperbanyak penghijauan di kelurahan-kelurahan," kata Foke kala itu saat disinggung bagaimana caranya memperluas RTH tanpa menggusur.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLTdzbxlJVI/AAAAAAAAASw/X9Vg8OBzQS4/s1600-h/gusur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLTdzbxlJVI/AAAAAAAAASw/X9Vg8OBzQS4/s320/gusur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239056142237508946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi janji tinggal janji. Jika warga pernah membaca judul atau isi berita yang pernah aq tulis saat itu mungkin juga sudah lupa bahwa pemimpinnya pernah berjanji. &lt;br /&gt;Mungkin Foke punya pertimbangan lain. Menggusur demi menegakkan hukum mungkin dianggap ibadah bagi putra betawi itu. Atau menjalankan kewajiban menata kota yang lebih baik dan lebih indah dipandang mata meski harus menggusur mungkin dianggap lebih bermartabat dibandingkan dengan hanya diam membiarkan warga pendatang itu tinggal di bangunan kumuh berserakan. "Wajar saja dia gusar gusur terus. Dari kecil saja ga pernah miskin. Hidup di keluarga kaya berkecukupan. Gimana bisa merasakan penderitaan orang kecil," kata seorang kawan nyeletuk.&lt;br /&gt;Bagiku, terlepas pemerintah tukang gusur atas nama penegakan hukum atau warga yang kena gusur karena tidak taat hukum, warga yang tinggal di Taman BMW juga manusia. Mereka hanya ingin mencari nafkah di Ibukota. Mereka hanya butuh bernafas untuk bisa bekerja. Mereka hanya butuh tempat berteduh ketika hujan tiba. &lt;br /&gt;Karena, warga miskin itu tidak ingin apa-apa layaknya pejabat kita yang suka mengeruk harta benda masyarakat kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalian termasuk warga miskin, maka siap-siaplah menjadi korban berikutnya. Karena, warga miskin haram bernafas di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayoran Lama, 25 Agustus 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-5725456408680663045?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/5725456408680663045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=5725456408680663045&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/5725456408680663045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/5725456408680663045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/08/ketika-warga-miskin-haram-bernafas-di.html' title='Ketika Warga Miskin Haram Bernafas di Jakarta'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLTTwWb-WNI/AAAAAAAAASY/vjgvD79uHV8/s72-c/Pembongkaran+taman+BMW.boy+(2).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-6079009094244609182</id><published>2008-08-23T13:59:00.008+07:00</published><updated>2008-09-05T00:07:43.548+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Sweeping itu Mengatasnamakan Agama</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMAUM8XAevI/AAAAAAAAAVI/wZwapfR1WPc/s1600-h/IMG_0008.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMAUM8XAevI/AAAAAAAAAVI/wZwapfR1WPc/s320/IMG_0008.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242212178852870898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ancaman kerusuhan kembali mengintai. Forum Betawi Rempug (FBR) melalui ketuanya Fadholi El Muhir mengancam akan kembali menggelar sweeping tempat hiburan malam di Jakarta selama bulan puasa. "Karena ini kehendak masyarakat. Perintah agama untuk memerangi kemungkaran," katanya dengan suara meledak-ledak.&lt;br /&gt;Ibukota memang bukan tempat eksklusif. Tidak seperti di kampungku Tuban, Jawa Timur. Yang hanya dipenuhi kaum bersarung dan berkopyah. Aktivitas sehari-hari masih sangat sederhana. Datang ke masjid untuk sholat dan berzikir saat azan menyapa, atau datang ke tempat tetangga untuk slametan saat ada hajatan kematian atau kawinan. Selain menjalankan rutinitas keagamaan (untuk tidak menyebut agama karena ada unsur sosial budaya di dalamnya), warga di kampungku hanya datang ke sawah untuk bertani atau ke pasar untuk berdagang. Semuanya serba terukur. Ini merupakan perpaduan unik yang Clifford Geert tulis antara Islam abangan versus santri. Perpaduan unik itu direkatkan oleh simbol budaya Jawa yang oleh Frans Magnis Suseno sebut sebagai harmonisasi sosial. Dalam berinteraksi sosial, simbol budaya bahkan lebih dinomorsatukan daripada mengedepankan simbol agama yang diadopsi dari budaya arab jahiliyah. Bisa menghindari konflik dianggap prestasi untuk bisa disebut sebagai Wong Jowo. Sebaliknya, terjerumus dalam konflik bisa disebut gagal menjadi bagian dari entitas etnis budaya. Kowe ra Njowo, kata orang Jawa Timur. Atau kalau di Jogja sering terdengar "wagu". Semua bermakna kontrol sosial yang hadir dari budaya untuk menciptakan harmonisasi sosial. &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMAVCT8GIrI/AAAAAAAAAVQ/sJ_gObkO6As/s1600-h/IMG_0013.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMAVCT8GIrI/AAAAAAAAAVQ/sJ_gObkO6As/s320/IMG_0013.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242213095715513010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat kondisi tersebut,Jakarta sebagai Ibukota sangat jauh berbeda. Jakarta menjadi gula bagi semut. Semua entitas ada di sini. Yang menjadi tujuan bukan lagi menjalankan rutunitas keagamaan atau menciptakan harmonisasi sosial. Tesis Clifford Geert sudah tidak berlaku lagi. Tesis Frans Magnis Suseno hanya berlaku untuk sebagian kecil masyarakat saja. Di Ibukota, agama baru adalah kekayaan, kekuasaan serta prestise. Siapa yang kuat menggerus yang lemah. Tidak hanya pemegang kekuasaan struktural, tapi juga ormas yang dibentuk atas nama etnis budaya setempat.&lt;br /&gt;Aq tidak tahu persis bagaimana kedalaman budaya Betawi. Apakah ada nilai sosial yang luhur seperti harmonisasi sosial bagi orang Jawa atau tidak. Tapi dari berbagai buku dan penuturan warga setempat, nilai itu jelas masih ada. Cuma banyak tergerus pengaruh luar. Tak heran, bagi yang tidak mengetahui inti budaya Betawi, yang terlintas dalam pikiran selalu negatif. Maklum, itu terlihat dari sejumlah ormas Betawi yang kerap bertindak anarkis dalam menyikapi setiap persoalan. &lt;br /&gt;FBR misalnya. Ormas yang didirikan berlatarbelakang Betawi itu terhitung ormas garis keras. Anggotanya dari kalangan awam tapi di tingkat elit didominasi kelompok santri. Itu terbukti banyak kyai di dalamnya.&lt;br /&gt;Perpaduan itu menghasilkan warna abu-abu. Perjuangan yang digembor-gemborkan demi masyarakat justru meresahkan lantaran tidak sedikit diwarnai aksi anarkhisme. "Itu oknum," kata Fadholi. &lt;br /&gt;Tapi bagaimana jika seruan untuk bertindak anarkhisme disorong oleh pimpinan ormas yang notabene mengenal lebih dalam masalah agama. Seperti rencana sweeping tempat hiburan saat Ramadhan. Amar makruf nahi munkar. Islam harus ditegakkan. Kemaksiatan harus diberantas. Begitu kata Fadholi untuk membenarkan aksinya. Kuatnya dorongan untuk bertindak semakin dipicu banyaknya hiburan malam yang tidak menghormati bulan Ramadhan. Tarian telanjang, panti pijat plus, spa plus yang banyak mengumbar syahwat dengan mudah didapati di diskotik, bar, pub, kafe remang-remang dan bahkan di pinggir jalan sekalipun. "Karena mereka juga dibekingi aparat, kami siap bentrok," kata Fadholi yang tidak percaya i'tikad baik aparat keamanan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SL6ZX7fPb9I/AAAAAAAAAUI/siW8uJX_8Us/s1600-h/Demo+FPI+-+Ton3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SL6ZX7fPb9I/AAAAAAAAAUI/siW8uJX_8Us/s320/Demo+FPI+-+Ton3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241795652690603986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi aq mencoba membandingkan dengan kondisi realitas sosial di kampung-kampung Jawa. Isin, malu dan sungkan. Nilai sosial itu di Jakarta bukan menjadi landasan untuk terjadinya harmonisasi. Isin, malu dan sungkan justru menjadi pangkal terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme. Pelanggaran akan menjadi kebenaran jika ada yang bayar (jika tidak terbongkar di hadapan publik). Tidak hanya di tingkat pebisnis, tapi juga aparatur pemerintahan. &lt;br /&gt;Afsus salam bainakum. Sebarkanlah salam kedamaian kepada sesamamu barangkali bagi Fadholi dan anak buahnya sulit diimplementasikan ketika melihat pelanggaran dan kebenaran dijungkirbalikkan. "Alah itu alasan mereka saja untuk dapat setoran," kata seorang kawan nyeletuk. &lt;br /&gt;Terlepas ada atau tidak misi negatif, nilai sosial budaya Betawi dan nilai ajaran Islam ditafsirkan dengan cara yang paling luar. Hanya mengadopsi kulitnya saja yang notabene warisan budaya jahiliah. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SL6a0PYDrCI/AAAAAAAAAUQ/wgAaHWse0Gc/s1600-h/JKT-FPI-CHARLIE+(27).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SL6a0PYDrCI/AAAAAAAAAUQ/wgAaHWse0Gc/s320/JKT-FPI-CHARLIE+(27).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241797238577146914" /&gt;&lt;/a&gt;Jihad Nabiyullah Muhammad SAW yang sebenarnya adalah jihad melawan diri sendiri. Insting dasar manusia untuk memberontak atau menguasai yang lain, nafsu untuk memenuhi kebutuhan perut semata atau untuk memenuhi kebutuhan selangkangan. Atau yang lebih tinggi untuk mendapatkan prestis sosial. Hadza jihadul akbar (ini adalah jihad yang lebih besar dan jihad sebenarnya) kata Nabi. Perang di zaman nabi terpaksa dilakukan kepada kaum kafirin dan munafikin karena tidak menghormati kedamaian. Nabi sangat hormat terhadap golongan lain non Islam yang menghormati kedamaian (kafir dzimmi). Mengganggu mereka berarti mengganggu Nabi.&lt;br /&gt;Lalu apakah bisa dibenarkan jika ormas-ormas garis keras itu kemudian melakukan sweeping mengatasnamakan agama demi menjaga kedamaian? jawabannya jelas tidak. Sebab, masih ada i'tikad baik aparat keamanan dan pemerintah setempat. &lt;br /&gt;Bagiku, jika mengacu perkataan Nabi, melakukan kekerasan di tengah kedamaian adalah kedholiman di atas kedholiman. Terlepas mereka Islam atau tidak, berbuat maksiat atau tidak. Wallahu a'lam bishowab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulujami, 23 Agustus 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-6079009094244609182?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/6079009094244609182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=6079009094244609182&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/6079009094244609182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/6079009094244609182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/08/sweeping-itu-mengatasnamakan-agama.html' title='Sweeping itu Mengatasnamakan Agama'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMAUM8XAevI/AAAAAAAAAVI/wZwapfR1WPc/s72-c/IMG_0008.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-7557621232731089652</id><published>2008-08-22T22:51:00.001+07:00</published><updated>2008-09-05T11:56:32.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Buat Kotakoe'/><title type='text'>Ramadhan Tanpa Sweeping</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMC79m8jbCI/AAAAAAAAAVY/XEUG0rzM8aI/s1600-h/fbr.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMC79m8jbCI/AAAAAAAAAVY/XEUG0rzM8aI/s320/fbr.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242396633360198690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FBR Siap Lawan Aparat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemprov DKI Jakarta memastikan selama bulan puasa mendatang tidak akan ada sweeping tempat-tempat hiburan dari organisasi masyarakat (ormas). Pasalnya, sweeping yang menjadi rutinitas tahunan itu banyak dikeluhkan masyarakat. Sebagai gantinya, Pemprov DKI Jakarta akan mengundang seluruh pemilik tempat hiburan untuk menaati jam buka tutup tempat hiburan selama puasa berlangsung.&lt;br /&gt;Menurut Kepala Dinas Pariwisata DKI Arie Budhiman, sweeping tempat hiburan dari ormas yang mengatasnamakan agama memang kerap berujung pada perusakan. Untuk memastikan tidak adanya sweeping, pihaknya membentuk tim terpadu bersama aparat kepolisian yang akan mengamankan Jakarta selama puasa. Tim tersebut untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang dilakukan sejumlah tempat hiburan. Selain juga untuk mengamankan tidak ada aksi anarkis yang dilakukan ormas selama bulan puasa.&lt;br /&gt;Sebab, Pemprov DKI sudah punya aturan jelas yang mengatur hiburan malam. Ketentuan tersebut diatur dalam Perda no 10 tahun 2004 tentang Kepariwisataan. Selain itu juga SK Gubernur DKI no 87 tahun 2004 tentang jam buka tempat hiburan malam ketika bulan Ramadhan. "Aturan itu yang akan diperketat. Jadi tidak perlu ada sweeping lagi," ujarnya kemarin. &lt;br /&gt;Untuk meminimalisasi pelanggaran yang memicu terjadinya sweeping, pihaknya akan mengumpulkan seluruh pemilik tempat hiburan pada Selasa mendatang. Sosialisasi akan kembali digencarkan. Agar tidak ada lagi alasan pemilik tempat hiburan tidak mengatahui aturan yang ada.&lt;br /&gt;Pihaknya menghimbau, jika ada warga masyarakat yang mendapatkan ada hiburan malam yang melanggar, bisa segera melaporkan ke sudin pariwisata di masing-masing wilayah serta Dinas Pariwisata. Segala keluhan akan ditindaklanjuti aparat Dinas Tramtib dan Linmas. Jika terbukti melanggar, akan dikenakan sanksi. Mulai teguran hingga penyegelan. "Ini tentunya untuk mengurangi tindakan anarkis itu," katanya.&lt;br /&gt;Menurut Sekda Pemprov DKI Muhayat, sweeping dari ormas tidak diizinkan lantaran bisa memicu terjadinya bentrokan atau perusakan. Sebab, untuk menjaga keamanan Ibu Kota, sudah aparat kepolisian. Apalagi, di DKI juga sudah ada aturan yang mengatur jam buka tutup hiburan malam. Jika warga resah akibat ulah hiburan malam, cukup melaporkan kepada aparat terkait tanpa harus bertindak main hakim sendiri.&lt;br /&gt;Di tingkat internal Pemprov DKI, aparat di lima wilayah juga siap bergerak mengamankan tempat hiburan malam itu. "Ada juga Dinas Bintal Kesos dan Tramtib. Jadi cukup melapor nanti ditindaklanjuti," katanya. &lt;br /&gt;Diakuinya, selama 2004 hingga 2008, pelanggaran memang masih terjadi. Namun, jumlahnya sudah jauh menurun. Sanksi yang sudah pernah dijatuhkan seperti teguran hingga penyegelan. &lt;br /&gt;Sementara itu, ketua Forum Betawi Rempug Fadholi El Muhir menyatakan tidak akan mengindahkan ketentuan yang diberlakukan Pemprov DKI dan kepolisian. Sebab, selama ini, meskipun aparat kepolisian telah berjanji mengamankan bulan puasa, buktinya masih banyak pelanggaran. Begitu bulan puasa dimulai, sweeping tetap akan dilakukan di lima wilayah DKI. Seperti di Jelambar, Jakarta Barat; Mangga Besar, Jakarta Barat serta Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Begitu juga tempat hiburan yang lain. Termasuk di Depok, Tengerang dan Bekasi," tegasnya.&lt;br /&gt;Meskipun dilarang, FBR tetap akan melakukan sweeping tersebut dan siap bentrok dengan sejumlah aparat yang selama ini membekingi tempat-tempat hiburan malam. "Karena ini kehendak masyarakat. Kami akan tetap maju untuk menertibkan tempat hiburan itu," ungkapnya. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-7557621232731089652?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/7557621232731089652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=7557621232731089652&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/7557621232731089652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/7557621232731089652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/08/ramadhan-tanpa-sweeping.html' title='Ramadhan Tanpa Sweeping'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SMC79m8jbCI/AAAAAAAAAVY/XEUG0rzM8aI/s72-c/fbr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-4721437980978046603</id><published>2008-08-21T12:56:00.000+07:00</published><updated>2008-08-21T12:59:10.574+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Buat Kotakoe'/><title type='text'>Didukung Malah Menelikung</title><content type='html'>Rp 3 M Dana Bajaj BBG Raib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan sopir bajaj di DKI meliburkan diri kemarin. Mereka turun jalan untuk menuntut peremajaan bajaj yang mangkrak sekian lama. Padahal, uang muka telah dibayarkan pada Oktober 2007 lalu. Total dana peremajaan yang terkumpul sekitar Rp 3 miliar. Sesuai kontrak, PT Abdi Rahardja yang ditunjuk menjadi rekanan seharusnya sudah menyelesaikan peremajaan enam bulan kemudian. Namun, hingga saat ini, bajaj BBG tak kunjung diterima para sopir bajaj. Harian INDOPOS, 21 Agustus 2008.&lt;br /&gt;"Mereka bayar Rp 1,5 juta per orang sebagai uang muka," ujar korlap aksi FX Watu disela-sela aksi di Balai Kota kemarin.  &lt;br /&gt;Sesuai SK no 8761/-1.811.1 tertanggal 4 Mei 2007 tentang izin persetujuan prinsip angkutan lingkungan bajaj empat tak, PT Abdi Rahardja mendapat jatah pengadaan bajaj 5000 unit dan harus diselesaikan selama enam bulan. Namun, hingga rentang waktu habis, bajaj BBG yang bisa diproduksi hanya 253 unit. "Jika ditabung, bunganya saja sudah mencapai Rp 1,8 miliar," ungkapnya. &lt;br /&gt;Hingga saat ini masih ada 300 ribu bajaj yang belum diremajakan. Meskipun telah melanggar isi ketentuan kontrak kerjasama lantaran wan prestasi, Pemprov DKI Jakarta kembali menunjuk perusahaan tersebut dengan dikeluarkannya SK no 2912/-1.811.1 tertanggal 4 Oktober 2007. Paling lambat enam bulan sudah harus tersedia 4.750 unit. Namun, hingga kontrak berakhir baru tersedia 250 unit. &lt;br /&gt;Padahal, dalam kontrak disebutkan, jika perusahaan tidak mampu memenuhi target hingga batas waktu, dianggap wan prestasi. Sanksinya, perusahaan yang bersangkutan tidak dapat mengikuti peremajaan selama dua tahun. "Tapi kenyataannya aneh. Kok sudah wan prestasi tapi masih saja ditunjuk. &lt;br /&gt;Bahkan, para sopir bajaj dimintai BPKB sebagai jaminan," ungkapnya kesal. &lt;br /&gt;Pihaknya menduga, dalam pengadaan bajaj BBG tersebut ada KKN yang berpotensi merugikan negara lantaran ada oknum yang tidak bertanggungjawab. Sebab, tidak mungkin Pemprov DKI mengeluarkan izin prinsip kepada perusahaan yang melakukan wan prestasi. Padahal, peremajaan bajaj merupakan prioritas. Sehingga, Pemprov DKI harus segera menindak sejumlah oknum yang sengaja mempermainkan program langit biru tersebut. &lt;br /&gt;Para sopir bajaj juga menuntut agar PT Abdi Rahardja menyelesaikan kewajibannya lantaran sudah dapat setoran uang muka. Selain itu, SK no 2912 tentang persetujuan prinsip PT Abdi Rahardja harus segera dicabut lantaran telah monopoli. "Jika tidak direspon, akan kami tindaklanjuti dengan hukum. Apalagi,harganya sekarang mahal. Dulu cuma Rp 29 juta, sekarang Rp 35 juta," bebernya.&lt;br /&gt;Menurut pengakuan sopir bajaj, sebenarnya, dengan bajaj BBG ada dua keuntungan yang diperoleh. Harga BBG lebih murah dibanding premium. Disamping juga ramah lingkungan. "Kami semua dukung, cuma kok lama banget sudah setahun ga jadi-jadi," aku Iman, 50.  &lt;br /&gt;Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto saat dikonfirmasi menyatakan masih akan meneliti lebih lanjut. Jika benar telah wan prestasi, berarti ada pelanggaran. "Kalau dianggap monopoli nanti akan dicek apakah benar melalui penunjukan langsung atau tender," ungkapnya usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD kemarin.&lt;br /&gt;Sekretaris komisi B Nurmansyah Lubis menambahkan, penunjukan langsung jelas tidak bisa dibenarkan. Apalagi jika dalam SK disebutkan perpanjangan kontrak setelah rekanan melakukan wan prestasi. "Ini merupakan monopoli. Program langit biru berarti telah gagal," ungkapnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, Direktur PT Abdi Raharja Franky Hongko Wardoyo ketika dikonfirmasi membantah jika telah meneken kontrak peremajaan bajaj dengan Pemprov DKI. "Mana buktinya. Saya tidak pernah merasa tandatangan," ungkapnya. &lt;br /&gt;Jika Gubernur DKI Jakarta saat itu mengeluarkan SK izin prinsip pengadaan bajaj BBG, pihaknya tidak mengetahui. Sehingga, pihaknya juga tidak berkewajiban untuk memenuhi pengadaan 5.000 unit bajaj sesuai target yang ditentukan Pemprov. "Karena kami tidak menandatangani kontrak, bagaimana uang muka harus dikembalikan," kelitnya.&lt;br /&gt;Jika ada pembayaran uang muka dari para sopir bajaj, pihaknya mempertanyakan uang tersebut dibayarkan kepada siapa dan jumlahnya berapa. Jika tidak ada bukti konkret, PT Abdi Rahardja enggan menanggapi tuntutan itu. "Nanti saja mas. Saya lagi di luar kota. Kalau ada buktinya nanti saya cek," pungkasnya. &lt;br /&gt;Menurut pengakuan sopir bajaj, PT Abdi Rahardja tebang pilih dalam melayani peremajaan itu. Tidak seluruh sopir bajaj dilayani dengan baik. Hanya sopir bajaj yang membayar cash yang dilayani. Sementara yang hanya membayar uang muka tidak digubris. Alasannya, permintaan bajaj BBG tersebut antre banyak. "Itu sudah dari dulu. Meskipun sudah bayar uang muka, alasannya ada saja," aku Aris, 35, salah seorang sopir bajaj kecewa. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-4721437980978046603?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/4721437980978046603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=4721437980978046603&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/4721437980978046603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/4721437980978046603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/08/didukung-malah-menelikung.html' title='Didukung Malah Menelikung'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-28380713755571617</id><published>2008-08-18T18:41:00.003+07:00</published><updated>2008-08-18T18:50:27.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Buat Kotakoe'/><title type='text'>Kenaikan Gaji PNS Mengorbankan Pelayanan Publik</title><content type='html'>Dewan Usulkan Pemotongan Uang Kesra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan di DKI terancam mangkrak. Hal itu menyusul kenaikan gaji PNS sebesar 15 persen yang diusulkan pemerintah pusat. Pasalnya, kenaikan gaji sebelumnya sebesar 20 persen sudah banyak memangkas sejumlah anggaran pembangunan. Jika kenaikan yang diusung pemerintah pusat itu harus kembali ditanggung APBD, dikhawatirkan alokasi&lt;br /&gt;pelayanan publik bakal terganggu. Headline &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harian INDOPOS, 17 Agustus 2008&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;"APBD sudah terlalu banyak dibebani dengan kenaikan gaji PNS. Apalagi, DKI tidak mendapat Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.&lt;br /&gt;Diakuinya, meskipun dianggap daerah kaya, nyatanya, APBD DKI tidak mengalami peningkatan cukup signifikan. Bahkan, untuk mengakomodasi kenaikan gaji 20 persen yang diusulkan pemerintah pusat tahun ini saja, Pemprov DKI Jakarta sudah kerepotan. Banyak program pembangunan fisik dan nonfisik yang dicoret. Sebab, kenaikan 20 persen itu memaksa APBD mengalokasikan sedikitnya Rp 504 miliar untuk memenuhi keinginan pusat. Sehingga, alokasi gaji PNS untuk 81 ribu pegawai mencapai Rp 6,7 triliun atau 30 persen dari total anggaran daerah 2008 yang ditetapkan Rp 20,59 triliun. Jika kenaikan gaji 15 persen harus kembali ditanggung, dikhawatirkan, banyak program yang bakal terbengkelai. Terutama layanan publik yang berhubungan dengan masyarakat banyak.&lt;br /&gt;Meskipun baru akan direalisasikan tahun depan, tetap saja kenaikan gaji tambahan 15 persen membuat Pemprov DKI gamang. Di satu sisi, pihaknya menyambut baik kenaikan itu lantaran untuk menyejahterakan para pegawai. Namun, jika untuk menambal kenaikan harus mengorbankan anggaran publik, pihaknya masih harus berpikir ulang. "Saya ingin kebijaksanaan khusus. Jangan semuanya dibebankan ke APBD. Ini nanti&lt;br /&gt;akan kami bicarakan dengan pusat," terangnya.&lt;br /&gt;Menurut ketua komisi A Ahmad Suaidy, kenaikan gaji PNS memang sangat merepotkan. Belum lagi kenaikan gaji 20 persen terbayarkan, pusat kembali membebani daerah dengan kenaikan 15 persen. Jika pemerintah pusat enggan untuk menanggung kenaikan itu, Pemprov DKI harus bisa bertindak sigap. Caranya, uang kesra bagi PNS yang selama ini dibayarkan rutin melalui APBD, lebih baik dipangkas. Dana tersebut&lt;br /&gt;nantinya untuk menambal anggaran pembangunan yang dipangkas untuk kenaikan gaji 15 persen. "Kalau pusat mau menanggung tidak apa-apa. Jangan sampai anggaran publik yang terus menerus dikorbankan," tegasnya.&lt;br /&gt;Sinyal rencana kenaikan gaji PNS sebesar 15 persen tersebut tersirat dalam pidato kenegaraan Presiden SBY di gedung DPR RI pada 16 Agustus lalu. Pemerintah pusat menyatakan, anggaran untuk gaji PNS, TNI/Polri serta pensiunan akan mengalami kenaikan rata-rata sebesar 15 persen. Anggaran yang dialokasikan untuk anggaran belanja pegawai pada 2009 sebesar Rp 143,8 triliun atau naik Rp 20,2 triliun (16,4 persen). Padahal, untuk gaji PNS di DKI, rata-rata setiap bulannya Rp 5 juta&lt;br /&gt;per bulan. Seperti guru, untuk golongan IV A, setiap bulannya menerima gaji Rp 2,5 juta ditambah uang kesra Rp 2,5 juta. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-28380713755571617?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/28380713755571617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=28380713755571617&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/28380713755571617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/28380713755571617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/08/kenaikan-gaji-pns-mengorbankan.html' title='Kenaikan Gaji PNS Mengorbankan Pelayanan Publik'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-8347991714635872204</id><published>2008-08-18T18:33:00.004+07:00</published><updated>2008-08-18T18:53:21.786+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Buat Kotakoe'/><title type='text'>Busway Nunggak Rp 23,4 Miliar</title><content type='html'>Armada Dikurangi, Penumpang Dikorbankan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terganggunya pelayanan angkutan masal busway ternyata tidak hanya dipicu murni persoalan operasional di lapangan. Buruknya managemen juga ikut membuat pelayanan angkutan eksklusif tersebut terganggu. Pasalnya, pengurangan armada yang selama ini terjadi akibat masih nunggaknya Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta terhadap biaya&lt;br /&gt;operasional busway kepada operator. Total tunggakan sebesar Rp 23,4 miliar untuk koridor IV hingga koridor VII. Headline &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harian INDOPOS, 16 Agustus 2008.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Direktur Operasional Teknik Jakarta Trans Metropolitan (JTM)I Gusti Ngurah Oka, tunggakan yang belum dibayarkan BLU tersebut terhitung selama dua bulan mulai Juni hingga Juli. Dari jumlah tunggakan Rp 23,4 miliar itu, sebanyak Rp 10,2 miliar untuk koridor IV dan VII serta koridor V dan VI sebesar Rp 13,2 miliar. Akibatnya,&lt;br /&gt;operator terpaksa tombok agar busway tetap bisa operasi dengan normal. "Hingga saat ini pun belum ada kejelasan kapan akan dibayar," tegasnya kemarin.&lt;br /&gt;Menurutnya, untuk menekan jumlah pembayaan, jumlah armada yang dioperasikan juga dikurangi. Tentu saja hal itu membuat pelayanan menjadi terganggu. Sebab, saat ini, saja, dengan armada sebanyak 138 unit untuk koridor IV hingga VII, masih belum mampu mengangkut seluruh penumpang yang ada. Akibatnya, penumpukan penumpang sering terjadi di sejumlah halte. Apalagi, headway (jarak tempuh antara satu bus dengan&lt;br /&gt;bus berikutnya) saat ini masih berkisar antara tujuh hingga 10 menit.&lt;br /&gt;Menurut Direktur Keuangan JMT Maringan Arwan, seharusnya, segala hal yang terkait dengan pelayanan tidak diganggu gugat. Untuk mengurangi pembayaran tidak lantas harus mengurangi armada. Sebab, jika ada penumpang yang telantar, operator selalu yang dikambinghitamkan. "Kalau Pemprov DKI tidak segera membereskan persoalan ini, kami bisa saja berhenti operasi. Sebab, keuangan semakin menyusut," keluhnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, Direktur BLU Transjakarta Drajat Adiyaksa belum bisa dikonfirmasi terkait tunggakan busway selama dua bulan senilai Rp 23,4 miliar itu.&lt;br /&gt;Menurut ketua komisi D Sayogo Hendrosubroto, nunggaknya pembayaran biaya operasional busway dari BLU ke operator sangat disayangkan mengingat subsidi yang dikucurkan setiap tahun jumlahnya cukup signifikan. Tahun ini saja Pemprov mengucurkan subsidi Rp 263 miliar. Hal itu belum lagi tambahan kucuran lainnya. Sehingga, jika ada tunggakan yang menyebabkan pelayanan terganggu apalagi hingga&lt;br /&gt;telantar, pihaknya sangat menyayangkan.&lt;br /&gt;Menurut juru bicara FPKS Igo Ilham, untuk membenahi managemen busway harus ada perombakan secara mendasar atas organisasi dan manajemen Transjakarta. Pihaknya mendesak Pemprov segera membenahi sistem pengelolaan busway secara profesional. Untuk membenahi managemen BLU, mau tidak mau harus diubah menjadi perusahaan yang independen. Perusahaan tersebut bertanggungjawab langsung secara penuh kepada Gubernur DKI Jakarta. "Kalau saat ini tidak maksimal lantaran sebagai UPT di bawah Dishub," terangnya.&lt;br /&gt;Persoalan yang menimpa busway memang bukan sekali itu saja. Sebelumnya, pada awal Juni lalu, sejumlah halte busway sempat diputus paksa oleh PLN juga akibat menunggak pembayaran tagihan listrik selama berbulan-bulan. Kemudian, masih pada bulan yang sama, SPBG di Daan Mogot, Jakarta Barat juga sempat disegel akibat pengelola nunggak membayar tagihan hingga Rp 3,8 miliar kepada Pertamina. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-8347991714635872204?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/8347991714635872204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=8347991714635872204&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/8347991714635872204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/8347991714635872204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/08/busway-nunggak-rp-234-miliar.html' title='Busway Nunggak Rp 23,4 Miliar'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-8092307831784295787</id><published>2008-08-18T18:30:00.001+07:00</published><updated>2008-08-18T18:54:16.586+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Buat Kotakoe'/><title type='text'>1,7 Juta Warga DKI Buang Limbah ke Sungai</title><content type='html'>Pemprov Gagas Jamban Komunal&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemprov DKI Jakarta mulai menggagas pembangunan jamban komunal yang terintegrasi di lima wilayah DKI. Hal itu menyusul masih banyaknya warga DKI yang tidak memiliki sarana pembuangan limbah tersebut. Diperkirakan, sebanyak 1,7 juta warga DKI tidak memiliki jamban. Akibatnya, seluruh limbah tersebut mencemari 13 sungai yang melintas di DKI. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harian INDOPOS, 15 Agustus 2008&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;"Kami akan bangun jamban komunal untuk menggantikan WC-WC helikopter yang ditertibkan. Seperti yang sudah ada di Petojo Binatu," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo kemarin. &lt;br /&gt;Sejumlah jamban komunal tersebut nantinya akan dibuat terintegrasi dalam satu wilayah. Tidak seperti saat ini. Meskipun warga sudah mulai banyak mengandalkan jamban komunal, limbahnya tetap mengalir ke sungai.&lt;br /&gt;Dengan membangun jaringan terintegrasi, setiap kawasan padat penduduk akan dibuatkan jaring Instalasi Pengelolaan Air limbah (IPAL). &lt;br /&gt;Pembangunan IPAL tersebut sempat dirintis 20 tahun lalu. Namun, terhenti dan tidak ada penambahan di setiap wilayah padat penduduk lantaran terkendala masalah dana dan perilaku masyarakat. Sebab, untuk membangun jaringan jamban komunal yang terintegrasi membutuhkan dana yang cukup besar. Sementara, warga tidak mungkin bersedia membayar untuk setiap kotoran yang mereka buang. &lt;br /&gt;Tak heran jika data dari Departemen Pekerjaan Umum menyebutkan, di DKI, khusus untuk rumah tangga yang membuang limbah dengan saluran terrtutup ada 1.460.079 rumah tangga atau 63,4 persen, yang membuang limbah dengan saluran terbuka ada 784.568 rumah tangga atau 34 persen. Sementara yang membuang limbah tanpa saluran ada 56.139 rumah tangga.&lt;br /&gt;Menurut Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Daerah (BPLHD) DKI Budirama Natakusumah, limbah rumah tangga seperti tinja dari kamar mandi, amonia, BOD (biological oxigen demand) serta COD (chemical Oxigen Demand) saat ini sudah banyak masuk ke saluran 13 sungai di DKI. Pencemaran sudah mencapai 70 persen. &lt;br /&gt;Sebenarnya, untuk meminimalisasi pencemaran tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah menerbitkan Pergub no 115 tahun 2005 tentang IPAL. Setiap pengembang yang membangun perumahan di DKI harus menyediakan sistem IPAL komunal. Semua limbah rumah tangga dalam kawasan tertentu dalam satu kawasan perumahan ditampung dalam satu IPAL.&lt;br /&gt;Selain itu, setiap perumahan padat penduduk baik di sepanjang aliran sungai atau perumahan padat penduduk juga akan dibangun IPAL dengan perbandingan 30 rumah dibangun satu IPAL. Proyek percontohan akan dilakukan di Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Utara.&lt;br /&gt;Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan lokasi yang akan menjadi pilot project. Diharapkan, pada November mendatang sudah bisa terealisasi. IPAL yang akan dibangun tersebut memiliki dua saluran. Satu untuk pembuangan tinja yang akan dimanfaatkan sebagai biogas serta untuk pembuangan air. Air tersebut akan melalui tahap penyaringan (filtrasi). Sehingga, air yang dibuang ke sungai sudah bersih. &lt;br /&gt;Diakuinya, saat ini, masih banyaknya limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai lantaran minimnya sarana yang tersedia. Sehingga, penegakan hukum juga tidak bisa diberlakukan dengan efektif. Sesuai UU no 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup disebutkan, jika secara sengaja melakukan pencemaran lingkungan diancam pidana penjara 10 tahun atau denda Rp 500 juta. Jika mengakibatkan jatuhnya korban meninggal atau luka berat diancam pidana penjara 15 tahun atau denda Rp 750 juta. Jika terjadinya pencemaran akibat kelalaian diancam pidana penjara 3 tahun atau denda 100 juta. Jika menyebabkan korban meninggal atau luka berat diancam pidana penjara 5 tahun atau denda Rp 150 juta. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-8092307831784295787?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/8092307831784295787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=8092307831784295787&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/8092307831784295787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/8092307831784295787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/08/17-juta-warga-dki-buang-limbah-ke.html' title='1,7 Juta Warga DKI Buang Limbah ke Sungai'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-4695929826667196203</id><published>2008-08-17T19:33:00.004+07:00</published><updated>2008-08-18T18:54:59.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Buat Kotakoe'/><title type='text'>KPK Incar Pelayanan Publik DKI</title><content type='html'>Pemprov Warning SKPD Nakal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemprov DKI Jakarta mulai waspada terhadap munculnya indikasi dugaan korupsi di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang tersebar di lima wilayah DKI. Headline &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harian INDOPOS, 13 Agustus 2008&lt;/span&gt;.  Hal itu menyusul gebrakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan memperlebar sayap memeriksa seluruh layanan publik. Salah satunya di DKI.    &lt;br /&gt;Menurut ketua KPK Antasari Azhar, pengawasan terhadap layanan publik tersebut sudah lama direncanakan. Namun, banyak kalangan yang mencibir langkah KPK tersebut dianggap kurang greget. "Banyak yang mencemooh saya, masak KPK ngurusi pungli-pungli kayak gitu. Saya bilang, itu justru penting karena banyak dikeluhkan masyarakat," ujarnya usai memberi pengarahan pejabat Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota kemarin.      &lt;br /&gt;Di antara layanan publik yang bakal dibidik KPK tersebut terkait layanan kesehatan,sekolah, KTP serta sejumlah layanan publik lainnya yang rentan terjadinya korupsi by need. Sebab, meskipun negara tidak dirugikan secara signifikan, masyarakat selalu mengeluhkan layanan publik tersebut. "Ini yang akan kami bimbing dan dibina. Tapi kalau korupsi yang rakus, kami sikat," tegasnya. &lt;br /&gt;Pengawasan melekat itu penting untuk direalisasikan dalam rangka good governance. Bagaimana menciptakan partisipasi publik untuk mencegah terjadinya korupsi. Seperti masalah anggaran harus transparan. Apa, di mana serta jumlahnya berapa. Seluruhnya harus diungkap agar bisa diketahui publik masyarakat Jakarta. Termasuk rencana pembangunan di DKI yang belum terealisasi atau mangkrak. Harus ada ketegasan apakah akan diteruskan atau dihentikan. "Seperti monorel, biar masyarakat tidak bertanya-tanya terus. Soalnya publik banyak tanya ke KPK," ungkapnya. &lt;br /&gt;Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan, masukan dari KPK tersebut akan segera direalisasikan ke seluruh SKPD yang tersebar di lima wilayah DKI. Sehingga, dalam mengelola pemerintahan bisa dilakukan dengan transparan. Saat ini, pihaknya mengaku sudah mengawalinya dan akan terus ditindaklanjuti. Seperti layanan publik sudah bisa diakses lewat internet. Begitu juga dengan anggaran APBD. Dalam waktu dekat, rencana pembangunan kota juga akan dimasukkan dalam internet agar masyarakat bisa mendapat informasi dan ikut berperanserta dalam melakukan pengawasan. Namun, jika dalam layanan publik tersebut masyarakat membutuhkan legalisasi, tentu tidak hanya bisa melalui internet, tapi harus datang dan ada retribusinya. "Begitu juga tender pengadaan barang. Secara bertahap akan diumumkan kepada publik. Sebab, prosesnya memang rumit," ungkapnya.    &lt;br /&gt;Untuk memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), tidak bisa dilakukan dengan cara sepihak. Tapi harus melalui sistem. Sehingga, jika sistem telah diperbaiki, tata kelola pemerintahan yang baik bisa diwujudkan. &lt;br /&gt;Diakuinya, KPK sendiri sudah banyak menerima masukan dan keluhan dari masyarakat DKI. Seperti soal pungutan buku sekolah. Pihaknya menyambut baik lantaran itu menyangkut pelayanan publik. &lt;br /&gt;Selain soal pelayanan publik, KPK, ungkap Foke juga menyinggung soal gratifikasi. Jika ada pemberian hadiah dari satu keluarga yang lain, tidak bisa disebut gratifikasi jika tidak ada keterkaitan dengan jabatan. Namun, jika ada kekhawatiran, pejabat terkait wajib lapor kepada KPK. &lt;br /&gt;Pihaknya berharap, dengan pengarahan dan pembinaan dari KPK tersebut, tidak ada lagi SKPD yang takut kepada KPK dalam merealisasikan anggaran. "Sejak awal saya bilang, kalau berpegangan dengan aturan yang berlaku, kenapa harus takut," terangnya. &lt;br /&gt;Di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, unit kerja terdiri dari, sekretariat dewan, tujuh badan, 26 dinas, lima samsat, 11 biro, sembilan kantor, 15 UPT serta Kabupaten Kepulauan Seribu. &lt;br /&gt;DKI memang tidak lekang oleh pungli pada layanan publik. Banyak di antara pasien miskin ditolak rumah sakit, pungli KTP, bahkan orang yang meninggal masih terkena pungli makam. Seperti pungli sekolah misalnya.&lt;br /&gt;ICW melaporkan, sedikitnya 130 sekolah diduga melakukan pungli. Jumlah tersebut diperoleh berdasarkan pengaduan dari masyarakat serta survey yang digelar mulai 2004 hingga 2008 yang melibatkan sampel 1.600 sekolah. Khusus DKI Jakarta ada 80 sekolah. Headline &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;INDOPOS, 30 Juli 2008&lt;/span&gt;.  &lt;br /&gt;Dari temuan ICW, pungli yang terjadi di sekolah dengan berbagai modus. Mulai pembelian buku pelajaran, seragam, administrasi, uang pembangunan gedung, biaya perpisahan, ulang tahun sekolah serta yang lainnya. Besarannya antara Rp 500 ribu hingga Rp 2,5 juta.&lt;br /&gt;Sementara, keluhan adanya pungli yang masuk Dinas Pendidikan Dasar DKI hingga 1.130 aduan. Jumlah tersebut yang sudah ditindaklanjuti sebanyak 300 aduan. Sebanyak 10 kepala sekolah dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran tersebut dan telah dijatuhi sanksi.&lt;br /&gt;ICW sendiri berusaha mengawal pemberantasan itu dengan melaporkan ke Kejagung. Sebab, Kejati DKI tak kunjung bergerak. Padahal, dari tahun ke tahun terus meningkat sekitar 10 persen.  &lt;br /&gt;Maraknya pungli memang sangat disayangkan. Dana BOS dan BOP cukup signifikan. Dana BOS yang bersumber dari APBN, tingkat SD pada 2008 sebesar Rp 21.166 per bulan per siswa. Jumlah total anggaran mencapai Rp 52 miliar lebih.&lt;br /&gt;Untuk SMP, setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp 29.500 per bulan. Total anggaran sebanyak Rp 82,7 miliar. &lt;br /&gt;Untuk alokasi anggaran pendidikan yang bersumber dari APBD melalui BOP, bagi siswa SD sebesar Rp 493,8 miliardan untuk SMP sebesar Rp 327,7 miliar. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-4695929826667196203?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/4695929826667196203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=4695929826667196203&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/4695929826667196203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/4695929826667196203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/08/kpk-incar-pelayanan-publik-dki.html' title='KPK Incar Pelayanan Publik DKI'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-5854797353671042400</id><published>2008-08-17T00:05:00.000+07:00</published><updated>2008-08-17T00:07:02.260+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Mereka Bilang Kita Sudah Merdeka</title><content type='html'>Mereka Bilang Kita Sudah Merdeka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini di kampung Ulujami, RT 06/02, Pesanggarahan menggelar syukuran hari kemerdekaan. Mereka bersuka cita. Begitu juga di sejumlah lokasi lain. Berbagai lomba digelar. Mulai anak-anak hingga orangtua. Panggung hiburan juga bermunculan. Mereka bilang Indonesia sudah merdeka 63 tahun. Esok 17 Agustus, tepat di mana Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan di Lapangan Ikada (saat ini jadi taman Monas). Pada saat warga Jakarta dan seluruh pelosok negeri bersuka cita, sebenarnya hatiku miris. Ada yang mengganjal dalam hati. Ada pertanyaan yang selalu muncul. Benarkan kita merdeka seperti yang mereka katakan. Pak RT katakan, Pak lurah katakan, pak camat katakan, pak walikota katakan, pak gubernur katakan, pak presiden katakan. Layakkah mereka bersuka cita atau bahkan berhura-hura. Benarkah kita sudah merdeka. Merdeka dari apa. Penjajahan dari bangsa asing. Itu emang benar. Versus pemerintah kita. Pejabat-pejabat kita.&lt;br /&gt;Tapi apa sepenuhnya benar. Bukankah saat ini kita justru dijajah oleh bangsa sendiri. Tangan-tangan asing bukankah semakin mencengkeram dengan kuat. Penjajahan secara fisik mungkin telah hilang. Tapi penjajahan dalam bentuk yang paling halus bukankah sangat kita rasakan. Kita menjadi pengemis di negeri sendiri. Kekayaan yang melimpah, sumber energi yang melimpah. Tapi kita didoktrin kekurangan energi. Harga BBM melambung tinggi. Harga bahan pokok ikut melangit. Ekonomi semakin mencekik. &lt;br /&gt;Asal tahu saja, sejumlah aset bangsa ini banyak dijual ke bangsa asing. Indosat dijual zaman mega, minyak berharga di Cepu dijual zaman sby. Belum lagi freport yang menghasilkan kekayaan alam luar biasa tapi hanya dinikmati bangsa asing. Gejolak warga setempat lantaran menjadi budak di kampungnya sendiri hanya menjadi perbincangan elit-elit kita sekejap saja lalu kembali terlupakan. &lt;br /&gt;Pejabat kita selalu bilang, harga minyak dunia melambung tinggi. Butuh penyesuaian agar APBN tidak jebol. Bukankah kita punya minyak banyak. Wajar saja harga tinggi. Kita mengekspor minyak mentah ke luar negeri dengan harga murah. Lalu kita beli setelah jadi dengan harga melangit. Alasannya sangat klasik. Kita tidak punya teknologi, tidak kuat beli teknologi. Tapi kita habiskan triliunan hanya untuk program BLT yang katanya sebagai kompensasi kenaikan BBM. Tapi program untuk membungkam gejolak rakyat kecil bukannya menjadi penghibur tapi justru menjadi masalah lantaran banyak disunat pejabat tingkat bawah.&lt;br /&gt;Penggusuran terjadi hampir setiap hari. Pengemis, pengamen, pemulung dan ribuan warga miskin yang rata-rata pendatang digusur di setiap titik dengan berbagai alasan. Tangis janda tua, anak-anak kecil seperti tak lekang oleh waktu. &lt;br /&gt;Dalam pidatonya di parlemen, sby menyebut kemiskinan jauh telah berkurang. Bangsa ini telah makmur. Apakah dia tidak tahu, tetangganya di cikeas saja banyak yang kelaparan. Apalagi di Jakarta ini. Jangankan mendapat bantuan, untuk diberi kesempatan mencari nafkah saja masih sering digusur-gusur. Seperti ada pepatah di negeri ini. Tidak ada tempat untuk orang miskin. Orang miskin hanya menjadi beban. Sampah masyarakat. Hanya bebani APBN, hanya bebani APBD. Hanya bikin ruwet kota ini. &lt;br /&gt;Lalu kenapa mereka yang disalahkan. Toh mereka tidak pernah makan uang rakyat seperti pejabat-pejabat kita. Sudah digaji dari pajak hasil keringat rakyat, masih juga korupsi. Belum lagi berbagai pungutan liar. Tidak ada urusan yang bakal beres jika belum membayar. Benar-benar penjajah. &lt;br /&gt;Lalu apakah kita pantas mengatakan bahwa kita telah merdeka. Merdeka dari apa. Bukankah penjajahan dalam bentuk saat ini lebih kejam. Tidak bisa dilawan dengan bambu runcing tapi mencekik setiap saat. Hal itu belum lagi penjajahan dari negara asing. Tidak hanya mengeruk kekayaan negeri secara terang-terangan yang diamini segelintir elit dalam negeri, tapi juga penjajahan dalam bentuk tekanan ekonomi dan sejumlah intervensi dalam bentuk yang lain. &lt;br /&gt;Sekali lagi, apakah benar kita sudah merdeka. Merdeka dari apa, merdeka dari siapa?&lt;br /&gt;Tapi, setidaknya, rasa suka cita, hura-hura saat menyambut datangnya hari kemerdekaan bisa membuat mereka yang kesusahan, mereka yang dibelenggu oleh sistem yang korup, mereka yang kelaparan di bawah terik matahari, atau mereka yang menangis karena sering digusur sejenak lupa. Sejenak lupa kalau mereka susah. Sejenak lupa kalau mereka sedang dijajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulujami, malam 17 Agustus 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-5854797353671042400?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/5854797353671042400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=5854797353671042400&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/5854797353671042400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/5854797353671042400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/08/mereka-bilang-kita-sudah-merdeka.html' title='Mereka Bilang Kita Sudah Merdeka'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-2312313540576360582</id><published>2008-07-16T00:39:00.015+07:00</published><updated>2008-07-29T13:06:45.729+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Selamat Datang Malaikat Kecilku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SI6wRqhSVSI/AAAAAAAAAQw/tKQ05NqJoUo/s1600-h/first.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SI6wRqhSVSI/AAAAAAAAAQw/tKQ05NqJoUo/s320/first.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228310034941891874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siang itu mataku berkaca-kaca. Seperti ada butiran air mata yang bakal jatuh dari kelopak mataku. Siang yang terik semakin membuat hatiku sunyi. Sedih campur bahagia. Namun, khawatir aq nanti benar-benar tak mampu menahan dan akhirnya menangis, kuputuskan untuk menghisap sisa rokokku dalam-dalam. Kutarik nafas panjang lalu kulepas bersamaan asap rokok yang kuhembuskan pelan-pelan. Ada beban berat campur kesedihan yang kutanggung, ada kebahagiaan yang tak terkira yang baru saja hadir. Aq sedih karena kusendiri. Tak ada keluarga yang ikut menunggu istriku tergeletak di kamar kelas 3 Melati I. Dengan apa aq harus membayar biaya rumah sakit jika tak ada yang menolongku. Tapi aq juga bahagia karena ada malaikat kecilku yang baru terlahir.&lt;br /&gt;Aq duduk di kursi lusuh pojok ruang parkir RS bersalin Kartini Cipulir, Jakarta Selatan. Tidak banyak aktivitas pasien yang keluar masuk rumah sakit. Pandanganku menerawang menembus hiruk pikuk ratusan kendaraan yang saling berebut melintas di depan rumah sakit. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SH7h-TUPLQI/AAAAAAAAAPI/LT9UBHzw-ko/s1600-h/najwa1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SH7h-TUPLQI/AAAAAAAAAPI/LT9UBHzw-ko/s320/najwa1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223861078249647362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beban berat itu begitu terasa. Aq telah menjadi bapak. Perjuangan berat yang dilakukan istriku sejak Sabtu (13/7) pagi pukul 08.00 hingga tengah malam pukul 23.30 akhirnya melahirkan sesosok putri mungil dengan berat 3,5 kg panjang 50 cm. &lt;br /&gt;Dari dalam ruang persalinan keluar seorang perawat. "Suami atau keluarga nyonya Shelvia Jaflaun?," tanyanya seraya membuka pintu ruang persalinan yang sejak tadi tertutup untuk umum termasuk diriku. "Ya, saya suaminya," buru-buru aq menjawab. &lt;br /&gt;Aq sangat terharu terasa ingin menangis. Tubuh dan hatiku bergetar hebat. Aq lihat sesosok manusia mungil sedang melihat-lihat dengan tajam sekeliling seperti mencari sesuatu. "Assalamu alaikum anakku. Gimana kabarmu di alam rahim. Kenapa kamu memandang seperti itu. Ni ayahmu sayang. Kita memang sudah saling kenal lama, cuma tidak bisa saling melihat dengan mata kepala, tapi hati kita selalu bicara," kataku dalam hati lalu kucium anakku dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SH7iY2Kgj7I/AAAAAAAAAPQ/v38Ao4xstQI/s1600-h/najwa2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SH7iY2Kgj7I/AAAAAAAAAPQ/v38Ao4xstQI/s320/najwa2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223861534280683442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aneh, dia tidak menangis. Justru dia terus memandangku dengan seksama. Matanya yang jernih itu juga terlihat terbuka sangat lebar. Seperti ingin memastikan bahwa orang yang di depannya adalah orang yang diberi kepercayaan oleh Yang di Atas untuk mengasuhnya hingga tumbuh dewasa. &lt;br /&gt;Darah bekas persalinan masih terlihat jelas tersisa di kepala anakku. Setelah puas kuciumi. Kutempelkan bibirku di telinga kananya. Kulantunkan suara adzan dengan sepenuh hati. Lima menit kemudian kugeser ke kuping kirinya dan kulantunkan iqomah. &lt;br /&gt;Opi Jaflaun, adik kandung istriku tiba-tiba membuyarkan lamunanku bernostalgia bersama malaikat kecilku. Perawat pun mendekat akan mengambil anakku. "Suster, difoto dulu boleh ga," tanyaku. Lalu kamera poket aq serahkan kepada Opi untuk bisa mengambil saat-saat pertama pasukan perangku terlahir di dunia itu. Jepret..jepret.. blitz kilap kamera menyilaukan mata selama dua kali.    &lt;br /&gt;Stres yang menimpaku sejak pagi hingga tengah malam itu hilang sudah dan berganti dengan kebahagiaan. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SH7ioqGzwaI/AAAAAAAAAPY/JYGza6eciBk/s1600-h/najwa4.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SH7ioqGzwaI/AAAAAAAAAPY/JYGza6eciBk/s320/najwa4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223861805921845666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beban berat yang menimpaku malam itu memang kurasakan seperti tak mampu kutanggung. Betapa tidak, istriku yang keras kepala membuat ulah saat kelahiran di ruang praktik bidan Ana. Mau jongkok, mau nungging, mau duduk, mau berdiri. Pokoknya hal yang menurutku tidak lazim. Dua bidan yang membantu persalinan di ruang praktik bidan Ana hanya geleng-geleng kepala. "Ga papa bu. Mau cara apapun boleh-boleh saja. Asalkan kalau lagi kontraksi jangan ditahan, dilepas saja seperti mau beol," kata bidan sore itu. Jam dinding aq lihat pukul 06.00. Darah terus mengalir dari selangkangan istriku. Suara rintihan menahan sakit tak bosan-bosannya keluar dari mulut istriku. Karena istriku banyak maunya sesuka hatinya, bidan menyuruhku untuk membantu memegangi pahanya dan menariknya ke atas. Tujuannya, jalan keluar bayi tidak kembali tertutup. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SH7jBN2QBLI/AAAAAAAAAPg/ryvOgnqVdCE/s1600-h/najwa3.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SH7jBN2QBLI/AAAAAAAAAPg/ryvOgnqVdCE/s320/najwa3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223862227832931506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi usaha itu sia-sia. Bahkan istriku sempat marah-marah. Karena aq bilangin ga usah aneh-aneh. Yang penting lahir normal. Ingat ayah ga punya duit. Kamu orang Ambon malu-maluin ga bisa lahirin normal. Begitu kataku. Masak di tengah hutan sendirian saja bisa lahirin, kamu ga bisa. Kataku lagi dan membuat istriku emosi. "Ayah keluar aja dech," katanya kemudian.&lt;br /&gt;Aq pun putus asa dan langsung keluar dari ruang persalinan. Bagiku justru itu bisa aq manfaatkan untuk sejenak menghirup udara segar sambil merokok sebatang. &lt;br /&gt;Belum juga teh botol kuminum, suami bidan Ana buru-buru menghampiriku di warung. "Mas dicari tuh?," katanya yang membuatku semakin stres. Tadi diusir, sekarang dicari. Kataku dalam hati setengah jengkel setengah marah. Ternyata yang manggil aq bukan istriku. Tapi bidan Ana. Dia bilang tidak mungkin meneruskan persalinan secara normal dengan kondisi istriku seperti itu. Dia bilang, tensi darah terus naik hingga tembus 180. Jika diteruskan bisa mengancam jiwanya dan jiwa calon anakku. Mau tidak mau, bidan terpaksa merujuk proses kelahiran ke rumah sakit. Itu lantaran dia gagal memberi arahan kepada istriku. Dengan kondisi emosi, darah terus naik. Sementara istriku juga banyak ulahnya. "Ya udah ibu bidan. Jika ke rumah sakit demi kebaikan anak dan istriku ga masalah," kataku lemas. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SI6m9EzB_aI/AAAAAAAAAPw/KS5VNwvI6-s/s1600-h/najwa.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SI6m9EzB_aI/AAAAAAAAAPw/KS5VNwvI6-s/s320/najwa.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228299785613737378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati, aq pun memaki-maki. Sialan. Coba kalau istriku bisa mengontrol diri dan tidak keras kepala, mungkin akan lain jadinya. Dalam keadaan berdarah, istriku dibopong ke dalam sedan. Didampingi bude rasimin (pemilik kontraan yang aq tempati), sedan warna hitam itu meluncur ke rumah sakit. Bidan meminta menawari agar bisa dirujuk ke RS Muhammadiyah, Blok M. Tapi aq bilang yang paling dekat aja. Itu berarti RS Kartini Cipulir. Sepanjang perjalanan,anganku kembali melayang. Ada dua hal yang membayangi pikiranku. Memikirkan keselamatan istri dan anakku yang saat ini terancam, kedua soal biaya. Kemana aq harus mencarinya. Jika harus masuk rumah sakit, itu artinya kondisi sudah gawat. Mau tidak mau harus operasi. Padahal, sekali operasi dibutuhkan minimal Rp 4,8 juta. Itupun bisa lebih jika ada kondisi yang tidak biasa. Sementara di dompetku tinggal Rp 600 ribu. Astagfirullah hal adzim. Siapa yang akan membantuku. Aq putus asa. Tapi Tuhan punya rencana lain yang tak aq mengerti.&lt;br /&gt;Sampai di rumah sakit pukul 19.30. Istriku langsung dibawa ke ruang persalinan. Setelah diperiksa sebentar ditambah laporan dari bidan, dokter bilang tidak bisa berbuat banyak. Operasi cesar terpaksa dilakukan. Kondisi istriku sudah sangat menghawatirkan. Tensi darah 180 ditambah demam. "Maaf bapak, kami tidak berani menolong proses kelahiran secara normal. Terlalu beresiko terhadap keselamatan ibu dan bayinya. Jalan satu-satunya hanya operasi, itupun jika bapak setuju, kalau ya silakan tanda tangan," kata dokter singkat lalu meninggalkanku.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SI6nzxP4s8I/AAAAAAAAAP4/_d8IMRa2g8Q/s1600-h/najwa2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SI6nzxP4s8I/AAAAAAAAAP4/_d8IMRa2g8Q/s320/najwa2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228300725258859458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aq pun tidak ada jalan lain. Demi calon anakku dan keselamatan istriku, tawaran operasi terpaksa aq setujui. Usai mengisi formulir, aq tertunduk lesu duduk di lantai sambil bersandar di tembok di depan ruang persalinan. Pikiranku sudah tak jelas kemana arahnya. Dua persoalan berat tengah melandaku. Pertanyaan yang selalu muncul, bagaimana keadaan istriku, bagaimana calon anakku. Pikiranku tambah stres, sejak masuk ke rumah sakit tersebut, dokter bilang belum bisa melakukan operasi. Sebab, masih harus menunggu dokter bedah dan dokter bius. Keduanya masih di RS Fatmawati. "Sebentar mas, tadi sudah ditelpon. Sekarang masih dalam perjalanan," katanya santai setiap aq tanya kenapa istriku tak kunjung ditangani.&lt;br /&gt;Padahal, istriku sejak magrib tadi ketubannya sudah pecah. Darah terus mengucur. "Kurang ajar sekali rumah sakit ini. Membiarkan istriku telantar. Awas kalau terjadi apa-apa," kataku dalam hati mengancam.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SI6rfYdrwfI/AAAAAAAAAQI/waxpZ4yZvGg/s1600-h/potong+rambut.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SI6rfYdrwfI/AAAAAAAAAQI/waxpZ4yZvGg/s320/potong+rambut.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228304773054972402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pukul 23.00, tiga mobil datang di halaman rumah sakit secara bergantian. Tukang parkir bilang itu mobilnya dokter bedah dan dokter bius. Aq buru-buru ke dalam. Ternyata operasi belum juga dilaksanakan. Aq pun frustasi. Pada saat panik itu, kluarga besar Ambon sudah pada berdatangan. Mereka mencoba memberikan semangat. Karena saking frustasinya, aq kembali keluar. Kunyalain rokok dan kuhisap dalam-dalam. Setengah jam kemudian, perawat memanggilku. "Bapak silakan masuk ruang bedah," kata salah seorang perawat kemudian menghilang entah kemana.&lt;br /&gt;Kubuka pintu ruang persalinan. Sesosok bayi mungil diam membisu di atas meja yang dibungkus kain. "Itu bayinya bapak, agamanya apa. Kalau Islam silakan diazanin," kata perawat. Melihat sosok mungil aq bergetar hebat. Anakku yang kunantikan akhirnya terlahir ke dunia setelah melalui jalan panjang berliku.&lt;br /&gt;Kuucapkan salam. Bayi itu menatap tajam. Matanya yang jernih mencari-cari tempatku berada. "Assalamu alaikum anakku. Ini ayah nak. Ini ayahmu," kataku.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SI6tO-Af8vI/AAAAAAAAAQQ/J2WlFcuI5nk/s1600-h/najwa+potong+rambut.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SI6tO-Af8vI/AAAAAAAAAQQ/J2WlFcuI5nk/s320/najwa+potong+rambut.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228306690098590450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah kuazani di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri, kucium anakku sambil kubacain surah al qodr. Aq keluar ruang persalinan menuju kerumunan keluarga besar istriku sambil menunjukkan foto anakku. Putih bersih dan cantik. Semua bergantian melihatnya. Sementara istriku usai operasi langsung masuk UGD. Kata dokter harus menginap di tempat itu selama 24 jam. Baru esoknya dipindah di ruang perawatan.&lt;br /&gt;Untuk bisa menjenguknya, tidak diperkenankan beramai-ramai. Hanya satu per satu secara bergiliran. Sementara keluarga melihat keadaan istriku di UGD, aq ama Tatho (adik sepupu) langsung meluncur mencari perlengkapan untuk mengubur ari-ari. Tujuh jenis bunga aq beli. Bapak tua penjual bunga minta Rp 20 ribu. Tidak banyak protes, aq kasih aja duit langsung buru-buru kembali ke rumah sakit.&lt;br /&gt;Jam dinding sudah menunjukkan pukul 02.30. Keluarga pada pamit pulang. Aq pun ikut pulang ke rumah kontraan untuk mencuci ari-ari anakku. Satu jam lebih kucuci saudara kembar anakku sampai bersih. Lalu kutaburkan garam, asam jawa, gula dan diaduk dengan bunga tujuh jenis. Lalu kumasukkan dalam kendil yang terlebihdahulu kulapisi dengan kain kafan. Kumasukkan ari-ari dan kututup lagi dengan kain kafan sisanya. Di atasnya aq taruh kertas yang telah ditulisi surat luqman dan beberapa ayat. Aq sendiri juga tidak memperhatikan persis apa bunyinya. Sebab, itu titipan dari keluarga Tuban. Setelah itu, kuketok-ketok rumah bude untuk minta izin membongkar lantai ubin di depan kontraan sambil minta minyak tanah untuk penerangan. Setelah dibongkar pakai martil, pukul 04.00 tepat kukubur ari-ari anakku. Karena kecapaian, tahu-tahu hari sudah siang. Badan terasa pegal semua. Istriku sudah misqol tanda aq harus kembali lagi ke rumah sakit. Begitu mata terbangun, aq kembali pusing. Sebab, malam tadi, dokter minta agar uang DP Rp 2,5 juta harus dibayarkan terlebihdahulu. Tapi aq sudah pasrah, apa yang terjadi, terjadilah. Semua sudah ditentukan oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SI6tuTSoBAI/AAAAAAAAAQY/IV9UYdO9h30/s1600-h/najwa+potong+rambut1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SI6tuTSoBAI/AAAAAAAAAQY/IV9UYdO9h30/s320/najwa+potong+rambut1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228307228387705858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu hari terlewati. Ternyata rumah sakit tak menagih uang DP. Mas hatta yang tadi malam akan meminjami uang untuk DP juga tak kunjung dikirim. Aq tambah stres. Pada saat kebingunganku mencari dana talangan, sms ucapan selamat mulai masuk satu per satu. Mulai Sekda Pemprov DKI Muhayat, Kepala Dinas Tramtib dan Linmas Harianto Badjoeri, Kepala Dinas Pendidikan Dasar Sukesti Martono, Kepala Dinas Bintal Kesos Maman Achdiat, Kepala Dinas Pariwisata Arie Budhiman, Kepala Dinas UKM Ade Soeharsono, mantan Astapraja Moerdiman Reksomarnoto, Kahumas PTKA Daops I Sujadi, PLN Azwar Lubis, Kahumas PT Pelni Edi Haryadi serta sejumlah pejabat lainnya. Sms ucapan selamat dari kawan-kawan Indopos juga terus berdatangan. Begitu juga teman liputan di balaikota serta sejumlah kolega.&lt;br /&gt;Tuhan memang punya rencana lain. Dua hari istriku dirawat, saudara dan kolega mulai menjenguk. Ada yang membawa baju bayi, ada juga yang ikut menyisihkan saku untuk menyumbang biaya rumah sakit. Dari seberang, maskin kakak kandungku telepon katanya sudah dikirim Rp 2,5 juta. Pak Edi Pelni dan istrinya juga ikut nyumbang Rp 300 ribu. Opi adik iparku dan suaminya Fora juga ikut nyumbang Rp 300 ribu. Dela anaknya tante Lena dan suaminya juga ikut nyumbang. Malam harinya, kawan-kawan balaikota berdatangan menjenguk menggunakan mobilnya pak Indra Nonstop. Mereka berempat mewakili temen-temen balaikota. Ada Bagus Media Indonesia, Drajat Lampu Merah dan Opik Posmetro. Mereka bilang temen-temen yang lain juga akan menyusul tunggu waktu yang tepat. Dari hasil patungan diperoleh Rp 1 juta dan disumbangkan untuk menambah biaya rumah sakit. Alhamdulillah ya Allah. Maha Besar Engkau Pemberi Rezeki dan Pembuka anugerah. Terima kasih kawan-kawanku semua, saudaraku semua. Tanpa kalian, tak tahu lagi nasib keluarga kecilku ini. Dari hasil patungan itu terkumpul Rp 4,2 juta. Aq langsung bayarkan siang harinya. Aq tanya kasir, biaya hingga hari keempat habis Rp 4.840.000. Artinya, masih kurang Rp 840 ribu. Aq perkirakan, hingga istriku bisa dibawa pulang, biaya habis Rp 5 juta. Mudah-mudahan semua bisa beres.&lt;br /&gt;Memang soal biaya aq sangat kerepotan. Sebab, sejak ditetapkan bukaan I tiga pekan lalu, mas hatta sudah meminjami Rp 1 juta. Kemudian keluarga Tuban juga mengirim Rp 500 ribu. Jumlah itu aq perkirakan lebih dari cukup karena istriku yakin bisa lahiran secara normal. Tapi siapa yang menyangka, Tuhan punya kehendak lain. Aq harus berangkat ke Malaysia selama lima hari. Uang tabungan ikut ludes untuk ngurus paspor dan biaya sana sini selama di Johor. Hanya tinggal uang pinjaman untuk lahiran. Itupun akhirnya juga kepotong-potong dan hingga hari H tinggal Rp 600 ribu.&lt;br /&gt;Menjelang istriku pulang besok, barusan Leksin telepon. Katanya akan mentransfer biaya kekurangan rumah sakit. Rencana mo dikirim Rp 2 juta. Tapi aq bilang ga usah banyak-banyak. Rp 800 ribu atau maksimal Rp 1 juta saja untuk menutup kekurangannya. Hal itu dengan pertimbangan agar pengembaliannya nanti juga tidak terlalu berat.&lt;br /&gt;Kini, aq semakin lega. Beban yang membelenggu sudah separo lebih hilang berganti kebahagiaan seutuhnya. Sekali lagi terimakasih saudaraku semua, terima kasih kawan-kawanku semua yang telah memberikan dukungan dan doanya. Hingga istriku selamat, anakku selamat dan utamanya, biaya rumah sakit tertutupi.&lt;br /&gt;Oh ya, masih ada tugasku yang belum selesai. Nama apa yang pantas aq berikan kepada malaikat kecilku. Pa'e Ambarawa dua hari lalu mengusulkan agar disisipkan nama Ratna atau Sari atau Dewi. Sementara keluarga Tuban mengusulkan apapun asalkan bukan nama Jawa. Lalu siapa?&lt;br /&gt;Aq bersama istri akhirnya merenung-renung. Bahwa kami mendapat momongan berkat kuasa dan keajaiban Tuhan. Dua kali permintaan dan doaku terkabul. Aq ingin istriku hamil setelah lebaran berikutnya setelah satu tahun menikah. Ternyata istriku benar-benar hamil. Kedua, aq ingin anakku lahir hari Sabtu bertepatan dengan hari liburku. Ternyata juga terkabul.&lt;br /&gt;Maka, bersama istri aq putuskan nama anakku "Najwa Syifa".&lt;br /&gt;Najwa berarti bisikan rahasia. Syifa berarti obat penyembuh dari segala macam penyakit. Dengan memberi nama itu, aq ingin putri mungilku kelak menjadi obat setiap penyakit yang ada di dunia ini yang menurut orang lain tidak mungkin lagi disembuhkan. Penyakit kesedihan, penyakit ketidakadilan, penyakit keangkaramurkaan, penyakit kesombongan, penyakit kesewenang-wenangan serta ribuan penyakit lain bisa dikikis habis kelak oleh putri mungilku. Sementara Najwa berarti simbol percakapan secara rahasia antara sang anak manusia dan penciptanya setelah melalui penempaan diri yang mendalam secara ruhaniah. "Man arofa nafsahu, arofa robbahu,". Siapa yang faham dan mengerti atas dirinya, maka dia akan mengetahui terhadap Tuhannya.&lt;br /&gt;Karena, Najwa Syifa, proses kelahiranmu banyak hal yang dipertaruhkan. Terutama nyawa ibumu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;RS Kartini Cipulir, 15 Juli 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-2312313540576360582?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/2312313540576360582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=2312313540576360582&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2312313540576360582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2312313540576360582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/07/selamat-datang-malaikat-kecilku.html' title='Selamat Datang Malaikat Kecilku'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SI6wRqhSVSI/AAAAAAAAAQw/tKQ05NqJoUo/s72-c/first.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-1970721531515793327</id><published>2008-07-12T14:25:00.001+07:00</published><updated>2008-07-29T12:54:58.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Malaikat Kecilku Lahir ke Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SH7gkUhTrYI/AAAAAAAAAPA/bDVTiBSlwfY/s1600-h/CIMG4220.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SH7gkUhTrYI/AAAAAAAAAPA/bDVTiBSlwfY/s320/CIMG4220.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223859532384677250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pukul 08.00, istriku teriak-teriak. "Yah, perut mama sakit. Mules banget," katanya membangunkanku. Maklum, hari Sabtu bagiku merupakan hari istimewa. Sebab, setelah sepekan penuh kerja keras liputan, baru dapat libur. Seperti hari-hari biasanya, menjelang hari Sabtu, malamnya aq buat spend all night nonton film keluaran terbaru bersama Shelvia Jaflaun istriku keturunan Ambon itu di rmh kontraan kecilku yang sempit.&lt;br /&gt;Pagi harinya kesempatan untuk istirahat atau jalan-jalan mengunjungi kerabat terdekat. "Tiap hari ayah pergi pagi pulang malam. Sekarang hari Sabtu, giliran waktumu untukku, untuk keluarga," kata istriku selalu protes ketika aq coba untuk molor menikmati hari libur. "Kalau Sabtu kau tagih jatah untukmu, untuk diriku sendiri kapan?," begitu biasanya aq protes kalau lagi males keluar rumah. &lt;br /&gt;Memang, liputan sepekan penuh di Jakarta cukup melelahkan. Segala persoalan yang membelenggu Ibu Kota ini tak boleh luput dari perhatianku. Hampir tiap hari aq harus mengisi satu halaman penuh (dua halaman malahan. Soalnya ditambah halaman sambungan. Untuk menulis satu berita minimal harus 450 kata atau 3000 karakter). Satu halaman minimal ada tujuh berita. Satu headline, tiga berita tengah, dua kirian serta satu boks yang berisi tulisan features. Berat memang, apalagi jika Eos atau Sis (pasukan Jakarta Raya) pada libur atau lagi sepi berita.Jika keduanya masuk, Eos kebagian mencari berita lifestyle+boks, Sis ma aq bertanggungjawab berita tengah+HL. Jika keduanya lagi keok, mau ga mau, aq harus bertanggungjawab untuk mengisi penuh satu halaman. "Ak.. HL-nya belum ada, ak..beritanya kurang, ak..boksnya belum ada..," itulah kata-kata redaktur yang sangat akrab kudengar. &lt;br /&gt;Tapi aq ga menyesal. Jika di TNI ada kopassus atau sniper yang bertugas di medan berat, barangkali jika di redaksi, aq adalah salah satu bagian dari tim itu. Seluruh medan perang harus dikuasai dengan baik. Setiap target harus tepat sasaran. Sekali meleset, waktu tidak akan terulang. Sore hari, saat-saat jam deadline maka akan pusing jadinya. Stres dan kalut. Telpon berdering terus. Jika tidak sigap sejak pagi, sisa beberapa menit harus bisa digunakan dengan baik. Tidak ada alasan tidak bisa. Hanya kata siap dan oke bentar lagi kirim. Itulah kata-kata yang harus keluar dari mulutku saat redaktur mengeluh halaman masih kosong. &lt;br /&gt;Detik-detik kelahiran anakku yang pertama akhirnya datang. Setelah dua pekan lalu dinyatakan bukaan satu saat diperiksa, semua kerabat, teman, sahabat, pada bertanya. Kapan lahir, kok ga lahir-lahir. Begitu kata-kata yang selalu terucap. Maklum, waktu itu karena istriku panik, aq jadi izin libur ga liputan. "Insya Allah Sabtu depan," begitu aq selalu menjawab. Soalnya, jika Sabtu aq libur. Jika hari biasa tak mungkin bisa cepat pulang jika sewaktu-waktu istriku mo lahiran. Paling cepat pukul 22.30. Itupun jika tidak ada rapat di kantor. Tetanggalah yang akhirnya harus menggantikanku jika sewaktu-waktu anakku tiba-tiba akan lahir. &lt;br /&gt;Bahkan aq sama istri sempat bersitegang saat ada tugas liputan di Malaysia selama lima hari pada 1 Juli hingga 5 Juli lalu. Saat itu sudah sepekan setelah dinyatakan bukaan satu. Artinya, tidak lama lagi anakku akan lahir. Sementara di rumah tidak ada pembantu atau saudara yang menunggui istriku. Tapi mau apa lagi, tugas tetap tugas. Aq harus tetap berangkat ke Johor, Malaysia. Istriku ngotot akan minum obat perangsang agar bayi yang di kandungnya cepat lahir. Tapi aq saranin lebih baik jangan minum. Khawatir mulesnya terlalu sakit. "Ya udah minum saja. Tapi kalau terasa sakit jangan mengeluh. Karena itu pilihanmu," kataku kesal setelah istriku merengek-rengek minta minum obat perangsang sambil menangis. &lt;br /&gt;Aq pun kembali menyarankan, jika harus minum obat perangsang agar cepat lahir, agar sekembali dari Malaysia saja. Aq pun menemui bidan yang menanganinya. Justru di depanku bidan mengatakan lebih baik jangan minum obat perangsang. "Sakit mas. Kalau bisa alami, alami saja. Kalau saatnya lahir juga lahir," kata bidan yang akhirnya membuat istriku yakin dan tidak merengek-rengek lagi.&lt;br /&gt;Lima hari aq di Malaysia. Tiap hari aq hubungi istriku. Anakku tak kunjung lahir. Hingga aq kembali ke Jakarta. Dua pekan sejak kepergianku dari Malaysia, Sabtu (12/7) hari ini, anakku tiba-tiba mau lahir. Mungkin Tuhan tahu, anakku tahu, kalau ayahnya hanya punya waktu hari Sabtu. Di luar hari itu, waktuku full untuk liputan. Aq pun bersyukur waktunya pas hari libur. &lt;br /&gt;Pagi pukul 10.00 diperiksa, istriku dinyatakan bukaan tiga. Bidan menyuruh agar pulang ke rumah ambil segala perlengkapan untuk lahiran. Pukul 12.00, istriku kembali berdarah dan mengajak cepet-cepet balik ke bidan. Diperiksa lagi sudah bukaan lima. Kemudian suruh jalan-jalan lagi agar cepat sampai bukaan 10. Semua kerabat sudah aq hubungi. Termasuk para redaktur kantor Indopos. Supaya, jika anakku lahir, sudah ada penambahan pasukan di Jakarta Raya. Soalnya mau ga mau aq harus libur minimal tiga hari nungguin istriku. Redaktur pun bisa persiapan konsolidasi dengan tim Jakarta Raya yang lain agar tidak gelagapan saat aq libur. Maklum, di Jakarta Raya saat ini tinggal aq sama Sis. Jika aq harus libur, praktis hanya Sis yang bertanggungjawab untuk mengisi penuh satu halaman.&lt;br /&gt;Menanti dan menanti. Sudah dua jam lebih istriku mondar mandir jalan perlahan di depan rumah bidan. Kata bidan agar bukaannya cepat bertambah menjadi 10. Arlojiku sudah menunjukkan pukul 14.15. Hampir satu bungkus rokok aq habiskan sejak pagi sambil menunggui istriku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-1970721531515793327?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/1970721531515793327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=1970721531515793327&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/1970721531515793327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/1970721531515793327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/07/malaikat-kecilku-lahir-ke-dunia.html' title='Malaikat Kecilku Lahir ke Dunia'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SH7gkUhTrYI/AAAAAAAAAPA/bDVTiBSlwfY/s72-c/CIMG4220.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-3404479033794429295</id><published>2008-06-24T19:20:00.004+07:00</published><updated>2008-08-18T18:55:55.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Buat Kotakoe'/><title type='text'>Pemprov DKI Menyimpang Rp 5,26 T</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SGI8Jd9jt0I/AAAAAAAAAO0/5FAwfZimhpQ/s1600-h/aak-Foke+Monas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SGI8Jd9jt0I/AAAAAAAAAO0/5FAwfZimhpQ/s320/aak-Foke+Monas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215797451807766338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;16 SKPD Masuk Daftar Hitam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hasil temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) terhadap laporan realisasi keuangan Pemprov DKI Jakarta tahun 2007 sungguh mengejutkan. Ditemukan indikasi penyimpangan sebesar Rp 5,26 triliun. Headline &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harian INDOPOS, 25 Juni 2008&lt;/span&gt;. Jumlah tersebut, dari jumlah total penemuan penyimpangan sebesar Rp 5,60 triliun. Namun, Pemprov sudah mengembalikan Rp 340 miliar. Sisa kekurangan hingga saat ini Rp 5,26 triliun belum dikembalikan kepada negara.&lt;br /&gt;"Penyimpangan tersebut ditemukan di 16 satuan kerja perangkat daerah (SKPD)," ungkap Kepala Perwakilan BPK RI di Jakarta I Gede Kastawa usai rapat paripurna penyerahan hasil pemeriksaan BPK atas laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta tahun anggaran 2007 di gedung DPRD DKI kemarin.&lt;br /&gt;Dari 16 SKPD yang terindikasi melakukan penyimpangan tersebut, pada pemeriksaan semester I mulai Januari hingga Juni terdapat 66 temuan yang ada di 13 SKPD. Di antara SKPD itu, Biro Keuangan, Biro Perlengkapan, Biro Hukum, Dinas Pendapatan, Dinas dan Sudin Pertamanan, Dinas Perumahan, Dinas Olah Raga dan Pemuda serta Dinas PU. Selain itu, Suku Dinas Kebersihan, Dinas Pertambangan, Dinas Pemakaman, Dinas Kebudayaan dan Permuseuman serta BPM &amp; PKUD. Indikasi kerugian daerah dan kekurangan penerimaan daerah sebesar Rp 13,17 miliar dan administrasi Rp 5,25 triliun. &lt;br /&gt;Kemudian, pada semester II terhitung mulai Juli hingga Desember, ditemukan 65 penyimpangan yang ada di tiga SKPD. Yakni Dinas dan Sudin Perhubungan serta BLU Transjakarta, Dinas Pendidikan Dasar serta Dinas Pekerjaan Umum. Kerugian daerah dan kekurangan penerimaan daerah sebesar Rp 4,10 miliar dan administrasi Rp 334,56 miliar. "Total nilai penyimpangan Rp 5,60 triliun," beber Kastawa.&lt;br /&gt;Rinciannya, indikasi kerugian daerah dan kekurangan penerimaan daerah sebesar Rp 17,27 miliar dan temuan administrasi Rp 5,59 triliun. Dari jumlah tersebut, yang sudah ditindaklanjuti sebesar Rp 4,80 miliar atas temuan kerugian dan kekurangan penerimaan daerah. Sementara untuk administrasi yang sudah ditindaklanjuti Rp 334,56 miliar. &lt;br /&gt;Sehingga, temuan yang belum ditindaklanjuti Rp 12,47 miliar untuk indikasi kerugian dan kekurangan penerimaan daerah serta Rp 5,25 untuk administrasi. "Sekarang laporannya lebih jelek daripada tahun sebelumnya," ungkapnya. &lt;br /&gt;SKPD yang membuat laporan keuangan tidak bagus, Gubernur harus harus bertindak tegas. Pihaknya merekomendasikan agar kepala SKPD yang membuat laporan tidak wajar lebih baik digeser saja. "Kalau bikin laporan ga bisa gimana mau ngurusin yang lain," terangnya.&lt;br /&gt;Disinggung ada indikasi tindak korupsi, Kastawa menyatakan, ada kemungkinan ke arah tersebut. Namun, pihaknya masih akan melakukan investigasi lebih lanjut. &lt;br /&gt;Menurut Sekda Pemprov DKI Jakarta Muhayat, temuan BPK tersebut akan ditindaklanjuti. Pemprov akan memberikan sanksi tegas kepada sejumlah SKPD jika terbukti melakukan penyimpangan. Sehingga, seluruh SKPD yang masuk daftar melakukan penyimpangan harus membuktikan kinerjanya. "Jika tidak dapat membuktikan, tentu Gubernur tidak akan memberi kepercayaan lagi untuk menduduki jabatan itu," tegasnya. &lt;br /&gt;Namun, pihaknya berjanji akan melakukan perbaikan dan penyempurnaan selama enam bulan ke depan dengan menindaklanjuti rekomendasi dan persyaratan BPK terkait laporan keuangan. "Ini menjadi persyaratan yang harus kami tegakkan. Yaitu, kontrak kinerja performance aggreement dari masing-masing kepala SKPD terkait," janjinya.(aak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam di Balaikota, 24 Juni 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-3404479033794429295?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/3404479033794429295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=3404479033794429295&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/3404479033794429295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/3404479033794429295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/06/pemprov-dki-menyimpang-rp-526-t.html' title='Pemprov DKI Menyimpang Rp 5,26 T'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SGI8Jd9jt0I/AAAAAAAAAO0/5FAwfZimhpQ/s72-c/aak-Foke+Monas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-5228239984182121808</id><published>2008-06-22T18:54:00.003+07:00</published><updated>2008-08-18T18:57:00.570+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Buat Kotakoe'/><title type='text'>Nunggak Rp 3,8 Miliar, SPBG Telantar 8 Bulan</title><content type='html'>Nasib Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di DKI sangat memprihatinkan. Berhentinya operasi SPBG ternyata bukan lantaran infrastruktur rusak saja. Tingginya hutang pengelola SPBG yang nunggak pembayaran juga memicu berhentinya operasi stasiun pengisian untuk busway tersebut. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Headline Harian INDOPOS, 21 Juni 2008&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Seperti yang terjadi di SPBG Daan Mogot, Jakarta Barat. Perum PPD Depo K sebagai pengelola hingga saat ini belum juga melunasi hutang kepada Pertamina. Tragisnya, kejadian tersebut sudah hampir delapan bulan sejak resmi disegel pada November 2007 lalu. Namun, Pemprov DKI Jakarta tak kunjung bertindak untuk menyelesaikan persoalan tersebut.&lt;br /&gt;"Kalau tidak dibayar, ya wajar jika ditutup oleh Pertamina," ujar Ketua DPD Organda DKI Jakarta Herry Rotty kemarin.&lt;br /&gt;Kondisi tersebut sangat memprihatinkan mengingat operator busway telah membayar lunas pembelian BBG seharga Rp 2.562 per liter setara premium (LSP). Sementara pengelola SPBG Daan Mogot diduga tidak menyetorkan ke Pertamina. Sehingga, tidak hanya operator yang dirugikan, para penumpang juga terkena imbasnya. Sebab, operasional busway sebanyak 248 armada ikut terganggu. Seluruh armada hanya bisa mengisi bahan bakar di SPBG Pemuda dan Perintis Kemerdekaan. Itu pun harus dengan antrean panjang lantaran tidak ada tempat pengisian lain.&lt;br /&gt;Seharusnya, Pemprov DKI bisa melakukan langkah sigap sejak disegelnya SPBG tersebut. Apakah ditutupnya SPBG lantaran ada unsur kenakalan pengelola atau ada faktor lain. "Jika terbukti, harusnya ditindak tegas. Agar tidak terulang di kemudian hari," ungkapnya.&lt;br /&gt;Herry sendiri menyangsikan jika alasan belum dibayarnya uang tunggakan sebesar Rp 3,8 miliar lantaran tidak ada biaya. Mestinya, sesaat setelah para operator melunasi pembayaran bahan bakar gas, pihak PPD bisa langsung melunasinya ke Pertamina. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, pihaknya mendesak Pemprov DKI segera melakukan kebijakan strategis dengan cara menjadi penengah antara PPD dengan Pertamina. Jika tidak, pelayanan busway akan terus dikorbankan.&lt;br /&gt;Menurut Herry, selain persoalan tunggakan hutang, Organda menilai, Pemprov juga tidak serius dalam memperbaiki kerusakan dua SPBG. Saat ini, kondisi SPBG di Jalan Pemuda, dari tiga selang hanya satu berfungsi. Sementara SPBG Jalan Perintis Kemerdekaan, dari tiga selang hanya satu yang berfungsi. Begitu juga SPBG Rawabuaya. Sebanyak dua selang juga mengalami kerusakan dan masih dalam perbaikan.&lt;br /&gt;Penyegelan serta kerusakan yang terjadi pada SPBG tersebut sangat menganggu operasional busway. Jika pada hari biasa saja untuk mengisi bahan bakar hingga kembali ke tempat operasional dibutuhkan waktu hampir dua jam, saat ini bisa lima hingga enam jam. "Para operator itu sudah mengeluh minggu lalu. Tapi tak direspon oleh Pemprov," terangnya.&lt;br /&gt;Menurut Direktur Operasional Petros Robbi Sukardi selalu pengelola SPBG Pemuda, Rawabuaya dan Perintis Kemerdekaan, pihaknya membantah jika SPBG Pemuda mengalami kerusakan. Empat selang seluruhnya berfungsi. Antrean panjang lantaran banyak armada yang biasanya mengisi BBG di SPBG lain dialihkan ke tempat tersebut.&lt;br /&gt;Namun, pihaknya mengakui jika untuk SPBG di Rawabuaya sedang diperbaiki. Diperkirakan pekan depan baru selesai. Begitu juga SPBG di Perintis Kemerdekaan juga masih dalam perbaikan.&lt;br /&gt;Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat dikonfirmasi menyatakan, sebelum kasus SPBG mencuat jadi perbincangan publik, pihaknya mengaku tidak mendapat laporan telah terjadi kerusakan SPBG oleh Kepala Dinas Perhubungan. Namun, saat ini, antara Dinas Perhubungan dengan Dinas Pertambangan sudah diperintahkan untuk memperbaikinya. "Solusinya bagaimana. Kan diperbaiki. Kalau mengganggu pelayanan itu saya tahu. Tapi bagaimana lagi. Kalau bisa selesai hari ini, hari ini juga saya pingin selesai. Tapi kan ga bisa," kelitnya.&lt;br /&gt;Sayangnya, pria yang akrab disapa Foke itu enggan berkomentar lebih lanjut kapan target perbaikan bisa diselesaikan. Begitu juga soal hutang PPD kepada Pertamina sebesar Rp 3,8 miliar yang membuat SPBG Daan Mogot disegel hingga saat ini. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-5228239984182121808?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/5228239984182121808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=5228239984182121808&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/5228239984182121808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/5228239984182121808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/06/nunggak-rp-38-miliar-spbg-telantar-8.html' title='Nunggak Rp 3,8 Miliar, SPBG Telantar 8 Bulan'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-7977935066575199417</id><published>2008-06-22T18:44:00.003+07:00</published><updated>2008-08-18T18:57:50.533+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Buat Kotakoe'/><title type='text'>SPBG Ngadat, Busway Telantar</title><content type='html'>Matinya SPBG di sejumlah titik di DKI membuat busway gandeng yang baru diluncurkan ikut telantar. Soal ini aq tulis dan terbit di &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harian INDOPOS, 20 Juni 2008&lt;/span&gt;. Pasalnya, hingga saat ini, SPBG di Rawabuaya serta Perintis Kemerdekaan belum berfungsi seperti biasa. Praktis, hampir seluruh armada busway terpaksa antre panjang di SPBG Jalan Pemuda. Antrean panjang terlihat hingga satu kilo meter.&lt;br /&gt;Menurut pengakuan sopir busway gandeng, untuk bisa mengisi armadanya, dibutuhkan waktu hingga lima jam. Antrean tersebut disebabkan adanya kerusakan di SPBG tersebut. "Katanya selangnya yang berfungsi cuma dua," aku Iwan, 25, sopir busway gandeng kemarin.&lt;br /&gt;Di SPBG tersebut, ungkap dia, ada sekitar 40 bus yang sedang antre untuk mengisi bahan bakar. Akibatnya hampir setiap malam usai armada dioperasikan dan akan kembali ke pool, para sopir busway masih harus bersabar untuk bisa mendapatkan bahan bakar. "Kemarin kami mulai antre pukul 22.30 dan baru diisi pukul 03.30," ungkapnya.&lt;br /&gt;Hal itu tentu saja berpengaruh terhadap bus saat akan dilakukan pengecekan mesin sebelum dioperasikan kembali. Sebab, sekitar pukul 06.00, armada sudah harus beroperasi kembali.&lt;br /&gt;Menurut Kepala Dinas Pertambangan DKI Jakarta Peni Susanti, pihaknya membenarkan adanya kendala dalam pengisian SPBG di beberapa lokasi. Namun, hal tersebut seharusnya tidak mengganggu aktivitas busway. Saat ini sudah ada program untuk melakukan pembangunan SPBG. Seperti di Tanah Merdeka, Jalan Raya Hek dan Kramat Jati, Jakarta Timur. Saat ini, SPBG tersebut masih dalam tahap penyelesaian. "kami berharap bisa selesai secepatnya," ungkapnya.&lt;br /&gt;Menurut Direktur Operasi TransBatavia J Sihombing, saat ini beban SPBG di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pemuda dan Rawa Buaya sudah tidak lagi mencukupi. Sehingga, dapat menganggu kesiapan bus untuk beroperasi. Penggunaan bahan bakar gas pada bus TransJakarta pada awalnya merupakan bagian dari program langit biru dan energi alternatif yang ramah lingkungan. Seharusnya, Pemprov sudah memikirkan jauh-jauh hari untuk mengatasi persoalan tersebut. Seperti mengoperasikan SPBG baru. Akibat keterbatasan SPBG, terjadi gangguan operasional buway. Bahkan, ketika terjadi penggiliran aliran listrik yang terjadi pada Selasa lalu di SPBG Perintis Kemerdekaan ada sekitar 42 bus yang sedang mengantre. "Akibatny, ada penumpukan penumpang yang lantaran minimnya armada yang beroperasi.&lt;br /&gt;Menurut Manajer Operasional Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta Rene Nunumete menjelaskan, pihaknya terpaksa harus menggiliran bus yang beroperasi. Hal tersebutr dikarenakan dari empat SPBG hanya dua yang bisa beroperasi secara normal. Yakni, SPBG di Perintis Kemerdekaan dan Rawa Buaya saat ini hanya satu selang yang berfungsi. Padahal, SPBG tersebut difungsikan untuk TransBatavia koridor 2 dan 3 dengan jumlah bus 116 bus yang harus dilayani setiap hari. Dan dalam sehari bus-bus tersebut harus melakukan pengisian sebanyak dua kali perunitnya. Sementara untuk di Jalan Pemuda, harus melakukan pengisian terhadap 122 bus ditambah 10 unit bus gandeng. Akibat penumpukan tersebut, pihaknya terpaksa menempelkan pengumumam tentang keterlambatan armada akibat adanya masalah tersebut. "Dulu headway (jarak satu bus dengan bus lain) hanya tiga menit sekali. Sekarang tambah menjadi 30 menit," akunya. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-7977935066575199417?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/7977935066575199417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=7977935066575199417&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/7977935066575199417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/7977935066575199417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/06/spbg-ngadat-busway-telantar.html' title='SPBG Ngadat, Busway Telantar'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-4386488061307348063</id><published>2008-06-17T19:32:00.004+07:00</published><updated>2008-08-18T19:47:44.376+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Buat Kotakoe'/><title type='text'>Listrik Halte Busway Diputus Paksa</title><content type='html'>BLU Nunggak Rp 88,2 Juta&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Fasilitas angkutan masal busway sangat memprihatinkan. Peningkatan jumlah penumpang yang diklaim Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta ternyata tidak diikuti dengan peningkatan pelayanan yang ada. Bahkan, hanya gara-gara BLU nunggak bayar tagihan listrik Rp 88,2 juta, listrik di halte busway terpaksa diputus paksa oleh PLN. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Headline Harian INDOPOS, 17 Juni 2008&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Menurut Juru Bicara BLU Transjakarta Yuliani Evta, di antara halte yang diputus paksa tersebut, halte Monas, Sawah Besar serta halte Mangga Besar.&lt;br /&gt;Sebelum listrik halte diputus, PLN melayangkan surat peringatan untuk melunasi tagihan dengan denda di halte Monas sebanyak 44 bulan. Mulai Januari 2007 hingga September 2007. Khusus untuk halte Monas tersebut ada dua tagihan. Monas 1 serta Monas 2. Jumlah tagihan masing-masing sebesar Rp 44.190.432. "Karena belum dilunasi, aliran listrik ke halte bus Transjakarta diputus PLN. Bahkan, di halte Monas dioutus sejak Oktober 2007," ungkapnya saat dihubungi kemarin.&lt;br /&gt;Meskipun telah diputus paksa, pihaknya membantah jika menunggak membayar tagihan. Sebab, tagihan sebelumnya telah dibayar. Tagihan tersebut baru diketahui ketika BLU mengurus pembayaran listrik. Saat itu PLN meminta agar tagihan dan denda sebelumnya harus dilunasi terlebihdahulu. "Kami menolak karena nanti jadi melanggar aturan. Sebab, itu bukan tanggungjawab kami," ungkapnya.&lt;br /&gt;Penolakan itu dilakukan lantaran yang bertanggungjawab terhadap listrik di koridor I pada awalnya ditangani Dinas Penerangan Jalan Umum dan Sarana Jaringan Utilitas (PJU dan SJU). Dinas tersebut bertanggungjawab terhadap pemakaian listrik sejak koridor I dibangun pada 2004 hingga Desember 2006. Kemudian, pada Januari 2007, tanggungjawab dialihkan ke BLU Transjakarta.&lt;br /&gt;Keruwetan tersebut semakin dipicu dengan tidak adanya meteran di setiap halte busway. Akibatnya, pencatatan pemakaian listrik murni dari internal PLN dan baru diketahui saat akan dilakukan pembayaran. "Setiap bulan kami hanya dapat rekening dari PLN. Kami minta pakai meteran atas nama BLU. Tapi, PLN minta denda harus dilunasi," bebernya.&lt;br /&gt;Atas tagihan tersebut, BLU Transjakarta telah berusaha membicarakan masalah dengan Dinas PJU dan SJU. Namun, belum ada hasilnya. Sebab, jika persoalan itu bisa cepat diselesaikan, halte bisa segera dipasang meteran dan biaya pemakaian bisa diketahui secara pasti.&lt;br /&gt;Akibat pemutusan tersebut, selain halte rawan kejahatan, sistem tiketing juga terganggu. Pada saat listrik berfungsi, tiketing bisa secara otomatis. Namun, sejak listrik diputus paksa, tiketing menggunakan sistem manual. "Ini jelas membuat penumpang terganggu," ungkapnya.&lt;br /&gt;Menurut Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jakarta Raya Azwar Lubis, tindakan tegas tersebut hanya dilakukan jika para pelanggan PLN melakukan penunggakan. Termasuk BLU Transjakarta. Keputusan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di PLN. "Kalau tidak menunggak tidak mungkin kami putus. Jika satu bulan hanya kami putus sementara. Namun, jika lebih dari tiga bulan, maka meterannya harus kami cabut," katanya tegas. (aak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balaikota, 17 Juni 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-4386488061307348063?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/4386488061307348063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=4386488061307348063&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/4386488061307348063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/4386488061307348063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/06/listrik-halte-busway-diputus-paksa.html' title='Listrik Halte Busway Diputus Paksa'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-2698574422847081987</id><published>2008-06-17T19:27:00.002+07:00</published><updated>2008-06-17T19:31:46.588+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Sepekan Air PAM Mati, Warga Konsumsi Air Hujan</title><content type='html'>Krisis air di DKI sejak sepekan terakhir membuat warga kelabakan. Pasalnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa memanfaatkan air hujan. Soal ini aq tulis dan menjadi headline di &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harian INDOPOS, 16 Juni 2008&lt;/span&gt;. Untungnya, sejak krisis melanda, hujan masih terus mengguyur Ibu Kota. Sebab, jika harus membeli air bersih dari penjual air keliling, minimal warga harus mengeluarkan kocek Rp 50 ribu untuk satu gerobak. Itu pun habis untuk keperluan satu hari saja. &lt;br /&gt;Tidak diketahui pasti kapan pasokan akan kembali normal. Sebab, pada saat terjadi krisis air, PAM Jaya dan operator air justru sibuk berpolemik dengan menuding hal itu akibat adanya pengurasan air di Tarum Barat oleh Perum Jasa Tirta (PJT) II. Sementara, pihak Perum Jasa Tirta membantah telah melakukan pengurasan yang menyebabkan menurunnya pasokan.       &lt;br /&gt;Menurut Camat Tanjung Priok Darwis M Aji, pasokan air sudah terganggu sejak sepekan terakhir. Bahkan seperti di Kompleks Setneg Kelurahan Sunter Agung RW 09, air sama sekali tidak keluar dari saluran pipa PAM. Kondisi tersebut sangat merepotkan warga. Bagi yang mampu, warga masih bisa membeli air bersih yang ditawarkan penjual air keliling melalui gerobak dorong. Namun, bagi warga golongan kelas menengah ke bawah, banyak di antaranya yang memanfaatkan air hujan yang mengguyur akhir-akhir ini. Seperti yang terjadi di Sunter Agung.&lt;br /&gt;Sebenarnya, sejak krisis air bersih pekan lalu, warga langsung melayangklan surat kepada aparat pemerintah setempat. Kemudian diteruskan kepada PAM Jaya. Namun, hingga saat ini belum ada respon untuk mengatasi persoalan tersebut. "Kalau begini, kami yang repot. Tidak betul kalau PAM sudah menormalisasi aliran air. Dirut PAM Jaya turun ke lapangan dong, jangan ngomong saja. Selama ini PAM jarang koordinasi," ungkapnya sedih lantaran banyak dikomplain warganya.&lt;br /&gt;Menurut Direktur Utama PT PAM Jaya Hariadi Priyohutomo, pasokan air ke DKI memang sempat terganggu beberapa hari terakhir. Hal itu akibat adanya pengurasan air di Tarum Barat untuk meminimalisasi terjadinya kekeruhan lantaran banyak lumpur. Akibatnya, pasokan air baku ke instalasi pengolahan air bersih di Pulogadung turun hingga 30 persen. Namun, saat ini pasokan air sudah kembali normal. "Memang sempat ada hambatan minggu lalu. Tapi sudah langsung diperbaiki dan sekarang sudah normal," ungkapnya singkat.&lt;br /&gt;Sayangnya, pria yang akrab disapa Didiet itu tidak menjelaskan apakah membaiknya pasokan air itu untuk seluruh jaringan atau hanya sebagian kecil saja. Pihaknya juga tidak menyebut apakah sudah melakukan survey ke lapangan atau belum. Sebab, seperti kondisi pasokan di Tanjung Priok, pernyataan Didiet tersebut sangat bertolak belakang.&lt;br /&gt;Menurut Direktur Komunikasi dan Hubungan Eksternal PT Aetra Rhamses Simanjuntak, hingga saat ini pihaknya belum menerima keluhan dari para pelanggan di kawasan Jakarta Utara terkait terganggunya pasokan air bersih. Jika memang ada gangguan, pihaknya akan mengecek ke lokasi untuk kemudian akan menyalurkan air bersih ke para pelanggan melalui mobil-mobil tangki. "Saya belum tahu persis, akan saya cek ke bagian operasional dulu," katanya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari Kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasokan Air Ditolak Warga, Petugas Diduga Mau Pungli&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Krisis air yang melanda kawasan Jakarta Utara masih terus berlanjut. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harian INDOPOS, 17 Juni 2008&lt;/span&gt;. Upaya perbaikan yang dilakukan PAM Jaya belum dirasakan hasilnya oleh masyarakat. Operator air terpaksa mengirim air bantuan melalui mobil tangki. Terutama bagi para pelanggan air yang tidak mampu membeli air yang dijual gerobak keliling.&lt;br /&gt;Sayangnya, bantuan air tersebut justru ditolak warga lantaran diduga ada pungli. Praktis mobil tangki air yang dikirim PT Aetra kembali dengan tangan hampa.&lt;br /&gt;"Kami sudah suplai air bantuan melalui mobil tangki. Tapi ditolak warga," ujar Direktur Komunikasi dan Hubungan Eksternal PT Aetra Rhamses Simanjuntak kemarin.&lt;br /&gt;Sebenarnya, pasokan air via mobil tangki tersebut akan dikirim ke Kompleks Setneg Kelurahan Sunter Agung RW 09 sesaat setelah PT Aetra mendapat laporan pasokan air PAM di kawasan tersebut mati sama sekali. Bantuan pasokan air itu diberikan sambil menunggu membaiknya aliran air ke warga. "Karena ditolak, ya sudah. Tapi kami yakin aliran akan membaik," ungkapnya.&lt;br /&gt;Para petugas pemasok air sendiri sebelum menyalurkan air ke warga sempat kebingungan. Mereka mencari siapa yang harus bertanggungjawab atas pengiriman. Bahkan petugas sempat bertanya kepada wartawan dan kemudian diarahkan untuk menemui Camat Tanjung Priok atau Lurah Sunter Agung atau ketua RW setempat. Tidak diketahui pasti apa yang dilakukan petugas di lapangan. Sesaat kemudian muncul kabar pasokan air mobil tangki ditolak warga.&lt;br /&gt;Camat Tanjung Priok Darwis M Aji saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui jika ada pengiriman bantuan air. Pihaknya juga tidak pernah merasa diajak koordinasi. "Tidak ada itu pengiriman bantuan air. Tidak ada pihak operator yang berkoordinasi dengan kecamatan," terangnya.&lt;br /&gt;Disinggung pasokan air ditolak warga, hal itu tidak mungkin. Warga hanya menolak bantuan jika dipungut biaya. "Seperti dulu-dulu juga begitu. Kalau disuruh bayar, warga pasti menolak. Kalau gratis, ya jelas diterima. Itu biasa ulah petugas di lapangan," ungkapnya.&lt;br /&gt;Menurut pengakuan warga, aliran air di wilayah Sunter Agung memang kerap tersendat. Tidak hanya saat terjadi krisis air. Pada hari biasa pun, air mengucur hanya malam hari. Sementara siang hari praktis macet. Hanya warga yang memiliki pompa yang bisa menikmati air secara lancar. "Itu sudah lama terjadi. Ga sekarang, dulu-dulu juga begitu," aku Puspita.&lt;br /&gt;Seperti diberitakan sebelumnya, krisis air di DKI sejak sepekan terakhir membuat warga kelabakan. Pasalnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari, warga terpaksa memanfaatkan air hujan. Untungnya, sejak krisis melanda, hujan masih terus mengguyur Ibu Kota. Sebab, jika harus membeli air bersih dari penjual air keliling, minimal warga harus mengeluarkan kocek Rp 50 ribu untuk satu gerobak. Itu pun habis untuk keperluan satu hari saja.&lt;br /&gt;Tidak diketahui pasti kapan pasokan akan kembali normal. Sebab, pada saat terjadi krisis air, PAM Jaya dan operator air justru sibuk berpolemik dengan menuding hal itu akibat adanya pengurasan air di Tarum Barat oleh Perum Jasa Tirta (PJT) II. Sementara, pihak Perum Jasa Tirta membantah telah melakukan pengurasan yang menyebabkan menurunnya pasokan.&lt;br /&gt;Sejak terjadinya krisis air selama sepekan terakhir, pasokan air dari operator PT Aetra menurun hingga 30 persen. Dari pasokan 3.660 liter per detik menjadi 2.562 liter per detik. Sedangkan pasokan air dari operator PT Palyja menurun sekitar 10 persen. Dari pasokan 6.200 liter per detik menjadi 5.580 liter per detik. (aak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pojok Balaikota, 17 Juni 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-2698574422847081987?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/2698574422847081987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=2698574422847081987&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2698574422847081987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2698574422847081987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/06/sepekan-air-pam-mati-warga-konsumsi-air.html' title='Sepekan Air PAM Mati, Warga Konsumsi Air Hujan'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-5363654824959892212</id><published>2008-06-09T12:28:00.006+07:00</published><updated>2008-06-09T19:12:22.449+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Perjalankoe'/><title type='text'>Semalam Bersama KM Labobar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0ZLQMpdfI/AAAAAAAAAMI/9GwzOdRAzSg/s1600-h/CIMG3119.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0ZLQMpdfI/AAAAAAAAAMI/9GwzOdRAzSg/s320/CIMG3119.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209848025054803442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jadwal menunggu kelahiran anakku akhirnya terpaksa aq batalkan. Dari kantor ada tugas dadakan untuk pergi ke Surabaya. Pagi-pagi KM Labobar jurusan Jakarta-Ambon sudah menunggu.&lt;br /&gt;Setelah naik kapal, aq menjelajahi ruang nahkoda yang terletak di deck paling atas. Aq membayangkan jika itu kapal Titanic yang akhirnya tenggelam setelah menjadi saksi bisu romantisme dua anak manusia. Sangat berbeda. Tidak ada menara pengintai. Hanya ada satu teropong, kompas, alat peluncur sinyal yang bisa memantulkan ke satelit jika kapal tersesat atau tenggelam serta radar pendeteksi jika ada kapal ada segala segala rintangan saat kapal melintas. Sebuah jarum terus memutar dan menyisir segala yang dilihatnya. Terlihat bintik-bintik warna kuning yang menyebar. Nahkoda bilang itu adalah kapal yang melintas.&lt;br /&gt;Jika dalam radar kedetek ada sesuatu yang menghalangi, bisa langsung diteropong untuk kemudian nahkoda akan memberikan komando untuk menggeser kemudi.&lt;br /&gt;Pukul 11.30, kami istirahat di kabin kelas satu. Tepatnya 6017 A. Ruangan berukuran 3x5 meter itu berisi fasilitas sangat lengkap. Tepat di samping pintu ada lemari dua pintu yang menyatu dengan meja tempat minuman. Di atasnya ada TV 14 inci. Sementara, depannya persis toilet lengkap dengan showernya. Kemudian dekat cendela kaca terdapat dua dipan kecil yang dilengkapi kasur, bantal dan guling.&lt;br /&gt;Pukul 12.00, suara azan terdengar dari speaker. Setengah jam kemudian, pengumuman terdengar lagi. Para penumpang dipersilahkan makan siang di ruang pantri. Saat kami beranjak, layar TV persis sedang memberitakan Komandan Laskar FPI Munarman tewas di Batujajar.&lt;br /&gt;Hanya lima menit kami memperhatikan berita tersebut untuk kemudian beranjak ke ruang pantri untuk makan siang.&lt;br /&gt;Ruangannya sangat sederhana. Tapi bagiku sangat elit. Semua penumpang makan dengan prasmanan. Menu yang disediakan juga cukup mewah. Ada ayam goreng, ikan laut, tempe dan sayur. Usai makan, para petugas langsung menyodorkan pencuci mulut berupa agar-agar dan segelas air putih.&lt;br /&gt;Usai makan siang, kami kembali ke kabin untuk istirahat. TV yang menyala buram semua. Persis seperti di kampung dulu. Aq memutuskan lihat suasana luar dari cendela kaca. Aq lihat kapal sudah meninggalkan jauh dari pelabuhan. Hanya hamparan laut biru di sana yang diwarnai kapal-kapal kecil berseliweran. Aq coba menghubungi istriku di rumah untuk menanyakan apakah anakku sudah lahir atau belum. Ternyata HP Simpatiku ga ada sinyal. Aneh, padahal barusan diluncurkan sistem BTS di atas kapal. Di seluruh koridor juga tertulis di kapal ini ada sinyal. "Ah itu cuma promosi," kataku putus asa. Setelah merebahkan badan ke kasur, tanpa sadar aq terlelap. Begitu bangun sudah menunjukkan pukul 16.30.&lt;br /&gt;Aq coba keluar kabin untuk menyusuri deck atas untuk melihat suasana sore di atas lautan. Setelah sholat ashar di masjid as safinah, sms istriku masuk. "Yah coba naik ke deck belakang ada kafetaria. Makan pop mie enak situ," begitu bunyi sms istriku.&lt;br /&gt;Aq menyusuri koridor. Hanya 100 meter sudah sampai di tempat yang ditunjukkan istriku. Maklum, sebagai putri kelahiran Ambon, istriku terhitung sering naik kapal KM Labobar jika akan pulang kampung di Ambon. Aq sendiri punya cita-cita mengunjungi kampung halaman mertuaku jika anakku sudah lahir kelak.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0a9LXWyhI/AAAAAAAAAMY/WWEqjdGyL7w/s1600-h/CIMG3144.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0a9LXWyhI/AAAAAAAAAMY/WWEqjdGyL7w/s320/CIMG3144.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209849982262626834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ruangan kafetaria sore itu sangat ramai. Para penumpang, terlihat sedang santai duduk di bangku-bangku yang berjajar di pinggir pagar pembatas. Angin menyapu dengan kerasnya. Aq putuskan pesan kopi panas bersama Anzar, kawan sesama reporter indopos yang saat ini telah pindah di koran jakarta.&lt;br /&gt;Sungguh indah pemandangan laut sore itu. Laju kapal terlihat membelah hamparan air laut yang tenang. Sejauh mata memandang hanya hamparan air laut. Di belakang terlihat matahari sudah memerah tanda akan tenggelam. Suara adzan magrib kembali terdengar. Tidak lama kemudian, petugas kembali mengumumkan santap malam sudah siap.&lt;br /&gt;Usai makan malam, bersama petugas kami kembali diajak menjelajah ruang mesin yang terletak di deck paling dasar. Suara di ruang mesin sangat bising. Melewati tangga yang sangat curam, akhirnya kami sampai di ruang kendali mesin. Sepanjang dinding dipenuhi jarum jam.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0d_lCmqVI/AAAAAAAAAM4/KX8UeFshvMY/s1600-h/CIMG3134.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0d_lCmqVI/AAAAAAAAAM4/KX8UeFshvMY/s320/CIMG3134.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209853322049530194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari jarum jam terlihat kapal dengan melaju dengan kecepatan 500 rpm atau setara 1,8 mil per jam. "Kalau di bawah itu bisa merusak mesin. Minimal 300 rpm. Meskipun konsekuensinya bisa boros bahan bakar," terang petugas.&lt;br /&gt;Usai meninjau ruang mesin, kami menyusur ruang penumpang ekonomi. Lusuh persis di kereta api. Tapi bedanya di kapal masih ada dipan dengan kasur. Bau khas kapal terasa menyengat. Anganku langsung menerawang mengingat saat tenggelamnya kapal Levina tahun lalu. Sebab, bau seperti itu selalu aq cium saat kapal pasukan katak TNI AL merapat di pelabuhan Tanjung Priok dengan membawa mayat korban KM Levina yang tenggelam. Aq langsung keluar khawatir muntah.&lt;br /&gt;Jarum jam aq lihat sudah menunjukkan pukul 19.30. Kawan wartawan mengajak karaoke sambil makan pop mie di kafetaria deck yang sore tadi aq kunjungi. Lagu kenangan terus didendangkan. Untuk bisa nyanyi, kami harus membayar Rp 5 ribu untuk dua lagu.&lt;br /&gt;Syair lagu Celindion terdengar dinyanyikan dengan syahdu. Aq bersandar di bangku sambil memandang gelap di sana. Angin menerpa dengan kerasnya. Lampu-lampu kelap kelip terlihat betebaran dari jauh. Kapal nelayan sedang mencari ikan.&lt;br /&gt;Pak Edy dari Pelni memberikan intruksi untuk turun ke ruang pantri untuk meneruskan karaoke live. Dari lagu kenangan berganti dengan lagu dangdut. Semua berjingkrak berjoged ria. Termasuk kapten kapal. Semua larut dalam ketawa. Tak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 23.30. Dari karaoke berganti dengan obrolan ringan ngalor ngidul. Mulai dari gosip artis hingga guyonan dewasa. Sebentar bentar ledakan tawa memecahkan kesunyian malam. Asap rokok terus mengepul tak putus-putusnya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0ZeUmrfqI/AAAAAAAAAMQ/naKZg4n-bjs/s1600-h/CIMG3164.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0ZeUmrfqI/AAAAAAAAAMQ/naKZg4n-bjs/s320/CIMG3164.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209848352655244962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pukul 07.00, kami dibangunkan untuk diajak ke ruang nahkoda. Seluruh mualim standby di posisi masing-masing. Ada yang memelototi peta, ada yang memantau radar, ada yang berjaga di kemudi. Sementara nahkoda kapal terus melihat ke depan. Sesekali memegang teropong lalu geleng-geleng kemana. "Mau kemana itu kapal. Kayaknya geser kanan-kanan," kata Kapten Arifudin yang pagi itu menjadi nahkoda tegang.&lt;br /&gt;Memang, memasuki Pulau Karangjamuang, sebelum masuk pelabuhan Tanjung Perak, banyak kapal tanker berseliweran. Belum lagi perahu-perahu nelayan.&lt;br /&gt;Kemudian terdengar kata-kata nahkoda memberi aba-aba. "130.135. Putaran setengah. 160," kata nahkoda diikuti mualim pemegang kendali kapal.&lt;br /&gt;Mendekati papasan dengan kapal tanker dan perahu nelayan, terdengar klakson kencang dilanjutkan dengan aba-aba berikutnya.&lt;br /&gt;Usai lepas satu kapal, dari jauh sudah tampak lagi kapal tanker yang melaju dengan cara menyilang. Suara radio panggil tak henti-hentinya berbunyi. "Kapal masuk boeng 23 Labobar mohon melintas. Mohon identitas kapal apa di depan," kata suara mualim meminta konfirmasi kapal yang menghadang di depan.&lt;br /&gt;Jika melihat aktifitas di ruang nahkoda, aq teringat film titanic yang menabrak gunung es karena kesalahan atau keterlambatan mengarahkan kemudi kapal. Itu juga persis film Steven Siegel saat perang di kapal selam. Satu kesalahan memberi aba-aba, kapal akan menjadi bidikan empuk dan seluruh ABK beserta penumpangnya dipastikan hanya tinggal nama. Atau kesalahan mengidentifikasi rintangan di depan seperti kapal titanic yang berujung tewasnya ribuan penumpang. Ternyata, di manapun, kewaspadaan, ketepatan, kecerdikan dan kecerdasan melihat kondisi akan menentukan nasib kita selanjutnya.&lt;br /&gt;Mungkin, banyaknya kecelakaan, baik itu kapal seperti KM Levina atau Adam Air akibat keteledoran itu. Wallahu A'lam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Malam saat baru balik dari Surabaya menumpang KM Labobar, 8 Juni 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-5363654824959892212?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/5363654824959892212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=5363654824959892212&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/5363654824959892212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/5363654824959892212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/06/semalam-bersama-km-labobar.html' title='Semalam Bersama KM Labobar'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0ZLQMpdfI/AAAAAAAAAMI/9GwzOdRAzSg/s72-c/CIMG3119.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-2565212306275404826</id><published>2008-06-06T17:47:00.005+07:00</published><updated>2008-06-10T21:16:29.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Keluargakoe'/><title type='text'>Menanti Kelahiran Anakku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0eo-WcUMI/AAAAAAAAANA/shkUb-Nt4BU/s1600-h/CIMG2769.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0eo-WcUMI/AAAAAAAAANA/shkUb-Nt4BU/s320/CIMG2769.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209854033218261186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cemas, khawatir dan bahagia campur aduk menjadi satu. Sebentar lagi anakku yang pertama lahir ke dunia ini. &lt;br /&gt;Aq bahagia karena sebentar lagi akan hadir pasukan perang kecilku. Sniper yang kutunggu-tunggu untuk membantuku membidik ketidakadilan yang terjadi di kota ini. Jakartaku, ibukotaku yang mulai rusuh tak kondusif. Setelah aksi besar-besaran menolak kenaikan BBM yang digelar mahasiswa dan berujung bentrok di berbagai titik dengan aparat kepolisian, muncul aksi mogok angkot besar-besaran yang membuat ribuan penumpang telantar. Para sopir menaikkan tarif angkutan seenaknya. Harga sembako pun juga ikut melonjak naik.&lt;br /&gt;Belum usai penanganan kasus penyerbuan polisi ke kampus Unas, Jakarta kembali rusuh akibat ulah massa Front Pembela Islam yang menyerang massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di silang Monas. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE6K9iW7b_I/AAAAAAAAANo/ksYOMddUwCU/s1600-h/Aksi+di+Polda-Fery+(4).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE6K9iW7b_I/AAAAAAAAANo/ksYOMddUwCU/s320/Aksi+di+Polda-Fery+(4).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210254608713871346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap pulang liputan dari Merdeka Selatan, aq lihat sepanjang Jalan KS Tubun atau kampung Petamburan mencekam. Ratusan massa FPI memblokir jalan. Truk polisi dan ratusan serse juga berkeliaran di seputaran kawasan tersebut. Untuk ke kantor, aq tak lagi melewati jalan itu seperti hari-hari biasanya. Aq lebih senang memutar lewat Kemanggisan, Kebon Jeruk. &lt;br /&gt;Daripada saat melintas terjadi kerusuhan lagi, bakal berape jadinya. Apalagi anakku mau lahir, sementara istriku sedang menunggu harap-harap cemas di rumah. Yah, aq masih ingat betul saat ratusan massa FPI menyerang membabi buta di Monas. Tidak hanya orang dewasa yang dikejar, dipukul dan diinjak-injak. Banyak juga ibu-ibu dan anak-anak yang lari tunggang langgang. Ditetapkannya pimpinan FPI Habib Riziek dan anak buahnya menjadi tersangka tidak lantas membuat Jakarta aman. Hal itu karena perang urat syaraf via media antara Gus Dur dan Habib Riziek telah memancing daerah bergolak. Terutama massa NU yang berniat menyerang markas FPI dan mengancam akan menyerbu Jakarta. &lt;br /&gt;Masya Allah, anakku akan lahir di saat situasi tidak menentu. Persis seperti nyanyian Iwan Fals saat kelahiran anaknya. Galang rambu anarkhi yang lahir saat BBM melambung tinggi. Susu tak terbeli, anakku kurang gizi. (semoga ini tak terjadi pada anakku selama aq yakin terhadap Yang di Atas).&lt;br /&gt;Kekhawatiran pada saat menjelang anakku lahir juga bukan lantaran situasi tidak menentu. Setelah dokter menyatakan istriku sudah bukaan satu, pikiranku langsung pusing tujuh keliling. Soalnya uang tabungan untuk kelahiran belum ada. Di tabungan hanya ada Rp 500 ribu. Itu pun terkadang harus dipotong-potong untuk keperluan dadakan. Ini ibukota. Apa-apa mahal. Kencing aja Rp 2000, begitu kata orang. Untuk satu kelahiran, minimal dibutuhkan Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta. Itu pun jika kondisi normal dan tidak terjadi apa-apa. Jika terjadi sesuatu, harus siap-siap dana lebih. Hal-hal itupun masuk dalam pikiranku. Meskipun, aq tetap yakin Tuhan tahu kondisiku saat ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0guEuvgBI/AAAAAAAAANQ/Th6PpEVmlVs/s1600-h/CIMG2822.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0guEuvgBI/AAAAAAAAANQ/Th6PpEVmlVs/s320/CIMG2822.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209856319853395986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jangankan untuk cesar, untuk kelahiran normal saja tabunganku masih kurang banyak.&lt;br /&gt;Dengan siapa aq harus berharap. Doa saja tidak cukup, harus ada usaha untuk cari hutangan. Semua kolega, teman, saudara yang memungkinkan untuk kasih hutangan pun aq kontak. &lt;br /&gt;Satu hari kemudian, dari Kalimantan Selatan, Mas Hatta telepon. Dari seberang terdengar kabar akan mentranfer uang untuk kelahiran anakku. Satu jam kemudian aq cek di ATM, muncul tambahan Rp 1 juta. Al Hamdulillah. Pagi tadi, dari Jogja Ida adikku yang masih kuliah juga telepon katanya akan pulang ke Tuban dan akan memberikan tambahan Rp 500 ribu. Makasih ya Allah. &lt;br /&gt;Sekitar pukul 16.00, Hp ku berdering. Orang PELNI ngundang liputan ke Surabaya. Aq bilang ga bisa soalnya aq harus nungguin istri mau lahiran. Aq coba lempar ke kantor. Ternyata di kantor ga da yang bisa. Mas Tir yang ditunjuk jadi korlip bilang aq saja yang berangkat, sementara istri dibokingkan kamar di rumah sakit. Setelah berembuk, akhirnya istriku menolak dan di rumah saja menunggu kelahiran. Katanya ga apa-apa jika aq berangkat ke Surabaya. Toh cuman sehari dan Minggu pagi sudah balik ke Jakarta pakai pesawat. &lt;br /&gt;Sejak Kamis lalu, aq memang sudah meliburkan diri ga liputan. Sebab, Istriku sudah khawatir ada tanda-tanda kelahiran. Tapi kalau ada tugas dadakan seperti ini, mau gimana lagi. "Ya udah berangkat aja. Besok balikkan," kata istriku menyetujui setelah para tetangga sekitar meyakinkan akan membantu jika sewaktu-waktu anakku mendadak lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore saat harap-harap cemas menunggu kelahiran anakku, 6 Juni 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-2565212306275404826?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/2565212306275404826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=2565212306275404826&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2565212306275404826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2565212306275404826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/06/menanti-kelahiran-anakku.html' title='Menanti Kelahiran Anakku'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0eo-WcUMI/AAAAAAAAANA/shkUb-Nt4BU/s72-c/CIMG2769.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-6704953455891097698</id><published>2008-06-06T16:35:00.003+07:00</published><updated>2008-06-09T19:08:45.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Ketika Banjir Menjadi Budaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0csTmystI/AAAAAAAAAMo/gMSB4U3U-z8/s1600-h/CIMG1714.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0csTmystI/AAAAAAAAAMo/gMSB4U3U-z8/s320/CIMG1714.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209851891440333522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pukul 20.00, rombongan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meluncur ke pesisir utara Jakarta. Banjir air pasang masih terus berlanjut sejak tiga hari terakhir. Sebanyak 56 ribu penduduk, tempat tinggalnya tergenang air setinggi 50 cm lebih. &lt;br /&gt;Memasuki Kelurahan Penjaringan, mobil mewah B1 terpaksa dihentikan. Air laut sudah masuk di kawasan itu. Voreijder yang mengawal rombongan menyatakan perjalanan harus dihentikan dan diganti menggunakan truk TNI. &lt;br /&gt;Setelah Gubernur berkumis melihat sekeliling, akhirnya seluruh rombongan dievakuasi ke dalam sebuah truk tentara. Wartawan, kepala dinas, asisten terpaksa berdesak-desakan dalam satu truk. Tampak Kepala Dinas Pekerjaan Umum Wisnu Subagyo mengambil nafas panjang setelah meloncat ke dalam truk. Disusul Kepala BPLHD Budirama Natakusumah dan Asisten Pembangunan Sarwo Handayani.&lt;br /&gt;Secara perlahan, truk mulai berjalan dan menyisir ruas jalan perkampungan pesisir itu. Tidak sampai lima menit, truk sudah harus menerobos derasnya arus banjir air pasang itu.&lt;br /&gt;Dari dalam truk aq lihat ada mobil yang nekad menerobos dan harus mogok di tengah jalan lantaran air sudah meninggi. Perkampungan terlihat sangat gelap. Aq kira sedang terjadi pemadaman. Ternyata tidak. Sebab, lima menit kemudian, tampak ada lampu yang juga masih menyala di tengah derasnya arus. &lt;br /&gt;Dari sisi kanan dan kiri, aq lihat seorang nenek dituntun anak perempuannya untuk mengungsi. Tapi banyak juga yang tetap tinggal di rumah mereka. Meja, bangku atau apapun yang bisa menyangga dibuat untuk tempat evakuasi. Mereka berdiri di atas air sambil memandang dengan tatapan kosong saat rombongan Gubernur melintas. Ada juga yang sibuk mengamankan puluhan jirigen yang berada dalam gerobak untuk diamankan ke dalam rumah. Rupanya, jirigen berisi air bersih. Jika pada hari biasa dijual kepada warga lain, pada saat banjir untuk persediaan sendiri. &lt;br /&gt;Setengah jam kemudian, seorang tentara yang mengawal rombongan turun dengan cara meloncat. Dengan suara lantang berteriak memberi aba-aba sopir truk agar bisa atret (mundur) ke belakang persis di bibir pantai. &lt;br /&gt;Sejenak truk berhenti. Aq lihat air laut mengalir dengan deras. Tanggul darurat yang dibuat dengan geronjong sama sekali tidak terlihat. Anehnya, tidak jauh dari tanggul PT Pelindo tersebut masih ada bangunan warga lengkap dengan penghuninya. &lt;br /&gt;"PU ga bener nih kalau cuma buat tanggul darurat. Permanen saja ga jaminan bisa bendung derasnya air," kataku dengan suara agak keras. Maksudku agar Kepala Dinas PU dengar. Kebetulan Pak Wisnu duduk persis di sampingku. &lt;br /&gt;"Seharusnya daerah ini harus diuruk dulu. Reklamasi berkilo-kilo meter saja bisa kenapa untuk nguruk satu kampung ga bisa. Kalau cuma tanggul, kena abrasi juga jebol. Ini akal-akalan saja," kataku lagi.    &lt;br /&gt;Rekan wartawan yang berada di sampingku langsung serentak menyenggol lenganku. "Hus ada kepala dinas tuh yang ngurusi tanggul," seraya mengingatkanku.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0cBGDGraI/AAAAAAAAAMg/zX7N9Q4TnpY/s1600-h/CIMG1505.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0cBGDGraI/AAAAAAAAAMg/zX7N9Q4TnpY/s320/CIMG1505.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209851149066612130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jebolnya tanggul sepanjang tujuh meter itu dampaknya memang luar biasa. Hampir sepanjang kawasan itu tergenang. Tak heran saat mengunjungi perkampungan, banyak warga berteriak-teriak. "Pak Gubernur, kapan dibuatin tanggul permanen. Kalau banjir kami ga bisa bekerja, anak-anak juga ga bisa sekolah," teriak perempuan paroh baya sambil menggendong anak balitanya.&lt;br /&gt;Mendengar keluhan tersebut, Fauzi Bowo hanya tersenyum. "Ya nanti akan kami buatin tanggul. Tapi sebelum tanggul jadi, kami mohon warga mau mengungsi. Agar tidak terjadi korban," katanya singkat.&lt;br /&gt;Memang, sepanjang perjalanan kami tidak banyak melihat ada warga yang mengungsi secara beramai-ramai. Sejumlah tempat pengungsian yang disediakan nyaris tidak berfungsi. Warga tetap memilih bertahan di rumahnya masing-masing. Ada yang naik perahu atau menumpuk meja-meja di rumahnya agar tidak tergenang. &lt;br /&gt;Kekhawatiran Gubernur itu lantaran dari sejumlah titik masuknya air laut, belum seluruhnya selesai ditanggul. Bahkan, yang sudah pun ada yang jebol. &lt;br /&gt;Menurut Manager Krisis Center Heru Joko Santoso, warga di kawasan pesisir utara diharapkan tetap waspada. Sebab, air pasang itu diperkirakan masih akan terjadi pada malam hari. Setelah air surut tanggal 5 Juni. Setelah itu akan kembali lagi terjadi air pasang pada 19 Juni dan berlanjut pada 28 Juni hingga 4 Juli. "Sebelum melewati masa kritis, diharapkan bisa tetap berada di tempat pengungsian. Bagi yang belum mengungsi, diharapkan cepat-cepat mengungsi," harapnya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0dIWEdGAI/AAAAAAAAAMw/mswmX8COQSY/s1600-h/CIMG1686.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0dIWEdGAI/AAAAAAAAAMw/mswmX8COQSY/s320/CIMG1686.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209852373137954818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Walikota Jakarta Utara Effendi Anas, di antara daerah rawan itu ada delapan titik. Seperti Luar Batang ke arah utara, Pos 6 Sunda Kelapa, Pelabuhan Samudra Indonesia, Pasar Ikan, Pantai Mutiara, PLTU Pluit Karang Ayu, Jembatan Muara Angke menuju Penjaringan serta tol Sedyatmo Km 24 hingga 26. "Selain akibat air pasang yang memang tinggi, drainase buruk serta tumpukan sampah ikut menyumbang banjir kerap terjebak di pemukiman warga," ungkapnya.&lt;br /&gt;Dari perkiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) serta Djawatan Oseanografi, air pasang maksimum selalu terjadi pada bulan mati atau qomariah. Kebetulan pada 4 Juni dan 5 Juni masuk salah bulan tersebut. Air pasang setinggi 1,2 meter mulai pukul 18.00 hingga pukul 22.00. "Kemudian, air pasang akan kembali terjadi pada tanggal 19 Juni," ungkap Kepala Meteorologi Maritim BMG DKI Ponco Nugroho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendiri saat menunggu kelahiran anakku, 6 Juni 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-6704953455891097698?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/6704953455891097698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=6704953455891097698&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/6704953455891097698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/6704953455891097698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/06/ketika-banjir-menjadi-budaya.html' title='Ketika Banjir Menjadi Budaya'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0csTmystI/AAAAAAAAAMo/gMSB4U3U-z8/s72-c/CIMG1714.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-2444577220349408142</id><published>2008-05-29T19:50:00.001+07:00</published><updated>2008-06-09T19:18:43.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Kabiro Adwil DKI Dibui</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0fjCdBYOI/AAAAAAAAANI/63xqnHFbSnk/s1600-h/CIMG0980.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0fjCdBYOI/AAAAAAAAANI/63xqnHFbSnk/s320/CIMG0980.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209855030752010466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diduga Korupsi Rp 1 Miliar&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keseriusan Kejaksaan Tinggi DKI untuk menyeret pejabat Pemprov DKI yang tersangkut korupsi akhirnya dibuktikan. Kemarin sore pukul 16.00, Kepala Biro Administrasi Wilayah Pemprov DKI Agusalim Utud dijebloskan ke dalam penjara rumah tahanan (rutan) Salemba cabang Kejari Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;Agusalim Utud ditetapkan tersangka setelah melalui pemeriksaan intensif yang dilakukan secara maraton terhitung mulai pukul 10.00 hingga pukul 16.00. "Dia diduga ikut terlibat dalam korupsi pengadaan filling cabinet yang merugikan negara Rp 4,6 miliar," ungkap Asisten Pidana Khusus (Adpidsus) M Yusuf kemarin sore.&lt;br /&gt;Dari hasil pemeriksaan, Agusalim diduga ikut terlibat korupsi sekitar Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar. Sebelumnya, Kejati juga menahan penyandang dana bernama Burhanudin. Pria tersebut diduga mendanai proses lelang di lima wilayah DKI. Sementara Adang Sudarmaji selaku pemenang lelang sudah berulang-ulang dipanggil untuk pemeriksaan namun tak kunjung juga datang. Praktis, dengan ditahannnya Agusalim Utud, tersangka dugaan korupsi pengadaan filling cabinet tahan api tahun 2006 tersebut yang sudah ditahan sebanyak 11 orang. Jakarta Timur tiga orang, Jakarta Selatan dua orang, Jakarta Barat dua orang, Jakarta Utara satu orang, Jakarta Pusat satu orang serta DKI dua orang.&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Sri Rahayu saat dikonfirmasi mengakui adanya penahanan Kepala Biro Hukum Agusalim Utud. Selama pemeriksaan, pria yang masih aktiv di Pemprov DKI itu didampingi pengacara Devy Anwar. Setelah dinyatakan harus ditahan, Biro Hukum telah menyampaikan secara lisan untuk penangguhan penahanan. Namun, secara resminya akan disampaikan Jumat (30/5) hari ini.&lt;br /&gt;Koordinator divisi korupsi politik ICW Ibrahim Fahmi Badoh menyatakan, banyaknya kasus korupsi di tingkat pemerintahan daerah akibat rendahnya tingkat pengawasan internal. Terutama dalam proses pengadaan barang dan jasa. Rata-rata, penyelewengan terjadi akibat dana yang diajukan tidak begitu signifikan namun jumlahnya banyak dan merata di setiap satuan unit kerja pemerintah daerah (SKPD).&lt;br /&gt;Pemborosan pada pengadaan filling cabinet itu lantaran sekali pengadaan bisa tahan hingga tujuh tahun sejak awal pembelian. Sehingga, jika masih ada barang yang sama belum sampai melewati rentang masa ketahanan tersebut, pengadaan baru dianggap pemborosan. Apalagi jika terjadi mark up. Akibatnya, anggaran publik menjadi berkurang, sementara anggaran aparatur membengkak. "Ini harus dituntaskan dan diproses," tandasnya.&lt;br /&gt;Penyelidikan kasus dugaan korupsi tersebut dimulai sejak ada penemuan dugaan penggelembungan dana pengadaan filling cabinet dengan nilai total Rp 15 miliar. Setelah diungkap pada September 2007. Kemudian, pada Januari 2008, penyidik meningkatkan statusnya ke penyidikan dan menemukan unsur kerugian negara hingga ditetapkannya para tersangka tersebut.&lt;br /&gt;Sekadar diketahui, munculnya kasus dugaan korupsi filling cabinet di lingkungan Pemprov DKI Jakarta berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan inteligen Kejaksaan Tinggi DKI. Ditemukan enam kasus tindak pidana korupsi pada pengadaan filling cabinet tahan api di lima wilayah DKI. Masing-masing kantor Walikotamadya Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara serta Kantor Biro Administrasi Wilayah (Adwil) Pemprov DKI.&lt;br /&gt;Dalam pengadaan tersebut, Biro Adwil mendapatkan anggaran Rp 2,5 miliar atau dengan jumlah keseluruhan Rp 15 miliar yang bersumber dari APBD DKI. Dugaan korupsi berawal setelah proses munculnya anggaran tersebut tidak prosedural lantaran muncul tanpa ada usulan dari masing-masing kotamadya se-DKI Jakarta.&lt;br /&gt;Dugaan korupsi tersebut didasari alasan pada pelaksanaan lelang yang dilakukan oleh masing-masing kotamadya se-DKI Jakarta dan Biro Adwil DKI diduga tidak sesuai dengan ketentuan Kepres no 80 tahun 2003 tentang tata cara pengadaan barang dan jasa pemerintah. Antara lain, dalam menyusun spesifikasi filling cabinet tahan api oleh panitia atau penguasa anggaran telah menunjuk pada merek tertentu. Yakni Lacera. Selain itu, panitia lelang telah menetapkan hasil perhitungan sendiri (HPS) tanpa melakukan survey pasar dan pabrik. Panitia hanya mengacu kepada patokan harga satuan yang dikeluarkan Biro Perlengkapan DKI.&lt;br /&gt;Panitia atau kuasa pengguna anggaran dalam evaluasi teknis dan harga serta dalam menetapkan pemenang lelang tidak cermat dan tidak profesional. Seperti yang terjadi di Jakarta Timur yang menetapkan CV Mahabani sebagai pemenang lelang dengan harga Rp 21.050.000 per unit dan PT Landalo Sejati sebagai pemenang di Kodya Jakarta Pusat dengan harga Rp 21.825.000 per unit. Padahal, masih ada perusahaan lain yang sanggup memproduksi filling cabinet tahan api dengan harga yang lebih murah dengan spesifikasi sama dan kualitas yang sama. Yang sangat disayangkan lagi, panitia lelang telah merekayasa sama peserta lelang dengan nama fiktif. Seperti PT Karya Cipta Utama tidak pernah mendaftar sebagai peserta lelang. Bahkan, PT Landaru tidak memiliki izin usaha serta belum pernah memproduksi filling cabinet. Produksi diserahkan perusahaan lain seperti PT Lodd Indonesia dan PT Sarandi. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-2444577220349408142?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/2444577220349408142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=2444577220349408142&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2444577220349408142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2444577220349408142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/05/kabiro-adwil-dki-dibui.html' title='Kabiro Adwil DKI Dibui'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE0fjCdBYOI/AAAAAAAAANI/63xqnHFbSnk/s72-c/CIMG0980.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-2008058486447969088</id><published>2008-05-27T18:07:00.007+07:00</published><updated>2008-06-10T20:59:13.164+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Jakarta Mulai Rusuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE6Hh3278OI/AAAAAAAAANY/sFOYPVo-89I/s1600-h/Aksi+Balaikota%26Exxon-Fery+(6).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE6Hh3278OI/AAAAAAAAANY/sFOYPVo-89I/s320/Aksi+Balaikota%26Exxon-Fery+(6).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210250834914046178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Situasi Jakarta mulai tidak kondusif. Sejak dinaikkannya BBM pada Jumat (23/5) pukul 00.00 lalu, aksi penolakan kenaikan BBM meluas. Hampir setiap hari ribuan mahasiswa turun jalan. Sejumlah elemen kampus di Ibukota tak henti-hentinya meneriakkan penolakan kenaikan BBM itu. Satu kerusuhan telah terjadi. Mahasiswa kampus Universitas Nasional (Unas) bentrok dengan aparat kepolisian yang dikerahkan Polres Jakarta Selatan dan dibantu Polda Metro Jaya. Aparat kepolisian menyerbu kampus yang terletak di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan itu. Sejumlah fasilitas kampus dirusak. Ratusan mahasiswa yang kebetulan berada di kampus dipukul, ditendang dan dihajar tanpa ampun. Sebanyak 100 mahasiswa ditahan di Polres Jakarta Selatan dan akhirnya sebanyak 73 mahasiswa dinyatakan sebagai tersangka dengan tuduhan menimbulkan kerusuhan dan mengancam keamanan. Baik Kapolda Metro Jaya Kombes Pol Adang Firman maupun Kapolri Jenderal Sutanto berdalih, penyerbuan itu untuk membela diri dan menegakkan hukum dan mengendalikan keamanan. Bahkan, tidak tangung-tanggung, Kapolri menyatakan aksi tersebut ditungganggi pihak ketiga yang ingin memanfaatkan situasi  yang berniat mengadu domba antara mahasiswa dengan pemerintah.   &lt;br /&gt;Rektor Unas pun tak terima atas kejadian tersebut dan melaporkan kepada Kombnas HAM lantaran aparat telah melakukan pengrusakan dan kekerasan di area kampus yang notabene otonom.  &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE6IZ1c0OmI/AAAAAAAAANg/piRxg1T9UYA/s1600-h/Aksi+Jahit-Fery.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE6IZ1c0OmI/AAAAAAAAANg/piRxg1T9UYA/s320/Aksi+Jahit-Fery.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210251796340292194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belum usai kasus Unas, ratusan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) tak  ingin ketinggalan. Mereka juga menggelar aksi massa di kampusnya yang terletak persis di jalan protokol. Kerusuhan pun terjadi. Mahasiswa dan aparat terlihat bentrok yang berujung kejar-kejaran. Karena kesal, mahasiswa melempari aparat dengan berbagai benda keras yang ditemukan di sekitarnya. Batu, kayu, botol dan bom molotov dilemparkan di tengah brikade aparat. Suasana pun mencekam. Namun tak sampai berlarut-larut lantaran aparat tidak mau mengulang kesalahan yang sama saat terjadi penyerbuan di kampus Unas. Seluruh personel ditarik dari lapangan. &lt;br /&gt;Justru, suasana semakin tidak terkendali. Ratusan mahasiswa semakin brutal. Jalan Letjend Sutoyo diblokir. Ribuan pengguna jalan tidak bisa melintas. Begitu juga puluhan angkot dan bus kota antarkota terpaksa berhenti operasi. Ribuan penumpang pun telantar. Pemblokiran terjadi sekitar pukul 16.00 hingga pukul 22.00 dan berlanjut tadi pagi pukul 07.30 hingga pukul 11.00. Aparat setempat pun kembali menenangkan massa dibantu rektor UKI. Aksi pemblokiran pun bisa dibubarkan.             &lt;br /&gt;Di tempat berbeda, terutama di Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, ratusan angkutan umum juga mogok kerja. Para sopir itu menolak operasi lantaran tidak ada ketegasan tarif dari pemerintah sejak ada kenaikan BBM. Sementara, inisiatif menaikkkan tarif yang dilakukan para sopir banyak ditolak mentah-mentah oleh para penumpang. Para sopir pun frustasi. Sementara para pengusaha angkutan umum yang tergabung dalam Organda juga tidak mau tahu nasib para sopir. Para pengusaha menolak ikut menanggung biaya operasi lantaran setoran yang diberikan para sopir terlalu rendah. Sehari hanya Rp 150 ribu.     &lt;br /&gt;Dua hari sudah ratusan angkutan umum mogok. Di antaranya, angkot 09 dan 09 A jurusan Tanah Abang-Kebayoran Lama dan M 11 jurusan Tanah Abang-Meruya, B 03 jurusan Meruya-Grogol, B 17 jurusan Kebayoran Lama-Grogol, metromini 24 jurusan Srengseng-Slipi, M 11 Tanah Abang-Meruya, metromini 92 Ciledug-Grogol, metromini 91 Tanah Abang-Batusari serta KWK B 14 jurusan Rawabuaya-Grogol.&lt;br /&gt;Mogoknya sejumlah angkutan umum tersebut memang membuat lalu lintas lancar. Tidak seperti biasanya yang selalu langganan macet lantaran banyak yang ngetem atau menaikkan atau menurunkan penumpang sembarangan. Namun, akibat mogoknya angkutan umum, ribuan penumpang yang biasanya memanfaatkan jasa angkutan menjadi telantar. Sebagai gantinya hanya ada ojek yang mematok tarif gila-gilaan.&lt;br /&gt;Tidak diketahui pasti kapan aksi mogok bakal berakhir. Meskipun, Organda DKI sendiri telah memberikan jaminan tidak mogok seperti yang disepakati saat rapat bersama dengan Dinas Perhubungan DKI di kantor Jatibaru, Jakarta Pusat kemarin. Sebab, antara sikap sopir yang mogok dengan pengusaha angkutan umum yang tergabung dalam Organda memiliki kepentingan yang berbeda. Pengusaha enggan menanggung biaya operasional yang membengkak. Seluruhnya diserahkan kepada sopir. Sementara, di sisi lain, para penumpang menolak tarif yang dinaikkan secara sepihak oleh para sopir.&lt;br /&gt;Menyikapi aksi mogok puluhan angkot dan bus kota itu, Pemprov DKI tidak bisa berbuat banyak. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo hanya berjanji akan mengantisipasi kejadian tersebut dengan mengerahkan armada tambahan dari TNI, Polri dan bus pegawai.&lt;br /&gt;Selain itu, pengoperasian busway juga akan ditambah. Jika pada hari biasa hanya sampai pukul 22.00, akan dioperasikan hingga pukul 00.00. Begitu juga dengan kereta api. Pemprov akan meminta PT KA Daops I untuk bisa memperpanjang jam operasi KA. Jika     pada hari biasa hanya beroperasi hingga pukul 20.30, diminta bisa beroperasi hingga pukul 00.00. "Pengerahan bus cadangan itu plan C atau plan terakhir jika tarif tak kunjung bisa ditetapkan. Tapi itupun tak mampu melayani seluruh layanan yang ada," tambah Kepala Dinas Perhubungan DKI Nurachman.     &lt;br /&gt;Anehnya, meski gejolak sosial telah terjadi, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) serta Organda DKI sendiri tak kunjung menyerahkan usulan tarif angkutan umum kepada Gubernur.&lt;br /&gt;Menurut Ketua DTKJ Edi Toet Hendratmo, belum ditentukannya tarif angkutan umum tersebut lantaran banyak faktor yang harus dibahas. Seperti kajian sosial dan ekonomi. "Besok sore (sore ini) dibahas. Kenaikan tarif bukan cara tepat. Tapi tidak ada cara lain. Diharapkan bisa sampai di tangan Gubernur Kamis atau Jumat," ungkapnya. &lt;br /&gt;Belum usai mogok angkot, ribuan buruh di DKI juga tak ketinggalan. Mereka mengancam akan turun jalan dan mogok kerja jika tuntutan kenaikan Upah Minimum Provinsi tidak dinaikkan 30 persen. Saat ini UMP ditetapkan Rp 972.604 dan dituntut bisa naik menjadi Rp 1,3 juta.&lt;br /&gt;Menurut Gibson Sihombing, salah satu anggota Dewan Pengupahan dari unsur Asosiasi Pekerja Indonesia, penetapan kenaikan UMP DKI itu harus ditetapkan maksimal pada Juni mendatang. Sebab, dengan kenaikan BBM sebesar 28,7 persen, beban yang ditanggung para buruh semakin besar. Hal itu mengingat asumsi penetapan UMP 2008 salah satunya didasarkan pada tarif angkutan umum. "Hitung-hitungannya per bulan Rp 300 ribu atau satu hari Rp 10 ribu. Tapi kalau tarif angkot naik, kan beban semakin berat," ungkapnya.&lt;br /&gt;Apalagi, penetapan itu didasarkan pekerja lajang dan tidak pernah dipikirkan nasib para pekerja yang sudah berkeluarga. Jika harus menunggu kenaikan UMP tahun depan, para buruh harus menanggung beban selama tujuh bulan.&lt;br /&gt;Koordinator Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) Syawal Harahap menyatakan, jika tuntutan kenaikan UMP tidak segera ditetapkan sebesar 30 persen, para buruh akan turun jalan. Aksi pemanasan akan mulai digelar pada 29 Mei mendatang. Aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan terhadap situasi ekonomi yang kian sulit.&lt;br /&gt;Idealnya, dengan adanya kenaikan BBM, upah buruh sudah harus ditetapkan minimal Rp 1,3 juta atau sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL). Tahun 2007, KHL DKI sebesar Rp 1.055.000. Namun, UMP hanya ditetapkan 92 persen dari jumlah tersebut atau sebesar Rp 972.604.&lt;br /&gt;Koordinator Serikat Pekerja Nasional (SPN) Endang Sunarto, jika kenaikan UMP tidak segera ditetapkan, beban para buruh akan semakin berat. Dari hasil survey yang digelar di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan, sebelum kenaikan BBM saja, beban buruh setiap bulan harus nombok Rp 900 ribu per bulan. Untuk menambal kebutuhan, banyak di antara para buruh yang menyandera kartu kredit. Lantaran tidak bisa membayar tagihan, banyak yang rela di-PHK agar mendapat pesangon.&lt;br /&gt;Menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, tuntutan kenaikan UMP itu sah-sah saja dilakukan. Namun, dewan pengupahan juga harus mengikuti prosedur dengan segera membahas dan mengusulkan kepada Pemprov DKI. "Kalau itu menjadi tuntutan, ajukan saja secara resmi," ungkapnya. &lt;br /&gt;Menyikapi antisipasi adanya kerusuhan aksi massa, Polda Metro Jaya, TNI, Pemprov DKI    dan forum rektor merapatkan barisan. Rapat besar-besaran digelar di Balaikota. Diperkirakan, rapat akan berlangsung hingga nanti malam pukul 00.00. &lt;br /&gt;Miris. Itulah komentar yang bisa aq katakan. BBM telah dinaikkan. Seluruh aset milik anak negeri telah dijual. Kilang minyak diserahkan kepada Amerika. Dalam negeri tak mampu mengendalikan harga minyak. Pemerintah hanya bisa menjual minyak mentah dengan harga yang sangat murah. Begitu minyak jadi, harus dibeli dengan harga yang sangat mahal. Kita telah terjajah di negeri sendiri akibat tangan-tangan penguasa yang mementingkan kepentngannya sendiri.  &lt;br /&gt;Anehnya, mantan presiden megawati yang dulu juga pernah menaikkan BBM dan menjual aset juga teriak2 menolak kenaikan BBM. Persis seperti tak pernah melakukan kesalahan di masa lalu. Begitu juga Gus Dur. Semua orang ingin memanfaatkan situasi. Semua orang ingin meneguk simpati dan popularitas demi pemilu 2009. Rakyat, apalagi rakyat kecil dan miskin hanya bisa tersedu-sedu dan menyesali situasi yang tak mungkin akan kembali seperti dulu. Lalu siapa yang bakal membela mereka? hanya kalian yang masih punya hati nurani yang bisa menjawabnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balaikota saat magrib jelang pertemuan forum rektor, Polda metro dan pemprov DKI bahas situasi terkini Jakarta, 27 Mei 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-2008058486447969088?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/2008058486447969088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=2008058486447969088&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2008058486447969088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2008058486447969088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/05/jakarta-mulai-rusuh.html' title='Jakarta Mulai Rusuh'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE6Hh3278OI/AAAAAAAAANY/sFOYPVo-89I/s72-c/Aksi+Balaikota%26Exxon-Fery+(6).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-5303416920377065738</id><published>2008-05-26T19:25:00.000+07:00</published><updated>2008-05-26T19:26:06.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Dua Orang Tewas Setiap Hari</title><content type='html'>Dua Orang Tewas Setiap Hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan Perusahaan DKI Langgar K3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedisiplinan ribuan perusahaan yang ada di DKI masih sangat rendah. Khususnya dalam menerapkan keselamatan dan keamanan kerja (K3). Praktis hal itu memicu terjadinya kecelakaan kerja semakin meluas. Sebanyak 25 kasus kecelakaan kerja terjadi di Jakarta setiap harinya. Bahkan, dua di antaranya berujung ada kematian pekerja.&lt;br /&gt;Dari hasil penelusuran DPRD DKI Jakarta, kecelakaan kerja pada 2007 sebanyak 9.480 kasus. Dari jumlah kecelakaan tersebut, sebanyak 734 pekerja cacat fungsi, 529 kasus cacat sebagian, empat kasus cacat tetap dan 634 kasus meninggal dunia. Sementara sebanyak 7.519 kasus atau 79 persen, sembuh dari kecelakaan. "Jumlah ini memang mengalami penurunan dibandingkan pada 2006 lalu yang tercatat 10.026 kasus. Tapi jumlah ini masih terhitung sangat tinggi," ungkap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Maringan Pangaribuan kemarin.&lt;br /&gt;Masih tingginya tingkat kecelakaan kerja tersebut akibat banyak perusahaan yang tidak memenuhi standar K3. Selain norma ketenagakerjaan juga belum dilaksanakan. Bahkan, banyak di antara perusahaan yang melakukan pelanggaran norma ketenagakerjaan, belum memiliki serikat pekerja dan banyaknya perusahaan yang memperkerjakan pekerja waktu tertentu atau honorer.&lt;br /&gt;Hal tersebut memang diakui Plh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Sumanto. Menurut dia, selama 2007 hingga Maret 2008, sebanyak 3.600 perusahaan melakukan pelanggaran K3. Seluruhnya telah diberi peringatan. Namun, sebanyak 25 perusahaan enggan memenuhi ketentuan. "Perusahaan yang membangkang tersebut sudah diproses secara hukum dan masuk penyidikan," ungkapnya kemarin.&lt;br /&gt;Dijelaskan, perusahaan yang diajukan ke pengadilan tersebut, sebelumnya sudah melalui prosedur administratif terlebih dahulu. Upaya pembinaan, pengawasan dan pemeriksaan telah dilakukan. Bagi perusahaan yang melanggar dan enggan memenuhi ketentuan, dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ke pengadilan. Namun, jika perusahaan setelah diberi nota peringatan bersedia memenuhi ketentuan, proses hukum tidak akan ditempuh. Sebab, pada prinsipnya, Disnakertrans tidak bermaksud memberi tindakan kepada perusahaan, tapi untuk melindungi keselamatan kerja para buruh. "Toleransinya enam bulan sejak diberi nota peringatan," terangnya.&lt;br /&gt;Masih banyaknya perusahaan yang mengabaikan aspek keselamatan itu akibat sanksi yang ada dalam Undang-Undang sangat ringan. Sesuai UU nomor 1 tahun 1970 tentang K3, sanksi bagi pelanggar hanya berupa hukuman kurungan 3 bulan atau denda sebesar Rp 100 ribu. "Ini tahun 1970. Kalau sekarang memang sudah tidak sesuai lagi," katanya.&lt;br /&gt;Di antara contoh kecelakaan kerja yang terjadi baru-baru ini seperti yang dialami&lt;br /&gt;Hary, 30, satgas Transjakarta yang terjatuh di Halte Pulomas saat akan menurunkan penumpang pada Rabu (21/5) lalu. Akibatnya, Hary mengalami patah tulang di bagian kaki dan tangan kanan lantaran terlindas ban belakang bus. Korban terpaksa dilarikan ke RS Mediros, Kelapa Gading, Jakarta Utara untuk mendapat perawatan intensif. "Seperti juga kasus keracunan yang terjadi di Carrefour Ratu Plaza, Pemprov akan membawanya ke jalur hukum," bebernya. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-5303416920377065738?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/5303416920377065738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=5303416920377065738&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/5303416920377065738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/5303416920377065738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/05/dua-orang-tewas-setiap-hari.html' title='Dua Orang Tewas Setiap Hari'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-2158269078992460550</id><published>2008-05-26T19:23:00.001+07:00</published><updated>2008-05-26T19:23:56.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Anggaran Proyek Dipangkas, Dewan Kebakaran Jenggot</title><content type='html'>Anggaran Proyek Dipangkas, Dewan Kebakaran Jenggot&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Langkah Pemprov DKI Jakarta patut diacungi jempol. Hal itu setelah sejumlah anggaran yang ditengarai mubazir dipangkas habis dari seluruh dari Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD). Tragisnya, langkah progresif itu justru membuat sejumlah kalangan politisi Kebon Sirih kebakaran jenggot. Diduga, anggaran yang dipangkas itu merupakan proyek "titipan" dari dewan.&lt;br /&gt;Menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, pemangkasan sejumlah program yang dianggap tidak mendesak itu lantaran terjadi penurunan rencana penerimaan akibat perubahan situasi ekonomi. Sehingga, Pemprov DKI tidak mau ambil resiko dengan mematok anggaran yang lebih besar. Apalagi, sejumlah program yang dipangkas itu juga bukan anggaran mendesak. Seperti seminar-seminar, kelengkapan fasilitas kantor SKPD serta renovasi gedung pemerintahan.&lt;br /&gt;"Pertumbuhan ekonomi kan tidak stabil. Itu menuntut untuk dilakukan evaluasi. Apakah pertumbuhan ekonomi lebih cepat atau lambat," ungkapnya kemarin.&lt;br /&gt;Menurut dia, dengan APBD sebesar Rp 23,59 triliun, idealnya, pada triwulan pertama Januari hingga Maret 2008, harus sudah masuk sebesar Rp 5 triliun. Kenyataannya, pemasukan hanya Rp 3,2 triliun. Hal itu berarti telah terjadi defisit Rp 1,8 triliun. Sehingga APBD 2008 terpaksa harus menyusut menjadi Rp 18,79 triliun.&lt;br /&gt;Defisitnya anggaran ditengarai juga akibat adanya kesalahan perhitungan SILPA 2007. Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan, SILPA hanya mencapai Rp1,3 triliun. Sementara dalam APBD 2008 sudah terlanjur dimasukkan SILPA hasil perhitungan eksekutif Rp1,8 triliun. Sehingga ada pengurangan Rp 500 miliar.&lt;br /&gt;Menyikapi kenyataan tersebut, Pemprov DKI juga harus menyesuaikan kondisi yang ada dengan memangkas sejumlah anggaran belanja di setiap SKPD. Apalagi, banyak di antara program yang mendesak juga masih membutuhkan tambahan dana.&lt;br /&gt;Sayangnya, Foke enggan menyebut berapa jumlah pemangkasan itu. Sebab, masing-masing SKPD baru menghitungnya.&lt;br /&gt;Menurut Sekda Muhayat, pemotongan itu dilakukan di seluruh SKPD sebesar 15 persen hingga 20 persen. Sebab, Pemprov DKI juga harus memenuhi alokasi kenaikan gaji sebesar 20 persen.&lt;br /&gt;Sementara itu, atas pemangkasan tersebut, kalangan dewan mengaku berang. Sebab, dalam memangkas alokasi anggaran di SKPD, eksekutif tidak melibatkan dewan sama sekali. Padahal, dengan fungsi budgeting, dewan memiliki hak untuk ikut menentukan besaran dana dalam APBD. Termasuk jika terjadi pemangkasan atau penambahan.&lt;br /&gt;Menurut sekretaris komisi B Nurmansyah Lubis, eksekutif melakukan pemotongan anggaran secara sepihak tanpa melalui mekanisme perubahan anggaran. Pemprov juga dianggap secara sengaja tidak menerbitkan SKO atas kegiatan fisik dan non fisik hingga saat ini. Sehingga, sampai saat ini belum ada program yang dikerjakan. "Itu sama saja telah menghambat pekerjaan. Pimpinan DPRD DKI harus memanggil gubernur mengenai hal ini," tegasnya.&lt;br /&gt;Dijelaskan, Gubernur melalu Sekda telah memerintahkan kepada SKPD untuk memotong anggaran dari APBD 2008 yang disahkan tanpa memperdulikan kewenangan bahwa hak budget ada di legislatif.&lt;br /&gt;Berdasarkan surat edaran Sekda no 24/se/2008 tertanggal 12 Mei 2008, Dinas, Sudin dan UPT diperintahkan untuk mengurangi anggaran tanpa persetujuan DPRD. "Bidang ekonomi saja jumlahnya mencapai Rp 193 miliar," bebernya.&lt;br /&gt;Menurut dia, terlepas dari aspek penghematan yang dilakukan eksekutif, terbitnya surat edaran itu dianggap telah melecehkan dewan. Sebab, APBD 2008 saja belum sempat dilaksanakan, tapi sudah dirubah lagi. "Ini belum final. Masih dalam tahap kajian di masing-masing SKPD. APBN saja sudah berubah berulang-ulang. Kok APBD ga bisa," bantah Foke.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-2158269078992460550?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/2158269078992460550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=2158269078992460550&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2158269078992460550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2158269078992460550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/05/anggaran-proyek-dipangkas-dewan.html' title='Anggaran Proyek Dipangkas, Dewan Kebakaran Jenggot'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-7999784960036408928</id><published>2008-05-26T19:18:00.002+07:00</published><updated>2008-06-11T20:27:22.755+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Warga Mulai Protes BLT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE_Rc2j_fmI/AAAAAAAAANw/tWz9Hq-b0R8/s1600-h/JKT+-+Tua+-+Ton.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE_Rc2j_fmI/AAAAAAAAANw/tWz9Hq-b0R8/s320/JKT+-+Tua+-+Ton.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210613587503971938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ratusan Gakin Tak Tercatat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sinyal kerusuhan sosial mulai tercium di Jakarta. Pasalnya, banyak di antara data warga miskin (gakin) yang tercatat dalam data BPS tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Padahal, jika tidak ada penundaan, BLT rencananya akan mulai dikucurkan hari ini.&lt;br /&gt;Ketidakakuratan data BPS mulai mendapat kecaman warga di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Sebab, sebanyak 135 gakin tidak tercatat dalam daftar yang ada di BPS.&lt;br /&gt;Ratusan warga yang tidak tercatat tersebut tidak termasuk dalam daftar penerima BLT sebanyak 2.287 gakin. Di antara warga yang tidak menerima BLT tersebut, Kelurahan Kenari 28 orang, Bungur 24 orang, Kwitang 14 orang, Paseban 7 orang serta Senen 2 orang. "Yang paling banyak tidak masuk daftar penerima BLT dari Kelurahan Kramat sebanyak 60 KK," ungkap Camat Senen Hidayatullah kemarin.&lt;br /&gt;Sedangkan yang masuk dalam daftar penerima BLT, Kelurahan Senen 177 orang, Kramat 918 orang, Bungur 370 orang, Paseban 642 orang serta Kenari 180 orang.&lt;br /&gt;Menurut Askesmas Pemprov DKI Aurora Tambunan, perbedaan data tersebut memang terjadi lantaran banyak hal. Bisa lantaran ada yang meninggal dunia, pindah tempat tinggal atau jika terjadi bencana. Banyaknya data warga miskin memang membuat Pemprov DKI tidak bisa menghitung secara valid berapa jumlah warga miskin sebenarnya. Saat ini, data kemiskinan versus gakin serta SKTM dengan BPS belum ada kesamaan. Begitu juga dengan angka riil di masyarakat. Sehingga, jika dalam penyaluran BLT tersebut menggunakan data BPS, pihaknya hanya bisa mengamini.&lt;br /&gt;Namun, pihaknya tetap berjanji akan segera menuntaskan data miskin satu versi. Nantinya, data tersebut digunakan untuk berbagai kepentingan yang berkaitan dengan warga miskin.&lt;br /&gt;Menurut PT Pos Deputi IV Bangbang Suherman, terkait tidak adanya kesinkronan data penerima BLT yang menggunakan data dari BPS dan kenyataan di lapangan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Sebab, keputusan resmi pemerintah menunjuk data BPS untuk penyaluran bantuan kompensasi kenaikan BBM tersebut.&lt;br /&gt;Menurut Kepala BPS DKI Djamal, data yang bakal dipakai untuk penyaluran BLT kompensasi BBM itu sudah final. Sebab, updating data selanjutnya baru selesai Juli mendatang. Di antara jumlah warga miskin yang bakal diajukan bisa menerima BLT itu total se-DKI sebanyak 157.515 orang. Jumlah tersebut berdasarkan data 2005 serta hasil updating 2007. Untuk Pulau Seribu ada 1.043 orang. Data masih menggunakan tahun 2005. Jakarta Selatan 11.377 orang. Data ini juga tahun 2005. Untuk Jakarta Timur sebanyak 38.871 orang sebagai hasil updating 2007. Sementara data sebelumnya menyebutkan, warga miskin di kawasan itu ada 39.768 orang. Artinya, ada 887 warga miskin yang dicoret.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE_SmXe7a5I/AAAAAAAAAN4/nhKqCnipOd8/s1600-h/JKT+-+Tua+-+Ton+(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE_SmXe7a5I/AAAAAAAAAN4/nhKqCnipOd8/s320/JKT+-+Tua+-+Ton+(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210614850471553938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk Jakarta Pusat 22.722 orang. Sebelumnya 22.723. Satu orang dicoret dari data miskin itu. Untuk Jakarta Barat 30.320 orang dan masih menggunakan data 2005 serta Jakarta Utara 53.182 orang hasil updating 2007. Jumlah warga miskin sebelumnya 55.249 orang. Di tempat ini ada 2.067 orang yang dicoret dari daftar orang miskin. "Memang masih banyak yang harus diupdate. Sebab, setelah diteliti, banyak yang masuk daftar warga miskin, tapi kenyataannya tidak miskin lagi," terangnya kemarin.&lt;br /&gt;Dengan belum selesainya updating data warga miskin tersebut, memang ada kemungkinan terjadinya penyimpangan. Banyak warga yang tidak miskin bakal menerima bantuan BLT. Namun, hal itu bisa diantisipasi pada saat pembagian kartu oleh petugas PT Pos. Jika dalam pembagian asal-asalan, penyimpangan tidak terelakkan. "Di situ ada ketentuan, sangat miskin, miskin dan mendekati miskin. Yang terakhir itu yang harus diteliti dengan seksama," tegasnya.&lt;br /&gt;Meski banyak daftar warga miskin baru, Pemprov DKI Jakarta tetap tak memiliki keberanian untuk menambah nama baru yang bakal menerima BLT. Hal itu mengingat standar yang ditetapkan BPS nasional sulit untuk diterapkan di DKI. Praktis, hal itu membuat Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan menarik kartu BLT jika di lapangan ditemukan tidak sesuai dengan alamat yang tertera.&lt;br /&gt;"Kami tidak mau ambil resiko. Daripada bingung, lebih baik ditarik saja untuk menghindari kesalahan," ungkap Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo kemarin.&lt;br /&gt;Instruksi tersebut telah dilayangkan ke seluruh SKPD dari kotamadya, kecamatan, kelurahan, RT dan RW. Jika dalam kartu BLT alamat yang tertera tidak sesuai dengan kenyataan, harus ditarik dan tidak boleh diwariskan.&lt;br /&gt;Meskipun, diakuinya, ada desakan agar sejumlah kartu BLT yang tidak sesuai alamatnya itu bisa dialihkan kepada warga miskin yang lain yang tidak terdaftar. "Bisa saja. Tapi kan aturan yang ditetapkan BPS tidak seperti itu," katanya.&lt;br /&gt;Foke sendiri mengaku mendapat banyak kritikan terkait jumlah kemiskinan di DKI yang ditengarai lebih kecil dari kenyataan. Namun, hal itu tidak bisa begitu saja dirubah lantaran keputusan BPS nasional sudah final.&lt;br /&gt;Disebutkan seperti kriteria warga miskin harus memiliki rumah lantainya tanah, lebar rumah tidak lebih delapan meter persegi, untuk DKI, hal itu sulit diterapkan. Banyak warga miskin tempat tinggalnya tidak lagi tanah, tapi sudah ubin. Begitu juga luas tempat tinggalnya banyak yang lebih luas dari delapan meter persegi.&lt;br /&gt;Jika standar kriteria sebanyak 14 item itu ada penyesuaian dengan kondisi kemiskinan saat ini, besar kemungkinan, kata dia, jumlah warga miskin DKI jauh lebih besar dari angka yang ditetapkan BPS sebanyak 157.515 orang.&lt;br /&gt;Untuk penyaluran BLT tersebut, seluruh aparat dari tingkat kotamadya hingga kelurahan dan RT/RW sudah siap. Pada Jumat (23/5) mendatang, seluruh aparat siap mengawal penyaluran bantuan sebesar Rp 100 ribu per kepala keluarga itu. Untuk meminimalisasi terjadinya penumpukan massa, Pemprov DKI juga akan mendirikan posko penyaluran tambahan di sejumlah kantor camat dan lurah di lima wilayah DKI. Sehingga, selain 147 pos yang disiapkan PT Pos, tambahan itu akan menambah kelancaran penyaluran bantuan. Diharapkan, pengambilan BLT dengan cara berdesak-desakan bisa dihindari.&lt;br /&gt;Pembagian kartu BLT tersebut memang sudah dimulai pada Senin (19/5) lalu. Namun, hingga kemarin, pembagian masih terus berlangsung.&lt;br /&gt;Menurut pengakuan warga, meski nilainya sangat kecil dan tidak bisa mengatasi persoalan dengan naiknya harga kebutuhan bahan pokok, bantuan BLT itu sangat membantu. "Daripada tidak dapat. Lumayan lah," ungkap Aji, warga RW 4, Peganggsaan, Menteng, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;Menurutnya, jika pemerintah ingin membantu rakyatnya, mestinya bantuan tidak hanya dalam bentuk uang tunai. Tapi lebih membuka lapangan pekerjaan. Sebab, jika uang tunai, sekali diterima bisa langsung habis untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi, di DKI, sistem pemberdayaan di DKI melalui program PPMK sudah tersedia. Begitu juga dengan kesehatan gratis melalui kartu gakin atau SKTM. Begitu juga dengan layanan pendidikan gratis. "Yang tidak ada itu lapangan pekerjaan. Banyak lulusan sekolah nganggur," ungkapnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-7999784960036408928?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/7999784960036408928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=7999784960036408928&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/7999784960036408928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/7999784960036408928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/05/warga-mulai-protes-blt.html' title='Warga Mulai Protes BLT'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SE_Rc2j_fmI/AAAAAAAAANw/tWz9Hq-b0R8/s72-c/JKT+-+Tua+-+Ton.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-2804587853730212374</id><published>2008-05-26T19:15:00.000+07:00</published><updated>2008-05-26T19:16:31.513+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Rekam Jejak Alm. Ali Sadikin Membangun Jakarta (3-Habis)</title><content type='html'>Rekam Jejak Alm. Ali Sadikin Membangun Jakarta (3-Habis)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Teringat Ramalan Ronggowarsito, Prihatin Konsep Megapolitan Diabaikan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat Jakarta dipimpin Ali Sadikin 1966-1977, situasi dalam negeri masih belum kondusif. Gencarnya aksi demonstrasi pembebasan Irian Jaya dan anti Malaysia membawa tekanan ekonomi cukup serius. Banyaknya pemberontakan di luar Jawa membuat arus urbanisasi semakin gencar. Krisis ekonomi, sosial, kemanusiaan berbaur membentuk Jakarta menjadi kota yang nyaris mati suri. Lalu dengan spirit apa Jakarta bisa bangkit?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;IBNUL A'ROBI&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitu Ali Sadikin dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Soekarno pada 28 April 1966, pria yang akrab disapa Bang Ali itu langsung tancap gas. Dasar-dasar pembangunan yang telah dirintis pendahulunya (Heng Ngantung 1964-1965) seperti pencukupan sandang, pangan, papan, interaksi sosial dan pendidikan terus diperluas. Sebab, kebutuhan dasar itu jika tidak dipenuhi akan menjadi masalah serius di kemudian hari. Keberadaan gelandangan yang terus menyerbu Jakarta tidak dihenti-hentinya ditertibkan. Bahkan, saking santernya upaya penertiban itu, Bang Ali pernah disebut tukang gusur dan tukang bangun. Ribuan gelandangan yang mayoritas kaum urban yang berdatangan dari kawasan penyangga Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang serta kota-kota lain dikikis habis hingga hanya tersisa di kawasan perbatasan. Suasana dalam kota yang mulai bersih dan tertata membuat Presiden Soekarno kala itu sangat berterimakasih terhadap Bang Ali.&lt;br /&gt;Namun, krisis ekonomi 1997 membuat impian Bang Ali buyar. Ribuan pengangguran dari berbagai pelosok negeri berdatangan ke Jakarta. Ketimpangan begitu terasa terjadi antara kaya dan miskin. Tak heran jika kemudian kerusuhan terjadi di mana-mana. Penjarahan, pemerkosaan, perampokan dan berbagai tindak kriminalitas hampir terjadi di seluruh titik kawasan Ibu Kota. Perekonomian pun ambruk. Sejurus kemudian, korupsi menjadi-jadi hampir di seluruh lini. "Saya sedih jika melihat itu semua. Zaman sudah berubah menjadi zaman edan seperti yang diramalkan Ronggowarsito," katanya kala itu prihatin.&lt;br /&gt;Sebenarnya, kejadian yang berulang saat Gubernur DKI mulai dijabat Sutiyoso tahun 1997 itu persis seperti kondisi saat Bang Ali diangkat menjadi Gubernur tahun 1966. Krisis ekonomi hingga titik nadir dipicu setelah adanya gelombang aksi besar-besaran pembebasan Irian Jaya serta aksi anti Malaysia yang terus berlangsung. Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan juga membawa gelombang urbanisasi besar-besaran ke Jakarta. Hal itu belum lagi ditambah para imigran dari dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur serta Lampung yang terus terjadi dan belum bisa dihentikan. Persoalan sosial semakin menjadi-jadi tatkala ribuan warga penyangga seperti Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang juga ikut bergantung ikut mencari nafkah di Ibu Kota.&lt;br /&gt;Pelan tapi pasti, kondisi Jakarta akhirnya berhasil dipulihkan. Untuk tidak mengulang kejadian serupa, Bang Ali lalu menggagas konsep megapolitan.&lt;br /&gt;Sumber masalah sosial diyakini akibat derasnya arus urbanisasi. "Jakarta seharusnya bisa belajar dari pengalaman. Jakarta butuh pemimpin yang tegas, berani dan visioner. Konsep megapolitan inilah yang dalam jangka penjang bisa memecahkan persoalan kota. Ini sudah saya tegaskan sejak tahun 1966, tapi tak pernah terealisasi," ungkapnya sedih.&lt;br /&gt;Seperti pada zamannya, penataan kota yang pernah dirintis saat Bang Ali menjabat sebagai Gubernur nyaris runtuh. Seperti yang dicatat sosiolog Universitas Leiden Perter JM Nas, gejolak sosial itu kembali menerpa Ibu Kota saat DKI dipimpin Tjokropranolo (1977-1982). Kriminalitas meningkat tajam dan penempatan tanah secara ilegal menjadi-jadi.&lt;br /&gt;Baru setelah Gubernur DKI dijabat Suprapto (1982-1987), konsep megapolitan Bang Ali atau pada awalnya dikenal sebagai Jabotabek Master Plan itu direalisasikan. Para urban ditekan ke utara dan selatan Jakarta. Kemudian dibuatlah master plan DKI 1985-2005 yang dikenal rencana umum tata ruang (RUTR). Kemudian, saat Gubernur DKI dijabat Wiyogo (1987-1992), penataan kota dipertajam dengan keluarnya konsep BMW (bersih, manusiawi dan berwibawa).&lt;br /&gt;Runtuhnya sendi-sendi perekonomian dan krisis sosial kemanusiaan di Jakarta kembali berulang saat gerakan menentang rezim Soeharto terjadi tahun 1998. Namun, pelan tapi pasti, perekonomian kembali bisa ditumbuhkan. Iklim investasi Jakarta yang awalnya stagnan bisa bangkit bersamaan pulihnya keamanan. Pertumbuhan ekonomi yang awalnya minus 17,49 persen tahun 1998, bisa dikembalikan hingga 4,89 persen pada akhir periode pertama dan terus merangkak naik hingga mencapai 5,87 persen tahun 2007. "Jakarta saat dipimpin Sutiyoso memang seperti zaman saya. Untuk memimpin Jakarta perlu pemimpin yang tegas," kata Bang Ali.&lt;br /&gt;Belajar dari Bang Ali, Sutiyoso sendiri tidak hanya mengedepankan jaminan keamanan bagi pertumbuhan iklim investasi. Konsep megapolitan Bang Ali kembali digulirkan hingga mencuat menjadi wacana nasional. Sebab, tanpa adanya megapolitan, persoalan Jakarta tak akan bisa diselesaikan. Masalah banjir, transportasi, urbanisasi akan terus membelenggu Jakarta. Sayang, lagi-lagi pemimpin kawasan sekitar hanya mencibir. Megapolitan dituding sebagai ambisi Jakarta mencaplok wilayah Jawa Barat dan Banten. Sementara Sutiyoso dianggap berkepentingan menjadi menteri koordinator megapolitan. "Siapa bilang megapolitan untuk mencaplok. Itu untuk menyelesaikan persoalan yang timbul dari daerah sekitar juga," ungkap Bang Ali.&lt;br /&gt;Bagi bapak lima anak itu, persoalan Jakarta akan tuntas jika bisa dibentuk kota-kota satelit di kawasan Bodetabekjur. Persis seperti Retterdam yang kala itu seperti Jakarta bisa keluar dari persoalan ketika daerah sekitarnya berdiri kota-kota satelit yang menjadi pusat industri dan investasi. Gelombang urbanisasi pun bisa ditekan sedemikian rupa.&lt;br /&gt;Bagi Bang Ali, sebagai pusat investasi dan perdagangan, Jakarta harus bisa berbagi dengan daerah sekitar. Seperti pendirian pusat pembuangan sampah, pendirian tempat para tahanan serta pengendalian banjir dengan membangun sejumlah situ dan waduk. Kompensasinya, Jakarta bisa membayar mahal dengan mengucurkan dana setiap tahunnya kepada daerah sekitar. "Megapolitan itu harus dipandang sebagai penataan wilayah dari segi pemecahan persoalan lingkungan. Bukan dari segi politik batas wilayah. Jadi kenapa harus takut dicaplok," ungkap Direktur Pusat Pengkajian, Perencanaan dan Pengembangan Wilayah IPB Ernan Rustiadi.&lt;br /&gt;Sutiyoso yang disebut-sebut Ali Sadikin II hingga akhir masa jabatannya pun tak mampu meluluhkan para pemimpin kawasan penyangga untuk merealisasikan megapolitan. Meskipun, setiap tahun, masing-masing daerah sekitar itu mendapatkan kucuran dana Rp 5 miliar per tahun dari DKI. Hingga akhir masa jabatan Sutiyoso, DKI telah mengucurkan dana cuma-cuma sekitar Rp 45 miliar, tapi tak pernah menyadarkan pemimpin kawasan sekitar untuk merealisasikan megapolitan.&lt;br /&gt;Banjir bandang yang melanda Jakarta pada Februari 2007 memang sempat menyentakkan pemerintah pusat betapa pentingnya megapolitan. Dikumpulkannya Gubernur Jawa Barat, Gubernur Banten serta Gubernur DKI Jakarta dalam satu meja di Senayan tidak banyak menjawab persoalan. Kekecewaan DKI mencapai puncaknya saat usulan megapolitan dalam UU Tata Ruang terpaksa dikebiri para politisi Senayan dan hanya dinyatakan secara eksplisit dalam bentuk koordinasi. Kini, jasad Bang Ali telah terbujur di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Entah siapa lagi pemimpin Jakarta yang berani melanjutkan ide-ide cemerlangnya. Namun, sejarah takkan lupa mencatat, siapapun pemimpin Jakarta yang dengan berani melanjutkan ide besar Bang Ali dalam membangun Jakarta, bakal dicatat selamanya. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-2804587853730212374?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/2804587853730212374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=2804587853730212374&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2804587853730212374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2804587853730212374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/05/rekam-jejak-alm-ali-sadikin-membangun_26.html' title='Rekam Jejak Alm. Ali Sadikin Membangun Jakarta (3-Habis)'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-7504014764902724261</id><published>2008-05-26T19:05:00.000+07:00</published><updated>2008-05-26T19:15:10.139+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Rekam Jejak Alm. Ali Sadikin Membangun Jakarta (2)</title><content type='html'>Rekam Jejak Alm. Ali Sadikin Membangun Jakarta (2)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dibangun Susah Payah, Satu Per Satu Fasilitas Publik Raib&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ali Sadikin telah menoreh sejarah panjang dalam membangun Jakarta. Selama menjadi Gubernur DKI Jakarta 1966-1977, dengan susah payah, kota yang awalnya kumuh disulap menjadi pusat investasi. Sayang, gerakan de-Ali Sadikin-isasi merusak segalanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;IBNUL A'ROBI&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Warga Jakarta patut berterimakasih terhadap Bang Ali. Berkat jasanya membangun Jakarta selama periode 1966-1977, kota kumuh itu berubah menjadi kota metropolitan. Jakarta telah menjadi gula bagi semut. Investor, pengusaha, pengangguran, seluruhnya lari ke Jakarta untuk ikut meneguk hasil pembangunan yang ditoreh pria kelahiran Sumedang, 7 Juli 1927 tersebut. Pemerintah pusat yang awalnya memandang "sinis" dengan menolak proyek Bang Ali, kini harus angkat topi atas keberhasilannya. Sebut saja proyek Muhamad Husni Thamrin (MHT) yang mulai dicanangkan pada tahun 1969. Dari kekumuhan, Jakarta berhasil disulap menjadi kota dengan penuh gemerap. Tak heran, atas jasanya itu, bapak lima anak itu menerima Ramon Magsaysay Award untuk Government Service tahun 1971 di Filipina. Kemudian, pada 19 Oktober 2004, Bank Dunia juga memberikan penghargaan khusus atas jasanya dalam proyek perbaikan kampung. Bahkan, tidak tangung-tangung, pada Januari 2006, Institut Kesenian Jakarta menobatkan Bang Ali dengan gelar Empu Peradaban Kota.&lt;br /&gt;Sayangnya, meskipun dianggap telah membawa Jakarta bangkit dari keterpurukan, konsep Bang Ali untuk membangun Jakarta banyak yang dikubur sejak pencetus petisi 50 itu lengser dari jabatan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 1977.&lt;br /&gt;"Alasannya, karena saya dianggap menentang pemerintah, pengganti saya (Tjokropranolo 1977-1982,) melakukan de-Ali Sadikin-isasi. Semua program saya dihapus," ungkap suami suami drg Nani Arnasih (alm) dan Linda Mangan.&lt;br /&gt;Munculnya de-Ali Sadikin-isasi lantaran saat itu, Bang Ali bicara keras soal pemerintahan. Bersama Bung Hatta dan Jenderal AH Nasution tahun 1978 mendirikan Yayasan Berkonstitusi. Soeharto dianggap mulai melenceng. Langkah itu kembali dipertajam dengan munculnya petisi 50 tahun 1980. "Itu membuat saya dianggap sebagai musuh pemerintah," akunya.&lt;br /&gt;Akibat proses de-Ali Sadikin-isasi itu, sudah dapat ditebak, hampir seluruh konsep pembangunan Bang Ali ikut dikubur rapat-rapat oleh penerusnya yang "mengekor" pemerintah. Proyek MHT yang awalnya dikenal dengan proyek perbaikan kampung nyaris tak terdengar gaungnya. Jika ada pun, hanya sekadar formalitas dan tidak pernah menyentuh substansi untuk lebih meningkatkan taraf hidup warganya.&lt;br /&gt;Sementara di sisi lain, arus urbanisasi terus berlangsung dan tidak bisa dihentikan. Jakarta dari waktu ke waktu bertambah sesak dan overload. Padahal, meledaknya jumlah penduduk ditengarai sebagai pemicu utama persoalan sosial. "Konsep Bang Ali tidak harus diterjemahkan seperti apa adanya. Jakarta bisa bangkit lagi jika konsep itu diterapkan dengan melihat isi substansi sebenarnya. Bukan justru dikebiri seperti saat ini," ungkap pakar planologi Universitas Trisakti Yayat Supriatna.&lt;br /&gt;Memang, pada zaman Belanda dulu, Jakarta hanya dirancang untuk 800 ribu penduduk. Jumlah itu terus merangkak naik. Saat Ali Sadikin menjabat sebagai Gubernur tahun 1966, jumlah penduduk DKI sudah mencapai 3,5 juta. Kemudian, hingga akhir masa jabatannya tahun 1977, jumlah penduduk Jakarta sudah mencapai 5,5 juta jiwa. Namun, hingga menjelang akhir hayatnya, Bang Ali masih geleng-geleng kepala. Arus urbanisasi yang cukup deras tak mampu disikapi dengan sigap. Bahkan, saat Gubernur DKI Jakarta dijabat Sutiyoso (1997-2007), larangan keras para urban masuk Jakarta tanpa adanya jaminan pekerjaan yang jelas serta tempat tinggal dianggap sudah terlambat. Penduduk Jakarta sudah menembus angka 10 juta lebih. Itu belum termasuk penduduk liar yang tidak pernah tercatat secara resmi.&lt;br /&gt;Sejumlah titik sudah banyak dipenuhi gubuk-gubuk liar. Rel kereta, bantaran kali, kolong tol, terminal serta berbagai fasilitas publik lainnya penuh dengan para urban dan menjadi masalah baru bagi penataan kota. Penertiban yang dilakukan hanya di permukaan saja tanpa ada solusi konkret. "Waktu itu saya habis menertibkan Tanah Abang, Bang Ali bilang, berani ga nertibin Senen," ungkap Sekda Muhayat mengingat kata Bang Ali saat masih menjabat sebagai Walikota Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;Tidak optimalnya perhatian pemerintah saat ini juga sempat membuat Bang Ali miris.Banyak di antara hasil pembangunannya praktis mangkrak dan tidak sedikit di antaranya harus ikut terkubur bersama sejarah.&lt;br /&gt;Sebut gelanggang mahasiswa di Soemantri Brodjonegoro Jalan Rasuna Said, Kuningan harus telantar lantaran disulap menjadi pertokoan. Gelanggang remaja di kawasan Bulungan harus disewakan untuk swasta.&lt;br /&gt;Pusat perfilman Usmar Ismail di Kuningan yang awalnya diimpikan menjadi Holiwoodnya Indonesia, tanahnya harus ditukar guling. "Saya merasa sudah dikhianati atas perubahan Jakarta. Pengganti saya hanya mengedepankan idenya sendiri. Tidak ada yang menambah fasilitas untuk rakyat," ungkap Bang Ali kala itu.&lt;br /&gt;Jika pada zamannya, di setiap kecamatan ada balai rakyat, saat ini praktis tak ada lagi. Padahal, sarana publik itu banyak dimanfaatkan warga untuk saling berinteraksi, acara pesta serta kepentingan lainnya.&lt;br /&gt;Bahkan untuk masalah paling krusial seperti pengendali banjir juga dialihfungsikan. Sebut saja ruang terbuka hijau (RTH) telah banyak disulap menjadi real estate. Begitu juga dengan 200 waduk yang dibangun pada Zaman Belanda nyaris hanya tersisa sebagian. Pemimpin daerah Bekasi, Bogor, dan Tangerang hanya mementingkan kepentingannya sendiri. "Jika konsep Bang Ali tidak segera dilanjutkan, Jakarta selamanya akan dikepung persoalan yang tak henti-hentinya membelenggu. Banjir, macet, kemiskinan, akan selalu datang," tegas Yayat Supriyatna.&lt;br /&gt;Selama menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta 1966-1977, Bang Ali memang seorang pelopor pembangunan. Hampir seluruh fasilitas publik saat ini hasil gagasannya. Taman Ismail Marzuki, Kebun Binatang Ragunan, Proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ria Monas, Taman Ria Remaja serta kota Satelit Pluit.&lt;br /&gt;Selain membangun fasilitas publik, Bang Ali juga dikenal pelestari budaya Betawi. Pesta rakyat setiap 22 Juni digelar, kontes Abang None dimunculkan. Aneka ragam budaya Betawi yang nyaris punah juga dipertahankan. Seperti kerak telor, ondel-ondel, lenong serta topeng Betawi masih ada saat ini berkat jasa Bang Ali.&lt;br /&gt;Sosok yang tak lekang oleh waktu itu telah bersanding dengan tenang untuk selamanya bersama istri tercinta Nani Arnasih yang lebih dahulu berpulang pada 17 Februari 1986 lalu. Tanah merah di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan akan selalu menjadi saksi bisu atas segala perjuangan yang pernah ditoreh untuk pembangunan Jakarta. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-7504014764902724261?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/7504014764902724261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=7504014764902724261&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/7504014764902724261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/7504014764902724261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/05/rekam-jejak-alm-ali-sadikin-membangun.html' title='Rekam Jejak Alm. Ali Sadikin Membangun Jakarta (2)'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-1037190774589629387</id><published>2008-05-26T19:03:00.000+07:00</published><updated>2008-05-26T19:05:40.320+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Rekam Jejak Ali Sadikin Membangun Jakarta (1)</title><content type='html'>Rekam Jejak Ali Sadikin Membangun Jakarta (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DKI Bangkit Berkat Legalisasi Perjudian dan Lokalisasi Prostitusi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ali Sadikin telah pergi selama-lamanya. Banyak hal yang telah dilakukan dalam membangun Jakarta selama menjabat sebagai Gubernur DKI 1966-1977. Ide penuh kontroversial seperti melegalkan perjudian dan lokalisasi prostitusi telah membawa Jakarta bangkit dari keterpurukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;IBNUL A'ROBI&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bang Ali, begitu Ali Sadikin Akrab Disapa. Pria kelahiran Sumedang, 7 Juli 1927 tersebut namanya masih lekat di hati masyarakat Jakarta. Kepergiannya menghadap Yang Kuasa telah meninggalkan banyak kenangan dari bagi rekan, sahabat, kolega, bahkan lawan politiknya. Satu hal yang banyak dikagumi banyak orang. Sikapnya tegas, berani dan konsisten demi kepentingan masyarakat banyak. Meskipun, hal itu kerap menjadi kontroversi dan ditentang banyak kalangan pada zamannya. Sebut saja soal legalisasi perjudian dan lokalisasi prostitusi.&lt;br /&gt;"Saya ingat betul, saat itu Jakarta kumuh, semrawut. Perjudian menggila, prostitusi marak di jalan-jalan protokol tanpa ada rasa malu lagi," kenang anggota petisi 50, Chrisiner Kewtin yang dikenal dekat dengan Bang Ali.&lt;br /&gt;Pria yang saat ini berumur 68 tahun itu masih ingat betul langkah Bang Ali dalam membangun Jakarta hingga terwujud kota metropolitan seperti saat ini. Saat itu, Bang Ali kebingungan pada saat awal menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta tahun 1966. Betapa tidak, hanya dengan APBD sebesar Rp 66 juta, suami drg Nani Arnasih (alm) dan Linda Mangan itu dituntut bisa menata Jakarta yang amburadul. "Lalu dengan apa saya harus membangun. Begitu Bang Ali saat itu tanya saya kebingungan," ungkapnya.&lt;br /&gt;Namun, bapak lima anak itu tidak kehabisan akal. Dengan kecerdasannya, Bang Ali, berpijak pada realitas kondisi Jakarta saat itu, keberadaan perjudian yang tidak terkendali dan sudah menjadi tradisi masyarakat bisa diolah dan dikendalikan setelah dilegalkan. Begitu juga dengan prostitusi harus ditata dan dilokalisasi agar tidak semrawut hingga menjamah jantung kota. Kejahatan itu seperti air. Jika kanal ditutup, akan meluber ke mana-mana.&lt;br /&gt;Ide dicetuskan. Kontroversi mulai bermunculan. Terutama dari tokoh agama dan pemuka masyarakat. "Tapi beliau kukuh. Toh ini untuk kepentingan masyarakat banyak. Bagaimana Jakarta mau dibangun kalau tidak ada duit. Jalan, sekolah, rumah sakit akhirnya diperbaiki dengan pajak judi tersebut," ungkapnya.&lt;br /&gt;Untuk menetapkan pajak judi sebagai pemasok PAD bukan tanpa pertimbangan. Konsultasi dengan sejumlah tokoh agama dan masyarakat tetap dilakukan. Buya Hamka, tokoh agama terkemuka saat itu menyatakan persetujuannya jika memang pelegalan perjudian itu untuk kepentingan masyarakat banyak.&lt;br /&gt;Akhirnya, meskipun banyak yang menentang, terhitung tahun 1967, judi di DKI dilegalkan. Kasino terbesar se-Asia setelah Macau dibangun di Hailai, Ancol, Jakarta Utara. Lokalisasi prostitusi Kramat Tunggak, Jakarta Utara berdiri. "Awalnya, beliau memang ragu-ragu karena dicap sekuler. Tapi saya bilang sekuler dalam berkebangsaan dengan sekuler dalam kacamata agama berbeda," kata Chrisiner Kewtin.&lt;br /&gt;Setelah legalisasi perjudian itu, pelan tapi pasti, Jakarta mulai bangkit dari keterpurukan. Pembangunan di sejumlah titik terlihat jelas dan banyak memberi kemanfaatan kepada masyarakat. Jalan menjadi mulus, bangunan sekolah yang reot diperbaiki, rumah sakit dibangun. Maklum, dari hasil pajak perjudian itu, mampu diraup pemasukan daerah hingga Rp 40 miliar per tahun. Dari awal kepemimpinannya APBD DKI hanya Rp 66 juta, pada akhir pemerintahanya, APBD DKI mampu didongkrak hingga Rp 90 miliar. "Waktu pembangunan sudah jalan. Ada yang tetap masih protes. Kok bangun pakai uang judi. Bang Ali bilang, yang ga mau menikmati pembangunan hasil judi, jangan lewat jalan di DKI, silakan jalan di angkasa saja," katanya mengingat sikap Bang Ali yang kukuh menghadapi para penentangnya.&lt;br /&gt;Maraknya perjudian di DKI mulai terlihat jelas sejak tahun 1950. Di berbagai tempat dan kesempatan, judi seperti menjadi tradisi baru masyarakat. Bahkan, saking santernya, wabah perjudian merembet hingga ke Jawa dan luar jawa. Setiap ada hajatan di kampung-kampung hingga pelosok terpencil, judi praktis menjadi tradisi baru untuk mengawal prosesi pesta pada saat malam hari. Mulailah berbagai jenis judi bermunculan. Sebut saja dadu sintir, dadu koplok, domino, gaple, cemek atau jenis mahyong, paykiu dan kartu ceki yang banyak digemari warga Tionghoa. Seiring kemajuan zaman, jenis judi pun mulai berkembang. Ada roulette, jackpot, dadu, keno, blackjack serta bakarat.&lt;br /&gt;Meskipun di negeri sendiri legalisasi perjudian ditentang habis-habisan, justru Negara Islam Malaysia justru mulai meniru dan menerapkan ide Bang Ali terkait lokalisasi pusat perjudian di negara tersebut. Atas gagasan Tan Sri Lim Goh Tong, warga keturunan Fujian, China, pembangunan pusat perjudian di Genting Highlands direstui perdana menteri Malaysia pertama Tengku Abdul Rahman Putra Al Haj. Pusat perjudian terbesar di Asia setelah Macau dan Jakarta itu dibangun hanya berjarak 60 km dari Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;Bahkan, pada saat krisis moneter menerpa Malaysia, Genting Highlands disebut-sebut sebagai dewa penyelamat negara tersebut.&lt;br /&gt;Meski dilegalkan, warga lokal diberlakukan peraturan ketat. Hanya warga asing yang bisa keluar masuk dengan mudah.&lt;br /&gt;Hal yang sama juga terjadi di Singapura. Untuk bisa masuk, harus investasi pertama sebesar USD 100.&lt;br /&gt;Menurut anggota komisi A DPRD DKI Ahmad Suaidy yang saat itu mengikuti jejak langkah Bang Ali menuturkan, legalisasi perjudian di DKI bukan tanpa alasan. Dewan saat itu menyetujui lantaran untuk kepentingan masyarakat banyak. "Komunikasi dan konsultasi tetap ada. Tapi dewan zaman dulu kan ABS (asal bapak senang). Dulu sangat tertutup, tidak seperti saat ini," ungkapnya.&lt;br /&gt;Ketaatan dewan saat itu lantaran segala fasilitas dicukupi oleh eksekutif. Hingga fungsi kontrol nyaris tidak terlihat.&lt;br /&gt;Namun, sejak setelah dikeluarkannya Keppres tahun 1975 tentang larangan perjudian, KUHP pasal 303 serta PP no 9 tahun 1981 tentang pelaksanaan penertiban perjudian, keberadaan kasino di Jakarta dibubarkan dan ditutup. Perjudian dianggap terlarang. Hal itu ditengarai akibat sikap Ali Sadikin yang kerap menentang kebijakan rezim Orde Baru yang saat itu tengah berkibar. Larangan judi dianggap banyak pihak hanya sebagai persaingan politik antara Soeharto dan Ali Sadikin dan bukan terkait substansi keberadaan perjudian. Sebab, meski ada larangan perjudian, SDSB dan porkas masih "diizinkan" di masa rezim Soeharto.&lt;br /&gt;Ide Bang Ali tentang legalisasi perjudian hingga saat ini masih kontroversial. Namun, sempat pada kepemimpinan Sutiyoso (1997-2007), ide tersebut akan dilanjutkan dengan melokalisasi perjudian di kawasan Pulau Seribu. Saat itu Bupati Pulau Seribu dijabat Abdul Kadir. Sebanyak 35 pulau dicanangkan sebagai kawasan perjudian. Protes keras masyarakat tak mampu membuat niatan tersebut terealisasi. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-1037190774589629387?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/1037190774589629387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=1037190774589629387&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/1037190774589629387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/1037190774589629387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/05/rekam-jejak-ali-sadikin-membangun.html' title='Rekam Jejak Ali Sadikin Membangun Jakarta (1)'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-4514880584275428514</id><published>2008-05-26T18:51:00.001+07:00</published><updated>2008-05-27T18:17:37.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Selamat Jalan Bang Ali</title><content type='html'>Selamat Jalan Bang Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia kembali berkabung. Putra terbaik bangsa mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1996-1977 Letjen (Purn) Ali Sadikin, tutup usia pada umur 81 di Rumah Sakit Glen Eagles, Singapura, tadi malam&lt;br /&gt;18.30 waktu setempat. Jenazah Bang Ali, sapaan akrabnya, rencananya akan diterbangkan dari Singapura dengan menggunakan pesawat GA 823 dan diperkirakan sampai di Jakarta pukul 07.00 dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, siang ini sekitar pukul 14.00.&lt;br /&gt;Pria kelahiran Sumedang, 7 Juli 1927 itu menghembuskan nafasnya yang terakhir setelah mengalami komplikasi lantaran gagal ginjal dan empedu.&lt;br /&gt;Menurut anak sulung Bang Ali, Boy Bernadi Sadikin, 53, sebelum dirawat di Singapura, mantan Ketua Umum PSSI periode 1977-1980 tersebut sempat menjalani pemeriksaan&lt;br /&gt;menyeluruh (general check up) di Rumah Sakit Carolus Jakarta pada 10 April 2008. "Bapak memang orangnya seperti itu. Sakitnya tidak pernah dirasakan. Sakit tapi seperti tidak sakit. Baru setelah sakitnya parah, benar-benar dirasakan," ungkapnya di rumah duka Jalan Borobudur no 2, Menteng, Jakarta Pusat disela-sela menerima para pelayat tadi malam.&lt;br /&gt;Penerima Bintang Mahaputera Adipradana pada 12 Agustus 2003 kali pertama merasakan sakit pada 2003 lalu dan sempat dirawat selama tujuh bulan di Rumah Sakit militer di Ghuang Zhou, Cina.&lt;br /&gt;Dua ginjal Bang Ali dinyatakan dokter Negeri Tirai Bambu tidak berfungsi dua-duanya. Namun, dokter hanya mencangkok satu ginjalnya saja. Atas saran dokter setempat, penggagas petisi 50 itu disarankan rutin melakukan check up di negeri tersebut. Jika tidak, disarankan untuk berobat ke Singapura. Sebab, selain gagal ginjal, Bang Ali juga mengalami gangguan empedu. Namun, Bang Ali keberatan. "Sekembali dari Cina, kesehatan bapak naik turun. Sempat juga dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah delapan hari sebelum akhirnya dibawa ke Singapura," beber Bernadi.&lt;br /&gt;Almarhum meninggalkan satu istri satu istri, lima orang anak serta 13 cucu.&lt;br /&gt;Semasa hidupnya, suami drg Nani Arnasih (alm) dan Linda Mangan itu memang banyak berjasa. Selama menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977, dikenal sebagai berdirinya Taman Mini Indonesia Indah, pendiri Taman Ismail Marzuki, Taman Impian Jaya Ancol, Pekan Raya Jakarta serta pelopor berdirinya sejumlah gelanggang. Seperti Gelanggang Mahasiswa, Gelanggang Remaja serta Pusat Perfilman Usmar Ismail.&lt;br /&gt;Bang Ali juga sangat berjasa atas berdirinya sejumlah museum seperti Museum Fatahillah, Museum Tekstil, Museum Keramik serta Museum Wayang. Selain itu juga dikenal sebagai sosok yang mampu mengembalikan fungsi gedung-gedung bersejarah seperti Gedung Juang 1945 dan Gedung Sumpah Pemuda.&lt;br /&gt;Tak heran jika atas jasanya menata Kota Jakarta menjadi kota metropolitan, Bang Ali mendapatkan penghargaan Bintang Bintang Mahaputera Adipradana pada 12 Agustus 2003.&lt;br /&gt;Sikapnya tegas dan bertanggungjawab sempat membawanya menduduki sejumlah pos jabatan strategis sebelum menjadi Gubernur DKI. Di antaranya, Deputi II Panglima Angkatan Laut (1959-1963), Menteri Perhubungan Laut Kabinet Kerja (1963-1964), Menko Kompartimen Maritim/Menteri Perhubungan Laut Kabinet Dwikora yang disempurnakan (1964-1966) dan terakhir menjabat sebagai Gubernur KDH DKI Jakarta (1966-1977).&lt;br /&gt;Setelah turun dari jabatan gubernur, namanya semakin berkibar setelah memelopori keluarnya Petisi 50 yang secara kritis menentang sejumlah kebijakan kontraproduktif yang yang dikeluarkan rejim Soeharto.&lt;br /&gt;Di mata sahabatnya, Bang Ali dikenal sebagai tokoh tak lekang oleh waktu. Marie Muhamad misalnya. Selama hidupnya, Bang Ali dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan penuh kesederhanaan. Terutama saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sebab, untuk menata Kota Jakarta yang kumuh dan semrawut saat itu diperlukan penegakan hukum. "Beliau itu sosok pemimpin yang kuat. Menjadi Gubernur Jakarta itu tidak gampang dimana urbanisasi terjadi besar-besaran. Dikerasin dianggap tidak manusiawi, dibiarkan juga salah," ungkapnya.&lt;br /&gt;Tapi berkat kepemimpinan Bang Ali, Jakarta mampu ditata dengan baik. "Secara pribadi, yang paling berkesan, pernah dulu beliau bilang yang paling cocok jadi presiden Marie Muhammad," katanya bercanda.&lt;br /&gt;Lain lagi dengan pengakuan sahabat dekat Bang Ali di petisi 50, Chrisiner Kewtin, 68.&lt;br /&gt;Bang Ali dikenal sebagai seorang prajurit sejati dan negarawan sejati. Hal itu terlihat dari karirnya di militer. Ketika ditugaskan sebagai prajurit dalam penumpasan Permesta tahun 1960 di Manado. Bang Ali diberi deadline selama dua bulan. Tapi tugas itu mampu diselesaikan hanya dua minggu tanpa banyak korban di kedua belah pihak. "Yang paling jelas sebagai negarawan, saat menjadi Gubernur DKI. Dia bilang, saya ini bukan gubernurnya Golkar, tapi gubernurnya masyarakat. Dia itu pejuang masyarakat dan bukan alat dari pemerintah," bebernya.&lt;br /&gt;Jasa yang tidak terkira itu juga tampak saat menata Jakarta dari APBD Rp 66 juta mampu mewujudkan Jakarta menjadi kota metropolitan."Waktu itu yang dipakai uang pajak judi. Banyak yang menentang. Tapi beliau bersikukuh, ini untuk kepentingan masyarakat banyak. Jalan, sekolah, rumah sakit dibangun hingga Jakarta maju pesat," bebernya. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-4514880584275428514?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/4514880584275428514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=4514880584275428514&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/4514880584275428514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/4514880584275428514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/05/selamat-jalan-bang-ali.html' title='Selamat Jalan Bang Ali'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-4790971688462517977</id><published>2008-05-10T11:22:00.000+07:00</published><updated>2008-05-10T11:24:52.747+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Banjir Surut Bukan Berarti Aman</title><content type='html'>Banjir Tol Bandara Masih Mengancam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemprov Prioritaskan Jakarta Utara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir yang terjadi di Tol Sedyatmo KM 25 hingga KM 26 yang menghubungkan Jakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta sudah surut. Ruas jalan sepanjang 1,8 km yang sebelumnya terendam hingga satu meter sudah tidak terlihat lagi air yang menggenang. Lalu lintas juga terlihat lancar. Akibatnya, kendaraan yang sebelumnya menumpuk di jalan alternatif tidak lagi terkonsentrasi dan sudah bisa melalui ruas tol. Namun, banjir akibat limpasan air laut tersebut belum seluruhnya kembali ke laut setelah dipompa. Beberapa kawasan, terutama di Penjaringan RT 16 hingga 19 RW 17, Jakarta Utara masih tergenang rob. Ketinggian masih berkisar antara 30 cm hingga 45 cm. Sementara di kawasan Muara Baru serta Pluit, air secara pelan sudah mulai surut. Namun, berdasarkan analisis sejumlah pakar, kemungkinan rob masih akan datang kembali. Sementara baik di tanggul di tol Bandara maupun di Jakarta Utara masih dibangun dengan geronjong serta karung pasir. Sehingga, banjir tidaknya kawasan Jakarta Utara dari rob sangat tergantung selesainya pembangunan tujuh tanggul sebagai pintu masuk air laut. Sedangkan untuk tol Bandara, masih ada kemungkinan banjir lagi jika ruas jalan tidak segera ditinggikan. Maklum, di sepanjang ruas KM 24 hingga KM 26 terletak di dataran rendah atau cekungan. Peninggian ruas jalan sepenuhnya tanggungjawab PT Jasa Marga serta pemerintah pusat. &lt;br /&gt;Rencana peninggian ruas jalan tol tersebut memang sudah dijadwalkan saat banjir sebelumnya. Dimulai pada Mei dan diperkirakan selesai pada Juli. Namun, tidak terlihat realisasinya hingga saat ini.&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk mengantisipasi rob tersebut, Pemprov DKI Jakarta lebih memprioritaskan pembangunan tujuh tanggul di Jakarta Utara secara permanen. Di antaranya, tanggul Pompa Pluit, tanggul Pelabuhan Muara Baru, tanggul Dermaga Muara Baru, tanggul PLN, tanggul Muara Angke, tanggul Pelindo serta tanggul Luar Batang. Khusus untuk tanggul PLN dan Pelindo menjadi tanggungjawab masing-masing institusi.&lt;br /&gt;Menurut Sekda Pemprov DKI Jakarta Muhayat, untuk mencegah banjir rob di jalur Bandara sudah dilakukan penanggulan sementara. Tanggul yang jebol sudah diberi tumpukan karung pasir untuk mencegah air masuk ke ruas tol. Namun, untuk penanggulangan permanen diserahkan PT Jasa Marga. &lt;br /&gt;Sementara, Pemprov DKI masih punya pekerjaan rumah untuk segera menuntaskan perbaikan secara permanen tujuh tanggul yang menjadi pintu masuk air laut di Jakarta Utara itu. Targetnya, hingga akhir tahun ini sudah bisa diselesaikan. Termasuk di dalamnya penertiban 8 ribu warga yang tinggal di seputaran Waduk Pluit. "Kami optimis selesai," ujarnya saat ditemui usai salat Jumat di Balaikota kemarin. &lt;br /&gt;Menurut Asisten Pembangunan Sarwo Handayani, penanganan banjir tetap akan menjadi prioritas Pemprov DKI. Jika sebelumnya ada anggaran perbaikan tanggul yang dipangkas, akan dianggarkan lagi pada anggaran perubahan. Seluruhnya ditargetkan bisa selesai akhir tahun ini.&lt;br /&gt;Sementara itu, akibat banjir rob yang mulai menggulung sejak Selasa (6/5) malam, hingga saat ini kawasan Penjaringan tak kunjung surut. Sehingga, sejumlah aparat masih berjaga-jaga di sekitar lokasi. Perahu karet serta obat-obatan disiagakan. Meskipun, dilaporkan, di kawasan Penjaringan tidak tercatat adanya pengungsi. &lt;br /&gt;"Petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi jika rob kembali datang," terang Manager Krisis Center Pemprov DKI Heru Joko Santoso.&lt;br /&gt;Ancaman rob untuk kembali menggulung kawasan Jakarta memang masih ada kemungkinan terjadi. Berdasarkan analisis&lt;br /&gt;Jawatan Hidro Oseanografi TNI AL, air laut pasang masih akan terjadi lagi pada Sabtu (10/5) sekitar pukul 22.00 hingga 23.00 dengan ketinggian gelombang sekitar 90 cm. &lt;br /&gt;Setelah itu, air pasang akan berhenti dan akan mulai lagi pada pertegahan Mei dengan ketinggian rata-rata satu meter. &lt;br /&gt;Menurut Kasubdis Penerapan Lingkungan Jawatan Hidro Oseanografi TNI AL Kolonel Dede Yuliadi, air pasang dalam satu bulan biasanya terjadi selama dua kali. Pertama saat bulan purnama serta bulan baru.&lt;br /&gt;Jika pada saat air pasang terjadi hujan deras, gelombang pasang dipastikan akan lebih tinggi lagi. Gelombang bisa mencapai 1,4 meter. "Tapi itu jarang sekali terjadi. air pasang tertinggi hanya mencapai 1,26 meter," terangnya. &lt;br /&gt;Sementara itu, prediksi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyatakan, kondisi cuaca lima wilayah DKI rata-rata cerah dan berawan. Meskipun, pada malam hari ada kemungkinan hujan ringan hingga sedang. &lt;br /&gt;Hal yang sama juga terjadi di kawasan pinggiran. Seperti Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang diprediksikan berawan dari pagi hingga sore hari. Khusus malam hari, rata-rata kawasan itu hujan ringan hingga sedang.&lt;br /&gt;Menurut Kasubid Meterologi Publik BMG Kukuh Rubiyanto menyatakan, untuk prediksi tinggi gelombang, antara 1,25 meter hingga 2 meter terjadi di Perairan barat Aceh hingga Bengkulu, Selat Sunda, Selat Malaka sebelah timur Aceh, Laut Natuna, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Flores, Perairan selatan Sulawesi Tenggara serta Perairan timur Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah. Selain itu, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Seram serta Laut Maluku yang berbahaya bagi perahu nelayan.&lt;br /&gt;Untuk gelombang antara 2 meter hingga 3 meter terjadi di Perairan utara dan barat laut Aceh, Perairan barat Lampung, Perairan selatan Jawa hingga NTB, Laut Sawu, Laut Timor, Perairan Kepulauan Sangihe Talaud serta Laut Halmahera. Selain itu juga Perairan utara Papua, Laut Banda serta Perairan Kepulauan Aru yang berbahaya bagi perahu nelayan dan tongka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-4790971688462517977?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/4790971688462517977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=4790971688462517977&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/4790971688462517977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/4790971688462517977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/05/banjir-surut-bukan-berarti-aman.html' title='Banjir Surut Bukan Berarti Aman'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-8080967699349531645</id><published>2008-05-08T23:42:00.001+07:00</published><updated>2008-05-08T23:45:44.336+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Bandara Tenggelam Satu Meter</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SCMuFdP-dlI/AAAAAAAAALo/RHAIJ8zayNU/s1600-h/Banjir+toll+bandara.boy+(5).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SCMuFdP-dlI/AAAAAAAAALo/RHAIJ8zayNU/s320/Banjir+toll+bandara.boy+(5).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198049066201544274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanggul Cuma Tanah, 15 Pompa Tambahan Sia-sia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir yang terjadi di tol Bandara Soekarno-Hatta KM 26 setinggi satu meter dipastikan masih akan terus berlanjut. Pasalnya, jebolnya tanggul tol penahan air yang berbatasan dengan laut hanya dibangun dari tanah. Tanggul tersebut dibuat sementara sambil menunggu perbaikan tanggul permanen. Praktis, seluruh pompa yang disiagakan tidak berfungsi sama sekali. &lt;br /&gt;Menurut Kasubdin Pengendalian Sumber Daya Air dan Pantai Dinas PU DKI Jakarta I Gede Nyoman Soewandi, jebolnya tanggul penahan luapan air itu lantaran tanggul hanya dibangun dari tanah. Tanggul tersebut setelah diteliti jebol sepanjang 7 meter. Akibatnya, air meluber di ruas tol. Tepatnya di KM 26. &lt;br /&gt;"Jadi tanggul yang dibangun tersebut lebih tinggi air laut. Apalagi tanggul hanya berasal dari tanah. Luberan air kemana-mana," ujarnya kemarin. &lt;br /&gt;Dengan jebolnya tanggul tersebut, sebanyak 12 pompa yang berada di tempat serta tambahan tiga pompa mobile dari Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta tidak berfungsi maksimal. Pemompaan air yang dibuang kembali ke laut hanya sia-sia belaka. Hal itu lantaran besarnya arus luberan rob. "Jadi air hanya muter-muter saja," terangnya. &lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi terjadinya banjir rob lanjutan, pihaknya telah melakukan penanggulan kembali tanggul dari tanah yang jebol tersebut dengan geronjong dan dibuat lebih tinggi di atas luapan 2,2 meter. &lt;br /&gt;Saat disinggung kenapa tanggul tol Bandara hanya dibuat dari tanah? Nyoman menyatakan, pihaknya tidak tahu persis. Sebab, itu tanggungjawab PT Jasa Marga. Termasuk jaminan apakah luapan rob yang diprediksikan konsultan Belanda bakal terjadi lagi hari ini (9/5), pihaknya juga tergantung bagaimana upaya PT Jasa Marga itu. "Selama tanggul tidak jebol, pompa yang kami kerahkan baru bisa maksimal," ungkapnya. &lt;br /&gt;Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, banjir rob diperkirakan masih akan terjadi beberapa hari ke depan. Pihaknya mengaku belum bisa berbuat banyak kecuali membuat tanggul sementara hingga proses lelang selesai dua bulan ke depan. Kemudian pembangunan baru bisa dilaksanakan dan diperkirakan tanggul permanen selesai Oktober mendatang. &lt;br /&gt;Untuk sementara, Pemprov DKI Jakarta lebih mengoptimalkan upaya evakuasi warga yang terkena banjir rob di Jakarta Utara serta memberi bantuan angkutan tambahan untuk para penumpang Bandara yang terjebak banjir. "Kami sudah koordinasi dengan Pangarmabar, Pangdam dan Kasal. Mereka katanya oke akan memberikan bantuan evakuasi di Jakarta Utara dan memberi tambahan angkutan," terangnya. &lt;br /&gt;Banjir rob yang datang tiba-tiba itu memang tidak diperkirakan sebelumnya. Sebab, analisis dari konsultan Belanda, rob terjadi Kamis (9/5). Tapi rob sudah datang Selasa (6/5) malam. Hal itu ditambah dengan ketinggian air yang di luar perkiraan. "Kami juga ikut prihatin. Dengan ditanggul dengan geronjong dan karung pasir, air bisa dicegah masuk. Kemudian akan dipompa keluar," bebernya. &lt;br /&gt;Menurut Kepala Cabang Cawang-Cengkareng-Grogol PT Jasa Marga David Wijayatno, sekitar pukul 03.00 pagi, air pasang mulai masuk ke jalan tol. Tingginya banjir rob lantaran tanggul di KM 26 jebol hingga sepanjang lima meter. "Air sempat mencapai puncaknya setinggi satu meter," terangnya. &lt;br /&gt;Hingga sore, air masih menggenang setinggi 80 cm hingga 90 cm. Untuk membuang air yang menggenangi jalan tol, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta dengan mengoperasikan 13 pompa air. Empat pompa permanen dipasang di jalan tol dan delapan pompa portable milik Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. &lt;br /&gt;Selama banjir masih berlangsung di Jalan Tol Sedyatmo, akan diberlakukan pengalihan arus lalu lintas ke Bandara dengan bantuan TNI. Sembilan truk tronton disiapkan untuk mengangkut penumpang dari Bandara menuju Jakarta dan sebaliknya. Truk disiagakan di gerbang tol Kapuk. Dari tempat tersebut, para penumpang akan dibawa ke Gerbang Tol Cengkareng. Selanjutnya, para penumpang akan dibawa ke Bandara Soekarno-Hatta menggunakan Bus Damri. Selain itu, PT Angkasa Pura II bersama PT Jasa Marga juga menyiapkan enam bus untuk antar jemput penumpang. &lt;br /&gt;Untuk menangani rob di masa mendatang, akan dilakukan peninggian jalan tol. Saat ini, sudah dilakukan pemasangan tiang pancang. "Peninggian jalan tol akan memakan waktu delapan bulan. Panjang jalan tol yang ditinggikan delapan KM. Mulai KM 20 hingga KM 28," bebernya. &lt;br /&gt;Banjir yang terjadi di tol Bandara itu tidak hanya membuat ruas tol KM 26 terganggu. Sejumlah jalur alternatif yang disiapkan juga ikut macet total. Bahkan, akibat membeludaknya penumpang, busway koridor III jurusan Kalideres-Harmoni juga ikut terjebak macet. Sebab, aparat kepolisian setempat mengambil kebijakan jalur busway bisa dilalui kendaraan umum. Angkutan masal itu terpaksa ikut bermacet ria dengan ratusan kendaraan lainnya. "Itu kan kebijakan polisi, jadi kami tidak punya hak untuk melarang," ungkap Manager Operasional Busway Transjakarta Rene Nunumete. &lt;br /&gt;Macet jalur busway terjadi di kawasan Grogol-Daan Mogot. Dari jarak tempuh rata-rata 50 menit. Akibat macet, jarak tempuh menjadi 60 menit hingga 75 menit. Namun, begitu, jumlah penumpang, kata dia, tidak berkurang signifikan. Sebanyak 25 ribu penumpang mampu diangkut per hari. "Seperti biasanya pagi dan sore ramai. Kalau siang memang sepi. Jadi hanya jarak tempuh saja yang berkurang," ungkapnya. &lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DKI Arie Budhiman menyatakan, banjir yang terjadi di tol Bandara harus segera dituntaskan. Sebab, jika terus berlanjut, image kepada turis mancanegara bisa buruk. Hal itu tentu saja akan berpengaruh terhadap promosi wisata di Indonesia, khususnya Jakarta. Tapi, jika banjir tersebut hanya terjadi tiga jam, image banjir terhadap wisman tidak akan terlalu berpengaruh. Wisman yang datang dari Bandara Soekarno-Hatta masih bisa diangkut dengan bus. "Tapi, ini jangan terjadi terus menerus. Kalau bisa segera ditangani pihak-pihak terkait. Memang tidak bisa instan, tapi kami berharap bisa secepatnya," harapnya. &lt;br /&gt;Sementara itu, akibat gelombang pasang di pantai utara Jakarta, pasokan sembako ke Pulau Seribu belum terganggu. &lt;br /&gt;Bupati Pulau Seribu Joko Ramadhan menyatakan, pasokan dari tiga pintu masing-masing Muara Angke, Jakarta Utara; Tanjung Pasir, Tangerang serta Rawasaban, Pulau Tidung masih berjalan lancar. Setiap hari pasokan sembako masuk ke kawasan itu. "Kebutuhan beras ada 21 ribu KK. Masing-masing 300 gram per KK. Minyak tanah juga masih disuplai seminggu dua kali. Konversi tahun depan," ungkapnya. &lt;br /&gt;Berbeda dengan Februari lalu, pasokan terhambat dan terpaksa diangkut dengan kapal TNI lantaran gelombang pasang sangat tinggi. Sementara, saat ini, gelombang pasang masih memungkinkan perahu bisa melintas. (aak)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-8080967699349531645?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/8080967699349531645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=8080967699349531645&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/8080967699349531645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/8080967699349531645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/05/bandara-tenggelam-satu-meter.html' title='Bandara Tenggelam Satu Meter'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SCMuFdP-dlI/AAAAAAAAALo/RHAIJ8zayNU/s72-c/Banjir+toll+bandara.boy+(5).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-2489195542739087025</id><published>2008-05-07T19:30:00.001+07:00</published><updated>2008-05-08T23:42:28.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Jakarta Dikepung Banjir Utara Selatan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SCMtX9P-dkI/AAAAAAAAALg/Q5x7t2HW5ZM/s1600-h/Tanggul+Jebol-Fery+(6).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SCMtX9P-dkI/AAAAAAAAALg/Q5x7t2HW5ZM/s320/Tanggul+Jebol-Fery+(6).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198048284517496386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Air Laut dan Sungai Pesanggrahan Meluap&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jakarta kembali dikepung banjir bandang. Begitu aq tulis di &lt;strong&gt;Harian INDOPOS, 8 Mei 2008&lt;/strong&gt;. Di Jakarta Utara, banjir mengepung pemukiman warga di kawasan Pluit serta Penjaringan. Tanggul pembatas laut di Pantai Mutiara dan Muara Baru jebol. Rob meluber ke perkampungan warga sejak Selasa (6/5) malam hingga tadi malam air terus naik dengan ketinggian satu meter lebih.&lt;br /&gt;Di Jakarta Selatan, ratusan warga di Kelurahan Ulujami, Pesanggrahan, juga terkena luapan Sungai Pesanggrahan. Tepatnya di RT 06 RW 02. Air mulai masuk pemukiman sekitar pukul 17.00 dan terus naik. Air yang seharusnya bisa tertampung di daerah resapan yang terletak di bibir sungai terhadang dengan alih fungsi lahan setelah berdirinya bangunan elit sepanjang kawasan itu. &lt;br /&gt;Banjir yang mengepung Jakarta dari utara dan selatan itu membuat Pemprov DKI Jakarta tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, untuk membendung banjir rob di kawasan utara diperlukan dana Rp 45 miliar untuk memperbaiki tanggul Pluit serta normalisasi Waduk. Sementara untuk membuat tanggul di Muara Baru secara permanen dibutuhkan Rp 15 miliar. Seluruhnya dianggarkan dalam APBD 2008. Sayangnya, hingga saat ini dana belum bisa dicairkan hingga penanganan belum bisa dilakukan.&lt;br /&gt;Sementara di kawasan Ulujami, Pesanggarahan, janji Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk membongkar bangunan elit tidak kunjung dilaksanakan. Padahal, bangunan berdiri persis di bantaran kali sepanjang 200 meter dengan luas sekitar dua hektare. Aparat kecamatan setempat sempat mengecek lokasi setelah Gubernur berkumis itu memberikan statemen. Namun tidak ada realisasinya hingga saat ini. &lt;br /&gt;Menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, terjadinya air pasang sudah diprediksikan konsultan Belanda yang bakal terjadi Jumat (9/5) besok. Nyatanya, rob sudah mulai masuk pemukiman sejak Selasa (6/5) malam.&lt;br /&gt;Namun, Pemprov DKI Jakarta belum bisa membangun tanggul untuk mengurangi masuknya beban air laut ke permukiman warga. Sehingga, pihaknya meminta warga bersiap menghadapi bencana tersebut. &lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi terjadinya korban atau bahaya, pihaknya memberdayakan sumber informasi yang ada untuk mensosialisasikan peringatan dini (early warning) kepada masyarakat yang tinggal di pesisir Jakarta. Sehingga, dia mengharapkan, bencana kali ini tidak memakan korban yang lebih banyak.&lt;br /&gt;Gubernur berkumis itu mengakui, Pemprov belum mampu menanggulangi bencana alam yang sempat mendera warga Muara Baru yang sebelumnya sempat terjadi selama berbulan-bulan itu. Air pasang yang disertai gelombang tinggi hanya dapat diatasi dengan pembangunan tanggul. Sementara, tender pembangunan baru bisa dilaksanakan setelah dana APBD cair. "Nanti tanggul akan kami bangun dengan swasta seperti Samudra Indonesia dan PT Pelabuhan Indonesia," bebernya. &lt;br /&gt;Menurut Walikota Jakarta Utara Effendi Anas, banjir akibat luapan rob itu belum bisa diantisipasi lantaran PU belum bisa membuat tanggul secara permanen. Sehingga, pihaknya hanya bisa melakukan evakuasi warga setempat ke sejumlah tempat pengungsian serta tenda-tenda darurat. Sejumlah dapur umum juga telah disiapkan.&lt;br /&gt;Menurut Lurah Penjaringan Budi Santoso, air laut yang masuk pemukiman telah menggenangi lebih dari 700 bangunan. Sebab, tanggul yang jebol di Muara Baru mencapai 30 meter. Menurutnya, banjir terparah berada di RT 20 RW 17 dengan ketinggian rata-rata satu meter. &lt;br /&gt;Menurut Lurah Pluit Sugiharjo Timbo, banjir akibat rob merendam warga di RW 04, RW 05 dan 16 dengan ketinggian antara 50 sampai 70 centimeter. Jumlah warga mencapai 150 KK.&lt;br /&gt;Menurut Kasubdin Pengendalian Sumber Daya Air dan Pantai Dinas PU DKI Jakarta, I Gede Nyoman Soewandi, jebolnya tanggul karena kekuatan bangunannya yang tidak kokoh akibat sering diterjang banjir rob.&lt;br /&gt;Sebab, tanggul sementara hanya dibangun dengan tembok, geronjong serta tumpukan pasir. &lt;br /&gt;Perbaikan tanggul yang jebol di kawasan Pantai Mutiara sepenuhnya tanggung jawab pengembang. Namun, untuk tanggul di Muara Baru, pihaknya akan memperbaiki Agustus mendatang. Lambatnya proses perbaikan lantaran saat ini sedang proses lelang hingga dua bulan ke depan.&lt;br /&gt;Ketinggian tanggul di Muara Baru hanya 1,7 meter. Sedangkan ketinggian air pasang yang menerjang mencapai 2,2 meter. Selain itu bangunan tanggul sudah cukup lama lantaran dibangun pada 1978 lalu. Akibatnya, kekuatannya pun semakin berkurang dan rapuh. &lt;br /&gt;Sementara itu, banjir yang terjadi di Kelurahan Ulujami, Pesanggaran sejak kemarin sore terus naik. Warga setempat hanya bisa pasrah. Sebab, banjir akibat luapan Sungai Pesanggrahan itu belum ada solusi konkret. Padahal, luapan sungai terjadi setidaknya sudah empat kali selama satu bulan terakhir. Warga hanya bisa mengamankan seluruh barang rumah tangga ke sejumlah ruas jalan yang tidak tersentuh air. "Kami warga Ulujami mendukung dan menagih janji Gubernur Fauzi Bowo yang akan membongkar bangunan elit di bantaran kali," ujar Evi, warga setempat.&lt;br /&gt;Sebenarnya, untuk mengatasi banjir akibat luapan sungai, Pemprov DKI berencana melakukan dua langkah. Pembongkaran seluruh bangunan di bantaran kali serta pengerukan sungai dengan dana pinjaman dari Bank Dunia sebesar Rp 1,2 triliun. Sayangnya, dua program itu tak kunjung bisa dilaksanakan. Sebab, dana pinjaman baru bisa cair akhir tahun ini dan pengerukan dimulai 2009 mendatang. Sementara, pembongkaran bangunan elit di bantaran kali tidak diketahui pasti kenapa tidak kunjung dilaksanakan meski melanggar aturan. "Kemarin ada aparat Kecamatan Pesanggrahan yang mengecek bangunan elit itu. Tapi ga tahu kenapa tidak ada tindak lanjutnya," tambah Evi. (aak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 7 Mei 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-2489195542739087025?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/2489195542739087025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=2489195542739087025&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2489195542739087025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/2489195542739087025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/05/jakarta-dikepung-banjir-utara-selatan.html' title='Jakarta Dikepung Banjir Utara Selatan'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SCMtX9P-dkI/AAAAAAAAALg/Q5x7t2HW5ZM/s72-c/Tanggul+Jebol-Fery+(6).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-1276122158440903973</id><published>2008-05-01T18:19:00.003+07:00</published><updated>2008-05-08T23:50:37.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Ketika Bolos Menjadi Budaya</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SCMvQdP-dmI/AAAAAAAAALw/hQes2ZKixVY/s1600-h/Anak+Sekolah-+Ton.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SCMvQdP-dmI/AAAAAAAAALw/hQes2ZKixVY/s320/Anak+Sekolah-+Ton.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198050354691733090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;560 Siswa SMA Terancam Tak Lulus Sekolah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Hari Buruh atau Mayday menyentakkan kesadaran kita. Bukan lantaran hiruk pikuk ribuan buruh yang turun jalan, tapi di balik itu, ada ribuan siswa yang terancam tidak lulus sekolah. Itu lantaran hingga batas akhir ujian susulan tanggal 30 April, sebanyak 560 siswa tak juga kunjung mengikuti ujian. Padahal, sebelumnya ratusan siswa itu juga tidak mengikuti ujian nasional (UN) yang digelar pada 22 hingga 24 April lalu. Soal ini aq tulis di &lt;strong&gt;Harian INDOPOS, 1 Mei 2008&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Konsekuensinya, ratusan siswa itu dipastikan tidak akan lulus sekolah. Kecuali jika mau mengikuti ujian Paket C yang bakal digelar Juni mendatang. &lt;br /&gt;“Mereka tetap diberikan ijazah kesetaraan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Margani M Mustar. &lt;br /&gt;Ujian Paket C itu digelar setelah pengumuman hasil ujian nasional pada 14 Juni mendatang. Setelah itu, bagi yang tidak lulus UN atau ujian susulan atau tidak mengikuti keduanya, masih diberi kesempatan untuk mengikuti ujian Paket C tersebut. Hal itu sebagai bentuk toleransi untuk membantu para siswa agar bisa menyelesaikan jenjang pendidikan tingkat SMA.  &lt;br /&gt;Berdasarkan data Dikmenti, siswa  yang tidak hadir mengikuti UN yang digelar 22 hingga 24 April lalu tercatat 657 siswa. Dengan rincian, SMA 165 orang, Madrasah Aliyah (MA) 14 orang dan SMK  478 orang. Namun, dari jumlah tersebut, yang mengikuti UN usulan hanya 97 orang. Terdiri dari 61 siswa SMA, enam siswa MA dan 30 siswa SMK.&lt;br /&gt;Dijelaskan Margani, untuk jumlah siswa SMA/MA/SMALB dan SMK yang menjadi peserta UN tercatat sebanyak 118.929 dengan jumlah sekolah penyelenggara sebanyak 1.065 sekolah. Tingkat SMA 453 sekolah, SMK 537 sekolah, SMALB 5 sekolah dan MA 70 sekolah.&lt;br /&gt;Mata pelajaran yang diujikan dalam UN, untuk SMA Program IPA yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika dan Biologi. Program IPS meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Geografi, Ekonomi dan Sosiologi. Sementara untuk Program Bahasa meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Bahasa Asing dan Sejarah Budaya. &lt;br /&gt;Meski demikian, Margani menegaskan, kelulusan siswa dari sekolah tidak hanya ditentukan berdasarkan hasil UN. Sebab, ada empat elemen penentu kelulusan siswa. Yakni, lulus UN, UAS (ujian Akhir Sekolah), perilaku dan nilai rapor siswa. Jika salah satu tahapan tersebut tidak lulus, siswa yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus sekolah. “Memang agak sedikit berat, tapi berdasarkan nilai tingkat kelulusan tahun kemarin, saya pikir siswa DKI mampu,” ungkapnya. &lt;br /&gt;Untuk UN sendiri, peserta didik dinyatakan lulus jika memiliki nilai rata-rata minimal 5,25 seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan tidak ada nilai di bawah 4,25. Atau, siswa harus memiliki nilai minimal 4,00 pada salah satu mata pelajaran. Sementara nilai mata pelajaran lainnya yang diujikan pada UN masing-masing minimal 6,00. Untuk SMK, nilai mata pelajaran kompetensi kejuruan minimal 7,00. Nilai tersebut digunakan untuk menghitung rata-rata UN.&lt;br /&gt;Dikmenti optimistis, tingkat kelulusan di DKI semakin bertambah mengingat pada 2007 lalu, persentase kelulusan tingkat SMA di Jakarta mencapai 96,26 persen dari jumlah peserta 58.587 siswa dan SMK 94,30 persen dari 58.248 siswa.&lt;br /&gt;Bagi para siswa yang tidak mengikuti UN atau ujian susulan itu, jika berniat mengikuti ujian Paket C, diharapkan segera melapor ke sekolah yang bersangkutan atau mendaftar sendiri ke Penyelenggara Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di tingkat kecamatan. &lt;br /&gt;Jika membaca berita ini, aq berpikir apakah tidak masuknya 560 siswa untuk mengikuti ujian nasional serta ujian susulan itu lantaran disengaja atau karena faktor lain. Sakit misalnya. Atau ada kondisi keluarga yang mendesak yang tidak tidak bisa ditinggalkan. Tapi pertanyaannya? kenapa tidak ada izin atau pemberitahuan. Bukankah itu sangat vital. Sekolah dengan susah payah, biaya besar, ujung-ujungnya harus dinyatakan tidak lulus. Bukan hanya keluarga yang bakal menyesal, tapi juga diri sendiri di kemudian hari. &lt;br /&gt;Mungkin siswa tidak berpikir bahwa ijazah itu penting. Kenapa? karena kemampuan yang tidak didukung bukti sertifikasi sering tidak dianggap. Dan memang begitulah kenyataannya. Mungkin itu tidak berlaku bagi siswa dari keluarga berduit. Mereka bisa mengulang sekolah di tempat yang lebih bergengsi tanpa harus berpikir berapa kocek yang harus dikeluarkan. Atau, jika keluarganya memiliki perusahaan besar, tinggal masuk saja tahu-tahu sudah jadi manager atau direktur.&lt;br /&gt;Tapi pertanyaanya, bagaimana jika yang bolos tidak ikut ujian itu siswa dari keluarga tidak mampu? apakah siswa tidak berpikir untuk membayar sekolah itu orangtuanya harus banting tulang peras keringat siang dan malam. Jangankan untuk membayar sekolah, untuk menyambung hidup hari ini saja sudah susah. Lalu apa yang siswa harapkan dengan bolos itu. Apakah hanya karena gengsi-gengsian sebagai bentuk trend remaja saat ini?&lt;br /&gt;Bukankah kalian tidak pernah dengar, yang berijazah saja banyak yang jadi pengangguran, apalagi tidak mengantongi ijazah. Dengan apa kalian melanjutkan pendidikan, dengan apa kalian mencari lapangan pekerjaan. Kota ini sudah penuh dengan pengangguran dan gelandangan.&lt;br /&gt;SEMOGA, pilihan siswa tidak mengikuti ujian bukan tanpa alasan. Sebab, penyesalan hanya datang di kemudian hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalian termasuk siswa yang bolos dan berasal dari keluarga yang tidak mampu,Hanya satu kata yang layak kalian camkan dalam hati. BERCERMINLAH!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pojok Balaikota, sepi saat Mayday, 1 Mei 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/914144664847683712-1276122158440903973?l=ibnularobi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibnularobi.blogspot.com/feeds/1276122158440903973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=914144664847683712&amp;postID=1276122158440903973&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/1276122158440903973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/914144664847683712/posts/default/1276122158440903973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibnularobi.blogspot.com/2008/05/560-siswa-sma-terancam-tak-lulus.html' title='Ketika Bolos Menjadi Budaya'/><author><name>Ibnul A'robi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08165243910648838855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SLfu9Er6LBI/AAAAAAAAATo/IvA5ENKPrik/S220/aku+ok2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SCMvQdP-dmI/AAAAAAAAALw/hQes2ZKixVY/s72-c/Anak+Sekolah-+Ton.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-914144664847683712.post-1823714457182639883</id><published>2008-05-01T12:45:00.005+07:00</published><updated>2008-05-08T23:57:13.746+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Buat Kotakoe'/><title type='text'>Upah Minim dan Gerakan Bom Molotov</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SCMw09P-dnI/AAAAAAAAAL4/EFxoPZfW9DI/s1600-h/Demo+Buruh.boy+(8).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mouUeLjYk78/SCMw09P-dnI/AAAAAAAAAL4/EFxoPZfW9DI/s320/Demo+Buruh.boy+(8).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198052081268586098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Balik Ancaman Gerakan Bom Molotov Masuk Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei terancam rusuh. Hal itu menyusul informasi adanya gerakan yang bakal mengacaukan kawasan Ibukota dengan bom molotov. (Begitu aq menulis dan menjadi headline hal 1 di &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harian INDOPOS, 30 April 2008&lt;/span&gt;). &lt;br /&gt;Kelompok bawah tanah itu ditengarai bakal ikut menunggangi aksi masa peringatan Mayday yang digelar selama dua hari mulai Rabu(30/4) dan Kamis (1/5). &lt;br /&gt;"Info dari inteligen seperti itu. Tapi kami harapkan mereka sadar untuk tidak membuat Jakarta tidak kondusif," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto usai rapat gabungan pengamanan peringatan hari buruh yang digelar di Balaikota.&lt;br /&gt;Hadir dalam pertemuan itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman, Kajati DKI Harry Hermansyah, Pangdam Jaya Mayjend TNI J Suryo Prabowo, ketua DPRD DKI Ade Surapriatna, Sekda Muhayat serta sejumlah asisten dan kepala dinas.&lt;br /&gt;Menurut Prijanto, munculnya ancaman gerakan yang akan mengerahkan bom molotov tengah diteliti lebih lanjut keberadaannya. Sebab, informasi tersebut masih dipastikan kebenarannya. Namun, pihaknya tetap berharap, peringatan Mayday di Jakarta bisa berlangsung aman.&lt;br /&gt;Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman, pasukan pengamanan yang disiapkan sebanyak 15 ribu orang. Terdiri dari kepolisian, TNI serta Tramtib dan Linmas. "Kami tidak ingin kecolongan. Jumlah pasukan akan ditambah sesuai dengan kondisi yang berkembang," terangnya.&lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kerusuhan, pihaknya akan memperketat pengamanan di tempat-tempat yang menjadi titik konsentrasi massa serta sejumlah gedung vital lainnya. Selain pasukan terbuka yang diterjunkan, pasukan tertutup juga disebar di lima wilayah DKI. Termasuk dengan memasang sejumlah sniper.&lt;br /&gt;Selain menyesuaikan jumlah massa yang turun jalan, antisipasi jika terjadi kerusuhan juga disiapkan. "Kalau ada indikasi kerusuhan, kami akan langsung bertindak untuk segera mengamankan," ungkapnya.&lt;br /&gt;Sayangnya, Adang enggan menyebutkan, gerakan pengacau dari kelompok mana yang bakal mengancam Jakarta dengan bom molotov itu.&lt;br /&gt;Menurut Plh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Sumanto, menyambut Hari Buruh tahun ini, pihaknya tetap mengimbau agar seluruh perusahaan yang ada di DKI bisa menerapkan UMP yang ditetapkan sebesar Rp 972.604,80. Jika tidak, perusahaan yang bersangkutan akan dikenai sanksi pidana 1 hingga 4 tahun penjara atau denda Rp 100 hingga 400 juta. "Di DKI ada 40.288 perusahaan yang harus mengikuti aturan itu. Sejauh ini baru ada enam perusahaan yang keberatan. Tapi yang kami kabulkan hanya tiga perusahaan," bebernya.&lt;br /&gt;Menurut wakil Fraksi Demokrat Ahmad Husin Alaydrus, meski hari libur, aksi massa memperingati Hari Buruh itu harus diberi ruang. Sebab, mereka menyuarakan haknya. Apalagi, UMP yang ditetapkan di DKI dianggap belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang ada. Idealnya, untuk Jakarta, UMP sudah harus minimal Rp 1,2 juta. Hal itu mengingat tingginya kebutuhan serta semakin melonjaknya harga kebutuhan pokok. Sehingga, pihaknya segera akan mengusulkan revisi perda untuk bisa merubah ketetapan UMP yang baru diterapkan 1 Januari lalu.&lt;br /&gt;Menurut dia, selain gaji yang kecil, banyak di antara perusahaan di DKI yang tidak memenuhi persyaratan UU no 23 tahun 2003. Di antaranya tentang standar jaminan kesehatan. Pihaknya menengarai ada sekitar 70 persen dari seluruh perusahaan yang ada di DKI tidak memberikan jaminan kesehatan bagi para pekerjanya. "Jika UMP sudah diketok Rp 1,2 juta dan perusahaan tidak mau membayar sesuai UMP, sanksi bisa diterapkan. Seperti pajak dinaikkan atau paling ekstrem izin dicabut," tegasnya.&lt;br /&gt;Mendengar ada gerakan bom molotov itu, anganku mencoba mencari celah kenapa semua itu terjadi. Benarkah itu dari kelompok dari buruh? lalu kenapa harus dengan kerusuhan. Apakah dengan kerusuhan tuntutan pasti dipenuhi?&lt;br /&gt;Sehari setelah berita itu mencuat di sejumlah media massa, kelompok organisasi buruh se-Jabodetabek memberikan klarifikasi. Sinyalemen adanya gerakan bom molotov hanya black campaign yang dilakukan Pemprov DKI untuk melarang aksi massa. &lt;br /&gt;Terlepas benar atau tidak, itu bukan menjadi soal yang penting. Apapun gerakan yang membuat Jakarta rusuh, saya sangat sepakat jika Polda bisa bertindak tegas. Penyiapan puluhan sniper aq pikir juga tidak berlebihan. Mengingat dampak kerusuhan Mei 1998 lalu, tidak hanya pemerintah yang rugi, warga masyarakat juga kena dampaknya.&lt;br /&gt;Namun, besarnya tekad buruk untuk memperjuangkan haknya juga harus dihargai. Sebagai salah satu pekerja, aq juga akan mengangkat tangan kiri ke atas seraya mengepalkan  rapat-rapat.&lt;br /&gt;Jika mendengar jeritan para kaum buruh itu, aq kembali teringat saat di kampus dulu. Suara lagu perjuangan yang dikumandangkan saat menggelar aksi terdengar melengking hingga lubuk sanubari. "Mereka dirampas haknya..tergusur dan lapar..Tuhan relakan darah juang kami..dst". Setidaknya, aq bisa merasakan betul karena saat ini aq juga hidup di Ibukota. Dengan gaji kecil, untuk bisa menyambung hidup saja harus kembang kempis. Bisa menyambung hidup esok hari tidaklah persoalan penting. Yang penting bagaimana hari ini bisa tetap. Bahkan, dua hari yang lalu, ketika ada saudara yang meminta bantuan untuk keperluan mendesak dan terpaksa mencari uluran tangan, istriku sempat menangis tersedu-sedu.&lt;br /&gt;Kenapa ketika orang membutuhkan pertolongan selalu larinya kepada kita. Begitu kata istriku sambil terisak. "Untuk makan hari ini saja kita belum cukup. Beli rokok ayah, beli pulsa ayah, beli bensin ayah saja harus mengambil tabungan untuk persiapan kelahiran," kata istriku sambil tak henti-hentinya meneteskan air mata.&lt;br /&gt;Yah, mau bagaimana lagi. Kalau memang seperti itu keadaannya. Kenapa harus disesali.  Toh Tuhan pasti akan memberi esok hari. Begitu kataku menghibur istriku. Gaji yang aq dapat dari kantor memang tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sekali ambil dari ATM, langsung ludes untuk bayar kontrak rumah Rp 400 ribu, bayar listrik 100 ribu dan bayar motor Rp 300 ribu. Dan itu sudah aq alami selama tiga tahun berada di Jakarta. Tapi Gusti Allah selalu memberi jalan keluar setiap ada kesulitan. &lt;br /&gt;Kembali kepada aksi buruh. Di antara mereka itu banyak yang meneiakkan hal serupa seperti yang aq alami. Gaji yang belum dibayar, status yang tidak jelas serta berbagai persoalan lainnya. Bayangin saja, untuk pegawai ambulan Dinas Kesehatan DKI saja ada 200 pegawai yang tidak dibayar gajinya terhitung mulai Januari hingga saat ini. Padahal, sehari-hari mereka harus menghidupi anak istri. Anak-anak butuh sekolah, istri butuh menyalakan kompor untuk masak setiap hari. Lalu dengan apa semua itu bisa tetap berjalan seperti biasanya?&lt;br /&gt;Hal yang sama juga dialami 90 kusir delman yang diusir dari Monas. Alasannya, kotoran  dan kencing kuda membuat polusi dan menyebabkan penyakit ISPA bagi para pengunjung Monas. Apakah pengusiran itu juga disertai solusi? jawabannya TIDAK. Lalu dengan apa mereka menghidupi keluarganya? bukankah mereka telah diusir sejak Juni tahun lalu? hanya kusir delman, tetangganya dan Tuhan yang tahu.&lt;br /&gt;Dalam keadaan ekstrim seperti itu, munculnya gerakan molotov memang sangat dimaklumi. Meski hal itu jelas dilarang lantaran bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Tapi apa boleh buat, mungkin begitu yang ada di dalam pikiran mereka. Daripada penindasan merajalela, revolusi lokal itulah yang harus dilakukan. Untuk membuka lebar-lebar mata para pemegang kebijakan agar tidak berbuat sewenang-wenang. Bahwa, kita juga masih butuh hidup. Bahwa kita juga butuh menghidupi anak istri.&lt;br /&gt;Kita tidak ingin hidup mewah dari hasil uang pajak rakyat, kita hanya ingin bertahan hidup. Kita hanya menuntut hak yang harus kita terima atas jerih payah peras keringat siang dan malam di bawah terik matahari. Kita tidak ingin apa-apa. Kita hanya ingin diberi ruang untuk bisa mengais sisa-sisa rezeki yang tercecer. Apakah itu salah?&lt;br /&gt;hanya hati nurani yang jernih yang bisa menjawabnya. BTW, thank buat pemred Indopos yang baru mas Imam Syafi'i. Bertepatan dengan mayday, sebuah hadiah yang tidak disangka-sangka tiba-tiba muncul. Alhamdulillah, gajiku naik..alhamdulillah..alhamdulillah.. thanks banget mas. Sukses selalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat para buruh bergerak menyuarakan haknya, 1 Mei 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img w
